
"Hikss hikss Ibuuuu. Kenapa ibu meninggalkanku.aku sangat merindukan mu bu. sebentar lagi dendamku akan terbalaskan kepada 2 manusia iblis dan anaknya itu" Tangis Jennie
Flashback
"Kau tega mengkhianati ku. Apa kau lupa kau punya anak. Dia darah daging mu kenapa kau lakukan ini pada ku. Ibu aku sudah lelah dengan dunia ini" Ucap Ibu Jennie
"Karena anak sialan yang telah kau lahirkan itu perempuan. Aku tidak sudi memiliki anak perempuan. Kau tau Jessica anak perempuan itu tak ada gunanya. Selain mempermalukan keluarga" Kata tuan Adi
Dan ingat aku menikahimu karena aku menginginkan anak darimu. Tapi sayangnya kau hanya melahirkan anak tak berguna itu bagiku"sambungnya
"Tapi kau keterlaluan "marah ny Jessica
"Heyy kau wanita ja**ng keluar kau dari sini. Karna kau tidak diperlukan lagi. Dan sekarang aku tengah mengandung anak laki² suamimu. Dan bawa anak sialan mu itu keluar dari rumah ini" Kata ny Dina sambil menunjuk Jennie yang ketakutan
"Sampai kapan pun aku tak akan keluar dari rumah ini karna ini adalah rumahku"kekeh ny Jessica
Memang rumah mewah yang mereka tempati saat ini adalah hasil kerja keras ny Jessica dan tuan Adi. Mereka menikah ketika tuan Adi tidak memiliki apa².sampai akhirnya mereka berhasil mendirikan perusahaan dan menjadi orang yang berkecukupan. Dan ketika ny Jessica mengandung tuan Adi sangat memperhatikan kondisi ny Jessica. Tapi sayang ternyata anak yang ada di kandungan ny Jessica tidak seperti yang dibayangkan tuan Adi. Akhirnya ketika Jennie berumur 11 th tuan Adi selingkuh dan menghamili anak rekan bisnis nya. Jennie dan ibunya diperlakukan tidak layak oleh kedua manusia jahat tersebut.
"Kalau begitu aku yang akan mengeluarkan mu dari rumah ini"kata ny Dina sambil memegang pisau dan berjalan ke arah ny Jessica
"Tahan anak itu" Sambung ny Dina
"Tidak jangan ibu. Ayah lihatlah dia mau bunuh ibu tolong ibu ayah" Jennie memohon sambil memeluk kaki ayahnya
"Bangun anak sialan" Tuan Adi menendang Jennie sampai kepala Jennie berdarah
"Jennie" Ny Jessica sekarat
"Ibuu" Berlari walaupun kepalanya berdarah
"Kau harus jadi orang sukses ya nak.tunjukan bahwa kau bisa sukses tanpa tua bangka yang tidak tau Terima kasih itu. Ambil tas mu dan keluar dari rumah ini. Ka.u bisa pa
kai apa yang ada di tas itu se
ba.gai kep.erlu.an.mu" Terbata-bata
"Ibu jangan tinggalkan aku" Menangis sambil menguncangkan badan ibunya yang telah terbujur kaku
"Akhirnya dia mati" Kata tuan Adi
"Apakah ayah tidak sedih melihat ibu seperti ini" Tanya Jennie
"Untuk apa aku sedih anak sialan. Ingat kau dan ibumu hanya menyusahkan saja" Memarahi Jennie
"Tapi yah" Ucap Jennie yang langsung dipotong
"Kau bukan anakku sialan. Pergi kau dari rumah ini. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menggapmu anakku" Berkata kasar tanpa memikirkan perasaan Jennie
"Dan aku pun tidak memiliki ayah breng**k sepertimu tua bangka sialan. Dan aku pastikan akan membalasmu lebih dari yang kau lakukan padaku dan pada ibuku" Menatap tajam tuan Adi dan langsung mengambil tas yang ibu katakan tadi dan langsung keluar dari Mansion itu
"Ibu aku janji akan membalas sakit hati yang ibu rasakan selama ini" Janji Jennie dalam hati
Flashback off
Jennie sering mengamuk ketika mengingat kejadian itu. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk membalaskan dendamnya
Jangan lupa komen, like, Vote yaa❤️