My Husband Is Big Boss

My Husband Is Big Boss
Benar Benar Pria Aneh



Senang rasanya setelah semua aktivitas hari ini selesai dikerjakan,, begitulah yang dirasakan oleh Clarissa sekarang, ditambah semua unek unek didalam hatinya selama ini telah terjawab.


Clarissa membaringkan tubuhnya di kasur king size yang empuk, entah mengapa hatinya terasa damai setelah mengetahui kebenaran dari kesalah pahaman antara dirinya dan Richard.


Jujur dia akui perasaan sayang pada Richard masih tersisa di hatinya karena pada dasarnya dia adalah orang pertama yang menjadi pacar Clarissa.


Bukan hanya itu sikap lembut, perhatian, dan pengertian seorang Richard mampu meluluhkan hati Clarissa yang antis dengan pacaran.


Beberapa menit berbaring santai akhirnya Clarissa memutuskan untuk mandi karena badannya yang sudah terasa sangat lengket.


Jam menunjukkan pukul 18.00, Clarissa berjalan menuju dapur untuk memasak makan malam,dia menghampiri kulkas, saat dibuka tidak ada satupun bahan masakan kecuali cabai.


Dengan terpaksa akhirnya Clarissa harus turun untuk membeli bahan masakan di supermarket terdekat.


Awalnya kennan ingin melengkapi kulkas tiap hari dengan bahan masakan yang akan diantar oleh pekerja dimansionnya namun Clarissa menolak keras karena dia bukan istri atau pun kekasih kennan jadi menurutnya hal itu tidak pantas.


Hembusan angin malam yang menyejukkan hati, Clarissa berjalan dengan riang sesekali bernyanyi untuk menambah keindahan suasana malam.


Clarissa masuk ke dalam supermarket, dia mulai memilih beberapa bahan masakan untuk stok selama seminggu.


Diseberang supermarket nampak mobil Bugatti Hitam terparkir dengan rapi,sipemilik menurunkan sedikit kaca mobilnya untuk melihat ke arah supermarket.


Tak lama seorang wanita yang diperhatikannya keluar dengan senyum menghiasi wajah cantiknya.


Yah wanita itu adalah Clarissa sedangkan pemilik mobil mewah yang terparkir di seberang supermarket adalah kennan.


Tak sengaja Clarissa melihat seorang nenek yang terjatuh tak jauh dari tempat ia berdiri.


Clarissa langsung menghampiri nenek itu dan segera menolongnya..


Melihat barang dagangan nenek itu berserakan di tanah, Clarissa merasa kasihan,dia menuntun nenek itu agar bisa duduk di bangku tak jauh dari tempat si nenek jatuh.


"nenek tidak apa apa?" tanya Clarissa sedikit khawatir


"tidak apa apa kok cu" jawab nya dengan suara khas wanita lansia sambil tersenyum


"itu jualan nenek atau gimana" tanya Clarissa lagi


"iya cu,itu jualan nenek hari ini, belum ada satupun yang laku dari pagi sampai sekarang" ucapnya sedih dengan menitikkan air mata


Kali ini hati Clarissa benar benar ikut sedih mendengar penjelasan nenek itu,,


ya Tuhan terima kasih karena engkau masih mencukupi ku dan memudahkan ku mencari uang batinnya mengucap syukur


"em,, nenek sudah makan?" tanya Clarissa lagi


"belom cu,, karena barang dagangan nenek belom ada yang laku jadi nenek gapunya uang buat beli makan" jelas si nenek


"dari pagi sampai sekarang nenek belom makan?" tanya Clarissa


Si nenek hanya mengangguk sedih, karena kasihan Clarissa menyuruh nenek menunggu disana dan Clarissa masuk ke dalam supermarket lagi untuk membeli beberapa roti dan air minum.


Clarissa memberikannya pada si nenek, dengan senang nenek itu mengucapkan terima kasih pada Clarissa,tak lupa Clarissa memberikan sisa uang belanjanya pada si nenek.


Betapa terharu nya nenek itu atas kebaikan Clarissa, karena dijaman sekarang orang yang peduli terhadap sesama hanya 10% saja.


Clarissa memberhentikan taksi untuk mengantar nenek itu pulang.


Sepasang mata elang terus memperhatikan sikap Clarissa dari pertama keluar supermarket sampai ia kembali pulang, siapa lagi kalau bukan kennan. Tanpa sadar pria itu menarik sudut bibirnya menampilkan sebuah senyuman samar, melihat pemandangan yang sangat langka seperti yang dilakukan Clarissa membuat kennan sedikit bangga entah apa motifnya tapi itulah yang dia rasakan. Lalu mobil mewah itupun dalam sekejap menghilang di ruas jalanan.


Hari ini kennan kesal pada Clarissa dikarenakan saat makan siang tadi Clarissa melanggar perjanjian yang dibuat olehnya yaitu bertemu dengan pria selain dirinya.


Akhir akhir ini perasaan aneh selalu mengganggunya dan itu membuat kennan bingung sendiri.


Malam ini dia tidak berniat mengunjungi apartemen Clarissa rasa marah dan kesal masih ada dan bayangan Clarissa dengan sosok pria lain masih tergambar jelas dalam pikiran nya, akhirnya tujuan nya saat ini adalah mansion miliknya.


Awalnya malam ini kennan akan menginap disana karena sudah 3 hari dia tidak mengunjungi apartemen mewah milik keluarganya.


Tadi pagi pagi sekali Clarissa sudah bangun, karena jam kerja tersisa lumayan banyak akhirnya dia memutuskan untuk memasak sarapan mie ramen.


Setelah sarapan siap Clarissa langsung bersiap untuk mandi namun ada WeChat masuk,ia membukanya dan ternyata itu Richard yang menawarkan untuk mengantarnya.


Richard : Selamat pagi Rissa👋 kalau boleh nanti berangkat kerja aku anterin ya...


Clarissa : emmm,,, boleh deh nanti aku share lokasi apartemen ku😊


Richard : siap😎


Clarissa menutup ponselnya dia berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


15 menit Clarissa sudah siap dengan setelan blouse lengan panjang berwarna pastel lavender yang dipadukan dengan rok span grey muda tak lupa juga high heels berwarna cream yang dipakai nya memberikan kesan stylish feminim, sangat cantik.


Dia pergi ke meja makan untuk sarapan setelah selesai Clarissa langsung turun ke lobby apartemen.


Sesuai janji Richard sudah stand by di lobby apartemen Clarissa.


Clarissa masuk ke dalam mobil, tampilannya yang seperti ini sungguh memikat para kaum pria untuk meliriknya.


Richard sampai tak berkedip melihat cantiknya Clarissa seperti ini hingga ia kembali tersadar karena panggilan Clarissa.


Mobil melesat pergi menjauhi area apartemen.


Saat jarum jam menunjukkan pukul 06.04 kennan sudah berada di ruangannya, sudah lama dirinya tak menikmati suasana pagi seperti sekarang ini.


Kennan sedang berdiri didepan jendela full kaca besar yang menghadap balkon, dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku celananya.


Kennan mengambil sebatang rokok dari saku celananya lalu ia menyalakan nya.


30 menit berlalu,kennan masih setia berdiri di sana,tak lama terlihat mobil BMW putih berhenti di lobby kantor.


Awalnya kennan tak tertarik tapi setelah melihat Clarissa keluar dari mobil itu rahangnya mengeras,ya mobil itu adalah mobil yang sama dengan mobil yang kemaren hari mengantar Clarissa juga, karena emosi kennan memutar balik badannya menuju kursi kebesarannya.


Disisi lain setelah mengucapkan terima kasih pada Richard Clarissa langsung berjalan memasuki kantor tempatnya bekerja.


Dia mulai mengerjakan tugas nya,,tak lama telepon berbunyi secara spontan Clarissa segera mengangkat panggilan tersebut.


Dari sebrang telepon terdengar suara dingin direkturnya yaitu kennan yang menyuruhnya datang ke ruangan CEO.


Clarissa beranjak dari tempat duduknya dan pergi masuk ke dalam ruangan CEO,tak lupa ia mengetuk pintu dan setelah terdengar suara "masuk" barulah Clarissa menggeser pintu kaca didepannya.


Didalam aura yang sangat dingin dan mencekam membuat Clarissa sedikit bergidik,ia berdiri di depan meja kennan.


"iya direktur ada apa?" tanya Clarissa


Tanpa basa basi kennan sedikit melempar berkas ke arah Clarissa dan membuat Clarissa terkejut.


"periksa ulang laporan keuangan perusahaan Minggu ini dan Minggu kemaren,," ucap kennan dengan dingin


si beruang kutub kenapa?kok sikapnya hari ini aneh seperti sedang marah? ah sudahlah lebih baik segera keluar sebelum menjadi beruang kutub betina batin Clarissa langsung mengambil berkas itu.


"baik direktur, kalau begitu saya permisi" ucap Clarissa ramah


Kennan tak membalasnya ia tetap fokus menatap layar laptop didepannya.


Karena tak ada respon akhirnya Clarissa berbalik dan segera pergi dari ruangan itu.


Kennan menggosok rambutnya gusar entah mengapa dirinya seperti ini,dia bingung tak mengerti.


Tadi sewaktu Clarissa masuk mata kennan tertuju pada Clarissa yang menggunakan setelan stylish namun terlihat feminim, rambutnya yang dikucir kuda asal menambah keindahan garis wajah seorang Clarissa.


Kennan yang melirik nya sekilas sedikit tercengang dengan kecantikan alami dari wajah Clarissa, namun karena takut ketahuan oleh Clarissa akhirnya kennan berusaha kembali fokus pada laptopnya.


"astaga kenapa hari demi hari sikap nya semakin aneh? kadang hangat, kadang baik,dan sekarang sikap dinginnya yang dikeluarkan,,huft benar benar aneh si beruang kutub" gerutu Clarissa dimeja kerjanya.