My Husband Is Big Boss

My Husband Is Big Boss
Bagaikan seorang simpanan



Seminggu sudah Clarissa tinggal di apartemen, dan kennan cuma 2 kali berkunjung ke apartemen Clarissa dikarenakan perusahaan sedang ada kendala jadi selama seminggu ini kennan sangat sibuk, Clarissa juga begitu.


Malam ini jam masih menunjukkan pukul 19.10, Clarissa sudah selesai menyelesaikan pekerjaannya.


Dia menutup laptopnya dan segera bangkit menuju dapur.


Clarissa memang suka memasak, malam ini dia akan membuat beberapa menu karena suasana hatinya sedang baik.


Beberapa makanan diantaranya dimsum dengan isian daging sapi, kwetiau,tahu mopo, dan ayam cincang gong bao tak lupa juga acar cabe rawit sebagai teman makan kwetiau.


Clarissa menggunakan celemek, lalu berjalan ke arah kulkas,dia mengambil bahan bahan untuk memasak seperti daging sapi, daging ayam,bakso,sosis,telur,tahu, mentimun, cabe rawit dan wortel. Kemudian dia mulai mencincang kasar daging dan sapi setelah itu mencucinya hingga bersih, dilanjutkan dengan momotong perbawangan.


20 menit berlalu dan 3 hidangan sudah selesai, Clarissa meletakkan nya diatas meja makan.


Sekarang tinggal membuat dimsumnya, Clarissa mulai mengadoni tepung untuk membuat dimsum.


Kennan baru saja masuk ke apartemen Clarissa, hidungnya disuguhkan aroma masakan yang lezat.


Semenjak Clarissa pindah ke sana rasanya kennan lebih suka tinggal di apartemen Clarissa dari pada di mansion nya, tapi karena beberapa hari ini dia sibuk,kennan baru sempat kesini 2 kali itupun sebentar.


Kennan meletakkan koper mini disofa ruang tamu, kemudian ia melangkah mendekati dapur.


Di atas meja makan tersaji 3 menu makanan lezat,kennan tersenyum melihatnya, dan kali ini waktunya sangat tepat untuk dia berkunjung.


Sengaja mengamati aktivitas Clarissa tanpa bersuara,ada perasaan aneh yang menjalar di tubuhnya, dia merasa suasana apartemen itu sangat hangat membuatnya betah disana.


Tangan Clarissa dipenuhi tepung sehingga dia sedikit kesulitan untuk menghalang anak rambut yang menutup matanya dan ada tepung yang menempel di wajahnya.


Melihat rambut Clarissa sedikit mengganggu aktivitas nya,tak sengaja kennan melihat sebuah gelang karet jadi dia mengambilnya.


Dia berjalan kebelakang Clarissa dan Clarissa masih belum menyadari kehadiran kennan.


Tangannya mulai mengumpulkan helai per helai rambut Clarissa, sedang Clarissa terkejut saat tiba-tiba rambutnya dipegang seseorang.


Sebelum kepalanya menoleh sebuah suara yang familiar terdengar di telinga nya.


"diam, jangan bergerak" ucap kennan sedikit tegas


Clarissa mengurungkan niatnya dan diam dengan patuh.


Setelah rambutnya selesai diikat barulah dia mulai mengeluarkan semua pertanyaan yang ada dibenaknya.


"sejak kapan bapak ada disini?, jangan bilang mulai tadi bapak merhatiin saya" tanya Clarissa penuh selidik


"kalo iya kenapa kalo nggak juga kenapa?" tanya balik kennan dengan mengangkat sebelah alisnya


"dasar bad boy, pria mata keranjang" omel Clarissa saat hendak berbalik


namun kennan mencegahnya...


"tunggu" ucap kennan


Clarissa lanjut menatap kennan, tanpa aba aba kennan langsung mengarahkan tangannya kewajah Clarissa tapi Clarissa menghindar.


"jangan bertindak kurang ajar ya pak, saya berani loh sama bapak kalo bapak tidak percaya bisa bapak buktikan sendiri" ucap Clarissa mengancam sambil mundur


Mata Clarissa tak sengaja melihat rolling pin dia segera mengambilnya.


"sekarang saya sudah siap jika bapak ingin berbuat macam-macam pada saya" ucap Clarissa sombong dengan mengayunkan rolling pin pada tangan satunya


Kennan tersenyum melihat tingkah Clarissa..


"kamu pikir saya pria mesum?" tanya kennan


"kan bapak memang pria mesum sana sini memeluk wanita" cibir Clarissa sinis


Kennan sudah berada di dekat Clarissa dengan cepat ia merampas rolling pin ditangannya dan langsung mengunci kedua tangan Clarissa.


Seketika tubuh nya gemetar...


"oh kamu cemburu saya memeluk wanita lain? kamu ingin saya peluk? ok saya turuti kemauan mu" ucap kennan di telinga Clarissa


Hembusan nafasnya membuat bulu kuduk Clarissa meremang.


Kennan saat ini ingin tertawa puas melihat tampang Clarissa seperti tikus tertangkap, dia mendekat kan tubuhnya, Clarissa memejamkan matanya,dan kennan mengambil sedikit adonan yang menempel di pelipisnya.


"buka mata mu, lihat ini," tunjuk kennan pada Clarissa


Clarissa hanya tersenyum kecut.


Kennan melangkah ke depan kulkas,ia membukanya dan mengambil minuman bersoda lalu meneguknya.


"dasar om om mesum" ucap Clarissa


Saat dimsum siap dikukus Clarissa kesulitan mengambil alat pengukusan karena dirinya pendek, dengan sigap kennan membantunya tubuhnya dan tubuh Clarissa saling menempel.


Deg... jantung keduanya sama sama berdetak kencang.


Setelah barang yang Clarissa butuhkan sudah ada didepannya tanpa banyak bicara ia langsung mengukus dimsum tadi dan mencuci secukupnya beras untuk dia masak.


15 menit akhirnya semua makanan siap disajikan Clarissa langsung membawanya ke meja makan.


Clarissa melirik ke arah kennan sekilas lalu kedapur lagi untuk mengambil 2 mangkok nasi.


"kamu sangat pengertian sekali, saya datang disambut dengan masakan lezat, inikah caramu mengungkapkan perasaan rindu" ucap kennan asal


"bukannya bapak ya yang datang tak diundang cuman ingin numpang makan? dan apa? rindu ih najis" ketus Clarissa


"ingat cinta berawal dari rasa tidak suka... mungkin sekarang masih sok sok an benci tapi suatu hari nanti bisa jadi kamu akan mengemis cinta saya" ucap kennan sambil menyumpit kwetiau perkataan itu lolos keluar dari mulutnya


"terserah,,,," ketus Clarissa mulai makan


"saya akan menaruh beberapa pakaian saya disini dan kamar utama akan saya tempati jika saya ingin menginap di sini" ucap kennan santai


Mendengar itu Clarissa hampir tersedak ia langsung meminum air disebelahnya.


"apa? bukannya bapak punya rumah ya ngapain tinggal disini?" cerca Clarissa tak percaya dengan perkataan kennan


"ini apartemen keluarga saya jadi suka suka saya mau tinggal atau tidak,,kamu harus ingat bahwa akan menuruti semua perintah saya, dan keinginan saya adalah perintah untukmu" ucap kennan masih santai


kalo seperti ini diriku bagaikan seorang simpanan dong batin Clarissa meratapi nasib


Ia menghela nafas sejenak sebelum berbicara...


"ok,,, waktu satu bulan hanya tinggal 20 hari lagi dan selepas itu kita tidak punya hutang satu sama lain" ucap Clarissa kesal


Setelah berdebat sedikit keduanya melanjutkan acara makan mereka sampai habis.


Semua peralatan makan sudah bersih Clarissa bergegas ke kamar tidur nya, sebelum tidur rutinitas malam nya yaitu skincare an.


Clarissa pun tidur nyenyak.


Disisi lain kennan menata pakaiannya dalam lemari,


malam ini dia berniat untuk bermalam di apartemen itu.


Keesokan harinya...


Clarissa bangun kesiangan akhirnya setelah mandi tanpa ganti baju dia langsung pergi ke dapur untuk membuat roti panggang dan susu.


Begitu pun dengan kennan ia terbangun saat ponselnya berbunyi itu adalah panggilan telepon dari Livia.


Yah akhir akhir ini Livia selalu menelponnya setiap pagi hari dan tujuan nya untuk membangunkan kennan.


Setelah selesai bersiap kennan membuka pintu dan keluar dari kamar nya untuk memastikan Clarissa sudah bangun atau belum.


Karena haus kennan pergi ke dapur untuk mengambil minum,, dia terkejut saat melihat Clarissa hanya menggunakan lilitan handuk ditubuhnya, kakinya yang mulus putih, dan sebagian punggungnya yang terbuka terlihat seksi menggoda ditambah dengan handuk kecil yang menutupi seluruh rambutnya.


Kennan berhenti sejenak dia menelan Saliva dengan susah....


mimpi apa semalam kenapa tiba-tiba bisa melihat bagian tubuh Clarissa batinnya


Kennan tersadar karena suara jeritan dari mulut Clarissa..


"aaaaaaa,,aaa,,,,aaaaaaa,,dasar om om mesum,CEO mesum" umpat Clarissa kesal


Kedua tangannya menutupi bagian dadanya yang mulus, Clarissa langsung bergegas pergi ke kamar nya untuk mengganti pakaian.


astaga kenapa aku bisa lupa kalo si om mesum ada disini,,oh tidak perawan ku,, kesucian ku huhuhu gumam Clarissa kesal sambil berpura pura menangis di depan meja rias.


Setelah selesai mengganti pakaiannya Clarissa langsung menuju meja makan ia sarapan dengan cepat dan setelah selesai ia berjalan untuk pergi ke kantor.


Langkahnya terhenti saat melihat kennan yang sudah siap tapi masih duduk santai disofa sambil memainkan ponselnya...


Kennan yang melihat Clarissa berhenti dan menatapnya dia langsung berdiri...


"ayo buruan keburu telat,, kita berangkat bareng" ucap kennan sambil melangkah ke pintu


"apa?,,,oh tidak perlu saya mau berangkat sendiri,kalo saya berangkat dengan bapak pas dilihat para karyawan wanita apalagi bendahara baru itu sudah dipastikan hidup saya tidak akan tenang, jadi saya mau berangkat sendiri dan saya sudah terbiasa" jelas Clarissa panjang lebar dengan mencibir


"saya tunggu dibawah cepetan" ucap kennan tegas dan berlalu meninggalkan Clarissa


Clarissa menghela nafasnya lalu mengejar langkah kennan yang cukup besar.