
Malam hari ayah Clarissa menelpon ia memberitahukan kondisi ibunya sudah mendingan meskipun masih bergantung pada alat bantu medis lainnya.
Mendengar itu sudah membuat Clarissa cukup lega.
Ketika sambungan telepon sudah terputus Clarissa termenung saat teringat dengan kennan,dia heran kenapa akhir akhir ini direktur nya sangat aneh dan sangat sensitif.
Clarissa mengingat kejadian tadi dikantor, atas dasar apa kennan melarangnya untuk berdekatan dengan pria selain dirinya?
Apakah wanita wanita nya juga diperlakukan seperti itu??
Memikirkan semua itu dia tidak habis pikir,,,
Dari pada dirinya pusing memikirkan kennan Clarissa akhirnya memilih untuk tidur.
Keesokan harinya ada WeChat masuk dari nomor asing Clarissa hanya menerka nerka orang itu pastilah Richard dari gaya penulisan saja ia masih mengingatnya.
Richard : selamat pagi Risa, kalau kamu butuh tumpangan aku akan menunggumu di depan 😄
Clarissa : tidak perlu aku sudah terbiasa naik bus 🙏🙂
Richard : yakin?
Clarissa : 👍😊
Setelah membalas WeChat Clarissa pergi ke kamar mandi,ia bersiap untuk berangkat ke kantor.
Kennan memarkir kan mobilnya di garasi pribadi.
Saat Kennan hendak melewati pintu tiba tiba lengannya digandeng seseorang tanpa melihat,dia tau pelakunya cukup dengan aroma parfumnya.
Si pelaku tak lain adalah Livia,kennan tak melepasnya, dia hanya diam saja, dan itu membuat Livia semakin yakin bahwa kennan masih mencintainya.
Kennan telah mengubur perasaannya pada Livia dalam dalam sejak saat itu,, sehingga perasaan nya sekarang hanya sekedar perasaan biasa layaknya kakak terhadap adik dari sahabat nya.
Lift berhenti di lantai 35 Livia enggan menjauh dari kennan sebab kali ini ia akan memiliki saingan.
Lift berlanjut dan berhenti di lantai 36, lantai teratas yaitu lantai dimana ruangan kennan berada.
Saat berjalan melewati meja Clarissa matanya tidak sengaja melihat sebuket bunga mawar putih yang cantik,kennan merasa bahwa ini sengaja ditaruh seseorang sedangkan Clarissa masih belum datang.
Kennan mendekat lalu mengambil buket bunga mawar itu disana terselip sebuah kertas kennan mengambilnya disana terdapat sebuah tulisan Semangat kerjanya Sa❤️ nanti aku jemput kamu untuk makan siang.
Kennan seketika meremas kertas itu dan membuangnya ke tempat sampai sedang bunganya ia bawa ke ruangannya.
Clarissa baru saja sampai ia langsung duduk di kursinya, tangan nya membuka laptop dan aktivitas nya dimulai.
Jam ditangan Kennan menunjukkan pukul 07.20 harusnya Clarissa sudah datang,ia segera menelepon Clarissa....
"pergi keruangan saya sekarang,dan bawa vas bunga yang masih kosong" perintah kennan
"baik" balas Clarissa singkat
Clarissa menghela nafas, hari ini dia tambah bingung dengan sikap direkturnya, menyuruhnya untuk mengambil sebuah vas bunga tidak mungkin itu bukan untuk menaruh bunga.
Kepalanya pusing saat memikirkan tingkah kennan yang semakin hari semakin aneh, sejak kapan dia menyukai bunga??
Dia berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan, didalamnya ada banyak buku berjejer rapi, benar ini adalah perpustakaan perusahaan.
Clarissa mendekati sebuah lemari kaca yang berukuran sedang,dia membukanya dan mengambil sebuah vas bunga kaca, setelah mendapatkan apa yang dibutuhkannya Clarissa segera pergi dari ruangan tersebut.
tok,,tok,,,tok,,,
Dari luar pintu terdengar suara ketukan kennan langsung menyuruhnya masuk.
Clarissa berjalan masuk menuju ke meja kennan,Kennan masih tetap fokus pada laptop nya Clarissa melihat kennan didepannya sejenak dia mengangkat sebelah alisnya..
perasaan tubuhnya sehat sehat saja tidak ada ketergangguan jiwa batin Clarissa
"kenapa? terpesona melihat saya? atau mungkin baru sadar kalau saya ini sangat tampan?" ucap kennan antusias dengan senyum khasnya
Clarissa akhirnya sadar....
"ini vas yang bapak minta" ucap Clarissa sedikit kesal, ternyata kennan juga menyebalkan
Kennan mengambil buket bunga mawar tadi dan meletakkan nya didepan Clarissa.
Clarissa terperanjat sesaat melihat Bunga mawar putih di depannya ini adalah bunga kesukaannya dan dulu hampir setiap hari Richard memberikannya walaupun hanya setangkai bayangan masa lalu nya dengan Richard terlintas sekejap.
Melihat Clarissa tak bereaksi kennan mendongak menatap wajah Clarissa, dari mata nya terpancar kesedihan, kennan akhirnya paham pengirim bunga mawar ini mungkin adalah seseorang yang sangat dekat hubungannya dengan Clarissa.
Memikirkan si pengirim bunga adalah pacar atau kekasih Clarissa,kennan mengepal kedua tangannya.
"kenapa masih diam? masukkan bunga itu kedalam vas" ucap kennan dingin
Kennan memang tidak menyukai hal hal yang bersangkutan dengan wanita termasuk bunga, tapi karena kennan sedikit menyukai harum bunga itu akhirnya ia membawanya.
Semua tangkai bunga telah ia masukkan..
"ini mau diletakkan disebelah mana pak" ucap Clarissa acuh
"letakkan di atas meja tamu" ucap kennan masih dingin
Tanpa banyak bicara Clarissa berjalan kearah sofa tamu disudut ruangan dan meletakkan vas itu diatas meja.
"masih ada lagi yang perlu saya kerjakan?" tanya Clarissa ketus
"duduk" ucap kennan menatap Clarissa dan menyuruh nya duduk di depannya
Setelah Clarissa duduk kennan mengangkat salah satu kakinya, tubuhnya bersandar ke belakang tangannya mengambil rokok lalu menyalakan nya.
"kamu harus ingat dengan kesepakatan itu, dan ada satu hal yang ingin saya sampaikan,,, nanti sepulang kerja beresi semua barang barang mu, saya sudah menyiapkan apartemen untuk mu" ucap kennan santai namun terkesan menyeramkan
"terima kasih atas kebaikan bapak, saya merasa nyaman tinggal di kontrakan yang saya tempati saat ini, dan untuk ini saya tidak akan pindah,oh ya bapak tidak perlu repot-repot mengatur masalah pribadi saya" ucap Clarissa kesal
"ok, kamu tinggal pilih ibu kamu atau tidak pindah, walaupun ibumu selesai operasi tapi tubuhnya sekarang bergantung pada alat alat medis dan jika saya menghentikan dana pengobatan nya maka semua alat medis akan dilepas dari tubuhnya,kamu pasti tau kemungkinan yang akan terjadi pada ibumu" jelas kennan dengan ancaman
Clarissa semakin kesal mau tak mau ia mengikuti kemauan kennan jika bukan karena ibunya dia pasti tidak akan pernah membuat kesepakatan dengan kennan.
Clarissa menghela nafas dengan kasar,ia menatap wajah kennan dengan berani...
"baik saya setuju,, kirimkan alamatnya" ucap Clarissa sinis dan bangkit lalu berjalan keluar.
Sebelum Clarissa sampai di pintu...
"nanti pulang kerja saya antarkan" ucap kennan tersenyum kemenangan
Clarissa tetap berjalan tanpa mendengar kan ucapan Kennan.
Sejak mengenal Clarissa entah mengapa dia merasa tidak kesepian lagi dan dia juga sangat menyukai ekspresi Clarissa saat marah dan kesal, sangat menggemaskan menurut kennan.
Satu hal lagi saat dirinya marah,emosi nya akan reda setelah melihat wajah Clarissa kesal.
Benar benar aneh dirinya sekarang.
Kennan melirik jam ditangannya, sekarang ada rapat dia beranjak dan pergi ke luar.
Saat Clarissa sudah kembali ke mejanya ia kesal,dia mengambil sebuah kertas kosong didepan nya dan meremasnya dengan kuat,lalu melemparnya ke samping tepat arah pintu.
Kennan yang keluar hampir saja wajahnya terkena bola kertas namun dengan cepat di menangkapnya.
Kennan melihat ke arah Clarissa dan benar saja Clarissa mengamuk, dia *******-***** kertas dengan kasar dengan mulut yang mengomel tidak jelas.
Melihat tingkah kekanakan Clarissa membuat hati kennan semakin baik,ia terhibur.
Karena takut telat dia melanjutkan langkahnya pergi melewati Clarissa dengan senyum menghiasi wajah tampannya.
Clarissa tak menyadari kehadiran kennan hingga kennan pergi.
Clarissa mengambil botol minumnya, setelah minum amarah nya perlahan reda.
Jam menunjukkan pukul 10.26 waktu makan siang hampir tiba.
Saat Clarissa masih sibuk dengan pekerjaannya, dari arah luar seorang pria berparas blasteran masuk dan mendekati meja Clarissa.
"selamat siang,, apakah direktur kalian ada didalam?" tanya si pri itu
Clarissa mendongak mengarah ke sumber suara, sedetik kemudian keduanya sama sama terkejut.
"kamu?" ucap pria itu
Dia adalah kakak lelaki Livia yaitu Bryan, sebelumnya keduanya sempat bertabrakan disebuah restoran,dan Bryan tak menyangka akan bertemu Clarissa lagi disini.
"kamu bekerja di sini rupanya," ucap Bryan
"iya" balas Clarissa tersenyum
Clarissa menyuruh Bryan masuk ke ruangan kennan,saat sampai di sana tak ada satu pun makhluk hidup didalamnya akhirnya dia memutuskan untuk keluar lagi.
Setelah mendengar ucapan Bryan Clarissa baru ingat bahwa kennan ada jam rapat tadi,dan karena kesal dia lupa mengingatkan kennan.
Clarissa menepuk pelan dahinya,,,, dan dia langsung memberitahu Bryan bahwa kennan sedang rapat.
Tujuan Bryan kesini ingin menjenguk adiknya Livia sekaligus menengok sahabatnya kennan.
Setelah bertemu dengan Livia, Bryan naik ke lantai atas untuk menemui kennan, tapi sayang orangnya lagi sibuk, akhirnya dia mengobrol dengan Clarissa.
Mulai dari berkenalan hingga bercerita banyak hal.