My Husband Is Big Boss

My Husband Is Big Boss
Sahabat Lama & Mantan pacar pertama



Setelah kennan berganti pakaian nya dengan pakaian rumah,,, tiba-tiba telepon nya berdering saat dilihat adalah nomor tak dikenal,,,dia langsung meletakkan kembali hpnya dan pergi ke dapur untuk mengambil vodca yang ada di dalam kulkas.


Ketika dia kembali hp nya lagi lagi berdering dan si penelepon adalah nomor yang sama ,,kennan hanya melihat nya sebentar dan tak ada niatan untuk mengangkatnya.


Dia duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya,, jarinya mulai menari diatas keyboard,,tak lama hp nya berdering lagi dan seperti sebelumnya tetap nomor tak dikenal yang menelpon,, karena kesal akhirnya dia mengangkatnya.


"halo,,,Ken apakah ini kau??" suara si penelepon


"khmm,,,siapa" balas Kennan


"masa kamu lupa sama sahabatmu sendiri,,, coba deh diingat" ucap si penelepon lagi


Setelah berpikir sedikit akhirnya dia mengingat sosok penelpon adalah Brian sahabatnya.


"ada apa Bri??" ucap kennan tanpa basa-basi


"ternyata kamu belum berubah juga ya (hahaha,,,,) aku ada dibandara sekarang,, bisakah kalau kita bertemu untuk melepas rindu" ucap Brian


"dimana??" jawab kennan


"cafe yang sering kita kunjungi saat SMA" balas Brian


"ok" balas juga kennan singkat dan mematikan sambungan telepon.


Dia segera mengganti pakaian nya dengan celana jeans hitam kaos putih yang dibalut dengan jaket kulit hitam tak lupa juga kacamata hitamnya.


Dia turun dari kamarnya yang berada di lantai atas menuju garasi,, saat tiba di garasi tatapan nya jatuh ke mobil Ferrari merah metalik,, setelah pintu terbuka ia masuk dan mobil itu mulai berjalan menjauh dari halaman mansion.


Resto HotPot....


Kennan masuk ke dalam resto diiringi tatapan para pengunjung wanita,,,dia menoleh kanan kiri sebentar dan terlihat lambaian tangan dari Brian,,kennan langsung melangkah ke meja itu.


Selain Brian disana juga ada sosok perempuan,,, sudah pasti Livia,,,dia merupakan adik kandung Brian.


Saat sudah sampai dia langsung menarik kursi untuk duduk,,, dan mata Livia tak lepas sedikit pun dari kennan.


"halo bro,,, bagaimana kabarmu??kalo dilihat lihat makin tampan dan keren" puji Brian yang dibalas senyuman samar


Brian menyodorkan buku menu pada kennan,, setelah kennan memilih makanan dan minumannya dia mendorong sedikit buku menu ke meja didepannya,,Brian melihat itu dia mengerti dan memanggil pramusaji untuk memesan makanan yang mereka pilih.


"btw kamu sudah pacar? kekasih? tunangan? atau mungkin sudah beristri?" tanya Brian penuh selidik


"urusan wanita belakangan aku masih ingin menikmati masa muda ku"jawab kennan dengan santai


"cihhh,,, atau jangan jangan kamu masih belum bisa move on dari Livia?? ayo ngaku.. kebetulan dia juga masih jomblo" ejek Brian bercanda


Kennan hanya menatapnya saja,, saat Brian menyadari adiknya bengong menatap kennan ia melambaikan tangan didepan wajahnya dan Livia akhirnya sadar.


Bukannya tidak merasa tapi kennan hanya memilih diam saat dirinya terus menerus ditatap oleh Livia.


Livia adalah mantan pacar kennan waktu SMA,,dia merupakan cinta pertamanya begitu juga dengan Livia,, namun hubungan mereka harus kandas karena Livia harus melanjutkan kuliahnya di New York dan sejak saat itu mereka tidak pernah bertemu lagi sampai saat ini.


Sebenarnya bukan putus tapi karena mereka hilang kontak akhirnya mereka saling mengubur perasaan mereka dalam dalam,,,dan saat ini mereka kembali dipertemukan, akankah mereka bisa bersama kembali???


akankah kennan masih menyimpan perasaan terhadap Livia??


"kamu kenapa?? rindu melihat kennan??" canda Brian menggoda adiknya,,


pipi Livia merona dan karena takut dilihat kennan dia langsung menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"kamu akan menetap disini atau mau kembali lagi ke Seattle??" tanya kennan


"kuliah ku sudah selesai dan besok aku sudah bisa masuk kerja" balas Brian


"kerja dirumah sakit mana?" tanyan kennan lagi


"di RSUD dekat sini" ucap Brian


"ohhh,,, baguslah" balas kennan,,


Hening beberapa saat,, akhirnya Livia mulai bersuara setelah sekian lamanya diam dan hanya mendengarkan omongan antara kennan dan Brian.


"m..mm...kamu apa kabar" tanya Livia setelah beberapa kali mengurungkan niatnya untuk bertanya kepada kennan


Sontak kennan dan Brian mengalihkan pandangannya ke arah Livia,,, ekspresi muka kennan sulit diartikan.


"aku juga baik,, sudah lama tak jumpa,kamu makin tampan saja" ucap Livia jujur dengan pipi merona


Kennan yang melihat sedikit tingkah malu malu Livia juga merasa grogi


"aku biasa saja masih tetap sama" balas kennan


Mendengar itu Livia tambah merona namun tak berselang lama,,,,


Seorang pramusaji datang dengan nampan berisikan pesanan mereka,,,dan setelah itu mereka mulai menyantap makanan mereka tanpa bersuara sedikit pun.


"mmm,,, perusahaan kamu butuh karyawan lagi nggak??kalo ada lowongan aku boleh masuk??" tanya Livia disela sela makan


kennan sedikit terkejut dan hampir tersedak makanannya...ia segera menormalkan kembali ekspresi wajahnya


"kenapa tidak bekerja di perusahaan papi mu saja" balas kennan sambil meminum minuman nya


"papi maunya sih gitu,, tapi aku pengen bekerja di perusahaan lain,,pengen cari pengalaman" ucap Livia tersenyum manis


"khm,,,Ken aku ke kamar mandi dulu ya" sela Brian melihat keduanya mulai mengobrol


Dia hanya berharap mereka bisa kembali bersatu seperti dulu,, jadi dia meluangkan waktu untuk mereka ngobrol.


Kennan hanya mengangguk,, begitu juga Livia,,,,,


Brian beranjak pergi ke toilet meninggal kan kennan dan Livia yang masih diselimuti rasa canggung.


"ada,,,dibagian bendahara kalo kamu memang benar mau besok boleh mengantarkan surat lamaran kekantor ku" ucap kennan


Karena senang Livia beranjak dan langsung memeluk kennan,,Kennan menerima tapi tak membalasnya.


Entah kenapa saat seperti ini jantung nya tidak sama seperti dulu dia pacaran dengan Livia,,kalo dulu berdekatan saja jantungnya akan berdegup kencang tapi beda dengan sekarang,,,dan saat ini kennan tidak merasa hal seperti itu.


Apakah dia masih cinta kepada Livia atau hanya sekedar peduli padanya tanpa mempunyai perasaan sama seperti dulu??


Karena merasa tidak nyaman ditempat umum berdekatan seperti itu akhirnya kennan melepaskan pelukan Livia,,,


Livia mencium pipi kennan dan kennan menerimanya tanpa mengubah ekspresi wajahnya.


Kemudian mereka kembali melanjutkan aktivitas makannya.


Setelah makanan habis kennan melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 17.25,,,


Kennan menelpon Brian.....


"bri kamu dimana??" tanya kennan setelah panggilan tersambung


"aku ditelpon papi disuruh kekantor nya jadi aku minta tolong kamu antarkan Livia ya kerumah" jelas Brian berbohong,,,


"ok,,," balas kennan lalu menutup panggilan nya


"Brian ditelpon papimu disuruh kekantornya,,dia menyuruhku untuk mengantar mu pulang" ucap kennan yang sudah berdiri


Livia tersenyum,, dan mengangguk,,


entah mimpi apa dia semalam hingga saat ini dia bisa bertemu dan berduaan dengan kennan.


Lalu Livia juga berdiri dari kursi dan tanpa malu lagi dia menggandeng lengan kennan dengan manja layaknya sepasang kekasih.


Mereka pergi menuju kasir untuk membayar bill tagihan makan mereka setelah itu mereka melangkah pergi keluar resto.


Mereka berdua menjadi pusat perhatian pengunjung resto dan ada sepasang mata melihat mereka yang seperti sedang bergandengan mesra menuju pintu keluar resto.


Disisi lain Brian yang sudah melihat keduanya telah pergi,,ia berjalan menuju pintu keluar namun tak sengaja dia menabrak seseorang dan dengan sigap ia langsung menangkap nya,,, mereka saling memandang sesaat dan buru buru wanita itu keluar dari rengkuhan tangan Brian.


Yah wanita itu adalah Clarissa,,dia yang ingin pergi ke toilet tak sengaja bertabrakan dengan Brian.


"maaf,,, apakah Anda kamu tidak apa-apa?" tanya Brian spontan


"nggak papa kok" balas Clarissa tersenyum samar lalu melangkah pergi ke toilet


Brian masih menatap punggung Clarissa hingga menghilang dikoridor,, baru pertama kali dia melihat wanita cantik namun sederhana mungkin dia juga baik hati pikir Brian tersenyum mengingat kejadian barusan.


Dia melanjutkan langkahnya pergi dari resto ini.