My Husband Is Big Boss

My Husband Is Big Boss
Tempat Tinggal Baru



Kennan baru selesai jam 2 setelah menghadiri acara rapat dan pertemuan para pemilik saham.


Dia berjalan menuju ruangannya, dilihatnya Clarissa sibuk dengan laptopnya.


Kennan menjatuhkan tubuhnya di sofa tamu ruangan nya, tubuhnya sangat lelah, beberapa menit berbaring kennan bangkit lagi dan duduk di meja kerjanya.


Jam waktu pulang tiba kennan membereskan barang-barang nya setelah itu mengambil tas kerjanya lalu pergi keluar.


Clarissa masih baru membereskan barang-barang nya...


"saya tunggu di bawah, jangan terlalu lama" ucap kennan dengan nada santai saat melihat Clarissa baru mengepak barangnya


Ia masuk ke dalam lift,, Clarissa memonyongkan bibirnya mendengar ucapan kennan,


Kali ini hidup dan mati ibunya berada ditangannya.


Sebab jika Clarissa bertingkah sembarangan dan membuat kennan marah, sudah pasti biaya pengobatan ibunya akan terputus.


Setelah membereskan barang-barang nya Clarissa mengambil tasnya dan melangkah menuju lift.


Dilobi kennan sedang menunggunya di dalam mobil,


karena malas ribut sama kennan Clarissa segera masuk ke dalam mobil itu.


Mobil melesat pergi meninggalkan area perusahaan melewati jalanan yang lumayan padat.


Beberapa menit kemudian mobil berhenti di depan sebuah rumah sederhana ukuran nya tidak kecil juga tidak besar, tatakannya rapi, halaman nya bersih, walaupun sederhana tapi terlihat indah.


"5 menit harus sudah siap kalau belum siap jangan salahkan aku jika bertindak" ucap kennan yang melihat Clarissa hendak turun


"kita lihat saja nanti," tantang Clarissa


Clarissa masuk ke dalam kontrakan nya dia mulai berberes barang barang nya.


Karena barang barang nya tidak terlalu banyak itupun hanya pakaian dan barang makeup nya jadi 40 menit setelahnya dia sudah siap.


Diluar, sambil menunggu Clarissa kennan melihat lihat halaman rumah yang bersih dan rapi, pagarnya dikelilingi beberapa jenis bunga dan tanaman yang lain.


"perempuan yang pintar segalanya" puji kennan tanpa sadar tapi hanya dengan gumaman


Clarissa keluar dengan 2 koper,1 koper berukuran besar dan yang satunya lagi berukuran kecil.


Dengan sigap supir yang menunggu di luar mobil langsung membuka pintu bagasi dan mengambil koper Clarissa.


Setelah semuanya dirasa beres, mobil kembali berjalan meninggalkan pekarangan kontrakan Clarissa.


Tak lama mobil berhenti di depan gedung apartemen tinggi dan bagus, supir turun dan segera membukakan pintu untuk kennan dan Clarissa.


Melihat gedung tinggi yang sangat bagus mata Clarissa sampai tak berkedip untuk sesaat,kennan yang melihat Clarissa tertinggal di belakang hanya tersenyum samar sambil menggelengkan kepalanya.


"belum pernah lihat apartemen bagus?" cibir kennan mengejek


Clarissa tak menggubris perkataan kennan seolah ia tidak mendengar apapun,dengan santainya dia berjalan masuk melewati kennan.


Sampai dimeja resepsionis Clarissa berdiri menunggu kennan yang sedang berjalan ke arahnya.


Kennan memberikan kartu namanya dan resepsionis itu juga memberikan sebuah cardlock berwarna biru padanya.


Seorang keamanan disana mengantar kennan, Clarissa,dan supir yang membawakan koper milik Clarissa kelantai 28.


Keamanan itu menunjuk sebuah kamar disampingnya.


"kamarnya disini tuan,kalo begitu saya permisi dulu, jika butuh apa apa tuan bisa langsung panggil saya" ucapnya ramah


"baik pak, terima kasih" ucap Clarissa


"sama sama nona" balas keamanan itu dan segera berlalu dari sana


Kennan menggesek kartu yang diberikan resepsionis tadi dan pintu terbuka.


Keduanya masuk ke dalam untuk melihat lihat kondisi apartemen nya,sang supir juga ikut masuk dan meletakkan 2 koper milik Clarissa, dia juga segera berlalu pergi.


Clarissa dengan riang pergi melihat lihat tempat tinggal barunya mulai dari dapur,kamar tidur, dan ruangan lainnya, juga mengecek peralatan peralatan yang ada di sana.


Awalnya sih dia memang tidak ingin pindah tetapi siapa yang tau kalo tempat yang akan ditinggalinya sangat bagus.


Karena apartemen yang Clarissa tempati adalah kamar apartemen VIP jadi ruangan yang dimilikinya cukup besar dan barang barang nya juga lengkap layaknya sebuah rumah.


Memiliki 2 kamar tidur masing-masing mempunyai kamar mandi didalam, dapur yang menyatu dengan ruang makan, ruang tamu,ruang keluarga dan 1 kamar mandi luar.


Kennan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Clarissa dia berbaring dengan nyaman dan handphone ditangannya,tak lupa juga sebungkus rokok dimeja.


Dia memilih kamar kedua untuk ia tempati, didalamnya sudah ada lemari yang berada diruang ganti.


Clarissa mulai menata pakaiannya dilanjutkan dengan menata skincare juga peralatan makeup nya.


Jam 19.42 Clarissa baru selesai membereskan apartemen nya sampai dia lupa dengan sosok kennan.


Clarissa berjalan menuju ruang tamu dan benar saja kennan masih belum pulang malah dia tertidur pulas disofa.


Saat tidur pun wajahnya masih terlihat tampan dan menurutnya lebih tampan kennan saat sedang tidur, karena saat kennan tidur ekspresi wajahnya berubah menjadi tenang dan damai.


Samar samar Clarissa tersenyum melihat kennan yang tertidur pulas terlihat sekali seperti kecapekan, saat asyik memandangi wajah kennan rasa lapar mulai menyerangnya, perutnya berbunyi,dia pergi ke dapur dan membuka kulkas.


Tidak ada satupun bahan masakan disana juga kebetulan dia ingin memakan mie daging sapi akhirnya dia terpaksa harus membelinya di supermarket.


Untungnya juga letak supermarket tak terlalu jauh, bisa ditempuh dengan berjalan kaki.


Setelah siap mengganti pakaian nya dia pergi keluar dan menutup pintu dengan pelan.


5 menit Clarissa sampai di supermarket dia bergegas masuk, walaupun tidak terlalu besar tapi barang yang dijual cukup lengkap mulai dari bahan dapur hingga cemilan dan minuman.


Clarissa mengambil mie lanzhou beef ramen beberapa, lanjut mengambil telur, sedikit sayuran, daging sapi, ikan, cemilan dan terakhir minuman.


Setelah membayar dia langsung bergegas kembali ke apartemen.


Clarissa membuka pintu,kennan masih tertidur,ia kembali menutup pintu dengan pelan dan langsung pergi ke dapur.


Setelah selesai menata barang belanjaan nya dia lanjut memasak mie yang sudah dibelinya tadi lalu menggoreng telur mata sapi.


Beberapa menit kemudian Mie siap disajikan, Clarissa meletakkan nya di atas meja makan sedang ia mengambil minuman dingin dikulkas.


Kennan sayup sayup mencium aroma mie daging sapi , karena perutnya lapar ia bangkit mencari sumber bau, setelah sampai dimeja makan kennan menemukan semangkuk mie dan sumpit yang masih bersih.


Matanya berbinar kebetulan tadi dia tidak sempat makan siang, dengan kalap kennan memakan mie itu.


Clarissa membawa sebotol minuman bersoda, matanya melotot saat dia melihat mienya dimakan oleh kennan, perasaan kesal menjalar ditubuhnya.


"astaga,,, siapa yang nyuruh bapak memakan mie saya?" ucap Clarissa kesal


Kennan langsung menoleh ke belakang dan mendapati Clarissa yang sedang marah,ia hanya mengangkat bahunya acuh lalu melanjutkan aktivitas makannya.


"ternyata seorang CEO juga tidak punya aturan" sindir Clarissa dengan tangan dilipat dan tubuhnya menyender ke meja tepat disamping kennan


Kennan masih tak bergeming, setelah mangkuknya bersih baru ia bangkit membawa mangkuknya dan menaruhnya di wastafel.


Kennan mengambil minuman didalam kulkas dan langsung meneguknya hingga habis.


Kini ia berjalan mendekat ke arah Clarissa dengan ekspresi sulit ditebak, Clarissa sedikit merinding ia juga tak bisa mundur lagi sebab tubuhnya sudah menyender di meja.


Semakin dekat Clarissa semakin panik dengan sigap ia langsung menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya.


Dalam hati kennan semakin senang mengerjai Clarissa,kini tubuhnya sudah menempel dia sengaja menggerakkan wajahnya seakan ingin mencium Clarissa.


"bapak mau ngapain??" ucap Clarissa sedikit gemetar


"saya akan memberitahumu bagaimana sikap tak tahu aturannya seorang CEO" ucap kennan didepan telinga Clarissa dengan suara mengerikan


"jangan kurang ajar ya pak" ketus Clarissa sedikit takut


Kini jarak antara wajah kennan dan Clarissa sangat dekat,kennan ingin mengerjai Clarissa dan membuatnya marah.


Kennan perlahan mendorong kepalanya agar mendekat ke kepala Clarissa.


Sontak Clarissa semakin panik dia memejamkan matanya.


Kennan tersenyum karena tingkah konyol Clarissa,ia hanya ingin mengerjainya saja jadi saat Clarissa memejamkan mata kennan mundur dan menjauhi Clarissa.


Beberapa detik kemudian Clarissa membuka matanya karena tak terjadi apapun dan kennan entah sejak kapan telah pergi dari hadapannya.


"dasar pria mesum,pria nakal" umpat Clarissa marah


Kennan lagi lagi tersenyum mendengar Clarissa mengumpat kesal didspur.


Dengan berat hati dia kembali membuat mie yang sama untuk dirinya,, setelah siap Clarissa langsung melahapnya.


Cucian mangkok sudah bersih sekarang adalah waktunya untuk dia tidur, Clarissa berjalan pergi ke kamarnya namun kennan masih belum juga pulang.


"ini sudah malam, nanti kalau bapak ingin pulang kunci pintunya," ucap Clarissa sinis


Seharian berurusan dengan kennan membuatnya tambah lelah sehingga sesampainya di kamar Clarissa melemparkan tubuhnya ke kasur king size empuk, dan perlahan dirinya mulai tertidur.