
Di kota New York lampu sebuah kamar tidur masih menyala, sedangkan sang pemilik asyik menikmati keindahan malam kota ini dari balkon kamar tersebut disertai hembusan angin malam yang tenang membuat nya merasa damai.
Kennan merogoh saku celananya mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang,,,
Setelah panggilan tersambung barulah dia bersuara..
bagaimana? tanya kennan pada penelpon diseberang
.........
bagus,, aku harap secepatnya bisa dilakukan ucap kennan
...........
iya, aku sudah tau, biarkan saja ucap kennan sedikit kesal
Lalu sejurus kemudian ia mematikan sambungan telepon itu tanpa menunggu jawaban dari lawannya di seberang telepon,, kennan kembali menatap keindahan kota New York dan sesekali melihat ke arah langit yang penuh dihiasi bintang bintang.
Saat matanya menangkap sebuah bintang yang sangat terang diantara lainnya, tiba tiba kennan merindukan sosok wanita yang telah berhasil membuat nya tersenyum walaupun yang ia tampakkan samar tapi dihatinya sangatlah terhibur akan kekesalan wanita itu, yang sekarang menjadi hobinya.
Rasa kesepian nya selama ini sedikit terisi karena hadirnya wanita itu, siapa lagi kalo bukan Clarissa.
yah hanya dia yang berhasil mengetuk pintu hatinya dalam waktu dekat ini disaat hatinya kosong tak terhuni.
Beberapa menit kemudian ponsel disaku celananya kembali berbunyi, ia merogoh sakunya dan mengambil ponselnya.
Diatas layar tertulis "my dad" segera kennan menekan tombol hijau di ponsel nya itu.
halo,,dad ada apa tanya kennan to the point
Son,,apa Bastian sudah memberitahu mu tentang undangan pesta ulang tahun Livia? tanya Andra
iya dad sudah,,aku hanya akan mengirimkannya hadiah saja, karena aku akan pulang lusa jelas kennan
oh baiklah kalau begitu,, ini sudah larut son cepatlah tidur peringat sang ayah
iya dad,,kau tidak perlu khawatir balas kennan cepat
ya sudah,,dad tutup dulu telepon nya ucap Andra mengakhiri panggilan
ok dad balas kennan singkat
Tak lama panggilan terputus,,
Akhirnya kennan melangkah masuk ke dalam kamar nya.
Sebelum tidur dia mengirimkan sebuah pesan pada Bastian untuk mengirimkan hadiah pada Livia.
Kennan : belikan aku set perhiasan sekarang juga
Bastian : tapi boss,,jam sekarang mana ada toko perhiasan yang buka
Kennan : itu urusanmu
Bastian : lagian kalau kita belinya besok pasti banyak toko perhiasan yang buka
Kennan : aku tak mau tau
Bastian : dasar Frozen
Kennan : kau berani dengan Chesster?
Bastian : ehh tidak bos,, aku hanya bercanda, baiklah kalau begitu aku berangkat
Kennan : bungkus,, itu untuk hadiah
Bastian : baik big bos
Setelah selesai berkirim pesan dengan Bastian asistennya akhirnya kennan memutuskan untuk tidur, karena jam sudah menunjukkan pukul 02.00.
Sedangkan disisi lain Bastian masih mengumpat kesal dengan perintah si bos nya itu.
Sekarang iya mengemudikan mobilnya berkeliling kota yang luas itu mencari toko perhiasan, namun tetap saja hasilnya nihil.
dasar Frozen jam segini mana ada toko perhiasan yang buka? umpat Bastian kesal sambil mengacak rambutnya frustasi
lagian wanita yang mana sih minta perhiasan malam malam gini gerutu Bastian
mungkinkah Clarissa? tapi sangatlah tidak mungkin dia adalah wanita yang berkepribadian sederhana,,lalu siapa?? huftt gerutunya lagi
Untuk menghilangkan kesalnya sementara, Bastian melihat insta story teman WhatsApp nya dan jarinya berhenti di insta story temannya yang bernama Nasha.
Temannya tersebut membuat story jejeran perhiasan yang terjual dimana tempatnya bekerja.
Bagaikan nemu barang berharga sampai Bastian senang kegirangan.
yes..yes.. akhirnya ketemu juga ucapnya senang
Tanpa berlama-lama lagi dia langsung menekan tombol ikon telepon,, sedikit lama Bastian menunggu panggilan tersambung sampai akhirnya terdengar suara seorang wanita dengan ciri khas bangun tidur.
halo,,ada apa Tian kau mengganggu tidurku tengah malam seperti ini? ucap Nasha dengan suara serak khas bangun tidur yang terdengar kesal
maaf sha,,mm aku boleh minta tolong gak, please mohon Bastian
minta tolong apa? cepat katakan aku masih mengantuk balasnya dengan tidak sabar
kau kan bekerja di toko perhiasan top di kota ini,,, jadi aku ingin membeli set perhiasan malam ini juga apa kau bisa? ucap Bastian sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
apa?? kamu mabuk??,, besok saja, memang kunci tokonya ada ditangan ku tapi jika sampai bos tau aku bisa kehilangan pekerjaan ku jelas Nasha yang kini sudah berganti posisi duduk
ayolah sha,,aku bayar 2x lipat bagaimana? tawar Bastian dengan memohon
tapi,,,, ucapan nasha terpotong oleh Bastian
hanya membutuhkan waktu sebentar saja,,kau langsung bungkus kan set perhiasan termahal di tokomu itu dengan cantik lalu beres ucap Bastian memaksa
ok baiklah,,,kau ada dimana?? kata nasha
aku ada didepan toko tempat mu bekerja ucap Bastian
kalo begitu sekarang jemput aku biar lekas kelar,,,,,,,,,,,
aku sudah mengirimkan lokasi apartemen ku kau cepatlah datang ucap Nasha
ok ok aku berangkat sekarang balas Bastian setelah melihat sharlok yang dikirimkan oleh Nasha
Sedetik kemudian panggilan telepon telah terputus,,buru buru Bastian menancapkan gas menuju apartemen Nasha.
***
Kini keduanya sudah berada di toko perhiasan tempat Nasha bekerja, kebetulan ada set perhiasan terbaru yang dikirimkan tadi siang ke toko itu sudah dipastikan harganya sangat mahal.
Dengan terampil Nasha membungkus perhiasan tersebut hingga menciptakan hasil yang memuaskan setelahnya ia memberikan paper bag itu pada Bastian.
ini ucap Nasha menyerahkan paper bag berwarna violet pada Bastian
Bastian langsung saja menerima paper bag itu dan menyodorkan black card pada Nasha.
Beberapa detik kemudian semua pembayarannya sudah lunas, akhirnya mereka berdua pun keluar dari toko itu.
Bastian mengantar Nasha ke apartemen nya, setelah itu dia langsung menancapkan gas menuju apartemen miliknya.
***
Akhirnya semuanya sudah kelar kini dia bisa menutup matanya untuk menjelajahi alam mimpi.
Keesokan malamnya tepatnya pukul 18.00 aula pesta sudah dipenuhi para tamu undangan yang sebagian adalah karyawan kantor Dimitri group.
Tak ketinggalan juga beberapa reporter juga hadir di acara itu.
Nita menggandeng lengan Clarissa masuk ke dalam aula yang didekorasi sedemikian rupa.
Sesampainya di dalam mata Clarissa tak bisa berkedip melihat mewahnya dekorasi gedung tersebut, banyak para tamu undangan mulai dari kalangan menengah sampai atas.
Tak lama Livia menghampiri Clarissa dan Nita, ia menyambut ramah 2 orang itu.
Tak lupa keduanya memberikan selamat pada Livia dan menyodorkannya kotak hadiah untuknya.
Setelah menerima hadiah dari Clarissa dan Nita, Livia mempersilahkan keduanya untuk menikmati berbagai makanan dan minuman yang tersaji di sana lalu ia pamit undur diri.
Acara yang sangat meriah ini disiarkan secara langsung bukan hanya di stasiun televisi negara saja melainkan stasiun internasional juga menampilkan acara tersebut.
orang kaya mah beda ucap Clarissa tiba-tiba sambil meminum jusnya
benar,, kenapa? apa kau ingin ulang tahunmu dimeriahkan seperti ini tanya sahabatnya Nita dengan mengedipkan sebelah matanya
jika memang itu terjadi aku tidak akan menggunakan uang itu untuk membuat pesta seperti ini lebih baik disimpan dan dibagikan kepada panti asuhan atau orang orang yang membutuhkan karena diluar sana tanpa kita sadari masih banyak orang yang kelaparan jelas Clarissa panjang kali lebar
Nita yang mendengar ucapan sahabatnya hanya terperangah,, hal inilah yang membuat dirinya memilih seorang Clarissa sebagai sahabatnya.
***
Saat ini kennan sedang santai didalam kamar nya dengan menonton televisi, karena acaranya tidak ada yang bagus kennan terus menekan tombol remotenya sampai akhirnya berhenti di salah satu stasiun televisi internasional yang menyiarkan langsung acara ulang tahun yang meriah.
Kennan hanya menanggapinya dengan senyum smirk khasnya tetapi dia tidak mengubah acara televisi tersebut.
Tak sengaja disana terlihat sosok Clarissa sedang menikmati makanan dan minuman yang ditemani seorang wanita sebaya dengan nya.
Entah mengapa tiba-tiba perasaan kennan tidak enak, dia tau selama ini Clarissa menjadi rival Livia dan Livia akan menyingkirkan siapapun musuhnya jika berada di sekitarnya.
Kennan beranjak dari tempat tidur mengambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas lalu menelepon seseorang.
Setelah selesai bertelepon dia langsung meraih jasnya dan berjalan terburu-buru keluar mansion.
***
Kini tibalah saatnya pemotongan kue, disana Livia ditemani mami,papi dan kakaknya untuk memotong kue.
Sesudah itu dia menyuapkan kue yang sudah dipotong kepada mami,papi dan juga kakaknya.
Acara demi acara telah dilewati, kini tibalah pada acara dansa.
Lampu yang semula terang kini berubah menjadi lampu dansa dan tak lama alunan musik menggema dipenjuru ruangan beberapa pasangan mulai berdansa dan seterusnya.
Livia duduk di kursi dengan menatap Clarissa benci dan tersenyum licik ke arahnya.
Beberapa menit berlalu akhirnya Livia berdiri dan bertepuk tangan tiba tiba lampu kembali terang seperti semula.
Livia naik ke atas pentas, meraih mikrofon dan mulai mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan.
Terima kasih untuk semua yang telah berkenan hadir di acara ulang tahun saya..
saya sangat senang malam ini karena diusia saya yang ke 26 tahun, saya masih bisa merasakan kebahagiaan yang tiada duanya seperti sekarang ini.
Bukan hanya sekedar pesta ulang tahun biasa tapi juga bisa dikatakan acara untuk pemilihan pasangan.
Bukankah diantara kalian ada yang saling jatuh cinta satu sama lain??
tanya Livia
ada... jawab para tamu undangan
memang benar di acara ini bukan hanya 3 orang menemukan pasangan mereka tapi lebih dari itu kini mereka menjadi sepasang kekasih.
benar bukan... malam ini saya sangat bahagia namun disisi lain juga merasa sedih dikarenakan kekasih saya tidak bisa hadir di acara ini *ucap Livia lagi dengan memasang wajah sedih.
Clarissa yang mendengar celotehan Livia yang tak bermutu merasa muak*.
tapi sudahlah,, yang penting kalian semua sudah berkenan menemani saya di acara ini,, sekali lagi terima kasih ucap Livia sedikit membungkukkan badannya
Harapan saya kali ini hanya satu yaitu semoga teman dekat saya bisa segera bertemu dengan jodohnya, dia adalah wanita baik dan juga cantik luar dalam, wanita yang ceria dan cerdas,,, dia bernama Clarissa ucapnya sambil melihat ke arah Clarissa
Sontak semua mata tertuju padanya dan membuat Clarissa kesal.
Livia turun dari pentas menuju meja dimana Clarissa sedang duduk, lalu ia menggandeng tangan Clarissa mengisyaratkan untuk berdiri.
Karena sekarang dirinya sedang menjadi pusat perhatian mau tak mau dia menuruti Livia.
Sebelumnya Nita menggelengkan kepalanya tapi Clarissa mengangguk mengisyaratkan untuk tidak khawatir.
Sekarang keduanya sudah berada di atas pentas, sungguh kali ini Clarissa baru sadar kalau Livia menjebaknya secara samar.
Semua mata yang melihat sosok Clarissa kagum dengan kecantikan alami wajah nya.
Bryan yang melihat Clarissa sedang bersama Livia hanya bisa menatapnya tanpa berkedip.
Malam ini Clarissa menggunakan gaun selutut berwarna dongker berlengan pendek yang sangat cocok dengan kulit putihnya.
Rambutnya sengaja ia gerai dan hanya sedikit saja dibagian dekat telinga yang dikuncir, tak lupa jepit rambut mutiara berbentuk pita kecil juga menghiasi rambutnya.
Terlihat sederhana namun cantik luar biasa.
bagaimana cantik tidak? tanya Livia
sedangkan Clarissa sudah mengepalkan tangannya.
cantik sekali jawab para tamu undangan
mendengar kata "cantik sekali" tertuju pada Clarissa membuat hati Livia memanas.
saya telah menyiapkan banyak bunga mawar untuk kalian yang ingin menjadi pasangan teman saya,, jika dia menerima bunga tersebut maka orang itulah yang bisa menjadi kekasihnya jelas Livia
Tak lama 2 orang pelayan membawakan bunga mawar bertangkai dengan jumlah banyak dan meletakkan nya dimeja besar.
sekarang kalian boleh memulai nya ucap Livia
Para tamu undangan lelaki yang masih muda langsung mengambil bunga mawar itu dan mereka berlarian mendekati Clarissa.
Bryan kalah telak ia masih tidak menyangka mengapa adiknya melakukan hal memalukan seperti ini, sedang Nita mulai panik, bingung dan khawatir melihat Clarissa dikerubungi para lelaki.
Beberapa menit kemudian seorang pria jakung yang tampan menerobos kasar kerumunan itu, wajahnya sangat marah, tak sedikit para pria melawan nya tapi mereka semua berhasil ditaklukkannya.
Setelah sampai di depan Clarissa, ia langsung menariknya ke dalam dekapan nya lalu melirik tajam ke arah Livia.
Kennan,,,, kenapa kamu bisa disini ucap Livia gemetar mendapat tatapan tajam dari kennan.
Kennan tak menjawab pertanyaan Livia, kali ini dia benar benar marah.
Kennan membawa Clarissa pergi yang masih berada di dekapannya, saat ini barulah Clarissa merasa lega dan tenang setelah apa yang terjadi barusan membuatnya takut bukan main.
Nita juga bernafas lega dan segera mengekor dibelakang kennan.