My Husband Is Big Boss

My Husband Is Big Boss
Bad Boy CEO



Ceklek...


Pintu ruangan kennan terbuka menampilkan sosok cantik Clarissa di antara pintu dengan ekspresi terkejut..dia mematung sesaat melihat aksi intim antara kennan dengan seorang wanita yang menduduki pahanya.


"ma,,ma,,maaf pak" ucap Clarissa saat keduanya menoleh kearahnya,,buru buru ia menutup pintu kembali.


Didepan pintu Clarissa mengusap dadanya, mukanya merona,,, hatinya mendengus kesal melihat kennan seperti itu bukan karena apa melainkan karena sikap kennan yang terbilang bad boy "ini adalah kantor bukan tempat untuk bersenang-senang dengan wanita" batinnya


Melihat tingkah Clarissa, Bastian bertanya


"kenapa??kok sepertinya kamu terkejut bercampur dengan kesal gitu?" tanya Bastian


"tuh gara gara tuan mu yang sedang asik bercumbu dengan wanitanya" ucap Clarissa dengan mengarahkan dagunya ke ruangan kennan.


"benarkah??bisa bisanya dia melakukan nya disini" kata Bastian yang hendak membuka pintu namun dicegat oleh Clarissa.


"tunggu..kamu mau masuk ke dalam?? nih sekalian aku titip laporan hari ini" ucap Clarissa lagi menyodorkan map biru ditangannya


Bastian mengangguk dan menerima berkas itu.


 


Didalam,,,,


Kennan benar benar marah ia langsung mendorong tubuh Naila hingga tersungkur di lantai...


"cepat pergi sebelum keamanan menyeretmu keluar" ucap kennan dengan suara yang lantang


dari luar terdengar ketukan pintu "tok,,tok,,tok bos??, boleh aku masuk??"


"masuk..." ucap kennan


tak lama Bastian masuk dengan map biru ditangannya,,dia melirik ke arah Naila yang baru saja bangun dari lantai sekilas lalu berfokus pada kennan sambil menyodorkan map itu.


"ini adalah laporan kantor untuk hari ini" ucap Bastian dan meletakkan nya di depan kennan


Ketika hendak keluar kennan menghentikan langkahnya,,,,,


"tunggu,,Panggil keamanan kesini" kata kennan


Bastian tak membantah dia hanya mengangguk,, dia tau kalau saat ini kennan benar-benar marah jadi dia lebih memilih aman daripada ribut dengan nya.


Namun Naila tiba-tiba melangkah keluar


"tidak perlu repot-repot" ucapnya marah bercampur malu lalu melanjutkan langkah kakinya untuk keluar dari ruangan itu.


brakkk bunyi pintu dibanting,, keduanya hanya melihatnya tanpa berkata apapun.


 


Diluar ruangan Naila menatap tidak senang ke arah Clarissa,, sedang yang ditatap tak begitu menggubrisnya dan langsung melanjutkan pekerjaannya.Tak lama Bastian muncul dengan kotak bekal ditangannya,,itu pemberian Naila untuk kennan namun kennan sendiri tak mau memakannya.


jadi dia memberikannya kepada Bastian.


Jam pulang kantor tiba, seperti biasa dia menunggu bus di halte dekat kantornya.


Tak berselang lama sebuah mobil Buggati berwarna abu metalik berhenti didepannya,, Clarissa sedikit bingung dia menoleh ke arah samping kiri dan kanan namun tidak ada orang ditempat itu selain dirinya,,,kaca pengemudi mobil terbuka,, tampaklah wajah Bastian muncul,,,,,


"bus masih lama,,, mending aku antar kamu saja,,yuk naik" tawar Bastian


"ohh gak papa kok,,,pak Bastian bisa duluan saja mungkin sebentar lagi busnya tiba" jawab Clarissa dengan senyum dibuat buat olehnya.


Hari ini dia begitu lelah,,dia malas untuk membuang buang waktu dengan orang tak penting, yang dibutuhkan nya sekarang hanyalah tempat tidur dan bantal.


Baru sadar bahwa mobil yang dinaiki berhenti kennan mengernyitkan dahinya, melirik Bastian didepan yang sedang ngobrol entah dengan siapa lalu ia mengikuti arah dimana Bastian sedang melihat,,disana ada Clarissa yang tengah duduk di bangku halte bus.


"kenapa berhenti??" tanya kennan


mendengar suara kennan Bastian menoleh ke kursi belakang.....


"mau jadi orang sok baik??" tanya kennan lagi


"Ng..nggak kok,,, aku hanya nawarin tumpangan buat Clarissa" balasnya sedikit kikuk


"siapa yang nyuruh??" lagi lagi kennan menanyainya


"ya..gak ada yang nyuruh sih, cuma aku kasian liat Clarissa sendiri di halte nunggu bus" jelas Bastian sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"5 menit lagi harus berada di halaman mansion,," perintah kennan


Bastian yang mendengarnya langsung tancap gas tak lupa ia berpamitan pada Clarissa.


"kamu ini sudah berumur 27 tahun kenapa masih belum punya pacar???mommy malu Ken sama teman-teman mommy dia mengira kalau kamu itu gay tiap hari berduaan terus sama Bastian,, apa itu benar kalo kamu gay?? pokoknya sebelum umur kamu 28,,kamu harus memperkenalkan seorang wanita kepada mommy titik!!" omel mommy nya Ken


"mom kenapa harus buru buru menikah aku masih berumur 27 tahun sampai umur 30 tahun pun seorang lelaki wajar kalo belum menikah?¿" keluh Kennan


"ok kalo kamu tidak bisa memperkenalkan wanita kepada mommy dalam waktu dekat ini gak papa nanti mommy sama Daddy akan mengurus pernikahan kamu dengan Naila bagaimana??" ancam mommy Ken


"mommmm,,,aku sama sekali tidak suka dengan Naila dia terlalu manja, dan gak bisa mandiri" jelas kennan


"kalo kamu tidak mau mommy nikahkan dengan Naila itu tandanya kamu bersedia mengenal kan seorang wanita kepada mommy" ucap mommy Ken


"tapi mommmm......" belum selesai Ken bicara tapi mommynya telah pergi.


jika mengingat hal itu Ken merasa frustasi,,,


Saat ini dia masih ingin mengejar karier nya begitupun dengan para wanita yang pernah Ken temui,, mereka semua tidak cocok dihati Ken.


Halte Bus_


Sudah sekitar sejam lebih bus yang ditunggunya belum juga muncul,,,mau tak mau dia harus berjalan kaki menuju kontrakannya, untungnya letaknya tidak terlalu jauh walaupun saat ini dirinya sangatlah lelah tapi jika terus terusan menunggu bus bisa jadi malam hari ia baru tiba di kontrakan.


Setelah beberapa menit berjalan,,, dari kejauhan tampak seorang lelaki memegang tas dengan lari terburu buru dan dari belakang ada beberapa orang lelaki yang mengejarnya,, sudah pasti ini pencuri batin Clarissa menghentikan langkahnya.


Saat pencuri tersebut hampir melewatinya,, Clarissa merentangkan sebelah kakinya dan pencuri yang tidak melihat jalan akhirnya jatuh setelah tersandung kaki Clarissa.


Clarissa langsung menghampiri si pencuri dan mengambil tas curiannya.


beberapa lelaki yang mengejar si pencuri berhenti di depan Clarissa diikuti seorang Tante dengan penampilannya yang elegan juga berhenti di depan nya sedang pencurinya sudah kabur.


"wah hebat kamu neng bisa menghadapi pencuri dengan mudah" puji seorang lelaki paruh baya yang diangguki beberapa orang lainnya.


"Terima kasih yah,,,, jika tidak ada kamu mungkin tas ini sudah hilang,,, sekali lagi terima kasih ya" ucap Tante tersebut


"iya sama sama Tante,,,lain kali Tante bawa tasnya lebih hati hati lagi" balas Clarissa tersenyum tulus


para orang yang membantu tadi sudah pergi setelah Tante itu berterima kasih. Clarissa diajak duduk di sebuah bangku dekat dengan posisi mereka berdiri karena kebetulan disini adalah taman kecil.


"nama kamu siapa sayang??" tanya Tante itu lembut


Karena tidak terlalu biasa dengan sikap Tante itu Clarissa sedikit tidak nyaman namun dia tidak menampakkan nya


"kenalin Tante nama aku Clarissa" ucapnya riang


"Wahh nama yang cantik sama seperti pemilik nya,, kenalin juga nama Tante Carlina" ucap Tante itu


Clarissa hanya tersenyum simpul dan menerima jabatan tangan Tante Carlina itu


"oiya kelihatannya kamu baru pulang kerja ya,,, kerja di mana sayang" tanya lagi Tante itu


"hmm aku kerja di perusahaan Dimitri Group Tante" balas Clarissa lagi


"pasti kamu adalah anak yang pintar dan cerdas kalo tidak mana mungkin bisa diterima di perusahaan Dimitri Group,,,setau Tante untuk menjadi karyawan biasa saja disana itu sangat sulit loh" jelas nya


Clarissa hanya mengangguk sambil tersenyum.


Tante tersebut melirik jam yang melingkar di tangannya sekilas...


"hhmm sudah hampir malam,, gimana kalo kamu Tante anterin pulang" tawar nya


"gak usah Tante kontrakan Clarissa sudah dekat kok" tolak Clarissa


"udah gak papa anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih tante yah" pinta Tante itu


Akhirnya Clarissa mengangguk dan Tante itu segera menelpon seseorang.


Tak lama mobil hitam bantley berhenti di depan mereka,,, seorang supir turun dan langsung membuka pintu untuk mereka.


Mobil itu berhenti di depan sebuah restoran kelas atas,,,


Tante Carlina mengajak Clarissa untuk turun dan Clarissa hanya nurut saja.


Mereka memilih tempat duduk khusus 2 orang yang berada di dekat kaca,,,Tante itu menyodorkan sebuah buku menu kepada Clarissa yang langsung diterimanya.Setelah memesan makanan mereka asyik ngobrol dan Carissa tak sengaja melihat kennan dengan wanita yang bergelanyut manja memegang lengannya sedang berjalan keluar resto...


bener bener bad boy ni orang, ternyata tampang tak menjamin kelakuan batin Clarissa


Melihat Clarissa bengong Carlina menyadarkan nya sambil lalu ikut melihat ke arah tatapan Clarissa.


Carlina terkejut melihat sosok kennan yang bersama dengan perempuan dan yang pasti itu bukanlah Naila lalu siapa?? seketika ekspresi wajahnya berubah dan tentunya dia kesal,, namun secepat itu juga ia kembali menampilkan ekspresi semula.


Tak lama pramusaji datang untuk memberikan pesanan mereka,,, mereka mulai menyaptapnya dengan perlahan.