My Husband Is Big Boss

My Husband Is Big Boss
Dimitri Group






Putra pertama dari pasangan Andra Dimitri dan Carlina Spenser, memiliki temperamen buruk,angkuh, dan sombong. Wala begitu banyak para wanita yang ingin memikat hatinya entah karena kekuasaan atau parasnya.


Kennan tidak terlalu suka dengan keberadaan wanita di sekitar nya, sudah jelas bahwa mereka akan mencoba menggoda nya dan itu membuat dirinya muak.


Hari ini adalah hari dimana dia harus masuk ke perusahaan keluarga nya untuk menjadi penerus nya, dan itu membuatnya sedikit kesal.


Di area parkir perusahaan dia turun dari mobil Bugatti La Voiture Noire berwarna abu metalik dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung nya yang mancung.


Saat sekumpulan karyawan wanita melihatnya mereka tak henti hentinya melirik Kennan sambil saling berbisik.


Seorang lelaki seumuran dengan kennan, melangkah ke arah kennan dan langsung menepuk bahu kennan saat sudah berada di depannya.


"Selamat pagi tuan muda" katanya sambil menepuk bahu kennan dengan senyum jahilnya.


Kennan hanya melirik nya dan berkata


"Begitukah cara karyawan perusahaan menyapa CEO nya??" mukanya datar tanpa ekspresi


"Salah lagi" gerutu si lelaki dihadapan kennan


Dia adalah asisten pribadi Kennan sekaligus anak dari mantan asisten pribadi ayah kennan namanya Bastian.Tanpa menghiraukan gerutuan si Bastian,Kennan langsung masuk ke kantor meninggalkan Bastian yang menggelengkan kepalanya melihat tingkah si kennan sahabatnya.


"orang kaya mah bebas" umpatnya dalam hati, sambil mengejar langkah kennan.


 





Clarissa Belfania Wilson putri tunggal dari pasangan Aldri Wilson dan Marina Belfan, memiliki sifat baik hati,ceria, cerdas, dan suka menolong.


Dia adalah gadis kampung yang bernasib baik mendapatkan beasiswa kuliah sampai selesai di kota dan sekarang dirinya bekerja di perusahaan Dimitri Group sebagai sekretaris. Di tinggal sendiri di kota dengan mengontrak sebuah rumah yang tidak terlalu besar sedangkan orang tuanya tinggal di kampung.


Clarissa bangun kesiangan sehingga dia telat ke kantor dan terburu-buru menyiapkan bekal lalu pergi menaiki bus. Untungnya bus yang ditunggunya langsung tiba di halte bersamaan dengan Clarissa yang juga tiba di halte. Jarak kontrakan ke kantornya tidak terlalu jauh jadi hanya butuh waktu beberapa menit sudah sampai di kantor tempat kerjanya.


Karena takut direktur marah menunggu lama berkas laporan Minggu lalu jadi ia terpaksa berlari kecil menuju lift. Sebenarnya direktur Andra baik hati cuma dia sedikit tidak enak jika pekerjaan nya tidak tepat waktu.


Pintu lift terbuka dan karena tergesa gesa dia tidak sengaja menabrak seseorang hingga bekalnya tumpah dilantai,dia sangat kesal dan melihat orang yang ditabraknya dengan tatapan tidak senang.


"kalo jalan yang benar,shittt" umpat si lawan sambil membersihkan jasnya yang sedikit kotor akibat bekal Clarissa.


"maaf kalo begitu karena saya juga buru buru jadi anda tidak perlu marah seperti itu,, cuma kotor sedikit" ucap Clarissa sambil menyodorkan selembar sapu tangan pada orang tersebut dengan muka kesal.


 


Kennan yang baru kali ini bertemu dengan wanita yang berani mengomel padanya mengeluarkan aura dingin bercampur kesal.


Karena hari ini ada rapat penting dan waktu nya sedikit mepet dia buru buru keluar dari ruang kerjanya menuju lift dan tidak disangka menabrak dengan wanita gila dihadapannya sekarang ini.


Dia mengumpat kesal...


"siapa namamu dan bagian apa kamu bekerja??"


ucap Kennan kesal.


Dia tidak ingin berdebat dengan wanita gila ini karena rapat sebentar lagi dimulai jadi dia hanya menanyakan hal itu padanya.


Clarissa hanya berdecak kesal sambil menghentakkan kakinya, karena dia memakai high heels sedikit tinggi jadi suara yang dihasilkan oleh kakinya sedikit nyaring.


Dari kejauhan Bastian berjalan kearah mereka dengan berkas berkas rapat ditangannya.


"ada apa ini??" tanya Bastian sedikit bingung sambil memandangi kennan dan Clarissa.


Ya Clarissa memang mengenal Bastian,dia adalah putra dari asisten pribadi direkturnya dan Bastian juga sering pergi kekantor ini.


"pagi,,," jawab Bastian sambil tersenyum


Melihat itu Clarissa jengah,dia sedikit tidak suka dengan Bastian karena sifatnya yang suka bermain wanita. Clarissa tau itu karena dia adalah mantan kekasih sahabat nya yaitu Nita.


"baiklah saya permisi dulu" ucap Clarissa tetap dengan senyum palsunya melangkah pergi sambil membawa kotak bekal yang sudah tidak ada isinya.


Sebelum pergi dia telah menelpon petugas kebersihan untuk membersihkan bekalnya yang tumpah ke lantai tadi.


Kennan hanya melirik sekilas dan menyelipkan kedua tangannya kedalam saku.


"siapa dia???kau mengenalnya??,,, setelah meeting selesai beri tau aku" ucap kennan acuh


"ok,,,kennan kenapa kau tidak membawa berkas ini dan malah meninggalkan nya diatas meja" ucap Bastian sedikit kesal.


"lalu??apa gunanya asisten pribadi???" jawab kennan angkuh dan memasuki lift diikuti Bastian yang hanya menunjukkan muka masam.


Karena ini adalah lift khusus CEO jadi tidak ada karyawan yang menggunakannya kecuali asisten pribadi dan sekretaris CEO.


 


Clarissa mendudukkan tubuhnya dikursi kebesarannya dengan perasaan kesal.


"sial banget sih hari ini,,yah gak jadi deh dimakan" kata Clarissa dengan kesal dan memandangi kotak bekalnya yang sudah kosong dengan melas.


Teringat dengan berkas laporan yang ada didepannya dia buru buru pergi kepintu ruangan CEO.


tok,,tok,,tok Clarissa mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban dari dalam terpaksa dia membuka pintu itu dan masuk. Didalam tidak ada direktur Andra


mungkin direktur lagi meeting atau mau masuk siang


batin Clarissa sambil meletakkan berkas yang ada ditangannya ke meja direktur. Setelah itu dia langsung keluar dan duduk di kursinya dan mulai mengerjakan tugas tugas nya.


 


Setelah rapat usai,Kennan langsung masuk ke dalam mobil diikuti Bastian yang mengekor di belakang.


Mobil Bugatti itu perlahan menghilang di ruas jalan.


Dilobi ada beberapa karyawan wanita yang sedang memandangnya takjub sambil berbisik bisik.


Kennan tak menggubris mereka dan langsung berjalan menuju lift khusus CEO.


Saat tiba dilantai atas dia tidak sengaja melihat seorang wanita yang tadi pagi mengomelinya duduk dikursi depan ruangan CEO.


senyum smirk nya muncul namun tidak begitu jelas,,, dan dengan angkuh berjalan untuk masuk ke dalam ruangan CEO.


Merasa ada seseorang yang datang Clarissa langsung berdiri dan orang itu tak lain adalah lelaki kutub tadi pagi. Dia menjulukinya kutub karena sifat kennan yang angkuh, dingin, dan sombong.


"maaf direktur Andra tidak ada di ruangannya, jika anda ada perlu bisa datang lagi nanti" ucap Clarissa tetap bersikap profesional walau dia sangat kesal melihat kennan.


Kennan hanya tersenyum devil namun sedikit samar dan melanjutkan berjalan menuju pintu ruangan CEO,, tiba-tiba Clarissa langsung menghentikan langkahnya tepat didepan kennan,,


"sekali lagi mohon maaf direktur Andra sedang tidak ada di ruangannya,jadi tolong anda bisa datang lagi nanti" ucap Clarissa sambil tersenyum menahan kesal.


"kamu siapa bisa bisanya mengusir saya ??" ucap kennan kesal dan langsung berjalan masuk ke ruangannya melewati Clarissa


Clarissa sudah siap untuk menyemprot kennan namun pria itu langsung masuk melewati nya,, dia menghentakkan kakinya dan suara dari sepatunya sedikit nyaring.


Dari pintu lift sosok Bastian muncul dan menghampiri Clarissa yang masih berdiri kesal.


"kamu kenapa?? oh iya apakah CEO sudah masuk ke dalam ruangan nya??" tanya Bastian antusias


"maaf pak Bastian direktur Andra belum datang tapi teman anda yang tadi pagi menabrak saya seenaknya masuk ke ruangan direktur,, mohon pak Bastian menyuruhnya cepat pergi" jawab Clarissa dengan tatapan sinis namun bicaranya masih profesional.


Mendengar ucapan Clarissa Bastian berterima kasih dan langsung masuk ke dalam ruangan CEO.


Clarissa tak merespon,ia langsung duduk di kursinya.