My Husband Is Big Boss

My Husband Is Big Boss
Terima kasih



Kennan mengantar Clarissa ke apartemen,, tubuhnya tak lagi bergetar hebat seperti tadi.


Kali ini dugaannya benar untung saja dia langsung terbang ke Tiongkok dan penerbangannya tidak ada kendala apapun jadi dia bisa tepat waktu menyelamatkan Clarissa dari tangan pria hidung belang.


terima kasih direktur ucap Clarissa pelan dengan menundukkan kepalanya


Keduanya saat ini sedang berada di sofa ruang tamu, sedang Nita sudah pulang ke apartemen nya sejak tadi ditempat pesta berlangsung.


Entah mengapa saat ini Clarissa merasa sangat gugup juga malu, yang hanya bisa dia lakukan saat ini hanya lah menundukkan kepalanya.


ok balas kennan singkat


kenapa kau terus menunduk? tanya kennan pada akhirnya yang merasa heran melihat tingkah aneh Clarissa


eh,, tidak apa apa kok direktur ucap Clarissa tersenyum kikuk dengan sedikit mendongak melihat kennan


bagaimana bisa kau dijebak oleh Livia, apa kau tidak mencurigai nya? sudah jelas sejak awal dia tidak menyukaimu tapi kenapa kau malah menghadiri pesta ulang tahunnya? tanya kennan beruntun


Clarissa yang mendengar kennan bicara panjang lebar terkejut dengan mulut yang menganga sedikit lebar, ekspresi wajahnya sulit diartikan.


Entah kenapa direktur nya itu sangat bawel sekarang, ini membuat Clarissa tak percaya.


Tidak biasanya dia seperti sekarang ini.


kenapa ekspresi mu seperti itu tanya kennan mengangkat sebelah alisnya


Clarissa akhirnya tersadar..


ti ti tidak kok direktur,, ucap Clarissa gugup lalu menunduk lagi


Hening sesaat,, Clarissa berdiri dan pamit tidur kepada kennan..


saya sudah mengantuk kalo begitu saya pergi tidur ucap Clarissa langsung pergi ke kamar nya


kennan hanya menghela nafas melihat kepergian Clarissa,, dia lalu berdiri dan berjalan menuju kamar utama untuk beristirahat juga.


Malam ini dia memutuskan untuk bermalam di sini karena tubuhnya yang sudah lelah malas untuk pulang ke mansionnya.


***


Clarissa bangun sedikit awal, setelah mencuci wajahnya dia bergegas ke dapur untuk memasak.


Di sofa tergeletak sebuah jas hitam yang Clarissa yakini bahwa itu milik bosnya.


oh dia bermalam di sini gumam Clarissa lalu melanjutkan langkahnya menuju dapur.


Kennan membuka matanya, dia bangun dan duduk di tepi ranjang, beberapa detik kemudian akhirnya dia berdiri, berjalan membuka pintu kamar.


Hidung nya menangkap aroma nasi goreng yang sangat harum.


Kennan melengkungkan bibirnya sesaat, dan melangkah menuju dapur.


Didapur Clarissa sedang sibuk menyajikan nasi goreng buatannya diatas piring, kemudian ia menatanya diatas meja makan, setelah semua siap barulah dia pergi mandi dan bersiap.


Kennan yang sudah rapi dengan baju kerjanya duduk manis menunggu Clarissa di meja makan.


Setiap melihat masakan Clarissa membuat kennan lapar seketika dan saat ia memakannya rasanya ia ingin terus makan, tapi apalah daya perutnya tidak bisa melebar.


Clarissa langsung duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan kennan, tanpa berbicara sepatah katapun Clarissa menyantap sarapannya dengan lahap seperti biasa.


saya sedari tadi menunggu mu agar kita bisa sarapan bersama, tapi kamu tanpa berbicara basa basi langsung makan begitu saja,apa kau menghargai saya? celoteh Kennan


Mendengar ucapan kennan, hampir saja Clarissa tersedak, untungnya dia langsung meminum susunya.


lalu apa yang harus saya basa basi kan? ucap Clarissa ketus sambil memutar bola matanya jengah


kau lupa siapa yang menolong mu tadi malam? beginikah caramu memperlakukan penolong mu? tanya kennan yang sengaja memancing emosi Clarissa


Benar saja emosi Clarissa mulai terpancing dan itu membuat kennan bersorak ria didalam hati.


tadi malam saya kan sudah bilang,, lagian saya tidak meminta bapak menolong saya balas Clarissa ketus


Kennan tak merespon perkataan Clarissa,, ia memilih untuk makan nasi goreng dihadapannya yang sedari tadi menggoda nya.


Tetapi didalam hati nya dia sangatlah gembira karena usahanya berhasil.


Begitu juga dengan Clarissa yang melanjutkan makannya.


Hening sesaat, hanya terdengar suara sendok dan garpu yang saling beradu.


Setelah membersihkan peralatan makannya, Clarissa mengambil tasnya dan berjalan keluar dari apartemen.


Kennan masih terheran-heran melihat perubahan sikap Clarissa yang sedikit labil, segera ia keluar dari apartemen itu dan masuk ke dalam lift untuk mengejar Clarissa.


Sesampainya di lobi,, tak ada jejak sedikit pun yang menandakan keberadaan Clarissa, kennan pergi ke parkiran, kemudian ia segera masuk ke dalam mobilnya.


Mobil yang dikendarai kennan melesat pergi meninggalkan area apartemen tersebut.


Mobil berhenti di depan halte bus tapi tidak ada orang satupun disana.


Kennan menghembuskan nafas kasar dan kembali melajukan mobilnya.


***


Beberapa menit sebelumnya......


Clarissa berjalan terburu-buru menuju halte bus, karena hampir telat.


Sekitar 3 menit menunggu namun busnya masih belum muncul juga, Clarissa sedikit tidak tenang, kakinya tak henti ia hentakkan pelan ke tanah, sampai akhirnya sebuah mobil Ferrari putih metalik berhenti didepannya.


tin,,tin,,


Karena gelisah dia tidak mendengar suara klakson mobil didepannya, lalu tak lama seorang wanita paruh baya turun dari mobil itu.


Pakaian nya yang mewah elegan sudah bisa ditebak bahwa ia adalah orang kaya dan terpandang.


Dia adalah Carlina,,,,


Sejak Clarissa keluar dari gedung apartemen keluarganya, Carlina terkejut, pikirannya melayang entah kemana, sekelebat bayangan buruk tentang kelakuan Clarissa melintas di pikirannya namun secepat mungkin ia menepisnya.


Akhirnya ia menyuruh si supir untuk mengikuti Clarissa, sampai tiba di halte bus barulah ia paham bahwa Clarissa sedang menunggu bus.


Carlina mendekati wanita cantik yang berbeda jauh usia dengan dirinya.


sedang menunggu bus ya ucapnya lembut saat sudah berada di depan Clarissa


Karena mendengar suara seseorang, Clarissa tersadar kemudian mendongakkan kepalanya dan mendapati Carlina yang sedang tersenyum hangat pada dirinya.


I,,iya Tante, balas Clarissa gugup sambil berdiri


bagaimana kalau Tante antar kamu saja tawar Carlina


oh, tidak usah Tante sebentar lagi busnya pasti datang tolak Clarissa sopan


Tante tau kalo kamu sudah sedikit terlambat, jadi ayo biar Tante yang antar kamu ucap Carlina lembut


saya tidak enak sama Tante ucap Clarissa tersenyum kikuk


anggap saja saya Tante kamu, jadi kamu tidak akan merasa tak enak lagi ucap Carlina


Clarissa mengangguk, lalu tangannya langsung digandeng oleh Carlina menariknya pelan masuk ke dalam mobil.


Setelah pintu ditutup supir pun melajukan mobilnya ke perusahaan Dimitri, tempat Clarissa bekerja.


Hening sesaat...


nanti Tante jemput kamu ya- ucap Carlina yang langsung dipotong oleh Clarissa


tidak usah tante,, saya tau Tante sibuk, saya tidak ingin merepotkan Tante, diantar sekarang saja saya sangat senang tolak Clarissa dan langsung menjelaskannya


Tante tidak sibuk kok,, karena kebetulan sekarang Tante lagi ada waktu luang,,sekalian nanti Tante traktir kamu belanja bagaimana?? ucap Carlina yang kemudian bertanya


Tante tidak menerima penolakan titik.


oh iya kirim wechat kamu dong biar nanti kalo Tante ada waktu lagi bisa hubungin kamu ucap Carlina


Clarissa merasa tidak enak,, tapi mau bagaimana lagi, Carlina adalah orang tua tidak sopan jika terus terusan menolak.


baik Tante,, WeChat aku +864630xxxx ucap Clarissa sedangkan Carlina mencatat nomornya


Tak dirasa mobil yang Clarissa tumpangi sudah sampai di halaman parkir perusahaan besar itu.


Tante terima kasih ya,, sekali lagi terima kasih,, kalau begitu aku pergi dulu ucap Clarissa yang memeluk Carlina refleks


iya sama-sama,, lain kali kalo tidak ada bus kamu boleh telepon Tante nanti biar supir Tante yang nganter balas Carlina lembut


Clarissa mengangguk dan tersenyum manis


ingat nanti jam pulang kerja Tante jemput ucap Carlina


iya Tante,,by by balas Clarissa


Keduanya melambaikan tangan untuk sejenak, lalu kaca mobil tertutup dan mobil pun melesat keluar dari halaman perusahaan, sedangkan Clarissa sedikit berlari masuk ke dalam perusahaan.


***


Kennan keluar dari lift dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku celananya.


Didepan ruangannya Clarissa dan juga Bastian sudah duduk manis di meja masing-masing.


Kennan sedikit kesal pada Clarissa karena dia mencarinya kesana kemari dan tak bertemu, dan sekarang Clarissa dengan santainya duduk dan memainkan laptop.


Kennan tak menggubris sapaan Clarissa dan Bastian, dengan angkuhnya dia masuk ke dalam ruangan yang bertuliskan CEO.