
Jam istirahat pun tiba.
Semua anak² keluar dan langsung menuju kantin. Tinggal Leo sahabat² nya dan Lea disana.
"Ehh kak bukannya yang di minimarket itu yaa? " tanya Lea
"Masa sihh? " Leo Pura-pura lupa
"Iyaa kak. Aku gak sengaja nabrak . Truss baju kakak basah" kata Lea
"Ohh jadi ini orangnya" kata Adrian
"Wahh cantik banget" puji Joanna dan Via
"Boleh kenalan gak? " tanya Edward yang langsung mendapat tatapan sengit dari Leo
"Boleh kok" jawab Lea sambil mengulurkan tangannya
"Leara.panggil Lea aja"
"Edward"
"Adrian"
"Halo aku Via"
"Hay aku Joanna"
"Ehh iya. Kakak kan belum bilang namanya" kata Lea sambil menatap Leo
"Aku Leo. Dan ingat jangan panggil aku kakak oke" kata Leo
"Yaa karna dulu kau terlihat lebih dewasa apalagi pake baju itu. Astaga gimana gak salah sangka coba" cerocos Lea
"Haha kamu lucu. Sebenarnya kita semua ini udah 19 tahun." kata Via
"Lohh tapi kok"
"Udahh.nanti kamu bakal tau kok kita sekolah di sini karna apa" kata Joanna sambil melirik Leo.
Yang ditatap hanya memasang muka datar.
"Kantin yukk. Gua udah laper nihh" kata Adrian
Mereka pun pergi ke kantin.
"Lea" panggil seorang gadis
"Zeee"
"Mereka siapa ? Tanya Zee
"Mereka murid baru di kelasku. Boleh kita gabung disini? Tanya Lea
"Boleh kok" jawab Zee
"Kenalin ini Leo, Adrian, Edward, Via dan Joanna. Dan ini Zee. Ada juga yang jalan kesini itu namanya Cia"Lea saling memperkenalkan mereka
" salam kenal"kata mereka
"Sebenarnya kita sahabatan. Tapi beda kelas karna katanya kita selalu bikin ulah " kata Lea
"Emang iya" tanya Via
"Kalian mau ga sekelas bareng Lea lagi!?" Joanna
"Mau sihh. Tapi mo gimana lagi" kata mereka tertunduk lesu
"Liat aja. Kalian pasti bisa sekelas lagi" kata Via yakin
"Fokus makan.jangan banyak bicara" kata Edward dingin
Kringg kringg kringg
Tut
Leo memberi kode kepada mereka bahwa markas di serang. Mereka pun langsung pamit.
"Kita duluan yaa. Soalnya ada yang harus di urus." kata Via mewakilkan semua
"Oke hati-hati yaa" pesan Lea.
"Duhh Le mereka cakep² yaa" kata Cia
"Udah cepetan makan. Bentar lagi bel"kata Zee
Markas
Brakkkk
Bugghh
" Beraninya kau mengacaukan markas ku "kata Leo dengan aura yang sangat kuat
" karna aku ingin merebut posisimu"kata leader black rose
"Hee mimpi"kata Joanna langsung memenggal kepala orang itu
Srettttt
"Leader kalian sudah mati.setia atau mati? "Tanya Adrian
" kami berbakti King"jawab mereka
"Panggil aku dan dia prince" kata Adrian menunjuk dirinya dan Edward
"Kalo mereka Queen"
"Sedangkan dia king. Dia yang tertinggi disni.Mengerti?" kata Edward
"Mengerti Prince" jawab mereka serempak
"Gimana? " tanya Joanna
"Pulang" kata Leo
"Ke rumah masing-masing?
" yaaa"
Leo langsung pulang ke rumahnya.
"Mommy I'm home" teriak Leo
"Hey boy come here" ajak Lionel. Saat ini mereka bertiga duduk berhimpitan di sofa ruang tamu
"Bagaimana sekolahnya sayang? " tanya Jennie sambil mengusap rambut anak nya.
"Yaa Begitulahh Mom. Anak mu ini jadi rebutan" kata Leo malas
"Bukannya itu bagus saying? " tanya Lionel
"Yee Memangnya anak ku itu Sepertimu suka tebar pesona"cibir Jennie
" tapi kan cuma kamu satu²nya"bela Lionel
"Udah ahh Leo ke atas dulu. Mommy sama daddy kalo mau berantem di kamar aja. Tapi ingat kecilin aja Suaranya yaa" teriak Leo karna sekarang di Sudah menaiki tangga.
"Nahh liat anak mu cara bicaranya ikut kau" tuding Jennie
"Yaa.tapi ingat kau juga yang Membuatnya" balas Lionel
"Sudah lah kalo bicara sama kamu gak ada habisnya" Jennie langsung beranjak menuju kamar nya diikuti Lionel