My Captain Or My CEO

My Captain Or My CEO
#Chapter 7



" Terserahlah. "


" Yuk duduk disana. " Menunjuk salah satu tempat duduk di taman.


Hanya ada keheningan diantara mereka, hingga El membuka suara berusaha mengajak Kinara berbicara.


" Katanya kamu ambil jurusan Seni Rupa, emangnya cita-cita kamu pengen jadi apa?. "


" Kayanya tanpa aku jawab kakak udah tau semua hal tentang aku. "Jawab Kinara datar membuat Gabriel tersenyum.


" Aku mau pulang. " Ucap Kinara akan meninggalkan Gabriel.


"Aku anter." Ucap Gabriel berdiri mencekal tangan Kinara yang hendak meninggalkannya .


"Gaperlu aku tau jalan pulang. " Balas Kinara melepaskan tangan Gabriel namun Gabriel mengeratkan genggamannya.


" Ini udah malem kamu perempuan bahaya kalo pulang sendiri."


Gabriel langsung menggandeng Kinara menuju ke mobil berwarna hitam miliknya di tempat parkir untuk mengantar Kinara pulang. Kinara melayangkan tatapan protes ketika tangannya digenggam Gabriel, namun Gabriel tidak menghiraukan tatapan Kinara.


~


Sesampainya dikediaman Kinara, Gabriel melihat Kinara tertidur dimobilnya. Karena tidak tega membangunkan Kinara Gabriel memilih untuk menggendong Kinara menuju kamarnya dan membaringkannya diatas tempat tidur, melepas sepatu yang dikenakan Kinara serta menyelimutinya.


Setelah selesai Gabriel keluar dari kamar Kinara dan menyerahkan sepatu Kinara kepada Bi Reni yang sedari tadi memperhatikannya di depan kamar Kinara.


"Yaudah bi saya pulang dulu ya." Pamit Gabriel kepada Bi Reni.


"Iya, mas El makasih ya udah nganterin mbak Nara." Ucap Bi Reni seraya mengantar Gabriel ke depan rumah.


"Iya bi, Sama-sama. Kalau gitu saya permisi. "


"Iya mas, Hati-hati."


Gabriel pun pergi dari kediaman Kinara.


*******************


Pagi hari pun datang.


Kinara terbangun dengan masih mengenakan pakaian pestanya semalam.


"Lohh kok udah pagi..... Ga ga mungkin masa iya gue ketiduran semalem. Kalo emang ketiduran mau ditaruh mana muka gue baru kenal udah ketiduran aja di mobil orang. "Batin Kinara terkejut dan bangun dari tidurnya.


" Tenang Nara tenang lo ga mungkin ketemu dia lagi kalo ga ada ada acara perusahaannya Ayah, jadi santai. " Menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya.


Kinara beranjak bangun, mandi dan bersiap siap untuk pergi kuliah. Ketika ia turun ke meja makan untuk sarapan ia dikejutkan dengan kehadiran Gabriel di tengah-tengah keluarganya.


" Ehhh kok bisa disini tu orang?. " Batin Kinara terkejut.


"Apa mendingan gue kabur aja ya mumpung belom ada yang liat. " Kinara mengendap- endap ingin pergi dari rumah namun na as David melihatnya.


" Woii mau kemana kaga sarapan lu. " Teriak David membuat Kinara menghela nafas menahan kekesalannya.


"Kayanya Nara sarapan di kampus aja. " Jawab Kinara tanpa menoleh.


" Ehh kamu ini gimana sih Ra ada tamu malah mau pergi ayo sarapan dulu. " Tahan Amira menghampiri Kinara dan mengajaknya ke meja makan.


Kinara duduk dengan wajah masam karena merasa malu kepada Gabriel.


"Oh iya Nara, hari ini kamu berangkatnya sekalian ama El aja ya. " Kata Gibran kepada putrinya yang sedang sarapan.


"Uhuk.. Uhukkk." Kinara seketika tersedak mendengar kata ayahnya itu.


"Kamu kalo makan pelan-pelan dong sayang." Amira memberikan air minum kepada putrinya itu.


" Kenapa harus dianter?. Nara kan bareng Alfa. " Alibi Kinara.


" Ya gapapa sih sekalian aja El kan baru pulang dari luar negri biar sekalian jalan-jalan. " Jawab Gabriel.


" Ya kalo jalan-jalan tinggal pergi aja sih ngapain pake nganterin Nara emang mo jadi driver taxi?. " Balas Kinara.


" Huss kamu ini!. Maaf ya El Nara emang suka gitu ngomongnya ceplas ceplos ga dipikir dulu. " Ucap Amira pada Gabriel.


" Iya tante gapapa kok. " Jawab Gabriel tersenyum ramah.


"Pagii semuanyaaaaa." Teriak Alfa memecah, suasana tegang antara Ayah dan anak itu


" Loh!.bang kok lo bisa ada disini?. " Ucap Alfa yang terkejut mendapati kehadiran Gabriel disana.


" Iseng aja mau sarapan bareng disini. " Jawab Gabriel santai.


"Bentar-bentar, Al lo kenal sama dia?. " Tanya Kinara mewakili keluarga Kinara yang juga sedikit bingung melihat Alfa memeluk Gabriel.


"Iya lah kan Bang El ini sepupu gue. " Jawab Alfa.


" Wahh kebetulan banget dunia emang sempit ya. " Ucap Gibran


Sedangkan Kinara sudah selesai sarapan dan meneguk susu coklat kesukaannya itu.


" Berhubung Alfa udah disini jadi Bang El ga perlu repot-repot anter aku. Yuk Al berangkat. " Ajak Kinara pada Alfa.


Keluarga Kinara mendadak panik David berusaha memberi kode kepada Alfa.


"Ehhh Ki mendadak gue inget kalo hari ini ada janji ama bokap buat ke kantor jadi keknya gue ga bisa ke kampus bareng elo deh. " Bohong Alfa menepuk jidatnya.


Mendengar jawaban dari Alfa Kinara menatapnya curiga. Sebelum ketahuan Alfa cepat-cepat pamit.


" Yaudah Al pamit dulu ya semuanya papa pasti udah nunggu. Maaf ya Ki. " Pamit Alfa segera pergi dari sana.


" Orang- orang pada kenapa sih aneh banget,gue berusaha ngehindar dari tu orang mereka malah kaya berusaha deketin mulu pasti ada apa- apanya nih. " Batin Kinara curiga.


"Yaudah om, tante, Dav El anter Kinara dulu sekalian nanti langsung ke Kantor papa." Pamit Gabriel.


"Nara berangkat Yah, mii bang Dav. " Pamit Kinara dengan wajah lesu.


Sesampainya di kampus Kinara segera turun, dan akan segera pergi dari sana namun dicegah oleh Gabriel.


"Naraa tunggu."


"Hmm ada apa?. " Tanya Kinara berbalik.


" Maaf nanti aku gabisa jemput. " Ucap Gabriel.


" Aku ga minta kakak buat anter jemput aku. Makasih udah dianterin dan maaf kemaren ngerepotin. " Ucap Kinara meninggalkan Gabriel.


*************


Pukul 15.00


Jam kuliah Kinara baru saja berakhir. Kinara berencana untuk jalan-jalan sebelum pulang mumpung hari ini dia pulang sendiri.


Ketika sudah sampai di depan kampus Kinara dikejutkan dengan keberadaan Aldi yang masih mengenakan baju PDL di depan kampusnya. Kinara segera beranjak pergi dari sana agar Aldi tidak melihatnya.


Karena tidak fokus saat akan menyebrang Kinara tidak melihat ada motor yang melaju kencang kearahnya.


"Aaaaaaaaaa."


Brukkkkkkkkkkk!!!.....


Kinara merasa ada tubuh yang mendorong dan mendekapnya, Ia memejamkan matanya karena syok dengan kejadian yang baru saja terjadi.


" Heyy buka mata kamu. Kamu gapapa. " Ucapnya menepuk pipi Kinara dengan posisi disamping Kinara serta lengannya menyangga leher Kinara.


Kinara pun membuka matanya dan melihat wajah Aldi yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya. Jantungnya berdegup kencang. Kinara terdiam sejenak menatap wajah aldi yang begitu dekat dengan wajahnya.


" Kamu gapapa?. " Ucapnya lagi, membuyarkan lamunan Kinara dengan tubuh tegapnya masih setia menopang tubuh Kinara.


"Hahh?.. " Jawab Kinara gugup.


" Kamu berat. " Ucap Aldi lagi menahan pegal ditangannya.


Kinara langsung tersadar karena ucapan Aldi dan tiba-tiba bangun dari posisinya membuat kepalanya membentur dagu Aldi sehingga la jatuh terlentang memegangi dagunya.


"Aduhhh."


" Eh maaf. " Ucap Kinara reflek.


"Auuu." Teriak Kinara saat akan menolong Aldi.


Mendengar Kinara mengaduh Aldi langsung terbangun dari posisinya untuk melihat kondisi Kinara.


Sikunya terluka saat Aldi menyelamatkan Kinara tadi, Aldi segera membawa Kinara pergi ketempat mobilnya terparkir dan menyuruh Kinara masuk agar dapat diobati.


Kinara hanya menurut karena ia terfokus dengan rasa perih pada sikunya yang terluka. Aldi membuka laci mobilnya dan mengambil Kotak P3K didalamnya.


" Apa yang kamu pikirin?. Nyebrang ga liat jalan. Kalo mau ngehindarin orang seharusnya kamu lebih hati-hati. " Ucap Aldi membuka suara sambil membersihkan luka Kinara dengan alkohol.


" Gatau kenapa setiap ketemu kamu aku pasti celaka. " Jawabnya tanpa rasa bersalah.


" Terserah lah gatau diri banget udah ditolongin juga. " Aldi menekan luka Kinara.


"Aduhhh sakit tau niat ga sih!.. "Kesal Kinara.


"Tadinya niat tapi karena yang ditolong gatau diri jadi nyesel." Merapikan kembali kotak P3Knya.


" Ganiat." Ketus Kinara memegangi sikunya.


" Alamat rumah kamu masih sama kan?. Aku anterin pulang. " Ucap Aldi lagi.


" Gaperlu aku bisa pulang sendiri. " Membuka pintu mobil Aldi namun ditahan oleh Aldi.


" Kamu bahaya kalo dibiarin pulang sendiri." Masih menahan pintu mobilnya.


" Aku pulang sendiri!!." Jawab Kinara tegas.


" Bang Al!!!." Teriak sorang laki-laki yang tiba-tiba membuka pintu mobil Aldi dan terkejut melihat ada Kinara didalamnya dan posisi Aldi yang berhadapan dengan Kinara tangannya masih tetap memegang gagang pintu mobil.


" Ngapain lu bang?." Tanya Sammuel dengan tatapan kaget bercampur bingung.


Sammuel adalah adik Aldi yang kebetulan sekampus dengan Kinara namun ia mengambil jurusan yang berbeda dengan Kinara yaitu Bisnis manajemen.


" Tunggu bentar. " Ucap Aldi pada Kinara dan beranjak keluar untuk berbicara pada adiknya itu.


"Sam lo pulang sendiri dulu ya, abang mau nganterin dia." menunjuk Kinara yang tengah kesal didalam mobil karena tidak bisa membuka pintu mobil Aldi yang dikunci.


"Lahh kok jadi gue yang pulang sendiri, kan lo kesini mau jemput gue. " Protes Sammuel.


" Lo ga liat tangannya luka?.. "


"Lahh kan yang luka tangannya bukan kaki. "


"Udah entar lo pengen apa gua beliin. "


"Wihhh..Beneran yaa, awas kalo bo ong. "


"Iyaaa, udah tenang aja. "


"Okee dehh."


Sammuel pun pergi dari sana. Aldi kembali masuk kedalam mobil untuk mengantar Kinara pulang.


"Kenapa sih aku kan udah bilang jangan berurusan sama aku lagi!!.." Ucap Kinara kesal.


" Aku cuma mau bantu kamu. "


" Dengan kamu ga muncul di hidup aku aja itu udah cukup membantu. " Jawab Kinara membuat Aldi terdiam.


Aldi tetap menjalankan mobilnya untuk mengantar Kinara.