
Di area parkir perusahaan seorang supir membukakan pintu untuk kennan dan Clarissa.
Tak jauh dari tempat parkir mobil kennan,, Livia turun dari mobilnya dan melihat ke arah mobil kennan dengan tersenyum lebar.
Kennan turun dari mobil diikuti Clarissa, dan Livia melihat itu hatinya kesal dan semakin kesal saat kennan lagi lagi bersama Clarissa.
Tangan Livia mengepal rasanya ia ingin mencabik cabik wajah Clarissa agar kennan menjauhinya.
kini giliran ku membuatmu kesal,aku yakin pasti kau tertarik dengan Ken batin Livia sambil berjalan ke arah kennan dan langsung bergelanyut manja dilengan kennan.
Kennan sedikit terkejut dengan aksi mendadak Livia dia kesal karena Kennan tahu tujuan Livia bersikap manja saat ada Clarissa,, Livia ingin memanas manasi Clarissa juga sebagai tanda bahwa kennan adalah miliknya.
Clarissa hanya melirik aksi mereka berdua dengan memutar bola matanya jengah.
"maaf ya pak,,mbak,,,saya duluan" ucap Clarissa spontan dan melangkah sedikit lebih cepat.
Sedang kennan merasa geram dan melepaskan tangan Livia kasar dari lengannya.
"bersikaplah secara profesional ini kantor" peringat kennan dengan tegas dan dingin
Kemudian kennan melangkah pergi meninggalkan Livia yang masih berdiri kesal.
"awas saja kau kennan suatu hari nanti kau akan kembali ke dalam pelukan ku dan kau Clarissa kita lihat siapa yang akan menjadi pemenangnya" seringai Livia licik dengan tangan yang mengepal
Livia berjalan dengan kesal sambil menghentakkan kakinya.
Clarissa langsung duduk di kursi kebesarannya dia mulai membuka laptop untuk menyiapkan jadwal kennan pada hari besok.
Setelah selesai mata Clarissa tak sengaja melihat sebuket bunga mawar putih kesukaan nya, dia mengambilnya dan langsung menciumnya.
kenapa bunga mawar ini ada dimejaku?? siapa yang meletakkan nya disini?? apakah CEO playboy itu??ah tapi tidak mungkin deh,, tadi kita kan berangkat bareng,lalu siapa?masak iya ini untuk Bastian sedangkan disini mejaku lagi pula Bastian kan keluar negeri...batin Clarissa menerka nerka.
"ah sudahlah aku letakkan disini saja" gumam Clarissa sambil menaruh buket bunga itu dikolong mejanya
Clarissa tidak tau jika didalamnya terdapat sebuah kartu ucapan, Clarissa begitu sibuk hari ini jadi ia tidak terlalu memikirkan dan menyelidiki bunga itu.
Dia melanjutkan pekerjaannya dengan fokus dan serius.
Dari arah lift kennan berjalan masuk dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku celananya.
Saat kennan melewati meja Clarissa dirinya hanya tersenyum samar hampir tak terlihat, entah apa yang ada dipikirannya lalu ia melanjutkan langkahnya masuk ke dalam ruangan CEO.
Seperti biasa Clarissa akan dipanggil oleh kennan untuk menyuruhnya membuatkan dirinya kopi.
Saat jam makan siang hampir tiba, ponsel Clarissa berbunyi menandakan ada WeChat masuk, tanpa sadar dia mengambil ponselnya dan melihat pesan masuk dari nomor asing.
+89675xxxx : Risa ini aku Richard bisa kita makan siang bareng??🙏aku hanya ingin ngobrol ngobrol sebentar sama kamu
Clarissa : mm,, bisa sih tapi jangan lama lama
+89675xxxx : ok siap, terima kasih 😆 nanti siang aku tunggu dilobi yah...
Clarissa : ok, sudah dulu ya aku lagi sibuk
Sebelum ia meletakkan ponselnya dia meng add nomor WeChat Richard, lalu meletakkan nya kembali dikolong meja.
Tak berselang lama seorang pria berkacamata tapi tetap tampan dengan celana hitam kemeja putih dan jaket kulit berwarna hitam berjalan ke arah meja Clarissa,yah itu adalah Bryan sahabat kennan.
"selamat siang nona,," ucap nya dengan tersenyum manis
Karena mendengar suara seseorang Clarissa langsung mendongakkan kepalanya menghadap Bryan.
"selamat siang, Bryan" balas Clarissa juga tersenyum
"kennan ada didalam?" tanyanya
"ada kok Bryan silahkan saja" ucap Clarissa masih dengan tersenyum.
"ok thanks ya,,aku masuk dulu" balas Bryan
Clarissa hanya tersenyum sambil mengangguk dan lanjut menyelesaikan tugasnya.
Didalam ruangan kennan.....
Bryan langsung duduk di sofa tamu tanpa menunggu perintah kennan,dia menyilangkan kakinya satu kakinya lagi menjadi tumpuan.
Karena kennan terlalu fokus pada layar laptop didepannya jadi dia tidak mengetahui keberadaan Bryan.
Bryan kesal karena kennan tak menghiraukannya..
khemmmm,,khemm.. Bryan buka suara agar kennan mengetahui kedatangan nya.
Kennan mendengar suara itu, dia tau siapa yang punya suara itu, siapa lagi kalau bukan sahabatnya yaitu Bryan.
"ada apa" tanya kennan dingin tanpa melihat ke arah Bryan
CK,,ck,,, Bryan hanya berdecak kesal dengan ucapan dingin sahabatnya itu.
"astaga,beginikah cara mu menyambut tamu?" ucap Bryan kesal
"tak usah basa-basi pekerjaan ku masih banyak" sambung kennan masih dengan suara dinginnya
Bryan hanya menghela nafasnya,ia menggelengkan kepalanya melihat tingkah kennan yang masih bersikap dingin tak berubah.
"mumpung aku ada waktu luang bagaimana kalau kita makan siang bareng?" ucap Bryan penuh harap
"astaga,,, kapan lagi kita makan bareng kalau tidak hari ini,lagian kau itu seorang CEO,kau bebas terhadap perusahaan mu, kau bisa mengerjakan nya lagi nanti," ceramah Bryan
Kennan masih tak bergeming...
Akhirnya Bryan kesal dia menghampiri kennan dan menutup laptop didepannya, sedang kennan yang nampak kesal dengan perilaku Bryan hanya menatap nya tajam.
Sebenarnya Bryan juga bergidik saat mata elang kennan menatapnya seakan ingin menelannya hidup hidup, namun ini juga demi adiknya Livia agar bisa bersatu lagi dengan sahabatnya itu.
Bryan tahu jika adik perempuan nya itu sangat mencintai kennan,jadi dia akan berusaha membantunya.
Juga sebelum Bryan bertemu dengan kennan dia terlebih dulu menemui adiknya yaitu Livia.
"ayolah Ken,,Livia juga akan ikut coba pikirkan kapan lagi kita bisa ngumpul" jelas Bryan masih penuh harap
Setelah kennan berpikir sebentar akhirnya ia menyetujui ajakan Bryan.
Jam istirahat tiba sesuai janjinya kepada Richard, Clarissa masuk ke dalam lift untuk makan siang bersama Richard dan pria masa lalu Clarissa sudah menunggunya di lobi kantor.
Disisi lain kennan dan Bryan masuk ke dalam lift untuk menjemput Livia dilantai 35.
Disana Livia memang sudah menunggu kedatangan kakak nya jadi setelah melihat Bryan dan kennan ia langsung menghampiri kedua pria tampan itu.
Ketiganya masuk ke dalam menuju lobby kantor.
Restoran NOBU BEIJING
Clarissa dan Richard duduk saling berhadapan, mereka memilih tempat duduk didekat jendela resto.
Suasana diantara keduanya sangat canggung.
Bagaimana tidak, sampai saat ini cinta untuk Richard masih tersisa di dalam hati Clarissa walaupun harus terpendam karena rasa kecewa, lalu bagaimana dengan perasaan Richard?
Baginya Clarissa tetap menjadi Ratu penguasa hatinya, mereka terpisah hanya karena kesalahpahaman dari sebuah berita tentang pernikahan dirinya dan wanita lain, sekarang wanita yang telah lama dicarinya sudah ada didepan matanya, Richard tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menjelaskan kebenaran dari kesalah pahaman yang ada diantara mereka.
Clarissa merasa tidak nyaman dengan suasana canggung seperti sekarang,tapi tak begitu lama seorang pramusaji menghampiri meja mereka dan memberikan buku menu, hal itu mengurangi suasana canggung diantara keduanya.
"shusi 1, lobster bakar 1, sama jus alpukat 1" ucap Clarissa setelah melihat buku menu
"kalo tuan mau pesan apa?" ucap pramusaji ramah
"samakan saja sama dia" balas Richard
"baik tuan nona, saya buatkan dulu pesanannya permisi" pamit pramusaji yang dibalas anggukan dari Richard dan Clarissa
Disisi lain Kennan,Bryan,dan Livia berjalan memasuki restoran Nobu Beijing mereka mimilih tempat duduk di sudut ruangan sesuai dengan keinginan kennan.
Setelah ketiganya memesan makanan, mereka asyik mengobrol tentunya hanya Bryan dan Livia sedang kennan tidak ikut serta hanya membalas dengan anggukan saat ditanya Bryan.
"Sa tujuan ku mengajak mu makan siang untuk menjelaskan semua kesalah pahaman yang ada di antara kita, tentang kejadian 3 tahu lalu" ucap Richard memecah keheningan
Clarissa tak bergeming, dia tidak berniat untuk bicara dan hanya akan menjadi pendengar saja.
Karena tak ada tanggapan dari lawan bicaranya Richard meneruskan penjelasannya, dia tahu bagaimana sikap Clarissa saat dirinya marah.
Tentu saja Richard merasa senang saat Clarissa marah karena itu pertanda bahwa Clarissa masih menyimpan perasaan padanya.
"waktu itu calon kakak ipar ku meminta ku untuk menjemputnya dari rumah sakit, sebelumnya kakakku juga menelpon ku untuk menjemput kekasih nya di rumah sakit. Akhirnya mau tak mau aku menyetujui nya dan saat sudah sampai di rumah sakit kakak iparku berpura pura pingsan padahal dia hanya ingin aku gendong.Karena tak enak dengan pandangan orang aku menggendongnya masuk ke dalam mobil dan entah siapa yang menyuruh paparazi mengikuti ku dan mengambil gambar ku saat menggendong kakak ipar. Keesokan harinya aku menghubungi mu dan kamu memblokir WeChat ku juga menghilang tanpa jejak. Saat itu aku bingung kenapa kamu tiba tiba berubah dan saat Alvian memberitahukan berita tentang diriku yang menjadi trending topik di laman Weibo disitulah aku sadar bahwa kamu marah karena hal itu." jelas Richard panjang kali lebar kali tinggi
Clarissa masih setia mendengarkan....
"Yang jelas akhirnya kebenaran terungkap dimana calon kakak ipar ku ternyata menyukai ku. Dia berhubungan dengan kakak ku agar bisa mendekati ku,, dan suatu hari Jesi menyatakan cintanya padaku tepat dihadapan kakak ku,sontak aku menolaknya karena itu Jesi bunuh diri. Sejak peristiwa itu kakak ku menaruh dendam terhadapku dan dia menjadikanmu target balas dendamnya padaku karena dia tahu bahwa aku sangat mencintaimu.Karena itulah selama ini aku berusaha semaksimal mungkin mencari mu untuk memastikan keadaan mu.Kakak ku tidak akan menyerah sebelum tujuannya tercapai jadi aku takut dia melukai mu,, " jelas Richard lagi
Mendengar itu hati Clarissa merasa bersalah dan menyesal karena keegoisan nya hubungan antara dirinya dan Richard harus terputus begitu saja.
Air matanya jatuh tanpa aba aba.
Melihat Clarissa menangis hati Richard ikut sedih dengan berani dia mengusap air mata yang jatuh di pipi Clarissa.
"maafkan aku" lirih Richard menggenggam tangan Clarissa
Setelah suasana hati Clarissa kembali normal, dia tersenyum tulus...
"maafkan aku yang terlalu egois" ucapnya merasa bersalah
"sudahlah yang lalu biarlah berlalu sekarang aku lega melihat mu baik baik saja dan menjelaskan semua kesalah pahaman diantara kita" ucap Richard tersenyum dengan tangan yang masih menggenggam tangan Clarissa.
Kennan bosan dengan apa yang dibicarakan Bryan dan Livia, menurutnya semua itu berguna.
Pandangan kennan melihat ke arah lain dan tak sengaja melihat perempuan yang dia kenal sedang tersenyum manis dengan seorang pria, genggaman tangan mereka juga tak luput dari penglihatan kennan.
Setelah memastikan,benar saja itu adalah Clarissa dan si pria adalah orang yang menyapa Clarissa saat dipesta waktu itu.
Melihat pemandangan itu hatinya sedikit tidak nyaman, perasaan marah,kesal, dan kecewa jadi satu.
Tangannya mengepal, dia pernah merasakan itu saat dirinya masih menjalin hubungan dengan Livia.
Dia akan marah saat Livia digoda atau didekati oleh pria lain,dia juga tahu bahwa yang dirasakan nya saat ini adalah cemburu.
Kennan bingung dengan perasaannya saat ini benarkah dirinya cemburu pada pria yang bersama Clarissa sekretaris nya sekarang?
Hal itu masih menjadi pertanyaan dibenaknya.