My Husband Is Big Boss

My Husband Is Big Boss
Direktur Sementara



Kennan memanggil Clarissa keruangan nya,


Clarissa segera datang ke ruangan kennan.


"iya direktur, ada yang bisa saya bantu?" ucap Clarissa sedikit menunduk


Melihat tingkah Clarissa yang sedikit berubah,kennan mengernyit bingung.


"kamu kenapa" tanyanya singkat


"oh tidak apa apa kok direktur,hehe" ucap Clarissa sedikit tertawa yang dipaksa


"2 hari lagi saya akan menyusul Bastian ke New York saya akan menyerahkan perusahaan ini padamu untuk sementara waktu" jelas kennan


Sontak Clarissa kaget mendengar perkataan kennan, menjadi sekretaris CEO saja bikin dia sedikit kewalahan apalagi menjadi direktur perusahaan besar dan ternama di negara China ini, pasti sangatlah melelahkan.


"tapi direktur,, saya tidak sepintar anda dan mungkin semua karyawan akan menolak keputusan ini" ucap Clarissa beralasan


"tidak akan ada yang berani membantah perintah saya,dan soal gaji kamu tidak perlu khawatir akan saya naikkan gajimu 2x lipat" jelas kennan lagi


Clarissa hanya menghela nafas pasrah...


"baik direktur" ucap Clarissa


Selain itu saat ini dirinya membutuhkan banyak uang untuk biaya rumah sakit sang ibu juga untuk kebutuhan sehari-hari nya.


Kennan memperhatikan Clarissa dari atas sampai bawah, membuat nya sedikit salah tingkah dan tak nyaman dengan tatapan itu.


"apa ada yang salah dengan penampilan saya direktur" tanya Clarissa sedikit gugup


"tidak" balas kennan singkat


"kalau begitu saya permisi" ucap Clarissa undur diri


Kennan tak merespon, Clarissa langsung berbalik dan keluar dari ruangan kennan.


Tadi malam Bastian menelponnya, dia memberitahu kennan bahwa Daddy dan papa Bastian harus terbang ke Amerika karena disana ingin memasarkan produk baru sehingga sampel produk tersebut butuh koreksi dan persetujuan direktur utama.


Keesokan harinya konferensi pers dilakukan diikuti oleh kennan sendiri, Clarissa dan para petinggi kantor lainnya tak lupa juga dengan para pemilik saham di perusahaan itu.


Awalnya banyak yang ragu bahkan ada beberapa yang tidak setuju, namun setelah mereka melihat kinerja dan performa Clarissa akhirnya mereka menyetujui nya.


Sedangkan Livia saat ini sudah terlihat sangat marah dan mengepalkan kedua tangannya.


Tatapan benci semakin terlihat dari matanya yang menatap Clarissa tajam.


hari ini kau bersenang senang dulu, tunggu hari esok dan kita lihat apakah kamu masih bisa tersenyum?? gumam Livia menyeringai.


Setelah konferensi pers selesai semuanya dibubarkan sedang kennan sudah keluar terlebih dahulu usai mengetahui hasil dari konferensi pers itu


Jam pulang tiba, Richard sudah menunggu Clarissa dibawah.


Clarissa langsung masuk ke dalam mobil Richard...


"kamu lapar tidak?" tanya Richard menatap Clarissa lekat sebelum mobil itu berjalan


"mmm,, sedikit sih" ucap Clarissa sedikit malu dan tersenyum menampilkan 2 lesung pipi di kedua sisi pipinya


Clarissa sangat jarang tersenyum dengan mengeluarkan lesung pipinya pada seseorang kecuali pada orang orang terdekatnya saja.


Lesung pipi itu akan muncul ketika Clarissa tersenyum sangat tulus, tersenyum saat dirinya merasa senang dan itu tidak diperlihatkan kepada siapapun hanya orang beruntung yang bisa melihatnya.


Sesampainya di resto mereka memesan makanan lengkap dengan minumannya.


Sambil menunggu pesanan datang Richard ingin mengutarakan sesuatu pada gadis dihadapannya..


"Sa,,," panggil Richard saat Clarissa asik melihat pemandangan kota Beijing saat senja seperti ini


Merasa namanya dipanggil Clarissa pun menoleh ke arah Richard.


"iya,,,,," jawab Clarissa


"sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mu" ucap Richard sejurus kemudian


Clarissa masih setia untuk mendengarkan perkataan Richard dengan kedua tangan yang diletakkan di atas meja dan tatapannya serius menatap Richard.


"Sa maaf ya,,, nanti malam aku harus kembali settle, perusahaan sedang membutuhkan diriku" jelas Richard dengan nada sendu


"dan untuk hari hari kedepan mungkin aku masih belum bisa mengantar jemput kamu" jelas Richard wajahnya terlihat sedih


Setelah Richard berbicara, Clarissa menggenggam tangan Richard yang ada didepannya dengan tersenyum..


"tak apa sebelum ada kamu aku sudah terbiasa sendiri kok" ucap Clarissa menenangkan Richard


Mendengar itu Richard merasa lega dan tersenyum hangat pada Clarissa.


Sedetik kemudian pramusaji datang menghidangkan pesanan mereka.


Saat ini mobil kennan memasuki halaman mansion besar dan mewah milik keluarga Dimitri, bergaya Eropa dengan fasilitas lengkap dan mahal.


Halaman yang sangat luas dengan hijaunya rumput jalan dibeberapa sisi dan juga beberapa jenis tanaman bunga hias.


Kennan disambut ramah oleh para maid yang menunduk hormat pada dirinya.


Carlina yang mendengar ada seseorang datang langsung beranjak dari sofa ruang keluarga ke arah pintu masuk utama.


Melihat kennan yang datang dia langsung memeluknya dengan sayang.


Maklum karena Carlina yang sangat menyayangi putranya dan saat ini mereka tinggal dibawah atap yang berbeda membuat dirinya selalu merindukan kennan.


"mom besok aku harus berangkat ke New York menyusul Bastian, karena Daddy sekarang berada di Amerika" jelas kennan saat mereka sudah duduk di ruang tamu


"baik pergilah,,memang, kemarin Daddy mu nelpon katanya perusahaan di New York banyak kerjaan karena sebentar lagi produk baru yang mereka buat akan segera dipasarkan" jelas Carlina


Kennan hanya mengangguk.


"oh iya,, waktu pesta ulang tahun itu kenapa kamu tidak memakai jas yang sudah mommy pilihkan??dan satu hal lagi teman mommy bilang waktu itu kamu datang dengan seorang wanita cantik siapa dia??pacarmu?" cerca Carlina dengan pertanyaan beruntun


Kennan yang sudah paham dengan sikap sang mommy hanya mendengarkan saat beliau berbicara.


"iya maaf mom,, waktu itu aku juga lupa kalo mommy sudah membelikan aku jas, karena pas kebetulan saat itu aku mengantar teman ku ke mall dan akhirnya aku membeli jas lain" jelas kennan


Hanya saat berbicara pada ibunya lah kennan tak mengeluarkan sikap dinginnya,bagi kennan dia adalah wanita yang paling disayanginya.


"dan itu bukan pacar aku melainkan sekretaris pribadi ku eh ralat maksudnya sekretaris pribadi Daddy " ucap kennan lagi


Carlina hanya manggut-manggut mendengar perkataan putranya, tapi dia juga ingat bahwa selain Naila tak ada lagi wanita yang dekat dengannya.


"lalu, kapan kamu mau mengenalkan calon menantu mommy?" tanya Carlina menatap putranya serius


"mom bisa gak sih mommy tidak terlalu menanyakan hal itu? Kennan masih tidak ada fikiran untuk menikah" ucap kennan kesal


"tidak bisa,,,kennan kamu itu sudah berusia 27 tahun dan 4 bulan lagi usiamu genap 28 tahun,itu sudah sangat cukup untuk menikah,,mommy tidak mau mendengar apapun pokoknya sebelum usiamu 28 tahun kamu harus sudah punya pacar titik" ucap Carlina panjang lebar


"mommm" ucap kennan kesal


"kalau kamu masih belum punya pacar,mommy sudah punya untuk jadi menantu mommy" ancam Carlina


"ok fine,,,aku bakal secepatnya mengenalkan wanita pada mommy" ucap kennan frustasi sambil berlalu pergi


Yah sejak pertama pertemuannya dengan Clarissa,dia sudah memutuskan untuk menjodohkan nya dengan kennan jika kennan masih belum bisa mengenalkan seorang wanita padanya.


Carlina yakin kennan pasti tidak bisa dia pastikan itu.


 


Keesokan harinya Clarissa pagi pagi sekali sudah berangkat ke kantor.


Saat dirinya sudah menginjakkan kakinya di kantor para karyawan pria menyapanya sedang karyawan wanita hanya sebagian kecil saja yang menyapanya, yang lain tak menghiraukannya.


Clarissa sudah tau bahwa ini akan terjadi tapi demi uang dia rela di benci karyawan tempatnya bekerja.


Kennan yang saat ini sudah berada di dalam jet pribadinya mencoba menutup matanya,namun kata kata mommynya kemarin sampai saat ini masih berseliweran di pikirannya.


apa aku harus membuat kesepakatan lagi dengan Clarissa agar dia mau menjadi pacar pura pura ku? batinnya


***


Semuanya berjalan lancar selama 4 hari ini, dan itu membuat Clarissa senang, karena sebagian karyawan wanita tidak menyukainya jadi dia sedikit takut mereka berbuat ulah.