
Besoknya di Pemakaman umum. mereka semua pergi menemani Jennie untuk berziarah ke makam ibunya.
"Ibu aku datang.maafkan aku karna aku jarang berkunjung kesini.aku sedang menyiapkan pembalasan dendam ku ibu.aku yakin ibu mengerti apa yang telah terjadi."
"Ibu kau tau? aku bertemu dengan orang² yang sangat berharga dalam hidupku. mereka sangat menyayangi ku bu." Jennie mencoba menahan sesak di dadanya.
"Jenn" Adriana dan yang lainnya langsung memeluk Jennie. memberikan dia semangat.
"Jangan nangis yaaa. kita juga bakalan sedih lohh kalo kamu nangis"
"Hikss makasih yaa"
"Sebentar lagi Bu.tinggal sebentar lagi. Aku akan membalas semua perbuatan mereka yang telah menyakiti ibu.aku janji bu. Aku tidak akan membiarkan mereka bahagia.aku tau ibu pasti sangat sedih dengan kejadian ini.Lelaki brengsek itu pasti sudah tau bahwa ibuku bertahan hanya karna ibu punya aku. Tapi apa yang dia lakukan dia bahkan membunuh ibuku. Tuan Adi tunggulah besok aku akan membuat kau dan keluarga tercintamu menderita. Bahkan mati pun lebih baik dari pada bertahan hidup "kata Jennie dengan tatapan dingin
Yaa Yunna adalah anak kandung dari tuan Adi sebenarnya. Tapi tidak tau kenapa ayah Jennie itu mau menikah dengan ibu-Nya. Itulah yang membuat Jennie sangat marah.betapa sakit rasa yang di pendam ibunya selama ini.
" Sudah sayang ayo kita pulang"Lionel memapa Jennie menuju mobil
"Kami selalu mendukungmu little girl" Kata Liontin dan lainnya
"Dimana anak itu sekarang"
"apakah dia sudah mati? "
"hehh untuk apa juga aku memikirkan nya. yang penting hartanya telah menjadi milikku dan anak²ku.lihatlah aku sekarang lebih kaya dari sebelumnya. untungnya aku telah mengambil Yunna dari neneknya.anak itu adalah pembawa keberuntungan bagiku" Adi berkata dengan sombongnya
Disisi Jennie dia tersenyum miring mendengar kata² ayahnya.sesak, itulah yang dirasakan Jennie saat ini. sebenci bencinya dia kepada ayahnya pasti dia memiliki rasa rindu kepada orang yang pernah menyayangi nya. tapi apa artinya sekarang. dia memantapkan hatinya. tidak ada rasa kasihan dalam balas dendam.
Jennie merebahkan tubuhnya di kasur. besok adalah hari yang sangat dia nantikan. dia tidak sabar menunggu besok segera datang.
Ceklek
Tiba-tiba Lionel masuk ke dalam kamar Jennie dan langsung menindih nya.
"apa yang kau lakukan kak"
"aku sangat merindukanmu. kau terlalu sibuk dengan rencanamu sampai kamu melupakan aku" ucap Lionel cemberut.
"Ututuu bayi Singa sedang marah sekarang"
Lionel turun dari atas badan Jennie dan langsung merebahkan tubuhnya berhadapan dengan Jennie.
"Aku sangat mencintaimu" ucap Lionel dengan tatapan yang dalam.
"Aku tau" kata Jennie
"Lalu"
"Apa"
"kau tidak ingin mengatakan sesuatu begitu? " Lionel kesal karna Jennie tidak langsung menjawab kata²nya
Jennie langsung memeluk Lionel dan membenamkan kepala di dada Lionel.
"Aku sangat mencintaimu kak. lebih dari yang kau tau.jangan pernah tinggalkan aku"
"aku ingin mendengar nya sekali lagi" Lionel menatap wajah kekasih nya
"Aku sangat mencintaimu kak. berjanjilah kalau kau tidak akan meninggalkan ku"
"Yaa sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkan mu baby. tidak akan pernah"
cukup lama mereka saling menatap dengan tatapan yang dalam.
Perlahan Lionel mendekatkan wajah mereka dan mengecup setiap inci wajah Jennie.
Saat Jennie hendak bicara Lionel langsung membungkam mulut Jennie dengan mulutnya. Jennie membulatkan kedua matanya. dia kaget dengan apa yang di lakukan Lionel padanya.
Lionel menahan tengkuk Jennie dan menyes*p bibir pink kekasihnya itu.awalnya Jennie hanya diam tapi lama² dia mulai membalas ciuman itu. cukup lama mereka saling berciuman hingga akhirnya Lionel melepaskan ciuman itu dan pamit keluar.
"sayang aku akan keluar. aku tidak yakin bisa menahan diriku kalau aku disini"
"Hmm"
pipi Jennie memerah mengingat ciuman tadi.dia berusaha tidur untuk menghilangkan bayangan itu. untungnya Jennie adalah tipe orang yang mudah tidur. 5 menit kemudian dia sudah terbang ke alam mimpinya.