
"Apakah kau yakin dia adalah calon tunangan mu nona Yunna" Tanya Jennie yang langsung naik ke panggung. Sedangkan tuan Adi kaget melihat Jennie
"Kau siapa kenapa naik kesini" Tanya Yunna emosi
Mommy dan daddy Lionel muak dengan kelakuan Yunna yang terkesan murahan.
"Untunglah Lionel tidak suka wanita yang seperti itu " Kata Mommy
"Diamlah mommy"
Lionel langsung menghempaskan tangannya dan langsung merangkul pinggang kekasih nya.
"Kenapa kau merangkulnya"
"Hey kau harus turun dari sini karna ini tempat untuk orang penting " Kata Rosa dan Fani
"Undangan saja tidak punya untuk apa kau kesini.jadi semuanya sebenarnya dia dan teman-temannya tidak di undang ke acara ini tapi karna belum pernah ke acara besar seperti ini jadi lebih kita biarkan saja. Ehh dia mala menjadi" Sinis Chintya menunjuk Jennie
"Aku hanya ingin mengatakan sesuatu"ucap Jennie
" Yunna kembali ke tempat kalian. biarkan dia bicara"hardik tuan Adi
"Papa" Rengek Yunna
"Diam"
Terdengar bisikan² para netizen yang penasaran dengan kejadian yang sedang terjadi.
"Kembali lah ke tempat mu" Perintah Jennie ke Lionel
"Hmm mohon tenang semuanya" Ucap MC
"Silahkan nona "
"Hmm baiklah. Pertama saya minta maaf atas kejadian yang baru saja terjadi" Jennie tersenyum dengan sangat manis
"Kunci semua pintunya. Dan jangan ada yang keluar dari ruangan ini" Perintah Jennie
"Halo tuan Adi dan ny Dina apa kabar?.masih ingat aku? " Jennie tersenyum manis
"Jennie" Kata tuan Adi dan ny Dina llirih
Semua orang diam menunggu.
"Ada seorang anak perempuan yang kehadirannya tidak dianggap oleh ayah nya sendiri.awalnya anak itu merasa mungkin ayahnya sedang stres atau apa hingga membuat dia jadi seperti itu.karna tidak mungkin ada seorang ayah yang tidak menginginkan kehadiran anaknya. Kalian tahu apa alasannya?. Ayahnya bilang anak perempuan hanya membawa kesialan bagi keluarga.tidak berguna dan memalukan.dia sering memarahi bahkan memukul anak perempuan itu.tapi anak itu sangat menyayangi Ayah nya"
"Perlahan ayahnya berubah.bukan hanya anaknya yang dipukul tapi ibunya juga.Suatu hari datang seorang wanita yang sedang hamil ke rumah mereka.wanita itu adalah selingkuhan ayahnya.ibunya sangat shock mendengar ini. Tapi dia tetap bertahan karna mengingat anaknya. Sampai suatu ketika lelaki itu mengusir mereka dari rumah itu. Padahal rumah itu adalah rumah mereka yang mereka bangun disaat mereka susah. Kedengaran tidak tahu diri.tapi begitulah kenyataan nya. "
"Ibunya tidak mau pergi dari rumah itu. Karna menurutnya yang pantas keluar itu adalah lelaki itu dan selingkuhan nya. Tapi apa yang dilakukan ayahnya? " Jennie melirik ke arah tuan Adi sebentar
"Wanita itu membunuh ibunya dengan beringas di depan mata anaknya sendiri"
"Ohhh sangat keji" Bisik orang² disekitar
"Apa yang dilakukan ayahnya? Dia menahan anaknya agar tidak mendekat ke arah ibunya. Tapi karna anak itu bersikeras dia menendang anak itu hingga kepala anak itu hingga terbentur dan mengeluarkan darah.dan ketika ibunya mati anak itu di usir oleh ayahnya sendiri tanpa uang dan pakaian. Untung saja ibunya sudah mempersiapkan semuanya. Mungkin ibunya punya firasat tentang apa yang akan terjadi.kira² begitulah ceritanya.Sangat mengesankan bukan ny DINA? " Jennie menekankan kata²nya
"Apa maksudmu nona? Aku bahkan tidak mengenalmu" Wajahnya pias
"Hey apa maksudmu bicara seperti itu kepada ibuku"bentak Yunna
" Kau yang diam. Aku sudah bilang aku tidak suka orang yang menyela ucapanku ketika aku bicara"ucap Jennie dingin
"Baiklah kalau kalian tidak ingat aku yang akan mengingatkan kalian. "
"Aku adalah Jennie anak Jessica orang yang kau bunuh di depan mata ku.hmm maksudku istrimu yang membunuh ibuku. tapi apa yang kau lakukan?kau malah membiarkan ibuku mati baji*gan" Kata² Jennie penuh penekan
"nona aku tidak mengerti apa yang kau maksud" ny Dina berusaha tenang
" Kau tau Tuan aku DULU dari hati kecilku yang paling dalam aku masih memiliki perasaan rindu padamu. Tapi ternyata kau memang tidak menginginkan kehadiran ku. "Jennie melanjutkan kata²nya tanpa membalas ucapan Dina
"Maaf nona saya tidak mengenal anda. Jadi jangan coba² membual" Kata tn Adi
"Ohh yaaa?. Kau tidak mengenalku? " Lalu itu apa? "Jennie menunjuk slide yang ada di belakangnya yang memperlihatkan foto mereka bertiga.
Tuan Adi berkeringat dingin.
"Dia bukan istriku dan kau bukan anakku. dan berhenti menuduh bahwa aku dan istriku membunuh Ibumu"
"Rupanya bukti di belakang ini tidak membuatmu mengaku yaaa. baik lihat ini"
Tiba-tiba lampu di ruangan itu padam dan memperlihatkan rekaman yang membuat orang² disana kaget.