
"Kok perasaan ku gak enak yaa" kata Leo
"Perasaan kamu aja kali"
"Ohh yaa Leo dia kembali" ucap Edward
"Kenapa kau apa???? Dia kembali? " Leo sangat terkejut
"Astaga Lea sama Via belum ada" pekik Joanna
"Lacak keberadaannya cepat" perintah Adrian
"Wait kenapa mereka di bawah ke tempat itu? "
Lea dibawah ke gudang tua di dalam hutan .
"Brengsek"
"Berapa banyak anggota yang mereka punya? " tanya Leo sambil memeriksa senjatanya
"Kemungkinan disana hanya ada 50 lebih orang king"
"Oke siapkan 20 Mafioso"
"Joanna siap kan apa saja yang akan si butuhkan
" Adrian Edward pake kalian berenagkat bareng Joanna sama Via"
"Terus kamu? "
"Aku akan pakai motor"
"Kau ingin bermain? Baik lah dengan senang hati ku sambut " Leo menyeringai
" Kalian mau kemana? "Tanya Jennie
" mommy "kaget mereka
" kapan mommy sampai? "Tanya Adrian
" tidak usah mengalihkan percakapan Adrian "Suara dingin milik Lionel terdengar
" Lea dan Via diculik mom"ucap Joanna
"Ayo kita pergi aku takut dia akan bertindak nekat"
"Dia? " tanya Jennie
"Ayoo kita pergi"
"Sampai terjadi sesuatu pada menantuku kupastikan kau hilang dari dunia ini " ucap Jennie
Jauh di dalam hutan
Via dan Lea disiksa habis²San oleh orang² tadi.
Mereka dipukuli, ditendang, di injak dan masih banyak lagi penderitaan mereka.
"Halo nona Via masih ingat aku? "
"Mhhh mmmmm" Via tidak dapat bersuara karna disekap
"Dari reaksi mu aku tau bahwa kau masih mengingatku hehe"
"Buka penutup mulut nya" pria itu menunjuk Via
"Brengsek kau Alan"teriak Via
Plaakkk
"Sudah di ambang kehancuran masih saja kau berani kepada ku ja**ng? " Alan menampar kuat pipi Via
"Aku ingin bermain dengan mu tapi sebelum itu kalian beri mereka beberapa sentuhan lagi" perintah Alan
Sentuhan yang dimaksud adalah pukulan.
Plakkk bukkkk pakkkk
Mereka tersungkur ke tanah dengan keadaan tangan dan kaki diikat. Lea hanya terdiam saja karna dia tidak tau apa yang terjadi sampai orang di depannya ini memukul mereka.
"Tapi tidak asik kalo mulai permainan ini dengan gadis cerewet sepertimu. Kumulai dengan Iparmu saja bagaimana? " tanya Alan
"Jangan pernah kau sentuh dia Alan"
"Pasti sangat asik sekali bermain dengan gadis ini. Dia terlihat pendiam" Alan berjalan ke arah Lea sambil membuka dasi dan kemejanya.
"Mmhh mmmm" melihat itu Lea histeris
"Jangan sentuh dia Alan" teriak Via
Plakkk
"Hai cantik kau sangat mulus" Alan membelai wajah Lea
Mengelus paha nya, perutnya, lehernya bahkan bibirnya yang masih di balut penutup itu.
Alan berusaha mencium Lea tapi Lea berontak. Tapi tetap saja Lelaki itu yang lebih kuat. Apalgi sekarang Lea sedang terikat
Tapi Alan kemudian membuka ikatan di kaki Lea dan menurunkan Lea di lantai. Membuka paksa baju Lea dan berusaha mencium Lea
Plakkk bukkkk
Karna terlalu di kuasai nafsu sampai Alan menampar dan memukul kepala Lea hingga dia pingsan seketika dengan kepala dan ujung bibir yang berdarah.
"Brengsek jangan lakukan itu"
"Heyy kumohon jangan"
"Hikss Leo Edward kalian dimana? Tolong Lea"
"Maafkan aku Lea" Via sudah putus asa.
Alan membuka satu persatu kancing baju Lea. Memperlihatkan bagian atas yang mulus. Kemudian beranjak turun ke bawah dann
Brakkkk
Bughh
"Bangsat" maki Leo
Srettt
Srettt
Dorrrr
Leo sangat marah melihat Lea dan Via seperti itu. Apalgi Lea. Baju yang terbuka bagian atas, badan memar, wajah juga memar dan mata sembab. Leo memakai kan jaketnya ke Lea dan meletakkannya di sofa sudut ruangan itu.
Edward juga langsung melepas ikatan Via dan memeluk nya.
"Hah menikmati waktumu hidup pak tua? " tanya Leo
"Bagaimana bisa kau ada disini? Tanya Alan yang kesakitan
"Aku menyesal telah membiarkan mu hidup Alan" alih² menjawab Leo mala semakin dekat dengan Alan
"Kenapa kau mengusik kehidupan ku Alan? " tanya Leo
"Karna kau aku bangkrut. Jennie ja**ng itu hanya mendengar apa yang anak kecil katakan"
Srettttt
"Ahkkk" Leo merobek mulut Alan dengan pisau lipat nya
"Jangan pernah sebut nama keluarga ku dengan mulut kotormu"
"Kenapa kau mengulur waktu Leo? " tanya Lionel dan Jennie yang baru tiba
"Heyy Bram tolong bantu aku" teriak Alan
Tughh
"Apakah ini yang kau panggil Bram Alan? "Adrian melemparkan kepala Bram ke hadapan Alan
" jangankan Bram, seorang anggota mu pun tidak ada yang tersisa "ejek Leo
" bawah dia ke markas "perintah Lionel dingin
" kenapa di"
"Lihat Lea Boy" potong Lionel cepat
"Ahhh iyaa"
Leo meringis melihat keadaan Lea sekarang.
"Hikss jangan jangann pergi hiksss" Lea tiba-tiba menangis
"Lea bangun sayang. Kamu kenapa hmm? " tanya Leo
"Leo jangan tinggalin Lea" Lea bangun dan langsung memeluk Leo erat.
"Tenang baby aku disini" bisik Leo
"Bawah Lea ke Mansion utama boy" ujar Lionel
"Hikss jangan jangan" Lea bergumam tidak jelas di pelukan Leo
"Kurang ajar. Lihat Lea sampai seperti ini. Aku tidak akan melepasmu Alan" geram Jennie
Kasih saran dong guys. ada request apa aja dehh. ku butuh hiburan 🤧