My Husband Is Big Boss

My Husband Is Big Boss
Dipecat



Semalaman Livia tak bisa tidur memikirkan kejadian tadi malam.


pasti sekarang dia sangat marah padaku huft gumamnya dengan gelisah


Karena merasa tidak nyaman akhirnya Livia memutuskan untuk pergi ke ruangan kennan.


Pintu lift terbuka, Livia keluar dan masuk ke ruangan lantai 36, saat berjalan di depan meja Clarissa matanya memercikkan kebencian pada Clarissa, tanpa memperdulikan perkataan Clarissa yang menyapanya.


Saat tangan Livia ingin menggeser pintu ruangan kennan, aksinya terhenti oleh suara Bastian.


maaf nona Livia, direktur kennan sekarang masih sibuk, dia tidak ingin diganggu siapapun, jika anda ingin menemuinya bisa datang kembali nanti ucap Bastian profesional


aku ingin bertemu kennan sekarang, jadi cepatlah bilang padanya bahwa aku ingin menemui nya sekarang bantah Livia


tapi untuk saat ini direktur tidak mau diganggu, jadi saya harap anda mengerti dan bisa datang lagi nanti ucap Bastian masih berusaha profesional


kalau kamu tidak mau bicara pada kennan, ya sudah biar aku saja yang bicara, ucap Livia ketus dan hendak menggeser pintu namun lagi lagi dihentikan oleh Bastian


baik, biar saya beritahu dulu direktur ucap Bastian yang hampir kehilangan kesabarannya


Bastian meraih gagang telepon disamping meja kerjanya lalu menekan tombol angka yang ada di sana.


apa kabar dengan Clarissa??


Setelah menyapa Livia dia sudah tidak peduli lagi dengan wanita itu dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


Sejak kejadian tadi malam membuat Clarissa benar benar marah pada Livia, tapi apalah daya hati pemaaf nya menolak keras untuk membenci wanita itu.


Tak lama panggilan tersambung,,,


direktur, ada nona Livia memaksa ingin menemui anda, apa yang harus saya lakukan? ucap Bastian sekalian bertanya diakhir kalimatnya


suruh saja masuk ucap kennan datar tetapi rahangnya mengeras


baiklah balas Bastian lalu mengakhiri panggilan tersebut


Selesai bertelepon barulah Bastian melihat ke arah Livia lagi...


direktur menyuruhmu untuk masuk ucap Bastian


Mendengar itu Livia langsung menggeser pintu didepannya dan melangkah masuk ke dalam ruangan kennan.


Didalam..


Belum sampai Livia dimeja kennan,, sebuah map biru terlempar di bawah kakinya, itu adalah ulah kennan.


Perilaku Livia tadi malam membuat seorang kennan muak dan memandang rendah dirinya.


Livia melihat map biru dibawah kakinya yang tergeletak menyedihkan lalu ia membungkuk dan mengambilnya.


kau dipecat ucap kennan dingin memotong Livia yang ingin berbicara


Buliran bening jatuh begitu saja di pipi Livia, lidahnya kelu, suaranya seakan tercekat, tubuhnya kaku bagaikan patung mendengar ucapan pria yang dicintainya.


Hanya suara isak tangis yang terdengar dari Livia, matanya terus menatap ke arah kennan tersirat kekecewaan mendalam dari tatapan nanar itu.


Kennan tak memperdulikan lagi keberadaan Livia yang mematung.


Hening beberapa menit.


he, ternyata hanya karena masalah sepele kau tega memecat diriku ucap Livia yang masih berderai air mata


kennan tak menggubrisnya,dia fokus pada layar laptop didepannya.


semakin hari aku semakin tidak percaya bahwa pria dihadapanku saat ini adalah pria yang mencintaiku 3 tahun lalu ucapnya lagi


bahkan posisi ku tergantikan oleh wanita kampungan yang tidak ada apanya dibandingkan denganku, sungguh aku tak percaya ucap Livia lagi, mengeluarkan segala unek unek dihatinya selama ini


wanita kampungan dan wanita berkelas sekalipun tidak ada bedanya jika tidak memiliki atitude dan aturan ucap kennan kemudian setelah mendengarkan perkataan Livia


Livia semakin tersentak kaget mendengar perkataan kennan yang seakan menusuk ke hatinya.


aku adalah wanita dari keluarga terpandang, tentang atitude dan aturan tentu aku punya itu bela Livia untuk dirinya sendiri


he, kau punya itu? tapi mengapa kau melakukan hal yang tidak bermoral seperti tadi malam? itu yang dikatakan punya attitude dan aturan? sungguh memalukan nama keluarga tanya kennan dengan cibiran


skak matt, sekali lagi kennan membuat Livia tak bisa berkutik.


Rasa sesak menjalar ke seluruh tubuh Livia, air matanya bertambah deras, dia hanya bisa terpaku memandangi pria yang dicintainya dengan deraian air mata.


sudahlah tak usah terlalu lama bersandiwara, jangan membuatku muak dengan tangisan buayamu itu ucap kennan dingin


aku sedang sibuk lebih baik kau teruskan sandiwara mu diluar ucap kennan mengusir Livia


Dengan sedikit kekuatan yang tersisa, Livia menghapus air matanya...


terima kasih untuk semuanya, aku masih belum percaya kau adalah kennan yang ku kenal,, permisi ucap Livia sedikit bergetar dan langsung pamit keluar dari ruangan itu dengan perasaan kecewa yang teramat sangat


Clarissa dan Bastian sedikit bingung melihat mata Livia sembab seperti habis menangis saat keluar dari ruangan direkturnya, keduanya hanya bisa menerka nerka apa yang telah terjadi pada Livia.


Karena ruangan direktur kedap suara jadi mereka tidak tahu apa yang terjadi di dalam.


***


20 menit semenjak kepergian Livia, amarah kennan masih belum mereda sepenuhnya, kepalanya sedikit sakit.


Ia memijat pelipisnya pelan, namun fokusnya tetap pada laptop yang berada di depannya.


Clarissa masuk ke dalam dengan sebuah map kuning dalam pelukannya.


permisi direktur,, waktu meeting tinggal 10 menit lagi, tempatnya sudah diatur oleh klien dicafe shop ucap Clarissa


apa semuanya sudah disiapkan? tanya kennan


semuanya sudah saya persiapkan balas Clarissa sopan


kalau begitu kita berangkat sekarang? ucap kennan


maaf, tapi direktur bukankah sekarang sudah ada pak Bastian? tanya Clarissa sedikit hati hati


dia akan memeriksa berkas laporan laporan keuangan yang belum aku selesaikan jawab kennan hendak berdiri


baiklah,kalo begitu saya siap siap dulu, permisi balas Clarissa lalu pamit pergi


Saat ini kennan dan Clarissa sedang berada di dalam mobil, hening sesaat yang membuat suasana sedikit mencekam karena terlihat rahang kennan yang masih sedikit mengeras.


Hal itu membuat Clarissa bosan hingga sedikit mengantuk.


Ia mencoba menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi mobil, lambat laun matanya mulai terpejam, kebetulan letak cafe untuk meeting cukup jauh.


kennan yang merasa tak ada tanda tanda pergerakan dari wanita disampingnya, menoleh ke arahnya.


Dilihatnya Clarissa sedang tertidur pulas, wajahnya yang damai, bulu mata yang berderet rapi membentuk kipas menambah kecantikan seorang Clarissa.


Tanpa sadar kennan tersenyum, sejurus kemudian kepala Clarissa yang semula tegak kini sudah jatuh ke atas pangkuan kennan karena bahu kennan yang tinggi membuat kepala Clarissa tak bisa bersandar disana.


Kennan tersentak kaget, tapi membiarkan Clarissa tidur dengan nyaman dipangkuannya.


ahh,, bapak berbuat mesum ya pada tubuh saya? ucap Clarissa kaget dan kesal


kennan segera membuka matanya dan melihat Clarissa yang menutup wajahnya dengan telapak tangannya.


ada apa? tak bisakah kau kecilkan suaramu? tanya kennan yang terganggu oleh suara nyaring Clarissa


jawab, kenapa saya tertidur di pangkuan bapak? ucap Clarissa kesal


salahkan saja kepala mu yang tidur sendiri dipangkuan saya ucap kennan santai


apa,, mana mungkin, jangan pikir saya tidak tau kelakuan bapak itu seperti apa balas Clarissa nyolot


terserah kamu saja,, susah ngomong sama cewek labil balas juga kennan, lalu menyandarkan lagi kepalanya


apa? cewek labil? ucap Clarissa dalam hati


Tak lama mobilpun berhenti di parkiran cafe tempat keduanya meeting.


Dua jam setengah berlalu, klien kennan juga sudah pergi, kini Clarissa dan kennan baru saja selesai makan siang.


Clarissa yang hendak berdiri duduk kembali dikarenakan perutnya yang tiba-tiba terasa sakit.


aduhhh,,, kenapa tiba-tiba sakit begini?? aw ringis Clarissa kesakitan


Melihat Clarissa kennan juga duduk kembali, ia bingung kenapa tiba-tiba Clarissa seperti ini.


kenapa? perutmu sakit? tanya kennan sedikit khawatir


Clarissa tak bisa menjawab karena perutnya yang teramat sakit sangat mengganggunya, ia hanya membalas dengan anggukan.


Kennan memanggil pelayan cafe, meminta air hangat, dan tak butuh waktu lama pelayan pun kembali dengan segelas air hangat ditangannya.


ini tuan ucap pelayan tersebut memberikan segelas air pada kennan


kalo begitu saya permisi ucapnya lagi undur diri


Kennan memberikan gelas yang berisi air hangat kepada Clarissa dan langsung diterima oleh Clarissa.


Setelah meminumnya, rasa nyeri pada perutnya sudah berkurang,


ayo direktur kita pulang ajak Clarissa yang sudah berdiri


Saat Clarissa berbalik membelakangi kennan, seketika kennan terkejut saat terlihat noda berwarna merah pada rok span putih Clarissa.


tunggu cegah kennan


Clarissa berbalik menghadap kennan,,


ada apa direktur? tanya Clarissa bingung


apa kamu sedang kedatangan tamu? tanya kennan lagi


tamu? maksudnya? Clarissa masih belum paham


kamu seorang wanita, pasti paham ucap kennan


Clarissa berpikir sejenak dan setelah mengerti ucapan kennan langsung saja dia duduk kembali dan melihat tanggal di ponselnya.


ahhh,, tidaaakkkk,,, ucap Clarissa sedikit nyaring dan langsung menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya


Kennan hanya menghela nafas, sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Clarissa


jangan lihat saya seperti itu,, bapak bisa kembali duluan biar saya minta jemput sahabat saya ucap Clarissa sedikit kesal karena kennan menatap nya intens


ini masih jam kerja, saya tidak akan pergi jika kamu tidak ikut saya kembali ucap kennan tak terbantahkan


tapi bapak itu laki laki, apa bapak tidak paham ucap Clarissa semakin kesal


Tanpa menjawab ucapan Clarissa kennan membuka jasnya dan memberikannya pada Clarissa.


pakai ini sementara ucap kennan


tapi,,,ucap Clarissa bimbingan


apa kau ingin tetap disini? tanya kennan dingin


akhirnya Clarissa menurut dan mengikat kedua lengan jas itu pada pinggangnya untuk menutupi bagian rok Clarissa yang bernoda.


Setelah itu kennan berdiri dan langsung berjalan keluar cafe


dasar manusia kutub gerutu Clarissa yang mengekor di belakang kennan


Keduanya memasuki mobil, dan tak lama mobilpun menjauh dari area cafe tersebut.


Sesampainya di depan supermarket mobil berhenti, sedang Clarissa kembali meringis karena sakit pada perutnya kambuh.


Clarissa memilih diam saat kennan turun dengan menggunakan tapi hitam, masker, lengkap dengan kacamata hitamnya dan masuk ke dalam supermarket itu.


Clarissa sudah paham, sedikit pandangannya tentang kennan berubah.


Beberapa menit kemudian kennan kembali ke dalam mobil dengan kantong plastik lalu memberikannya pada Clarissa.


Kennan juga melepaskan topi, kacamata juga maskernya, sesudah itu barulah mobil kembali melaju.


***


Jam pulang sudah tiba, selesai Clarissa berberes barang barang nya tak berselang lama terdengar suara notif WeChat.


Segera ia mengambil ponselnya dan melihat nama "Tante Carlina" yang tertera di layar ponselnya.


Tante Carlina : Tante tunggu dibawah sayang


Clarissa : ok Tante, sebentar lagi Risa turun


Tante Carlina : ok sayang


Clarissa : 😇😊


Setelah membalas pesan Carlina, Clarissa langsung masuk ke dalam lift.


Clarissa masuk ke dalam mobil Carlina yang langsung disambut hangat oleh sang pemilik.


Tante boleh nggak kalo belanja nya lain kali saja? bajuku kotor terkena noda darah ucap Clarissa tidak enak


kamu kenapa kok bisa sampai berdarah? dimananya? tanya Carlina sedikit khawatir dengan memeriksa seluruh tubuh Clarissa


Tante maksud ku,, darah tamu ucap Clarissa tersenyum kikuk


oh kirain kamu kenapa,,ya sudah tidak apa apa nanti kalo sudah sampai rumah jangan lupa minum jeruk hangat biar sakit perutnya reda ucap Carlina tersenyum simpul


Clarissa hanya mengangguk dan tersenyum,


senang sekali rasanya dia bisa merasakan kembali kasih sayang seorang ibu.