My Husband Is Big Boss

My Husband Is Big Boss
Undangan



Seminggu berlalu,,,,


Sinar matahari menelisik masuk disela sela jendela kamar tanpa malu malu.


Membuat sang pemilik kamar yang tertidur lelap sedikit mengerjapkan matanya.


Tak lama Clarissa bangun, duduk ditepi ranjang meraih ponselnya dan membuka layarnya.


Ada beberapa pesan chat masuk, diantaranya adalah Bastian.


Clarissa membuka chat tersebut, yah selama kennan berada di luar negeri Clarissa hanya sekali berhubungan kontak dengan bos nya, sedangkan masalah masalah perusahaan pada hari hari kemarin ia laporkan pada Bastian.


Bastian : Clarissa bos kennan akan kembali 2 hari lagi, karena pekerjaannya disini masih belum selesai


Clarissa : ok santai aja,, lagian tidak ada masalah dikantor dan jika itu terjadi aku pasti akan segera melapor


Bastian : 👌 baik,,, gaji mu bos lipatkan menjadi 3x lipat


Clarissa : benarkah 😍


Bastian : iya benar kau bisa menanyakan langsung pada Meita


Clarissa : siap,,,kalo begitu sudah dulu ya 👋


Bastian : 👌 ok


Clarissa menutup kembali ponselnya dan menaruhnya di atas nakas.


Jam masih menunjukkan pukul 05.45, Clarissa berdiri, berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya, setelah itu dia pergi ke dapur untuk membuat sarapan dan bekal makan siangnya.


Pagi ini dia akan memasak omelette telur dan pentol godas, sambil menyanyi ria Clarissa mengaduk pentol dengan bumbu cabai merah di atas wajan.


10 menit akhirnya masakan nya siap, begitu juga dengan roti yang dia panggang sudah matang.


Dengan lihai tangannya mengolesi roti panggang itu dengan selai blueberry kesukaannya.


Setelah semua siap, Clarissa pergi mandi dan bersiap.


Didalam kamar mandi pun dia masih dengan ria bernyanyi, suasana hatinya sekarang sangat senang, bagaimana tidak gajinya naik 3x lipat.


20 menit Clarissa sudah siap dengan setelan blouse berwarna tosca cerah sangat cocok dikulit putihnya dan rok span putih selutut bermotif salur tipis melekat indah pada pinggang rampingnya.


Tak lupa dengan high heels putih juga beberapa aksesoris lainnya seperti jam tangan, dan tas kerjanya yang berwarna cream.


Sesudah meneguk habis susunya dia langsung keluar dari apartemen nya berjalan ke arah halte bus terdekat.


***


Setibanya di kantor, Clarissa meletakkan tasnya ditempat khusus tas disebelah kursi yang ia duduki.


Sebelum memulai pekerjaan nya, Clarissa pergi membuat kopi susu terlebih dahulu, sebenarnya dia tidak terlalu suka kopi, dia hanya akan meminumnya saat dirinya merasa ngantuk atau saat kepengen saja.


Setelah meneguk kopinya, Clarissa memulai pekerjaannya seperti biasa.


Beberapa berkas sudah ia selesaikan, saat dirinya kembali memeriksa berkas lainnya, sedetik kemudian ada notifikasi email masuk.


Segera Clarissa memeriksa nya takut ada laporan laporan penting, benar saja email tersebut berasal dari Bastian.


Clarissa mengkliknya dan mulai membaca isi email tersebut.


***


from : Bastian


to : Clarissa B.W


Dengan ini direktur Kennan Dimitri akan merencanakan pembangunan sebuah Hotel sekaligus tempat wisata yang berlokasikan disebuah desa sangat terpencil dekat dengan danau juga dikelilingi hutan belantara.


Penduduk desanya yang terkenal awet muda walaupun sudah lanjut usia namun batas umur mereka tidak lebih dari 50 tahun.


Saat ini masih tidak diketahui penyebab dari hal tersebut.


Namun ada beberapa rumor yang mengatakan bahwa ada sebuah tanaman langka yang bisa membuat manusia bisa berumur panjang, dan tanaman ini diketahui hanya bisa tumbuh ditanah desa itu.


Ada beberapa tujuan dalam pembangunan hotel kali ini, yang paling utama adalah untuk menyelamatkan penduduk desa dari berbagai serangan misterius sehingga kami ingin membawa mereka hidup di kota, juga untuk memberikan mereka hidup yang layak.


Beberapa tujuan lainnya sebagai berikut:



Untuk menyudahi serangan serangan misterius di desa itu agar para penduduk bisa hidup damai


Untuk membudidayakan tanaman langka tersebut


Juga, karena pemandangan danau didesa itu indah jadi kami akan menjadikan tempat tersebut sebagai wisata sebelum keindahan nya sirna



Bahasa yang penduduk desa tersebut gunakan adalah bahasa Uighur yang memang pada dasarnya hanya sedikit orang yang paham dan tau bahasa tersebut.


Kami pihak perusahaan ingin menyeleksi semua karyawan yang bisa berbahasa Uighur untuk ikut serta dalam penelusuran didesa tersebut.


***


Seakan tau bahwa Clarissa baru saja selesai memahami isi email itu tak lama setelahnya sebuah WeChat masuk.


Clarissa mengambil ponselnya dan membuka WeChat dari Bastian..


Clarissa : Dari mana kau tau itu? selama ini aku tidak pernah menceritakan kepada siapapun bahwa aku bisa berbahasa Uighur


Bastian : Direktur Andra yang memberitahu kami bahwa kau pernah bercerita pada beliau kau bisa berbahasa Uighur


Clarissa : ohhh,,, baiklah


Tanpa menunggu balasan dari Bastian, Clarissa langsung mematikan ponselnya lalu menyimak kembali isi email itu.


Tak berselang lama sosok Livia muncul dibalik pintu kaca ruangan Clarissa dengan bibirnya yang memancarkan senyum manis khas dirinya.


Livia mendekat ke arah meja Clarissa...


Selamat pagi direktur Clarissa sapanya ramah


pagi,, ada apa kamu kesini balas Clarissa tanpa basa-basi


Semenjak kennan tak ada di perusahaan Livia bersikap baik padanya entah ada motif apa dibalik itu semua tapi yang pasti Clarissa harus tetap waspada


mm,, ini undangan untuk mu, aku harap kau bisa hadir di acara ulang tahun ku besok malam ucap Livia sambil menyodorkan sebuah undangan berwarna biru tosca


baik aku pasti hadir balas Clarissa mengambil undangan tersebut


kalau begitu aku pamit dulu ucap Livia yang dibalas anggukan oleh Clarissa


Sepeninggal Livia Clarissa melanjutkan pekerjaannya.


Tak terasa jam makan siang pun tiba,,,


Clarissa dikejutkan oleh suara cempreng khas milik sahabatnya Nita yang entah dari sejak kapan dia muncul disana.


Clarissaaaa,,,aaaaaa teriak Nita menghampiri meja Clarissa


Clarissa yang terkejut hanya bisa mengelus dadanya pelan, lalu pelukan Nita jatuh di badannya yang langsung dibalas balik oleh Clarissa.


Setelah itu mereka cipika-cipiki, sudah menjadi kebiasaan mereka berdua saat lama tak jumpa.


kamu kapan pulang? tanya antusias menautkan kedua alisnya


Tadi tengah malam balas Nita tersenyum lebar


kenapa tidak mengabariku? tanya Clarissa pura pura kesal


apa? mengabarimu tengah malam? yang ada bisa pagi aku baru nyampe apartemen cerocos Nita


Clarissa yang paham maksud dari kata kata Nita hanya tersenyum polos


Sa sudah waktunya makan siang,,yuk makan diluar ajak Nita menarik lengan Clarissa pelan


Tapi aku membawa bekal ucap Clarissa


mmm,,,yaudah deh aku pergi beli makanan dulu kita makan berdua disini bagaimana?? tawar Nita


Dia sudah paham bahwa Clarissa bukan orang yang sembarang membuang makanan nya atau menundanya untuk memakan masakannya itu,, jadi percuma jika dia berdebat pada akhirnya Clarissa akan membungkam mulutnya.


ok,,kalo begitu balas Clarissa tersenyum


Nita berjalan keluar ruangan Clarissa untuk membeli makanan dan minuman.


Betapa senangnya Clarissa mengetahui sahabat nya sudah pulang,, rindu? itu sudah pasti sebab dikota besar ini hanya dia satu satunya keluarga baginya.


Tak membutuhkan waktu lama, Nita sudah sampai, meletakkan makanan dan 2 minuman di atas meja, lalu ia menarik kursi kerja Bastian dan duduk di hadapan Clarissa.


Mereka menyantap makanan dengan tertawa dan bercanda membuat suasana ruangan hangat seketika.


kapan kamu balik lagi ke luar negeri? tanya Clarissa disela sela makannya


kontraknya sudah berakhir jadi mungkin beberapa bulan ini aku menetap di sini jelas Nita antusias bersemangat


ohhh syukurlah,, jadi sekarang kau bisa menemani ku ucap Clarissa sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya


itu pasti,, bagaimana kalo nanti malam aku nginep di apartemen mu,? sekalian aku penasaran dengan apartemen yang bos mu itu sewakan cuma cuma ucap Nita


Clarissa hanya mengangguk sambil terus menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


Begitu juga Nita,, namun tiba tiba ia meletakkan sendok nya dan mengambil sebuah surat undangan berwarna biru tosca.


sa,, kamu juga diundang?? tanya Nita kaget


iya,, karena dia adalah bendahara perusahaan jadi semua karyawan dia undang jelas Clarissa santai


aku juga diundang,,,kau tau siapa dia? tanya Nita


iya,,dia bernama Livia ucap Clarissa


bukan itu maksudku,, dia adalah putri dari keluarga Rahadian lebih tepatnya anak kedua di keluarga ternama itu, tapi kenapa dia mau jadi bendahara di perusahaan ini padahal perusahaan keluarga nya juga terbilang besar jelas Nita panjang lebar


dia rela karena sang pujaan hati adalah direktur di perusahaan ini ucap Clarissa


what the hell,,, pantas saja hmmm balas Nita yang sedikit kaget


btw aku penasaran dengan direktur mu ucap Nita lagi


sekarang dia masih di New York 2 hari lagi baru kembali jelas Clarissa


Nita hanya ber oh ria dan mereka pun melanjutkan acara makan siang sampai selesai.