MY FIRST LOVE Story

MY FIRST LOVE Story
Kamu?



Jam pelajaran terakhir di kelas Kezia tidak ada guru yang masuk dikarenakan para guru sedang rapat terkait rencana sekolah mengikuti olympiade MIPA. Untuk mengisi waktu luang, Kezia pergi ke perpustakaan untuk kembali memantapkan latihan matematika. Dengan serius Kezia mempelajari buku yang tempo hari diberikan oleh Tyo atas permintan Amar. Untuk soal yang belum bisa dia pecahkan, di tandainya untuk nanti didiskusikan dengan Tyo atau Angga.


Tubuh Kezia terasa pegal. Lumayan lama dia duduk mengerjakan beragam jenis soal matematika. Ia pun merenggangkan otot tubuhnya diikuti uapan yang cukup panjang. Matanya terasa begitu lelah. Sesaat Kezia


menelungkupkan wajahnya dan tanpa terasa terlelap di atas meja di perpustakaan dengan ditemani buku-buku yang terbuka.


Sekitar satu jam sudah waktu berlalu. Terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah Kezia. Kemudian berhenti di hadapannya. Dialah Tyo. Dipandanginya Kezia yang terlelap dengan tangan dijadikan alas tidurnya. Wajahnya tertutupi sebagian helai rambut.


“ Kamu berusaha begitu keras” bisik Tyo dalam hati.


Digesernya kursi yang berada di sebelah kezia dengan perlahan. Tyo duduk di sana dan memandangi wajah Kezia lekat-lekat, dengan tangan kiri yang menopang dagunya. Sesekali dia tersenyum melihat Kezia.


“Tunggu aku setelah olympiade, ada yang ingin aku katakan.” kembali Tyo bergumam lirih di hadapan


Kezia namun Kezia tidak menyadarinya.


Seseorang melintas di depan ruang perpustakaan. Dari luar terlihat kepala Kezia seolah bersatu dengan kepala seorang laki-laki. Sejenak terbayang apa kira-kira yang sedang Kezia lakukan.


“ Duugg!!”


Jantungnya serasa di hantam gada besar dan panas. Dikepalkannya tangannya dengan erat. Ada rasa geram yang menyelimuti hatinya. Ya, Dialah Arland, yang melihat kejadian tidak menyenangkan tersebut. Dia pun segera pergi meninggalkan perpustakaan.


Beberapa saat kemudian terlihat Kezia mengerjapkan matanya. Saat matanya terbuka, ada Tyo yang sedang memandanginya dengan jarak yang lumayan dekat. Kezia pun terbelalak.


“ Astaga, sory kak, aku ketiduran.” Kezia segera tersadar dan merapihkan rambutnya. “ Loh, iket rambut aku kemana.” batin Kezia yang etrlihat celingukan. Ia ingat persis, sedari pagi dia mengikat rambutnya ekor kuda. Namun begitu terbangun, rambutnya terurai, menutupi sebagian wajahnya.


Tyo hanya tersenyum melihat ekspresi Kezia yang kebingungan. “ Udah lama kak?”


“Nggak, baru aja kok” jawab Tyo menahan senyumnya. “ Baru sekitar setengah jam” lanjutnya dalam hati. “ Kamu udah belajar sampe sini?” Tyo membuka buku paket yang ada di hadapannya.


“ Iya kak, ini hitungannya…..” Kezia yang hendak memberikan buku catatannya ke Tyo mengurungkan niatnya,  saat melihat tulisan aneh di bukunya.


“ Semangat yaaa…” itulah yang tertulis di buku yang sejak tadi di bawah lengannya yang menjadi bantal. Kezia semakin terkejut karena ada lambang hati di sana. Kezia mengernyitkan dahinya, menebak-nebak siapa yang menulis tulisan tersebut.


“Mana aku liat catatannya..” pinta Tyo sambil menengadahkan tangan kanannya.


“Emmm… Gag usah di liat deh kak, catatannya berantakan. ” Kezia menarik kembali bukunya lalu menutupnya. Tyo hanya tersenyum.


“ Mana yang menurut kamu bingung?” lanjut Tyo


“ Ini kak.” Kezia menunjuk salah satu soal. Terlihat Tyo mulai mencoba menjawab soal tersebut. Kezia memperhatikan. Tulisannya tidak sama dengan tulisan yang ada di buku catatannya. “ Kayaknya bukan tulisan kak tyo deh, terus tulisan siapa?” gumam Kezia dalam hati.


Tyo mulai menjelaskan, tapi Kezia tidak terlalu menyimak. Dia masih memikirkan siapa yang menulis di buku catatannya.


****


Sore itu, Dena , Sherly dan Kania datang ke rumah Kezia. Mereka hendak merencana kegiatan yang akan mereka lakukan untuk mengisi libur selama dua hari.


Dena memijit bel dengan semangat. Tak lama berselang, seorang wanita paruh baya membukakan pintu untuk mereka.


“Ehh, temen-temennya non kezia… Ayo non silahkan masuk…” sambut Ida dengan ramah.


Ketiga sahabat Keziapun segera masuk dan duduk di kursi yang ada di ruang tamu.


“ Kezia nya ada Bi?” tanya Dena segera


“ iya ada… tadi non kezia lagi di kamarnya. Sebentar bibi panggil kan…” ujar Ida seraya berlalu.


Dengan tenang ketiga sahabat Kezia menunggu. Terlihat Dena yang memperhatikan rumah besar ini begitu sepi. Sangt berbeda dengan tempat tinggalnya yang ramai anak-anak panti. Dena melihat beberapa foto Kezia bersama keluarganya. Bibirnya tersenyum melihat senyuman ceria Kezia.


"Pantes lo selalu bilang kalo lo kesepian key..." batin Dena.


Martin dan Eliana memang sama – sama seorang karyawan. Papahnya kerja di sebuah perusahaan ekpedisi sementara mamahnya adalah seorang akuntan di perusahaan terkenal. Mereka menghabiskan waktu bersama hanya di pagi hari atau ketika ada libur, itupun kalau mereka tidak diminta lembur oleh kantornya masing-masing.


Martin terlihat lebih sibuk, hampir setiap bulan ia ada agenda keluar kota. Saat Kezia SMP , dia sering bersedih karena ketika ada acara sekolah, teman-temannya di temani orangtuanya, sementara Kezia datang sendiri. Padahal Kezia sering sekali mendapat prestasi, namun itu tidak di lihat langsung oleh kedua orang tuanya karena terlalu sibuk. Namun seiring berjalannya waktu, Kezia mulai terbiasa dengan hal tersebut. Walau terkadang dia masih tidak bisa menyembunyikan kesedihannya akan hal tersebut. Untungnya, Kezia memiliki sahabat salah satunya Dena. Yang selalu mengatakan bahwa bagaimanapun Kezia lebih beruntung daripada dirinya yang tidak mengetahui sama sekali siapa orangtuanya.


“ Non, kata non kezia langsung aja ke atas..” suara Ida seketika membuyarkan lamunan Dena. Ia kembali menaruh foto Kezia di tempatnya.


“ Kalo om sama tante belum pulang bi?” tanya Sherly.


“Kasian juga ya si key, tiap hari dia sendirian di rumah..” cetus Kania sambil melihat sekeliling rumah yang selalu sepi.


“ Yaa gimana lagi nyokap bokapnya pada kerja semua.” Sherly ikut menyayangkan.


****


Dena dan kedua sahabatnya sudah sampai di depan pintu kamar kezia. Mereka mengetuknya dan suara Kezia terdengar nyaring dari dalam.


“Masuk aja, gag dikunciii.”


Sherly segera membuka pintu dan berhambur menghampiri Kezia yang sudah duduk menunggu kedatangan sahabatnya. Ia duduk bersila di atas tempat tidurnya sambil memeluk bantal dengan setumpuk buku dihadapannya.


Dena yang terlihat kelelahan segera menghampiri Kezia dan menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. Sherly pun melakukan hal yang sama. Sementara Kania duduk di samping Kezia kemudian memeluknya dengan hangat.


“ Duuhh gila , gue capek bangeett!!” Keluh Dena


“ Iyaa,, hari ini tuh panasnya gag ketulungan” tambah Sherly.


“ Iyaa, iyaa gue ngertiii, pada pengen minum kan?” timpal Kezia yang beranjak menuju meja belajarnya mengambil empat botol minuman isotonik. Selain itu ada beberapa snack untuk sahabatnya yang siap untuk disantap.


Tanpa banyak komentar ketiga sahabatnya segera meminum minuman yang ada di tangannya.


“ Gimana, seger?” tanya Kezia


Sherly hanya  tersenyum dan kembali meneguk minumannya.


“ By the way, gimana rencana liburannya?” tanya Dena yang tidak terlalu bersemangat


“ Iyaa, masa kita liburan di rumah aja…” tambah Kania sambil mengambil beberapa makanan


“ Lagian sekarang tuh lagi banyak film seru tauuu…” Sherly menggantung kalimatnya


“ So what non?” serang ketiga sahabatnya. “ Ya maksud gue, kita nonton ke seharian apa gimana…”  jawab Sherly dengan santai.


Semua pandangan tertuju pada Kezia.


“ Gue belum tau, bisa apa nggak….” Kezia menggaruk-garuk kepalanya walau tidak gatal.


“Sudah ku duga!” cetus Dena yang segera menyantap cemilan dari tangan Sherly.


Kezia hanya tersenyum ketir. Ia sangat menyayangkan karena mungkin tidak bisa bergabung dengan para sahabatnya untuk menikmati liburan karena tugas belajar yang harus ia selesaikan.


Handphone Kezia bergetar dengan sebuah permintaan video call masuk. Kezia pun menjawabnya.


“ Iyaa kak…” sapa ramah Kezia pada laki-laki di sebrang sana


“ Kamu lagi ngapain?” terdengar suara laki-laki yang begitu menly mengagetkan ketiga sahabat Kezia.


“ Annjriitt lo video call sama cowok?” Dena terperanjat dari tempatnya. Sebuah kejadian langka ketika Kezia berkirim pesan dengan laki-laki apalagi melakukan video call.


Kezia hanya mengangguk sambil tersenyum. Sherly dan Dena pun segera bangun dan bersamaan dengan Kania mendekat pada Kezia.


“ Aku lagi sama temen-temen aku  nih…” jawab Kezia seraya mengalihkan kamera ponselnya ke arah sahabatnya.


“ Anjriitt cakep bangeettt!!!” seru Sherly dengan riang


“ Hayy kak, aku kania temennya kezia…” Kania terlebih dahulu menyapa Angga.


"Hay semuanya, sue angga salam kenal…” sahut laki-laki tampan di sebrang sana


Ketiga sahabat Kezia saling lirik. Suatu keajaiban Kezia bisa deket dengan laki-laki. Kezia hanya tersenyum melihat ekspresi  ketiga sahabatnya yang terheran-heran.


Perbincanganpun berlanjut. Mereka berkenalan satu sama lain dan mulai tahu siapa Angga. Sesekali tawa riuh mengisi ruang hampa di kamar Kezia dan membuat suasana semakin hangat.


****