
Setelah menyelesaikan berkas berkas yang menumpuk, Kennan menyandarkan kepalanya pada bagian sandaran kursi yang ia duduki.
Baru 5 hari tidak bertemu dengan Clarissa entah mengapa pikiran nya menjadi kacau seperti sekarang, sangat sulit bagi kennan untuk fokus pada pekerjaannya.
"apakah ini yang dinamakan rindu?" gumam Kennan
"benarkah aku merindukannya?" gumamnya lagi
huft....
Kennan menghela nafas berat sambil sedikit mengacak rambutnya.
tok,,,tok,,tok,,,
Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan, belum sempat kennan mempersilahkannya masuk, seorang lelaki yang tingginya setara dengan kennan masuk ke dalam dengan langkah angkuh menghampiri meja kennan dan langsung duduk.
Kakinya ia naikkan diatas kaki satunya, mengeluarkan sebungkus rokok dan tak lupa dengan korek nya.
Dia adalah kakak sepupu kennan, putra sulung dari kakak sang Daddy.
Namanya Alex, memiliki sifat yang hampir sama dengan kennan, namun dia lebih menyukai wanita dan cenderung banyak bicara.
"Sorry Ken baru bisa mengunjungimu, akhir akhir ini aku sibuk mengurus perusahaan jadi,,,,ya harap kau bisa maklum" ucapnya memulai percakapan
Kennan hanya mengangguk dan menatap Alex didepannya dengan datar.
"apa kau tidak merindukan ku?" ucap nya lagi dengan mengeringkan sebelah matanya
Alex memiliki sifat yang angkuh, sombong namun tidak dingin oleh sebab itu para wanita cantik sangat mudah mendekatinya sehingga julukan playboy melekat pada diri Alex.
"cihhh,,aku masih normal" ketus Kennan
"hahaha benarkah?,,, beberapa tahun ini kau tidak pernah dekat dengan seorang wanita benar bukan?" tanya Alex dengan tersenyum mengejek
"lalu?" balas Kennan dengan nada yang sama seperti sebelumnya
"ayolah,, lupakan dia, masih banyak wanita yang lebih cantik darinya, berhenti menyiksa dirimu sendiri" ucap Alex
"mulailah hidup mu dengan lembaran baru dan bersenang-senang menikmati masa muda mu" peringat Alex lagi
"siapa?" balas kennan ketus
huft Alex menghela nafas sudah biasa baginya mendapat jawaban jawaban ketus dari sang sepupu, jadi dia sudah terbiasa dengan hal itu.
"Livia,,benar bukan?" jawab Alex
"kau hanya ingin menanyakan hal itu?" tanya kennan
"tidak juga,, tujuan ku kemari ingin mengajak mu berkeliling kota New York untuk refreshing sejenak, aku tau kau pasti jenuh" jelas Alex
"aku malas, kau boleh pergi sendiri" balas Kennan
"Ken sudahi galaumu mari kita cari yang baru" bujuk Alex sambil menaik turunkan kedua alisnya
"aku bukan lelaki buaya seperti mu" cibir Kennan dengan menekankan pada kata BUAYA
"Bukan masalah buaya Ken tapi kita harus bisa membahagiakan diri sendiri" bujuk Alex Keukeh
"nanti malam di Stars Club' mengadakan perayaan besar besaran, pasti banyak wanita cantik dan modis di sana" jelas Alex masih memaksa
"pergi saja sendiri" ketus kennan
"ok,, kau memang tidak menyukai wanita, kesampingkan itu mari kita bersenang-senang melepas jenuh sebentar" Alex masih memaksa
"Ken"
"Ken"
"Ken"
"Tuan Revanno Kennan Dimitri" seru Alex kehilangan kesabaran
Menghadapi seorang Kennan butuh kesabaran tiada batas, bagaimana tidak kesabaran akan diuji ketika berhadapan dengan manusia kutub itu.
"ok,, sekarang bisakah kau keluar aku muak melihat wajahmu" ucap Kennan jengah
"dari dulu kau memang anak yang sangat jujur,,,
Jujur itu ternyata sangat menyakitkan" ucap Alex berdialog
Dengan memasang wajah pura pura tersinggung,
namun Kennan tetap menatapnya datar disertai aura dingin nya.
"nanti aku jemput,,,bye" ucapnya lagi dan langsung melenggang pergi
***
Sepeninggal Alex Kennan beranjak dari tempat duduknya, membuka jas yang berwarna putih tulang lalu menggantungnya di lengan kirinya.
Kennan berjalan menggeser pintu full kaca didepannya, Yoora sang sekretaris ralat maksudnya sekretaris sang Daddy menyambutnya ramah.
Jika ada yang bertanya mengapa sekretaris Daddy Kennan selalu perempuan?
itu dikarenakan Tuan Andra lebih percaya bahwa wanita sangatlah cerdas apalagi soal menyoal pekerjaan kantor pastilah lebih banyak akal dari pada karyawan lelaki.
Kennan terus berjalan menuju lift khusus direktur tanpa menghiraukan keberadaan dan sambutan ramah dari Yoora.
Siapa yang tidak terpesona oleh ketampanan seorang Kennan?
begitu pula yang dirasakan oleh seorang Yoora,
pertama kali melihatnya saja sudah membuat hatinya berdebar, tapi sayang sekali Kennan tak pernah menganggapnya ada.
Kesal? tentu tapi setelah sedikit mengetahui bahwa kennan memang tidak menyukai wanita membuat yoora lega setidaknya walaupun banyak pesaing tidak membuat dirinya berhenti berjuang untuk mendapatkan seorang Kennan karena bukan hanya dirinya tapi perempuan lainnya pun pasti akan berjuang susah untuk mendapatkan hatinya.
Yoora berjanji pada dirinya sendiri apapun akan dia lakukan untuk mendapatkan hati seorang Kennan.
Mengingat itu membuat Yoora tersenyum, dan segera menyelesaikan pekerjaannya karena sebentar lagi waktunya untuk pulang.
***
Jarum jam menunjukkan pukul 18.10 waktu Amerika Serikat sedang di Tiongkok sekarang menunjukkan pukul 06.00 pagi.
Kennan yang berbaring di tempat tidur terus saja terbayang oleh wajah Clarissa saat kesal, tanpa bibirnya tertarik membentuk garis melengkung.
Akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi wanita itu setelah Kennan melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya.
Tut,,,Tut,,Tut,,,,
Maaf nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan
Saat mendengar suara operator kennan langsung mematikannya lalu menghubunginya kembali.
Tut,,Tut,,,Tut,,,
Maaf nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan
Masih dengan suara yang sama, Kennan sedikit kesal, dia menghubunginya kembali jawaban nya masih sama.
tumben Clarissa belum bangun gumamnya sambil mencoba menelpon kembali,,
sampai beberapa kali tetap saja kennan mendapatkan jawaban yang sama, dia sangat kesal.
ok sekali lagi gumamnya lagi sambil menelpon Clarissa kembali.
Tut,,,Tut,,,Tut,,,
Akhirnya panggilan tersambung, Kennan yang kesal langsung mereda setelah mendengar suara Clarissa yang baru saja bangun.
"halo siapa?" tanya Clarissa dengan suara khas orang bangun tidur tetapi matanya masih terpejam
Mendengar itu membuat Kennan menggeleng..
"tak bisakah kamu kalau mengangkat telpon lihat namanya dulu" semprot kennan
"siapa sih pagi pagi ngomel kayak emak emak kompleks aja berisik tau" omel Clarissa setengah sadar dengan mata yang masih terpejam
"khmm,,, Clarissa apakah kamu berniat bolos hari ini, kalau begitu gajimu saya potong 2x lipat" ancam kennan bercanda namun suara nya masih terdengar serius
Setelah mendengar itu Clarissa buru buru duduk dan melihat layar ponselnya yang menunjukkan pukul 06.25, matanya juga tak sengaja melihat nama yang tertera di layar ponselnya "manusia kutub🐻" matanya membulat sempurna.
"halo direktur,, maaf saya ketiduran sudah dulu ya saya hampir terlambat" ucap Clarissa langsung mematikan sambungan telepon nya
Clarissa takut kalau kennan akan memotong gajinya akhirnya dia memilih memutuskan sambungan telepon.
Sedangkan kennan menghembuskan nafas kasar saat Clarissa mematikan sambungan telepon nya secara sepihak.
Disisi lain Clarissa sudah berada di dalam kamar mandi sambil mengatur deru nafas nya, 5 hari tak bertemu dengan si bos entah mengapa mendengar suaranya saja membuat jantung nya berloncat ria juga terasa nafasnya tercekat di tenggorokan hingga Clarissa sulit bernafas.
Padahal sudah sangat bagus baginya ketika bos kutub itu sedang berada jauh disekitarnya membuat nya terasa lega.
Tapi terkadang saat dikantor, saat matanya tak sengaja melihat pintu ruangan bos kutubnya ada rasa sedikit kesepian.
Yah setelah kepergian nya tak ada lagi orang yang bisa membuat nya kesal dan marah setiap hari, hal itu yang sering kali muncul di pikirannya, membuat nya merasa sepi yang tak dapat digambarkan.
Setelah sadar dari lamunannya Clarissa buru buru mandi dan bersiap, sarapan pun sudah tak sempat lagi dikarenakan jam sudah menunjukkan pukul 06.32.