
Hari ini Clarissa bangun kesiangan dikarenakan pesta semalam,, sangat melelahkan.
Akhirnya ia terburu buru dan lupa untuk sarapan.
Ia membuka pintu kontrakan,lalu berjalan dengan tergesa gesa menuju halte bus.
Sialnya bus yang ditunggunya tak kunjung datang,
jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 07.12,
ia hampir saja putus asa namun tak lama terdengar suara klakson mobil, ia tidak menoleh karena ini jalanan pasti bukan dia yang diklakson.
Sebuah mobil BMW putih berhenti tepat di depan nya, Clarissa mengkerutkan dahi bingung sedetik kemudian kaca mobil diturunkan dan tampak seorang pria tampan berkacamata tersenyum kearahnya, ya dia adalah pria semalam yang menyapanya saat di pesta.
Matanya serasa mau keluar dari tempatnya saking terkejutnya Clarissa.
"Risa ayo aku antar" tawar pria tersebut
awalnya Clarissa menolak tapi karena dia memaksa dan waktunya juga sudah sangat terlambat akhirnya ia masuk ke dalam mobil itu.
Suasana didalam mobil sangat canggung dan membuat keduanya merasa tak nyaman.
"lama tak bertemu kamu semakin cantik" puji pria tersebut sambil menatap lekat wajah Clarissa.
"m,, kenapa kamu tiba-tiba muncul di kota ini?" tanya Clarissa mengalihkan topik pembicaraan
"aku mencari mu selama bertahun-tahun dan itu tidak berhasil, dan yang ulang tahun kemarin adalah bibiku, paman menyuruh ku untuk datang,dan tak disangka disana aku benar benar telah menemukan mu" ucap pria itu, nadanya bersungguh sungguh
Clarissa tak bisa menjawab apa apa dia hanya bisa diam tanpa bersuara.
Kenalin pria yang saat ini bersama Clarissa bernama Richard,ia adalah mantan kekasih Clarissa sewaktu masih kuliah di New York.
Hubungan keduanya sangat baik, mereka saling pengertian juga perhatian namun hubungan nya rusak dikarenakan hal yang membuat Clarissa sangat tak menyangka pada Richard.
Flash on
Saat pertama masuk kuliah Clarissa bingung mencari kelasnya maklum dia adalah gadis kampung dan kuliah nya saat ini sangat lah besar dan luas.
Jam masuk kelas hampir tiba namun dia tak kunjung menemukan kelasnya, karena putus asa dia berjalan menuruni tangga dan tak sengaja menabrak tubuh seseorang.
Tubuh kecilnya terpental tapi untungnya sebuah tangan menangkap nya.
Setelah Clarissa kembali berdiri tegak dia meminta maaf kepada orang yang ditabraknya.
"maaf kak, saya tidak sengaja" ucap Clarissa
" iya gak papa, seperti nya kamu sedih kenapa?" tanya pria didepannya
" mm kak,, saya boleh bertanya gak" ucap Clarissa kemudian
"iya boleh,mau tanya apa" balas pria tersenyum
"mm kelas ekonomi 3 dimana ya kak" tanya Clarissa sedikit malu
"oh kamu mahasiswi baru yah,, dilantai 2 barisan no 4 dari ujung" jelas pria itu
"terima kasih kak, kalau begitu saya pergi dulu" ucap Clarissa sambil tersenyum
"tunggu, kalau boleh tau nama kamu siapa?" tanya pria itu lagi
"nama saya Clarissa kak" balas Clarissa tersenyum
"kenalkan nama ku Richard,aku dari jurusan studi bisnis" ucap nya sambil mengulurkan tangannya
Clarissa menerima uluran tangannya.
"nanti makan siang bareng yah" ucap Richard
Clarissa hanya mengangguk dan tersenyum lalu pergi menaiki tangga.
Richard merupakan mahasiswa yang banyak didambakan para mahasiswi disana, selain tampan dia juga berasal dari keluarga terpandang di New York.
Sejak saat itu hubungan mereka semakin dekat sampai tiba di suatu hari Richard menyatakan perasaannya pada Clarissa tentu saja ia menerima nya.
Hari hari mereka lalui bersama dengan bahagia hingga suatu hari kejadian yang sangat menyakitkan bagi Clarissa terjadi dimana hari itu laman di weibo penuh dengan foto Richard sedang menggendong seorang wanita cantik dengan mesra.
Dibawahnya tertulis "TAK LAMA LAGI KELUARGA HEATON AKAN MEMPUNYAI SEORANG MENANTU CANTIK SEKALIGUS CUCU PERTAMA**" dan jelas jelas itu bukan dirinya, memang hubungan mereka tidak ada orang yang tau kecuali teman kuliah Clarissa dan Richard.
Melihat foto Richard hatinya bagai disayat pisau sangat sakit,
kenapa selama ini kau membohongi ku? ****kenapa****?
dasar pria brengsek,pria playboy teriak Clarissa didalam kamar sambil menangis
yah memang benar aku tidak pantas berada di samping mu dan harusnya dari awal aku menyadari itu ucap Clarissa lagi
Keesokan harinya dia memblok WeChat Richard, dia juga pindah kosan dan mulai hari itu mereka tidak bertemu lagi sampai sekarang.
Dan kejadian itulah yang membuat Clarissa sangat membenci pria playboy juga brengsek
Flash back.
Saat ini mobil Richard berhenti di depan gerbang gedung perusahaan Dimitri Group dan tepat dibelakangnya ada sebuah mobil Bugatti hitam siapa lagi jika bukan Kennan.
Tanpa sadar ia menggenggam erat setir mobil nya rahangnya mengeras dan sampai mobil didepannya pergi barulah ia kembali ke ekspresi semula namun terlihat lebih dingin dan menakutkan.
Pintu lift terbuka kennan keluar dan berjalan menuju ruangan nya.
Amarahnya masih belum reda tak lama ada suara ketukan pintu dari luar....
tok...tok..tok.....
"masuk" ucap kennan dengan suara yang sangat dingin
Livia masuk dan berjalan melangkah ke arah kennan
"selamat pagi direktur Ken,,ini laporan keuangan Minggu ini" ucap Clarissa tersenyum dan meletakkannya map biru didepan kennan
"ok" ucap kennan singkat tapi terkesan dingin
Beberapa detik kemudian suara ketukan pintu terdengar lagi...
Kennan menyuruhnya untuk masuk,, saat pintu terbuka terlihat sosok Clarissa membawa sebuah map berwarna merah.
Livia yang melihat Clarissa berjalan ke arah nya dan kennan ia langsung berinisiatif untuk mengompori Clarissa, karena hubungan kennan dan Clarissa terlihat cukup dekat menurut nya, terbukti saat pesta tadi malam.
Setelah sampai di meja kennan Livia langsung berpindah tempat ke samping kennan,,
dia berpura-pura terpeleset dan jatuh ke pangkuan kennan,Livia melirik Clarissa sekilas namun ia tak bereaksi apa apa,, karena geram ia mengalungkan tangannya ke leher kennan,,
Kennan tak menolak juga tak membalas pelukan Livia,ia ingin tau bagaimana ekspresi wajah Clarissa saat melihatnya bermesraan seperti ini.
Clarissa hanya memutar bola matanya,jengah, melihat tingkah kennan yang tak tahu malu.
"khmmm" suara Clarissa sedikit lebih keras
"maaf pak direktur mengganggu waktunya sebentar,ini adalah jadwal kegiatan bapak besok,mau saya bacakan atau bapak mau membacanya sendiri?" jelas Clarissa
Kennan melepas rangkulan tangan Livia dan menyuruhnya untuk berdiri.
"bacakan saja" balas kennan dingin
"bapak yakin? tapi saya tidak menggangu waktu bapak kan?" ucap Clarissa dengan nada mengejek dan mengangkat sebelah alisnya
Kennan mengangguk....
"baik,, saya bacakan sekarang juga,,, besok jam 08.00 ada rapat dengan para menager kantor, dilanjutkan dengan pertemuan para pemilik saham" jelas Clarissa lalu menutup map itu kembali
"kamu keluar dulu ada yang saya ingin tanyakan pada sekretaris Clarissa" ucap kennan mengarah ke Livia
Wajah Livia langsung cemberut, dengan sedikit menghentakkan kaki berjalan dan menatap sinis pada Clarissa, lalu akhirnya keluar.
"duduk" perintah kennan tegas dan sangat dingin
seperti nya dia sedang datang bulan deh,,, sifatnya berubah ubah kayak wanita saja cibir Clarissa dalam hati sambil mendudukkan tubuhnya dikursi
"tadi pagi siapa yang mengantar mu" ucap kennan masih dengan nada dingin
Suasana berubah mencekam seketika itu juga,bulu kuduk Clarissa sedikit berdiri
"hah,,,apa urusannya sama bapak?" cibir Clarissa
"kamu hanya tinggal menjawab, apakah dia adalah pria yang sama dengan pria yang menyapa mu tadi malam" ucap kennan menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi dan melipat kedua tangannya
"tunggu,,,maaf ya pak itu adalah urusan pribadi saya jadi orang lain tidak berhak ikut campur termasuk bapak" ucap Clarissa ketus
"kamu tidak ingat dengan kesepakatan kemarin?" tanya kennan sambil tersenyum miring
"didalam surat perjanjian itu hanya tertulis saya harus mengikuti perintah bapak selama sebulan dan,,itu saja" ucap Clarissa kesal
"kamu yakin?" tanya kennan lagi ekspresi nya seperti ingin menerkam Clarissa hidup hidup
Kennan mengambil surat perjanjian itu dan melemparnya dihadapan Clarissa.
Tanpa disuruh Clarissa mengambil surat itu ia mulai membaca nya dengan teliti,pas ketika sampai di tulisan paling bawah dia terkejut "juga dilarang bertatap muka dengan pria lain" kali ini kennan benar benar keterlaluan.
"sejak kapan tulisan ini berada disini" tanya Clarissa kesal
"sebelum kamu menandatangani surat itu, tulisannya sudah ada" jelas kennan
"kenapa bisa seperti ini saya gak terima titik." balas Clarissa tegas
"suka tidak suka harus menerimanya" ucap kennan
"pokoknya saya tidak terima ini,,ti...hmppp" ucapan Clarissa terpotong saat bibir nya dibungkam oleh bibir kennan
Jantung nya berdegup kencang,,
"dasar direktur mesum, direktur play boy, direktur brengsek" umpat Clarissa setelah beberapa detik kennan melepas bibirnya
Clarissa segera bangkit dan langsung pergi dari ruangan kennan, sedang kennan tersenyum puas.
Akhir akhir ini dia bingung kenapa ia selalu ingin Clarissa berada di dekatnya.
Tak lama ada sebuah email masuk,yah tadi pagi kennan menyuruh sepupunya James untuk mencari tahu tentang Richard.