
Semua orang disana merinding mendengar apa yang dikatakan Jennie.
"Aku akan membunuhmu bangsat" Geram Yunna
"Aku tidak takut nona" Jennie tersenyum smirk sambil melemparkan senjata berlogo BW kepada Yunna
"Wahh itu bukannya logo BlackWhite? " Gumam orang² disana
Dorrr dorr
2 tembakan yang di berikan Yunna hanya di anggap angin lalu oleh Jennie
"Ba-gaimana bisa" Yunna terkejut
"Karna kau bukan lawanku Yunna"
"Ada 1 hal yang belum ku beritahukan kepada kalian" Jennie menjeda kalimat nya
"Aku adalah queen BlackWhite.jadi jangan coba²
melakukan sesuatu yang sangat tidak kusukai"
"Tn Adi tahukah kau, aku sangat bahagia dilahirkan di keluarga yang tak kurang suatu apapun. Aku sangat bahagia memiliki ibu yang sangat menyayangi ku.hikkss hikss" Jennie menangis
Melihat kekasihnya menangis, Lionel langsung menghampiri Jennie dan memeluknya.
"Sayang " Lionel berusaha menenangkan Jennie
"Dan kau bren*sek, karna wanita ja**ng ini kau tega membunuh ibuku.dan dengan tidak tau dirinya menikah lagi dan menikah dengan orang yang sudah membunuh ibuku" Jennie menatap tuan Adi tajam.
Dorr
Yunna menembak Jennie tapi meleset.
Dorr
"Akkhh"
Kini Jennie yang menembak Yunna di tangan kanan.
"Sekarang giliranku" Jennie tersenyum
"Biar ku bantu sayang. Orang² yang tidak tau diri seperti ini harus di hukum berat" Lionel tersenyum jahat
"Oke asal yang itu bagianku" Jennie menujuk Adi dengan katana yang diberikan Vannia
"Mau ap-pa kauu" Yunna terbata ketika Lionel mendekat kearah nya
"Bukankah kamu sangat suka ketika aku dekat dengan mu bit*h" Ucap Lionel
"Kak Will tahan tua bangka itu dan istrinya" Kata Jennie
"Paa Yunna" Tangis Dina
"Lepasss" Adi berusaha lepas dari genggaman William.
"Jangan coba-coba mendekat. Atau kau duluan yang di eksekusi" Ancam Jennie.
Sebelumnya semua tamu undangan telah di antar ke rumah masing ².hanya tersisa Mommy,Daddy,Jennie dkk,Lionel dkk, Chintya dkk .
Lionel datang mendekat dan mencambuk Yunna. Kemudian menjambak rambutnya dan menyeretnya ke hadapan Jennie.
Sreett sreett
Jennie menyayat tangan, wajah dan kaki Yunna. Tapi dengan gerakan lambat.
"Akhh dasar iblis" Teriak Yunna
"Terima kasih pujian nya nona" Jennie memotong jari² Yunna dan dan membawanya ke Dina
"Buka mulutmu" Perintah Jennie dingin
"Tidak mau"
"Kau yang buka atau aku? " Tanya Jennie tersenyum penuh arti
"Aku tidak mau ja**ng" Marah Dina
Sretttttt
Jennie merobek mulut Dina dengan pisaunya.
"Apa susahnya menurut breng*k"
"Kau gila Jennie. Untung saja ibumu telah mati. Jika masih hidup Dia pasti sangat malu punya anak Iblis sepertimu. Tidakkah kau mengasihani ayahmu ini" Cibir Adi
Plakk bugh Pakk Krakk
"Akhhh" Teriak Adi
"Kau tau apa yang membuat ku begini bang*at.kau yang telah mengubahku jadi seperti ini. Dasar tidak tau diri. Cihhh bahkan aku malu mengakui mu sebagai ayahku. Dan ingat 1 hal. Dia dan kau yang sudah membunuh ibuku maka Terima saja hadiah dariku AYAH" Jennie menekankan kata²nya
"Adriana bawa anak itu kesini. Jangan lupa Pakaikan dia topeng dan bawa Katana milik Bryant.karna punya Vannia agak tumpul" Ucap Jennie
"Sesuai perintah Queen" Jawab Adriana tersenyum sinis ke arah Dina
"Hmmm aku tidak sabar melihat pertunjukan ini hahahahahaha" Jennie tertawa membuat mereka yang ada disana bergidik ngeri
"Aku mulai dari mana dulu yaa" Pura-pura berpikir
"Sayang sebaiknya aku mulai dari mana?. Tangan, kaki atau dada? "
"Heyy jangan sentuh anakku" Teriak Adi histeris sedangkan Dina hanya menangis
"Woww anda terlihat sangat takut tuan " Ucap Jennie
"Kumohon jangan sentuh anakku" Mohon Adi
"Hah Bulshit. Dulu waktu ibuku si tusuk dan aku memohon pernahkah kau mendengar? . Bahkan kau menendang ku seperti ini" Jennie menendang Yunna membuat Yunna langsung terdiam menahan sakit.
"Kau tidak ingin aku menyentuh anakmu? tenang saja walaupun aku tidak menyentuhnya tapi tetap saja dia sudah mati" Jennie melempar anak itu ke kaki Dina
"Kauu jahatt" Teriak Dina
"Yeahhh thanks"
"Hahhh aku bingung"
"Queen bisahkah kita ikut main? " Tanya Nianna
"Bisa kok tapi untuk ini aku duluan"