
"Lihatlah mereka sangat menderita" Tunjuk Joe kepada anak² yang sedang tiduran di jalan, ada yang baru pulang mengamen.
Tiba-tiba"mana uang hasil mengamen kalian"datang seorang preman berbadan besar. "Kami belum punya uang bang" Kata seorang anak
"Itu hanya alasan kalian" Kata preman itu
Buk bukk bukk
"Ampun bang" Kata anak itu memohon tapi tidak didengar olehnya.Preman itu menendang anak tadi 3 kali dan langsung mengeluarkan pisau untuk menakuti anak tadi
"Ini tidak bisa dibiarkan " Kata Jennie
"Hey pak tua jangan menindas orang yang lemah" kata Jennie marah. "Haha kau siapa mengatur ku anak ingusan" Ledek preman itu. "Jika kau ingin menyelamatkan anak ini berikan uang atau sesuatu padaku" Kata preman
"Kau ingin kuberi sesuatu? " Tanya Jennie sambil menyeringai
Plak bukk pak pleatak. Jennie memukul preman itu tanpa ampun.
"Ampun aku menyerah" Kata preman itu. "Apakah kau berhenti menendang anak tadi ketika dia menyuruhmu berhenti" Kata Jennie dingin
"Ampun aku janji tidak akan seperti itu lagi. Tolong lepaskan aku nona" Preman itu memohon."TERLAMBAT pak tua"Jennie menekankan kata²nya.
Jennie mengambil pisau preman itu dan menusuk tepat di jantungnya. Merobek bagian dadanya dan mengeluarkan semua isi perutnya. Membuat semua orang yang ada di sana bergidik ngeri
"Ini yang kedua kalinya aku melihat Jennie seperti itu" Kata Jio. "Kau benar kak" Joe membenarkan
Badan Jennie penuh darah."izinkan kami berguru padamu nona. Kau sangat hebat"kata seorang anak laki² berumur 16 th
("Halo")
("...... ")
Bawakan aku 2 truk besar
Tut tut tut
"Selamat bergabung dengan mafia BlackWhite" Kata Jennie. "Ingat jangan ada yang berani berkhianat atau kepala kalian taruhannya "sambung Jennie dingin." Kami janji queen"kata mereka serempak.
"Anggaplah kami sebagai keluarga kalian" kata Jennie melembut." kau kesini"tunjuk Jennie. "Saya queen" kata anak itu. "siapa namamu" tanya Jio. "William" jawabnya. "sekarang kau tangan kanan ku dan Joe" kata Jio. "gak apa² kan dek" kata Jio. "emang itu tujuan aku manggil dia" kata Jennie sambil tersenyum. mereka semua yang ada disitu terpesona karna senyuman Jennie. akhirnya mereka pulang ke Mansion. di Mansion Jio telah menyiapkan gudang khusus penyimpanan senjata.
Akhirnya selama 5 bulan Jennie bersama Jio dan Joe melati mereka dan berhasil membangun mafia BlackWhite yang baru beranggotakan 168 orang. Mereka berencana membantai mafia lain yang melakukan kejahatan."Bagus kalian sangat cepat menguasai latihan ini" Kata Jennie dingin. "Queen, ada mafia tiger yang selalu memperjualbelikan narkoba. Mereka sering membunuh polisi yang ingin menangkap mereka" Kata Wiliam salah satu bawahan Jennie. "Kapan rencana mereka melakukan transaksi lagi" Tanya Jennie. "Mungkin malam lusa queen"Jawab wiliam sambil menunduk.. "Aiii kak Willy sudah kubilang jangan terlalu formal kau juga kakakku ok" Kata Jennie. "Hehe maaf dek, soalnya tadi muka kamu nyeremin tau" Kata William.
"Dimana kak Joe dan kak Jio" Tanya Jennie. "Mereka sedang melihat persediaan untuk perang malam lusa dek" Kata William. "Kumpulkan semua orang"perintah Jennie kembali dingin
"*dingin lagi*" Batin Wiliam. "Iya dek"
"Kalian tau kenapa aku mengumpulkan kalian disini" Tanya Jennie dengan aura suram. "Tidak queen" Jawab mereka serempak. "Malam lusa kita akan menyerang markas besar tiger ketika mereka selesai melakukan transaksi.pasti saat itu mereka lelah. Kita akan merebut posisi mereka. Kalian mengerti" Ucap Jennie. "Mengerti queen" Jawab mereka. "Kudengar dia juga peminat gadis remaja yaa."tanya Jennie. " Iyaa dek"kata Joe yang tiba² datang
"Tunggu kematianmu pak tua" Jennie menyeringai membuat mereka yang ada disitu merinding
"Kembali latihan" Kata Jennie dingin