MY FIRST LOVE Story

MY FIRST LOVE Story
Bersedih



“ Sarapan dulu non…” sapa Ida yang sedang menata makanan di atas meja saat melihat kedatangan Kezia.


Kezia berjalan menuju meja makan. Ditariknya salah satu kursi dengan perlahan dan duduk di sana. Diliriknya dua piring yang berada di depan kursi Eliana dan Martin. Semuanya masih bersih. Kezia menelan ludahnya dengan berat. Semalam tidak ada kabar sama sekali dari Martin dan Eliana masih belum mau menemui Kezia.


“ Mamah gag sarapan bi?” tanya Kezia sambil menggigit roti isi yang ada dihadapannya.


“ Bibi udah panggil, tapi katanya nanti kalo lapar juga keluar.” terang Ida. Kezia menghela nafas dalam. Ia menikmati sarapannya dalam kesepian.


“ Maafin mamah ya bi,” Ujar Kezia tanpa memandang Ida.


Kezia tau, dari isi perkataan Ida , Eliana pasti menyampaikan dengan nada suara yang tidak menyenangkan. Ida hanya mengangguk sambil tersenyum.


Di teguknya susu coklat yang ada di hadapan Kezia. Kezia mengeluarkan kaca mata yang berada di dalam tasnya lalu memakainya. Hari ini Kezia memakai kacamata untuk menutupi matanya yang bengkak karena menangis semalaman.


“ Aku berangkat bii, tolong panggilkan pak mad..” pinta Kezia sambil beranjak dari kursi.


“ Baik Non…” jawab Ida sambil berlalu


Kezia melangkahkan kakinya menuju garasi dan tampak Pak Mad sudah berada di balik kemudi. Kezia membuka pintu segera dan duduk di kursi belakang. Tanpa berbicara pak mad pun mulai menginjak pedal gas. Mobil berjalan dengan kecepatan sedang. Sesekali Pak mad melirik Kezia melalui Kaca spion. Tampak Kezia memejamkan matanya sepanjang perjalanan.


*****


Masih cukup pagi Kezia sudah sampai sekolah. Jam tangannya menunjukkan jam 06.30, lebih cepat 30 menit dari jam masuk. Kezia berjalan menelusuri koridor sekolah. Tampak ada beberapa siswa yang sudah datang dan beberapa petugas kebersihan yang masih membersihkan lingkungan sekolah.


“ Keyyy!!” panggil seseorang dari arah belakang. Kezia pun menoleh.


Tampak Tyo berlari ke arahnya. Sebuah senyum manis menyapa Kezia dengan penuh kehangatan.


“ Pagii key…”


“ Pagii kak…” jawab Kezia yang berusaha membalas senyum Tyo.


“ Kamu kenapa key? Matamu kayaknya bengkak?” tanya Tyo sambil memperhatikan Kezia lekat-lekat. Kezia


memalingkan wajahnya.


“ Aku gag pa-pa kak. Duluan ya kak…” tutup Kezia sambil berlalu. Tyo hanya terpaku melihat Kezia yang berlalu begitu saja dari hadapannya.


“ Kamu kenapa key? Aku cemas semaleman kamu gag bisa dihubungin…” lirih Tyo dalam hati. Tyo mematung, memandangi sosok Kezia yang semakin menjauh dari pandangannya.


*****


Bell istirahat berbunyi dan para siswa pun berhamburan keluar kelas. Sementara Kezia masih terdiam di kelasnya dengan wajah menelungkup di atas meja.


“ Keyyy, kamu gag istirahat?” tanya Difa sambil mengelus lengan Kezia.


Perlahan Kezia membuka matanya. Kini matanya sudah tidak terlalu bengkak.


“ Iyaa hayuu istirahat” Jawab Kezia dengan lemas sambil mengangkat badannya terduduk.


“ Mau bareng aku, apa temen-temen kamu? Mereka udah nunggu di luar tuh!” terang Difa sambil tersenyum. Kezia mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk kelas. Tampak Dena melambaikan tangannya pada Kezia.


“ Kayaknya aku bareng mereka fa, soryy yaa…” jawab Kezia dengan menyatukan tangannya di depan dada.


“Santai aja key, gag pa-pa ko…” jawab Difa sambil mengusap bahu Kezia. Kezia bergegas bangkit dari tempat


duduknya dan menghampiri ketiga sahabatnya.


“ Yukk!” seru Sherly sambil melingkarkan tangannya di bahu Kezia. Kezia hanya tersenyum.


“ O iya, nanti sore  lo jadi kan datang ke pesta ulang tahunnya anis?” tanya Dena memecah kesunyian.


“ Jadii dong….. Lo dateng kan key?” jawab sherly sambil menyenggol lengan Kezia. Kezia hanya mengangguk


sambil tersenyum.


Tanpa Kezia ketahui, Sherly dan Kania mengangkat alisnya ke arah Dena. Mereka merasa aneh melihat Kezia yang begitu pendiam. Melihat kelakuan Sherly dan Kania, Dena hanya mengangkat bahunya tanda tidak mengerti.


Tak berselang lama, mereka sampai di kantin sekolah. Mereka segera menempati meja biasanya.


“ Gue pengen nasi soto aja sama es jeruk?” jawab Dena. “ Lo key?” lanjut Dena sambil memberikan menu pada Kezia


“ Sherly duluan aja, gue masih belum tau makan apa.” Jawab Kezia sambil mendorong daftar menu dengan jari


telunjuknya.


“ Gue udah kenyang, denger suara lo barusan” Jawab Sherly sambil tersenyum


Kezia pun tersenyum dengan mata berkaca-kaca.


“ Sorry…”  Kezia berdiri sambil memeluk ketiga sahabatnya. Kezia tahu, ketiga sahabatnya mencemaskannya. Kezia yang biasanya ceria, kini belum bicara sepatah katapun.


“ Kalo lo udah siap cerita, kita siap dengerin kok!” terang Dena sambil mengacak rambut Kezia. Kezia hanya


mengangguk sambil tersenyum ketir menahan tangis.


“ Okeeyy, jadi lo mau makan apa key, sher?” lanjut Kania memecah kesunyian


“ Terserah lo!” sahut Kezia dan Sherly bersamaan. Kania pun melakukan hormat singkat pada kedua sahabatnya


sambil berlalu menuju meja pemesanan. Ketiga sahabatnya hanya tertawa ringan melihat kelakuan Kania.


“ Sher, ricko noh!” seru Dena sambil menunjuk ke belakang Kezia dan Sherly. Sherly pun berbalik ke arah yang


di tunjuk Dena. Ricko melambaikan tangannya pada Sherly membuat Sherly tersipu dengan wajah merona kemerahan.


“ Haayy girls…” Sapa Ricko pada Sherly dan teman-temannya.


“ Hayy…” jawab Dena dan Sherly bersamaan. Sementara Kezia hanya tersenyum tipis.


Tidak lama Kania datang dan duduk di samping Dena.


“ Boleh dong, gue duduk di meja sebelah kalian ini?” tanya Ricko sambil menunjuk meja yang ada di sampingnya.


“ Gag ada yang larang kok.” sahut Kania, acuh.


“ Brooo! Di sini!” seru Ricko pada teman-teman club basketnya. Keempat teman Ricko pun datang menghampiri dan duduk di meja yang Ricko pilih.


Mata Dena terbelalak saat tahu yang duduk di meja samping mereka salah satunya adalah Arland.


“ Ssuutt!!” Dena memberi Kode pada Kezia sambil melirik ke arah Arland. Kezia hanya terdiam.


“ Key, tadi gue ketemu kak tyo. Dia nanya pulang sekolah bisa ke perpus dulu gag, ada yang mau di bahas..” ujar


Kania pada Kezia


“ Kenapa Dia gag telpon atau sms aja ke lo sih key?” tanya Sherly


“ Gue lupa, hape gue mati dari semalem.” Jawab Kezia dengan datar.


Dikeluarkannya handphone Kezia dari saku rok abunya. Ditekannya tombol power, tak lama berselang beberapa pesan masuk ke handphone Kezia. “ Lo ketemu kak tyo dimana?” lanjut Kezia sambil menatap layar ponselya.


“ Noh, dia duduk disana.” Jawab Kania sambil menunjuk ke arah Tyo. Kezia pun bergegas berdiri.


“ Lo mau kemana key?” tanya Ricko yang sedari tadi memperhatikan Kezia.


“ Ke kak tyo dulu, sehabis sekolah gue gag ada waktu nemuin dia.” Terang Kezia sambil berlalu menuju meja Tyo.


“ Wahh menang banyak tuh pak ketua Osis di samperin si kezia..” cetus Ricko sambil menatap ke arah berlalunya Kezia.


“ Emang kenapa gitu?” tanya Sherly yang penasaran


“ Gag pa-pa sih…” Ricko menggaruk kepalanya walau tidak gatal. “ Gue ke sebelah dulu yaa” pamit Ricko.


“ Okeeyyy!!” jawab ketiga gadis bersamaan.


****