
Disebuah perusahaan besar yang berada di New
York seorang pria berkulit putih dengan rambut pirang kecoklatan sedang berbicara di telepon. Pria itu tersenyum senang kala mendengar gadis yang diincarnya selama 3 tahun ini bisa ia temukan.
"terus kau awasi mereka ingat jangan sampai terlewat kan sedikit pun tentang mereka terutama gadis itu" ucapnya pada orang diseberang telepon
"kau bebas mau kau apakan gadis itu asal jangan sampai membuat nya mati karena itu adalah urusanku"
Pria itu menutup telponnya dengan perasaan senang.
"ternyata cukup hanya dengan 1 umpan aku sudah bisa menarik 2 ikan sekaligus" ucapnya dengan seringaian licik
"lihat saja nanti bagaimana aku membalasmu adik kecilku" ucapnya dengan senyum licik
"sebentar lagi kau akan merasakan apa yang aku rasakan" lanjutnya
"dan kau kennan hari kehancuran mu akan segera tiba" lanjutnya dengan tersenyum smirk
Clarissa kembali mengecek total keuangan perusahaan dan membandingkan nya dengan yang ada di laptopnya dan di kertas data yang dipegangnya.
Matanya membulat sempurna setelah perbandingan antara keduanya sangatlah jauh berbeda.
Memang sekilas semua tampak sama dan tidak ada bedanya namun jika lebih diteliti juga diprediksi lebih rinci lagi totalnya akan jauh berbeda,ini merupakan sebuah trik pintar untuk menjadi seorang koruptor
Jadi selama setahun ini ada korupsi di perusahaan? kenapa beruang kutub tidak menemukan kesalahannya? jumlahnya sangat besar untung saja perusahaan tidak bangkrut batinnya.
"siapa yang melakukan semua ini? mungkinkah manager keuangan atau direktur keuangan?" gumamnya
Setelah Clarissa selesai mengecek data keuangan dia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ruangan kennan tak lupa juga dengan berkas keuangan perusahaan dan laptop yang ada ditangannya.
tok,,tok,,,tok,,,,
Clarissa mengetuk pintu...
"masuk" suara kennan dari dalam
Clarissa menggeser pintu didepannya dan melangkah masuk menghampiri meja kennan.
Clarissa memberikan berkas yang sebelumnya kennan berikan padanya.
"setelah saya teliti dan saya prediksi secara rinci ternyata data dalam berkas ini tidak sama dengan yang ada di laptop saya. Total keuangan perusahaan dalam setahun ini mengalami penurunan dana yang cukup besar,bisa direktur periksa" jelas Clarissa secara profesional
Clarissa menyodorkan berkas tersebut dan membuka laptop miliknya untuk diperlihatkan kepada kennan.
Clarissa mulai menjelaskan secara rinci data data keuangan perusahaan dari bulan ke bulan selama setahun terakhir.
Kennan mendengarkan penjelasan Clarissa dengan fokus, setelah benar ditemukan adanya perbedaan jauh antara laporan diberkas dan dilaptop tangannya mengepal kuat hingga garis halus ditangannya terlihat.
"menurut saya diperusahaan ini ada yang sengaja korupsi dengan dana perusahaan, jika yang menangani segala keuangan perusahaan adalah tanggung jawab manager keuangan, direktur keuangan, dan bendahara perusahaan. Mungkin salah satu diantara merekalah pelakunya" ucap Clarissa.
"masalah ini biar saya yang urus, sekarang kamu boleh keluar" ucap kennan
"baik direktur, saya permisi" pamit Clarissa
Clarissa berjalan keluar membawa laptop nya,,
ya Tuhan berilah aku kesabaran menghadapi direktur beruang kutub itu tidak ada ombak tidak ada angin sikapnya berubah ubah huft,,,batin Clarissa sembari menghela nafas.
Didalam kennan sangat marah, entah kenapa dia baru menyadari nya sekarang itupun sekretaris nya yang menemukannya.
"rupanya ada yang ingin bermain main dengan ku,,ok kita lihat saja nanti" gumam kennan dengan tersenyum smirk khasnya
Tak lama pintu terbuka menampilkan sosok cantik Livia yang sedang tersenyum manis ke arah kennan.
Livia menghampiri kennan yang sedang berdiri didepan jendela kaca besar menghadap balkon dengan sebatang rokok yang terselip diantara jari telunjuk dan jari tengah.
Dengan manja Livia memeluk kennan dari belakang,,
"lepaskan" ucap kennan tegas
Livia tetap memeluknya namun lebih erat dari sebelumnya,ia menempelkan dagunya dibahu kennan.
Karena kesal kennan langsung melepas tangan Livia dengan kasar.
"kennan kenapa kamu berubah" tanya Livia matanya sudah berkaca-kaca
Selama ini dia masih sabar menghadapi perlakuan kennan yang acuh tak acuh padanya, tapi sekarang tidak lagi,dia akan menentang siapa saja yang ingin merebut kennan dari dirinya.
"jika tak ada hal penting silahkan keluar" ucap kennan dingin
"tidak,,aku tidak akan keluar sebelum kamu menjelaskan semua sikap acuh mu itu padaku" balas Livia
Tanpa membalas ucapan Livia kennan langsung keluar dari ruangannya.
"sekarang kau bersikap acuh padaku apa karena perempuan murahan itu?" teriak Livia sinis saat kennan hampir sampai di depan pintu
Kennan tetap tak menggubris perkataan Livia,ia tetap berjalan ke pintu dan keluar.
Livia sangat marah dengan kennan sekarang apa lagi sama si Clarissa, seluruh badannya memanas karena marah, dengan wajah marah ia keluar dari ruangan kennan.
Saat didepan meja Clarissa dia hanya menatapnya sinis dan tajam seakan ingin membunuh.
Clarissa tersenyum saat melihat Livia keluar dari ruangan kennan,tapi sepertinya wanita itu sedang marah terbukti dari tatapan membunuh yang diperlihatkannya pada Clarissa.
"hmmm,,,sikap sepasang kekasih itu benar benar aneh" gumam Clarissa lalu kembali fokus pada layar laptop didepannya
"barusan si beruang kutub jantan sekarang si betina,,huft" ucap Clarissa sambil menggelengkan kepalanya
Jam pulang telah tiba, Clarissa masuk ke dalam lift.
Dilobby mobil BMW putih menunggunya yah siapa lagi kalau bukan Richard.
Hubungan keduanya semakin hari semakin dekat, Awalnya Richard ingin memulai hubungan baru dengan Clarissa, tapi Clarissa menolak nya cepat, Clarissa menceritakan semua tentang kesepakatan dan surat perjanjiannya dengan Kennan.
Mendengar penjelasan Clarissa tangan Richard mengepal, Richard mengusulkan untuk mengganti semua biaya rumah sakit ibunya pada kennan namun lagi lagi Clarissa menolak.
Akhirnya Richard menurut saja pada Clarissa, yang penting kennan tak berbuat macam-macam padanya.
Clarissa langsung masuk ke dalam mobil Richard dengan senyum manisnya.
Jam menunjukkan pukul 01.56 ponsel Clarissa tiba tiba berdering, dengan mata yang masih tertutup Clarissa mengambil ponselnya di atas nakas.
Ia mengangkat panggilan tersebut, posisinya masih berbaring...
"halo?? siapa malam malam gini nelpon tidak jelas, ganggu orang tidur saja tau nggak?" ucap Clarissa kesal
Diseberang sana kennan yang mendengar perkataan Clarissa sedikit melengkungkan bibirnya baginya membuat Clarissa kesal sudah menjadi salah satu hobinya.
"khmm,,tolong buatkan saya jadwal besok untuk rapat bersama manager dan direktur keuangan," ucap kennan dengan santai
Mendengar itu mata Clarissa terbuka lebar sempurna,, bagaimana bisa seenaknya seorang direktur menyuruh nya malam malam seperti ini membuatkan jadwal untuk besok?
"ya ampun,,pak ini masih jam berapa?itu tugas biasanya saya kerjakan besok di kantor bukan sekarang" ucap Clarissa kesal
"saya tidak menerima penolakan sebaiknya kamu pikirkan tentang ibumu sebelum menolak permintaan saya" balas kennan santai kali ini lengkungan bibirnya terlihat jelas
"dasar beruang kutub, CEO Playboy, om om mesum,bikin kesal saja" umpat Clarissa
Ingin sekali rasanya kennan melihat wajah kesal Clarissa...
"cepat,,,5 menit selesai dan kirimkan ke email saya" ucap kennan sambil tersenyum
"ok" ucap Clarissa singkat tapi terdengar sangat ketus
Clarissa langsung mematikan sambungan telepon, dengan gontai ia beranjak dari kasur mengambil laptopnya.
5 menit kemudian jadwal yang kennan minta sudah selesai segera Clarissa mengirimnya ke kennan lewat email.
Kini matanya tak bisa diajak kompromi akhirnya Clarissa tertidur lagi dengan laptop diperlukannya.
Keesokan harinya...
Masih sama dengan yang kemarin kemarin nya, setiap pagi Richard akan menunggu Clarissa dilobby apartemen nya begitu juga sebaliknya saat jam pulang kerja Richard akan menjemputnya.
Dengan semangat Clarissa turun dari apartemen nya menuju lobby dan benar saja Richard sudah menunggunya sejak 5 menit yang lalu.
Setelah masuk, mobil pun melaju dengan kecepatan standart menuju perusahaan Dimitri Group.
Hari tepat jam 07.25 Clarissa harus mengikuti kennan untuk rapat bersama menager dan direktur keuangan. Clarissa mempersiapkan semua berkas yang dibutuhkan dan tak lupa dengan laptopnya.
Kennan keluar dari ruangannya dengan tangan dikedua saku celananya.
"apa semua berkasnya sudah siap?" ucap kennan santai saat berada di depan meja Clarissa
"sudah direktur" jawab Clarissa Sambil mengangguk
Kennan langsung berjalan menuju lift diikuti Clarissa yang mengekor dibelakang nya.
Diruang rapat yang hanya terdiri dari 4 orang, tanpa basa basi kennan langsung bertanya pada manager keuangan dan direktur keuangan.
"siapa diantara kalian yang korupsi dengan dana perusahaan" ucap dingin tatapannya menajam ke arah 2 orang didepannya
Aura membunuh terpancar dari tatapan kennan, suasana ruangan rapat terasa sesak.
Direktur keuangan berkeringat dingin dan sedikit gemetar tapi serileks mungkin dia menormalkan segala kegugupan nya.
"maaf sebelumnya direktur, dari laporan berkas yang saya lihat semua baik baik saja tak ada satupun yang salah" ucap direktur keuangan
Kennan mengangkat sedikit tangan nya memberi isyarat pada Clarissa yang langsung diangguki oleh sekretarisnya itu.
Clarissa menghidupkan layar laptopnya yang otomatis langsung layar proyektor didepan mereka juga menyala.
Clarissa maju ke depan layar proyektor dan menjelaskan secara rinci tentang data keuangan perusahaan yang ada didalamnya.
Setelah selesai Clarissa kembali berdiri di samping kennan...
"direktur keuangan apakah Anda masih tidak ingin mengaku" ucap kennan tegas dengan tatapan membunuh
Seketika tubuhnya kembali gemetar, direktur keuangan tak bergeming karena ketakutan.
Kennan mengambil ponsel dari saku celananya dan terlihat dia menelepon seseorang.
"halo Jack,, apakah Chester sudah diberi makan?" ucap kennan pada orang diseberang telepon
"......."
"aku akan memberinya daging segar, cepat kau jemput ke perusahaan" ucap kennan
Clarissa masih kebingungan tapi dia paham tentang daging segar adalah direktur keuangan, Clarissa bergidik ngeri sedangkan direktur keuangan seakan mematung karena ketakutan.
"apa motif mu melakukan korupsi" tanya kennan dingin
"tidak ada" ucap direktur itu seakan ketakutan nya tadi lenyap dan hanya berganti dengan ekspresi licik
"cihhh,,, katakan siapa yang menyuruhmu melakukan ini,,kau sudah bertahun tahun bekerja di perusahaan ini dan baru kali ini kau melakukan korupsi" ucap kennan tersenyum smirk
"hahaha,,,ada atau pun tidak ada yang menyuruh ku kau tetap akan membunuh ku benar tidak" ucapnya dengan tertawa
Tak lama pintu ruangan diketuk...
tok,,tok,,tok,,,
"masuk" ucap kennan dia yakin bahwa itu adalah Jack bawahannya
Benar saja seorang pria muda dengan tubuh atletis berkaos hitam polos dilapisi jaket kulit berwarna coklat masuk diikuti 2 orang berkaos hitam.
Mereka menunduk memberi hormat pada kennan.
"bawa dia dan berikan pada Chester katakan padanya ini adalah hadiah dariku" ucap kennan dengan seringaian menakutkan
Dengan patuh mereka menyeret direktur keuangan untuk dibawa ke mansion milik kennan.
Clarissa menelan salivanya dengan susah sontak mundur beberapa langkah dari kennan,,dia sedikit syok mengetahui sikap kennan yang sangat kejam begitu juga dengan manager keuangan yang ketakutan sedari tadi dan hanya menunduk.
astaga,,, benar benar kejam CEO ku ini,, Clarissa mulai sekarang jaga jarak darinya dan jangan bermain main dengan nya jika dirimu tidak ingin menjadi daging segar untuk Chester,,,batin Clarissa dengan mengelus dadanya
Kennan keluar dari ruangan itu,, setelah sedikit jauh barulah Clarissa mengekor.