MY FIRST LOVE Story

MY FIRST LOVE Story
Punya Pacar



“Every body knew…you are liar, everybody knew… you are player...."


Terdengar alunan lagu di putar di music box taxi online. Lagu itu pun di ikuti oleh Kezia dan kedua temannya sambil sesekali mereka tertawa cekikikan. Tak pelak pak supir yang membawa mereka tersenyum kecil melihat kelakuan ketiga remaja tersebut. Berkali-kali diliriknya spion tengah untuk melihat penumpang yang duduk di jok belakang.


“ Sekolah kelas berapa non?” sapa pak supir kepada Dena yang duduk di jok depan.


“ Kami kelas 2 SMA pak…” Jawab Dena.


Mulut pak supir ber-Oh ria.


“ Maaf ya pak, kami berisik bangeett…” ujar Kania seraya tersenyum


“ Gag papa non, saya gag masalah kok. Malah seru, jadi gag ngantuk” sahut pak supir.


Hampir tiga puluh menit berlalu, Kezia dan kedua sahabatnya sampai di sebuah toko aksesoris langganannya. Mereka segera turun dari taxi online. Bangunan berwarna merah muda dengan beragam mainan dan boneka yang terlihat jelas dari luar toko.


Sejurus Kezia melihat sebuah mobil dan motor yang terparkir di halaman toko. Kezia mengernyitkan dahinya saat ia melihat Motor yang tadi ia bicarakan bersama ketiga sahabatnya.


“ Ayooo ah, panas!” seru Dena sambil menarik tangan Kezia. Kezia mengikut langkah cepat kaki Dena. Ketiga gadis tersebut segera masuk ke dalam toko.


“ Silakan….” tampak  seorang wanita muda dengan baju pink membukakan pintu toko seraya memberi senyum yang ramah. Kezia hanya mengangguk dan membalas senyum wanita tersebut. Sementara Kania dan Dena berjalan lebih dulu di depan Kezia.


“ Lo mau beli apa sih?” tanya Kania pada Dena


“ Inii lohh, besok si anis ulang tahun, jadi gue mau beliin kado buat dia.” Terang Dena sambil memilih beragam mainan yang terpampang di depan matanya. “ Lo berdua jangan lupa pada dateng yaa…” lanjut Dena yang beralih menatap kedua sahabatnya.


“ Siiaapp! Gue juga nyari dulu hadiah deh buat anis.” Sahut Kezia sambil berlalu ke arah jajaran boneka. Sementara Kania pergi ke barisan aksesoris rambut.


Kezia mulai memilih-milih boneka yang ada di hadapannya. Sesekali dia memeluk dan meremas bonekanya karena gemas. Tak lama berselang Dena sudah ada di samping Kezia dengan membawa keranjang belanjaan yang berisi pensil gambar dan beberapa buku bergambar.


“ Sayang, kalo yang ini lucu gag?” tanya seorang wanita dengan manisnya pada seseorang.


“ Lucu!” jawab lawan bicaranya dengan singkat.


Kezia serasa mengenal suara yang berasal dari belakang rak boneka yang ada di hadapan Kezia. Entah mengapa Kezia merasa sangat penasaran hingga ia memutuskan untuk mengambil salah satu boneka dihadapannya dan mengintip kedua orang tersebut dari celah yang di buatnya.


Terlihat wajah seorang laki-laki di hadapannya yang membuat Kezia tercengang karena tahu suara tersebut adalah suara Arland. Dengan segera boneka tersebut Kezia simpan kembali di tempatnya.


Di tariknya tangan Dena menuju samping kanan Rak  boneka yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dia berusaha bersembunyi. Dena keheranan melihat tingkah Kezia yang tergesa-gesa dengan wajah terlihat pucat.


“ Key , lo kenapa sih?” Dena melepaskan genggaman tangan Kezia.


Dibungkamnya mulut dena dengan tangan kanannya, dan jemari tangan kirinya berada di atas bibirnya.


“ Lo jangan kenceng-kenceng na…”  Bisik Kezia dengan penuh penekanan


Dena melepaskan tangan Kezia yang membungkam mulutnya.


“ Emang kenapa sih key?” bisik Dena yang kebingungan. Tapi Kezia tidak menjawab dan hanya tertunduk.


“Dia?” tanya Dena sambil menatap Kezia dengan telunjuk mengarah ke Arland.


“ IIhh apa sih na!?” seru kezia sambil menarik tangan Kezia. Kezia pun kembali tertunduk dengan wajah sendunya.


“ Ooo jadi selama ini perkiraan gue bener!” tutur Dena sambil menatap Kezia


“Bener apaan sih na?”


“ Lo suka kan sama si arland dan lo merhatiin dia kan?!” tanya Dena dengan tegas.


“ IIhhh lo sok tau yaaa!!!?” Kezia memalingkan wajahnya dari Dena. “ Tapi lo kok tau namanya?” lanjut Kezia yang kembali menatap Dena.


“ Ya tau lah! Dia kan waktu itu ngenalin diri di café yang waktu kita nongkrong. Terus mata lo gag berenti liatin terus tuh cowok sampe spageti pesenan lo bengkak dan jadi tambang. Udah gitu, lo juga selalu menghindar kalo kak tyo lagi coba deketin lo itu pasti karena ada cowok lain yang lo suka. Gue kenal lo bukan baru sehari key, kelakuan unik lo kayak gitu bisa gue rasain bener-benar.” terang Dena dengan senyum simpul di akhir kalimatnya.


Kezia hanya tertunduk dengan mata berkaca-kaca. Sepertinya ia tengah kecewa. Di tariknya tubuh Kezia oleh Dena, kemudian di peluknya dengan hangat.


“ Gue tau, lo orang yang sangat menjaga privasi lo dan gue ngehargain itu. Tapi kalo lo butuh temen cerita, gue siap dengerin” Lanjut Dena sambil mengusap-usap punggung Kezia.


“ Thanks na,…” sahut Kezia seraya menghela nafas dalam. “Gue cuma suka doang sama dia dan dia bukan siapa-siapa gue. So, gue gag akan bersedih buat dia.” Terang Kezia dengan senyum yang seolah ia paksakan. Dena berusaha ikut tersenyum.


“ Lo bohong key” lirih dena dalam hati. Ia melepaskan pelukannya dan memandangi wajah Kezia yang sendu.


Belum pernah Kezia suka apalagi dekat dengan laki-laki, tapi begitu ada laki-laki yang disukainya, ternyata sudah milik orang lain. Dena menelan ludahnya dengan perlahan, ada rasa sakit yang ikut ia rasakan.


Dena mengenal betul Kezia. Kezia adalah orang yang sangat solid dalam hal pertemanan. Teman yang bisa diajak curhat dan bisa mendengarkan curhatannya tanpa pernah memperlihatkan rasa bosan apalagi menghakimi. Semua hal bisa dia lakukan dengan Kezia. Namun, Kezia juga orang yang tidak bisa terbuka untuk masalah pribadinya. Tentang keluarganya atau pun tentang perasaannya.


Setiap rahasia yang diceritakan pada Kezia, Kezia akan menjaganya baik-baik. Termasuk ketika Dena dengan terang-terangan mengatakan bahwa ia hanyalah anak haram yang dibuang orangtuanya ke panti asuhan. Tidak ada satupun temannya yang tau akan hal tersebut. Ketika tanpa sengaja orang lain tau bahwa dena adalah anak yang dibesarkan di panti asuhan, tidak ada satupun komentar yang keluar dari mulut Kezia. Saat Kezia ikut dijauhi oleh teman-temannya karena bersahabat dengan Dena, tidak pernah ada keluhan yang keluar dari mulutnya. Hingga Sampai akhirnya Dena pun yang menceritakan hal ini pada Sherly dan Kania.


“ Wooyy!!!” seru Kania yang tiba-tiba datang di belakang Kezia dan Dena


“ Lo ya, kayak bocah, main ngagetin orang aja!” protes Dena dengan kesal.


“ Lagian lo kayak orang lagi pacaran aja, sambil pandang-pandangan, sambil usap-usapan” cetus Kania dengan ekspresi geli.


“ Ihhh jijik lo ka…” ujar Kezia sambil bergidik. Kania hanya tertawa melihat ekpresi Kezia dan Dena.


Tanpa mereka sadari, ada dua pasang mata yang melihat ke arahnya. Ya, Arland dan pasangannya. Kezia mengalihkan pandangannya ke arah lain sementara Dena hanya tersenyum.


“ Lo arland kan?” tanya Kania yang tiba-tiba sudah berjalan jauh meninggalkan Kezia dan Dena menghampiri Arland dan pasangannya. Dena dan Kezia pun mengikuti Kania.


“ Iyaa, apa kabar?” sapa Arland sambil tersenyum.


“ Baik” Jawab Kezia dan kedua sahabatnya.


Gadis yang ada di samping Arland hanya mengerlingkan matanya. Sejenak Arland melirik Kezia. Saat pandangan mata mereka bertemu, Kezia memalingkan wajahnya.


*****