My Husband Is Big Boss

My Husband Is Big Boss
Harta Warisan



Di sebuah mansion mewah kota New York tampaklah 3 orang pria, 2 diantaranya masih muda sedangkan satunya merupakan paruh baya.


Mereka duduk di suatu ruangan kerja yang mewah dan luas dengan diselimuti suasana mencekam.


"sudah Daddy putuskan bahwa harta warisan dan semua aset aset keluarga Salim akan dibagi rata jika nanti kalian sudah menikah" ucap pria paruh baya itu


"tapi dad,,,aku adalah anak pertama harusnya aku yang mendapatkan warisan lebih banyak" geram salah satu pria muda itu


Dia adalah anak pertama dari keluarga Salim dan yang satunya merupakan anak kedua namun keduanya lahir dari perut wanita yang berbeda.


"kalian adalah putra kandung ku, darah dagingku jadi sudah seharusnya aku bersikap adil kepada kalian, dan kamu Michael ingatlah dia adikmu" ucap pria paruh baya dengan nada sedikit lebih tinggi


"apa,,apa Daddy bilang? dia adik ku? sampai matipun aku tak Sudi mengakuinya" ucap pria muda yang bernama Michael


plakkk...


Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi kanan Michael hingga menyisakan bekas kemerahan disana.


Michael langsung memegang pipinya yang terasa panas, ekspresi wajahnya benar benar marah dan kecewa menatap sang Daddy didepannya.


"Daddy bilang harus bersikap adil? tapi mana buktinya? semenjak kehadiran wanita j****g itu Daddy sudah melupakan ku,,Daddy lebih menyayangi wanita j****g itu sedangkan aku, saat itu aku masih seorang anak kecil berusia 4 tahun dimana anak seusiaku lebih membutuhkan kasih sayang dari pada si j****g itu sampai akhirnya lahirlah anak sialan ini yang menambah kau lebih mengacuhkan aku dan membuangku,,apa kau masih ingat?" ucap Michael berdiri dengan mata memerah dan senyum smirk yang menakutkan


Pria paruh baya itu terdiam membisu mendengar ucapan putranya,,memang fakta bahwa setelah dia bertemu dengan seorang perempuan yang disukainya sampai harus berselingkuh dari istrinya,, dia melupakan semua tanggung jawab seorang ayah dan suami,, hingga hubungannya diketahui sang istri dan akhirnya sang istri memilih bunuh diri.


Dia pun masih tetap mengacuhkan putranya Michael, sampai akhirnya lahirlah putra keduanya dari si perempuan selingkuhannya,, sejak saat itu dia seakan akan membuang seorang Michael kecil yang masih membutuhkan kasih sayang.


"cukup,,, jangan pernah lagi kau memanggil mommy ku dengan sebutan j****g,, sudah cukup selama ini aku selalu menghormati dan menghargai mu sebagai seorang kakak walaupun pada dasarnya kau sangat membenciku,," marah pria muda satunya yang sedari tadi hanya diam saja


"dan jika bukan karena kesalah pahaman yang terjadi waktu itu,,,aku tidak akan berpisah dengan kekasihku sampai dia membenciku dan meninggalkan aku,, satu persatu orang yang aku sayangi pergi bukankah itu kemauan mu?? bagaimana, apakah kamu sudah puas?" ucapnya lagi


"seharusnya kau sadar diri,,di dalam keluarga ini kaulah penyebab masalah karena kau lahir dari seorang perempuan simpanan, apakah kau sadar bahwa kau adalah anak haram?" ucap Michael sinis dengan tatapan matanya yang tajam


"dan satu lagi aku tidak akan pernah puas sampai kau benar benar menderita,, masalah kekasihmu,, aku sudah mengetahui keberadaan nya jadi keselamatannya ada pada tanganku" ucap Michael menyeringai


"jangan sampai kau berani menyakitinya walaupun seujung jari, menyentuhnya sedikit pun aku akan menghancurkan mu" ucap pria muda itu dengan wajah merah padam


"apakah kau mampu?? jika kau ingin dia selamat syaratnya hanya 1" tantang Michael tersenyum jahat


"apa,," jawab pria muda


"serahkan semua harta warisan mu padaku,, mudah bukan,,, hahahaha" ucap Michael tertawa menakutkan


"jika kau menginginkan itu langkahi dulu mayatku" balas pria muda


"CUKUP" teriak pria paruh baya yang sedari tadi menonton adu mulut kedua putranya


Kedua pria muda itupun sontak menoleh pada sang Daddy yang sudah terlihat marah..


"KALIAN KELUAR SEKARANG JUGA" teriaknya marah


Akhirnya Michael dan pria muda pun keluar dari ruang kerja sang Daddy.


 


Dikamar,,, pria muda itu terus memikirkan perkataan Michael.


Semua perkataannya berputar putar di dalam otak,,


dirinya tau bahwa dari dulu,, apapun perkataan dan keinginan Michael dia akan terus berusaha sampai mendapatkannya, dan bagaimana pun caranya.


Wajah cantik Clarissa tiba tiba terlintas di pikiran nya yang membuat dirinya semakin takut untuk kehilangan sosok tersebut.


Sudah cukup 3 tahun kehilangannya, dan sekarang dia tidak akan tinggal diam lagi jika suatu hari perkataan Michael benar benar nyata.


Tok,,tokk,,tokk


Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya..


"maaf tuan muda,, makan siang sudah siap,tuan besar dan tuan muda Michael sudah ada disana" ucap seorang maid


"aku lagi malas untuk makan dibawah,, tolong antarkan saja makanannya ke sini" ucap nya sedikit berteriak


"baik tuan muda Richard" balas si maid


Dan berlalu pergi meninggalkan kamar tuannya.


Richard mengambil ponselnya di atas nakas dan jari jemarinya mulai mencari nama seseorang yang akhir akhir ini membuatnya senang.


tutt,,Tut,,tuttt,,,


Panggilan video tersambung tampaklah wajah imut Clarissa memenuhi layar ponselnya.


"selamat siang Sa" ucap Richard tersenyum


"siang juga" balas Clarissa juga tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya


"gimana? apa pekerjaanmu baik baik saja?" tanya Richard antusias


"khmm,, ya bisa dibilang seperti itu,,,,,,,,,,,,


btw ada apa nih tumben vicall" ucap Clarissa sambil bertanya


"ada apa ya?? coba tebak?" balas Richard balik bertanya


"au ah gelap" jawab Clarissa memonyongkan bibirnya


"hehehe,,ini masih siang sayang,,ups maaf" ucap Richard tersenyum kikuk karena keceplosan memanggil Clarissa dengan sebutan sayang


"iya disitu siang disini sudah jam 10 malam huft" jawab Clarissa memutar bola matanya jengah


"aku rindu sa" ucap Richard tersenyum jahil


"rindu sama siapa?tumben sekali" balas Clarissa menaikkan satu alisnya


"Rindu kamu" ucap Richard lagi


Hening beberapa saat...


"ngaco deh,, udahlah aku mau tidur dulu sudah malam ini,,,besok banyak kerjaan" jelas Clarissa


Senang? pastinya,, rupanya Richard juga sedang merindukan dirinya.


Tapi perasaan senang itu berbeda dengan perasaan sewaktu dulu mereka berpacaran.


"aku serius sa,,apa kamu masih ingat perkataan ku waktu itu di restoran?" balas Richard sambil bertanya dengan tatapan serius


Clarissa hanya menganggukkan kepalanya,, jujur dia senang saat mengetahui kebenaran dibalik kesalah pahaman tahun itu,, dan mendapat perhatian kembali dari seseorang yang pernah menjadi kekasihnya membuat dia bahagia.


Tapi entah kenapa perasaan kali ini berbeda,, mungkinkah hatinya telah menutup pintu untuk Richard??


"Sa,,sa,,saaa" panggil Richard saat melihat Clarissa melamun


"eh iya¿,,, sudah dulu ya Richard aku ngantuk sekali" ucap Clarissa beralasan diiringi dengan menguap yang dibuat buat


"ok,, semoga mimpi indah,, selamat malam sayang" ucap Richard dan sengaja menyebut kata sayang


"malam juga,, bye" balas Clarissa melambaikan tangannya


Sedetik kemudian panggilan terputus.


Dari luar terdengar suara ketukan pintu...


tok,,tok,,tok,,,


"masuk" ucap Richard


Tak lama seorang maid muncul di depan pintu dengan nampan berisikan makanan dan segelas air.


Disisi lain Clarissa masih bingung memikirkan perasaannya pada Richard yang mengapa bisa berubah.


Dia tak bisa tidur, sudah beberapa kali dirinya mencoba memejamkan matanya namun tak bisa.


Akhirnya dia bangkit dari tempat tidur dan mengambil remote lampu untuk memastikannya.


Visual Richard Salim