
Aku pergi dari istana dan mengejar suami ku yang sedang berperang di lembah kesedihan.
"Bunda." teriak sesosok anak laki - laki.
Putraku? dia memanggil ku? apakah ini bagian halusinasi ku atau memang benar dia yang memanggil diri ku?.
"Nak? dimana kau?" gumam Irene.
"Bunda, selamatkan ayah!" teriak putranya.
"Ayah?." gumam Irene sembari memegang kepalanya dengan sedikit luka.
Aku dimana? Banyak sekali salju kepala ku?. Astaga! suami ku, aku harus menolongnya semoga tidak terlambat.
Irene pun terbangun dari tidurnya saat ia mengalami kecelakaan karena kudanya tertusuk panah dari pemburu liar, sementara itu kondisi dalam peperangan sangat memanas raja Shownu dan sang iblis pun bertarung dengan sangat agresif.
"Dimana mereka bertarung? baiklah aku akan menjelajah waktu untuk melihat dimana mereka." gumam Irene.
Irene pun menjelajah waktu untuk mencari posisi tepat suaminya bertarung, ini merupakan salah satu kemampuannya.
Ayolah! aku harus menyelamatkannya sebelum matahari tenggelam.
"Dapat!, suami ku berada di arah Utara. Aku harus segera kesana." gumam Irene yang berlari.
Sial! iblis ini sangat kuat, pasukan ku semakin sedikit. Apa yang harus kulakukan, jika mundur maka akan terlalu bahaya. Semua mantra telah di coba, tapi tetap tidak berpengaruh kepada raja iblis.
Baiklah aku akan membaca mantra yang disebut dalam perjamuan semalam.
"Kembali - Lahir dan Mati - Terkunci!" teriak Shownu dengan segala kekuatannya.
"Vampire naif!, kau bodoh. Mantra itu hanya bisa di sebut dan berpengaruh apabila kau merupakan keturunan asli para dewan lima vampire terdahulu!" gumam sang iblis.
"Apa!?" gumam Shownu yang tersentak terkejut.
"Kau membunuh pasukan ku tapi tidak dengan diriku!, Vampire bodoh" gumam sang iblis yang tertawa jahat dibuat Shownu.
"Seperti ini? sekarang dewan lima vampire? bodoh, naif, haus akan kekuasaan dan ceroboh" gumam sang iblis.
"Diam!, kembalikan putraku" gumam Shownu.
"Tidak!, jiwanya sudah aku musnahkan." gumam sang iblis.
"Apa!?, kurang ajar" gumam Shownu.
Shownu yang mendengar kabar tersebut tersentak terkejut dan juga sedih karena ia tidak dapat memenuhi janjinya kepada sang istri.
"Baiklah, mari kita buat pilihan kau mati demi anak mu atau anak mu mati sekarang?" gumam sang Iblis.
Shownu yang disudutkan dengan dua pilihan mendadak bimbang, Kalau aku pilih mati demi anak ku makan Irene akan tertekan dan ia akan menangisi ku tapi jika aku memilih anak ku mati sekarang dia tidak akan pernah mengampuni ku. Astaga! apa yang harus aku lakukan, baiklah aku tidak akan memilih keduanya aku harus bangkit.
"Vampire bodoh!" teriak sang iblis.
"Aku tidak memilih keduanya, aku akan menghabisi mu." gumam Shownu.
"Dasar naif, aku bilang dirimu tidak akan bisa mengalahkan ku sampai kapan pun!" ucap sang iblis.
"Tapi aku bisa!" gumam Irene yang muncul dari arah api berkobar.
"Kau, vampire dari anak dewan lima terdahulu. Vampire Rose La guela." gumam sang iblis.
"Irene!? , aku sudah katakan diam saja di istana." gumam Shownu.
"Tidak, aku tidak akan membiarkan mu sengsara sementara aku mampu membunuh iblis keji tersebut." gumam Irene.
"Kisah cinta yang klasik!" gumam sang iblis.
"Sayang, percaya padaku kita bisa mengakhiri ini semua." gumam Irene.
"Baiklah, mari kita berperang bersama." gumam Shownu.
Sepasang raja dan ratu tersebut pun berperang bersama, hingga salah satu dari mereka mendapatkan luka yang serius.
"Suami ku!" gumam Irene.
"Sayang ku, biar aku yang bertarung." gumam Irene.
"Tidak, kita bertarung bersama!" gumam Shownu yang memaksa kan diri.
"Baiklah raja ku." gumam Irene.
Aku akan memancing emosi sang ratu agar peperangan ini bertambah keruh dan aku pun akan memenangkan peperangan ini.
"Ratu kau terlalu naif, kau tahu putra mu telah ku habisi. Berharap putra mu kembali? hahaha tidak akan!" gumam sang iblis.
"Apa!?" gumam Irene.
"Ya, berkat jiwa putra mu diriku bertambah kuat dan kau yang akan jadi selanjutnya." gumam Sang iblis.
"Dasar iblis keji!" gumam Irene.
"Ini mayat putra mu! dasar bunda yang gagal, melindungi anak saja tidak bisa!" gumam sang iblis.
"Tidak!, kau bunda yang baik. Jangan dengarkan dia" gumam Shownu.
"Suami mu bohong, kau memang ratu yang tidak benar. Suami mu yang banyak mengambil waktu mu!" gumam sang iblis sembari tertawa kecil.
"Cih!, sialan!" bentak Shownu.
Irene tampak tak perduli dengan peributan Shownu dan Sang iblis, yang ia pikirkan hanya putranya yang telah berubah menjadi mayat.
Putraku, bunda datang nak. Bunda sangat ingat tangisan pertama mu saat dirimu lahir, senyum indah mu saat usia tiga tahun. Tangan lembut mu pertama kali menyentuh bunda dan kata yang kau sebut adalah ayah.
Bunda tidak marah? itu bohong nak, bunda marah saat kata yang pertama muncul ayah. Bunda rindu saat kita bercanda bersama, menjahili ayah yang sibuk dengan tugas - tugas kerajaan.
Bunda sibuk bermain dengan mu, bunda ingat saat dirimu terjatuh karena berlari. Sekarang dirimu terbujur kaku bunda janji akan membalaskan dendam mu.
Irene pun kemudian berubah menjadi vampire yang mengerikan dan membuat semua yang berada didalam peperangan tersebut menjadi ketakutan dan tunduk patuh kepadanya. Ia berubah seperti bukan dirinya, matanya yang berwarna putih tanpa bulatan hitam, tubuhnya yang terangkat ke atas dan tangannya yang mengeluarkan kekuatan.
"Kau harus di hukum atas perbuatan mu, wahai dewan lima terdahulu aku membuat hukuman untuk sang iblis. Kau yang dianugerahkan kekuatan jahat dan negatif dari dunia ruh dengan ini aku menghukum mu kembali kepada tempat kau terlahir dan terkunci lah kau disana. Kembali - Lahir dan Mati - Terkunci, dengan ini aku Irene mengunci mu di neraka atas perbuatan - perbuatan mu!" gumam Irene dengan sangat marah.
"Iblis itu membangunkan kekuatan cinta ibu beserta iblis sesungguhnya." gumam raja Daniel kepada prajurit.
"Dan kalian para prajurit iblis aku kutuk kalian semua menjadi batu dan terkunci lah kalian di neraka, aku menghukum kalian yang berkhianat atas janji tujuh batu berlian di negeri Utara!" gumam Irene yang mengeluarkan kekuatannya sehingga membuat para pasukan iblis dibuat menjadi batu hanya dalam sekejap.
"Sayang ku sadar lah!" teriak raja Shownu.
"Dan kau raja Daniel aku juga mengutuk mu atas khianat mu kepada lima kerajaan Vampire, kau menjadi penguntit iblis dan membocorkan segala rahasia kerajaan. Dengan ini aku menghukum dan mengutuk mu terkunci di pulau kesedihan dan kau tidak akan pernah bebas dari pula tersebut." gumam Irene yang mengutuk raja Daniel atas semua kesalahannya.
"Astaga! selama ini raja Daniel merupakan mata - mata iblis." gumam semua prajurit.
Irene yang sangat marah saat itu menghukum semua yang terlibat salah dan berpihak kepada iblis atas kacaunya perang tersebut.
"Yang mulia raja, ini lah kekuatan tersembunyi istri mu. Itu kenapa jiwanya di buru oleh para ruh jahat. Mereka menginginkan nya agar dapat bertambah kuat, Sisi istri mu ini dikenal dengan Evil vampire." gumam penasihat kerajaan Shownu.
"Bagaimana cara membuatnya sadar?" tanya Shownu.
"Tidak bisa, dia akan kembali pada dirinya setelah semua kesalahan pendosanya telah usai." gumam penasihat kerajaan.
Irene pun kembali kedalam posisi semula dengan kondisi energi yang terkuras sangat banyak dan membuat kehilangan nyawanya.
"Suami ku dendam kita telah tersampaikan, aku pergi. Tubuh ku sudah tidak sanggup lagi. kau tahu aku sangat mencintaimu dan juga putra kita. Bahagia lah tanpa aku rajaku." gumam Irene yang kemudian menghilang dalam cahaya.
"Tidak Irene!" teriak Andy.
"Astaga, Kaka bangun. Ini aku Vanya bukan Irene, Irene siapa? kakak hanya mengigo!" bentak Vanya.
"Irene ku!" gumam Andy yang memeluk Vanya.
"Astaga Kaka!, aku bukan Irene" gumam Vanya.