My Lovely Wife

My Lovely Wife
6. Mencari gara - gara



"Van, mau istirahat bareng tidak?" gumam Cleo.


"Duluan, aku ingin pergi ke kamar mandi." gumam Vanya.


"Oke, aku tunggu di kantin ya." gumam Cleo.


"Iya Cleo." ucap Vanya.


"Van, ini susu buat lo." gumam Louis.


"Susu?" ucap Vanya.


"Iya, ibu gua habis dari luar negeri dia bawa banyak susu. Makanya gua bawain satu buat Lo." gumam Louis.


"Terima kasih." ucap Vanya.


Belum tahu aja kalau di susu itu ada obat tidur, lihat aja Vanya mau segalak apapun keluarga lo. Gua bakal ambil selama ini yang lo jaga, gue yang selama ini mengirimkan iblis - iblis kepada lo biar lo selalu di cap aneh. Dan nanti gua bakal kirim iblis ini kesemua anak kelas biar lo yang di curigai.


"Van, bawa bekal tidak?" gumam Reno.


"Bawa kok, mau makan bareng?" ucap Vanya.


"Boleh, kita bisa berbagi bekal." gumam Reno.


"Okedeh." ucap Vanya.


Perasaan apa ini, sadar lah Vanya dia itu teman mu. Apakah aku menyukainya? ah aneh sekali.


"Vanya!, aku menunggu mu di kantin dan kau asik makan dengan Reno?" ucap Cleo.


"maafkan aku ya, aku lupa." gumam Vanya.


"Baiklah, aku ikut gabungan." gumam Cleo.


Cleo, Reno dan Vanya pun akhirnya makan bersama di dalam kelas, mereka menghabiskan waktu bersama hingga waktunya pulang sekolah.


"Vanya kau tidak pulang?" gumam Cleo.


"Tidak aku menunggu Kaka ku, duluan saja." gumam Vanya.


"Kami duluan ya." gumam Reno.


"iya." ucap Vanya.


Vanya menunggu kakanya di dalam kelas, ia sesekali melihat ke arah luar jendela mengintip kakanya telah datang atau belum.


"Apa aku minum saja susu pemberian Louis? tapi tumben dia baik kepada ku. Tidak apalah aku akan minum susunya. Vanya pun meminum susu pemberian Louis awalnya dia merasa biasa saja tetapi akhirnya ia merasakan ada yang aneh. Penglihatannya mulai buram dan terjatuh pingsan.


"Badan ku." gumam Vanya yang terjatuh pingsan.


Akhirnya Vanya terjatuh pingsan juga, oke aku akan mengangkutnya ke tempat yang aman.


Vanya! aku harus melindunginya. Lelaki sialan, aku sudah mengingatkannya masih saja di lakukan. Jika aku menunjukkan identitas ku kepadanya, maka akan viral. Baiklah aku tidak akan menunjukkan nya. Tapi jika dia usil lagi aku akan mengubahnya sama sepertiku, biar dia merasakan kedinginan dan kesendirian.


Andy pun bergegas pergi menuju sekolah dan meninggalkan pekerjaan yang tengah ia lakukan.


"Vanya, akhirnya aku bisa merasakan diri mu." gumam Louis sembari mengunci pintu gudang sekolah.


Louis pun membuka kancing baju Vanya dan membiarkan sebagian atas badanya terbuka selain itu Louis pun mengacak - acak rambut Vanya yang membuat Vanya terlihat seperti telah melakukan hal tidak senonoh. "Aku harus memfoto ini supaya viral dan Vanya pun mendapatkan perlakuan kasar." gumam Louis.


"Berhenti memfotonya!" gumam Andy sembari memegang tangan Louis.


"Lo muncul darimana?" tanya Louis heran.


"Gua sudah ada di dalam ruangan ini setelah lo ingin mencoba memfoto Vanya!" gumam Andy.


Andy pun mendorong Louis ke sudut ruangan gudang dan membuat Louis ketakutan.


"Gua udah ingatin lo untuk menjauh dari Vanya, tapi lo melanggarnya. Sekali lagi lo ngelakuin hal itu kepada adik gua, lo bakal gua ubah jadi sesuatu yang akan lo sesali." gumam Andy emosi sembari mengangkat tubuh Vanya dan pergi pulang.


"Aku dimana?" gumam Vanya yang tersadar dari tidurnya.


"Kamu di rumah, sebaiknya kamu jangan mudah menerima barang dari seseorang yang tidak kamu kenal." gumam Andy.


"Di saat aku setengah sadar, aku mendengar pembicaraan kakak "aku akan mengubah mu" maksudnya kakak apa?" gumam Vanya.


"Darimana kakak tahu kalau Louis yang menganggu ku?" tanya Vanya heran.


"Lelaki tersebut telah merencanakan hal jahat itu kepada mu, kakak tidak sengaja mengupingnya." gumam Andy.


"Baiklah kak." ucap Vanya.


"Sepertinya kamu banyak tekanan, apa yang bisa kakak bantu? Kamu selalu tidur terlambat setiap malam" ucap Andy.


"Aku butuh hiburan, bisakah kaka mengajak ku pergi makan?. Aku pusing merangkum semua pelajaran ini" gumam Vanya.


"Tentu bisa, kakak selalu ada untuk mu. Nanti sore kita pergi." gumam Andy.


"Baiklah kak, aku pergi istirahat dulu. Kepala ku sangat sakit." gumam Vanya.


"Tentu." gumam Andy yang tidak sengaja mencium kening Vanya.


"Kakak!" bentak Vanya.


"Maaf, Kakak gemas dengan mu." jawab Andy.


Andy pun pergi keluar kamar Vanya dan mulai melakukan tugas risetnya. Sementara itu Vanya yang berada di kamarnya menerka - nerka siapa kakanya itu.


Kenapa Kakak bisa bilang seperti itu? apakah dia bukan manusia tapi aneh rasanya kalau bukan manusia, apa memang betul itu hanya kalimat untuk menakut - nakuti saja?. Bukan kah itu terlalu serius untuk kalimat menakut - nakuti lagi pula kakak ku sangat dingin.



Ah sudah lah aku menyerah, kakak ku manusia biasa seperti yang lainnya.


"Selain obat itu bikin lo tidak sadarkan diri, itu akan membuat lo sakit demam tinggi selama 3 hari. Kenapa gua lakuin ini? karena gua benci kenapa harus lo yang dapet anugerah mantra tersebut." gumam Louis.


Tepat di sore hari saat Andy ingin mengajak Vanya pergi mencari makan, ia di kejutkan dengan kondisi Vanya yang menurun secara drastis.


"Van, ayo bangun. Kita makan - makan sebelum kamu ujian, kakak sudah minta izin ke ayah." gumam Andy.


"I..iya kak." ucap Vanya yang tersungkur lemas jatuh dari kasur.


"Vanya!, buka pintunya." gumam Andy.


"Tidak bisa kak, aku lemas." gumam Vanya.


Tanpa basa basi Andy pun mendobrak pintu kamar Vanya dan mendapati Vanya terbujur lemas.


"Vanya kamu demam, ayo kita pergi ke dokter. Demam mu tinggi." ucap Andy.


"Tidak usah kak, aku beristirahat saja." ucap Vanya.


Andy tidak sengaja peka dan melihat masa lalu karena ia mendapati luka di tubuh Vanya akibat minuman yang Louis berikan.


5 jam sebelum kejadian..


"Vanya, mungkin kamu tidak jadi aku lecehkan. Tapi obat itu akan membuat mu demam selama 3 hari." gumam Louis.


Dasar kurang ngajar! laki - laki itu masih belum puas sudah hampir melecehkan adik ku, lihat saja Louis!


"K..kakak badan ku panas." gumam Vanya.


"Mari kita transfer panas, sini transfer panas di tubuh mu ke tubuh kakak." gumam Andy.


"Maksudnya kakak, aku membuka baju bagian atas ku lalu Kakak juga dan akhirnya Kaka memeluk ku?" Tanya Vanya.


"Iya." gumam Andy.


"Baiklah kak, aku tidak tahan dengan panasnya." gumam Vanya.


Andy pun langsung membawa Vanya ke dalam kamarnya dan meminta Vanya untuk membuka pakaian atas badanya tak lupa juga Andy pun baju bagian atasnya. Dan mulai memeluk Vanya agar panas di tubuh Vanya berkurang.


"K..kakak dirimu terlalu dingin." gumam Vanya.


Maafkan kakak Vanya, kakak bukan manusia tapi kakak adalah vampire. Kakak akan memberitahu mu nanti, setelah semua tugas kakak selesai.


"Ah, kakak habis bekerja di ruangan ber-AC" gumam Andy.