My Captain Or My CEO

My Captain Or My CEO
#Chapter 17



Tibalah saatnya untuk Kinara mempresentasikan tugas yang sudah ia kerjakan minggu lalu dengan bantuan Gabriel. Dengan wajah cueknya Kinara menjelaskan hasil tugasnya didepan dosen dan mahasiswa sekelasnya.


Semua orang memperhatikan Kinara termasuk Lian. Dia terus menatap Kinara sambil tersenyum. Saat Kinara sudah selesai dan kembali ke tempat duduknya Lian tetap tidak berhenti menatap Kinara.


Kinara sendiri tidak memperhatikan sekitarnya sehingga dia tidak tahu kalau Lian sedari tadi terus memperhatikannya.


~


Hari ini Alfa tidak masuk kuliah Gabriel juga tidak bisa menjemput Kinara. Jadi Kinara terpaksa harus pulang sendiri naik taxi. Sebelum pulang Kinara pergi ke toilet untuk mencuci muka.


Kinara sudah lama menunggu namun tadinya tidak kunjung datang. Ia pun memutuskan untuk berjalan kaki sambil menunggu taxi lewat. Saat melewati jalan yang sepi tiba-tiba ada sebuah mobil hitam yang berhenti di depan Kinara dua orang bertubuh kekar keluar dari dalam mobil dan membekap Kinara hingga pingsan.


Kinara dibawa ke sebuah vila yang jauh dari pemukiman dan di sekap dalam sebuah kamar.


~


Di kediaman Adhitama semua orang panik dan bingung karena Kinara tidak pulang-pulang. Gibran dan Amira berusaha menghubungi Gabriel dan juga Alfa. Sedangkan David meminta orang suruhannya untuk melacak keberadaan Kinara.


Alfa dan Gabriel yang sedang sibuk langsung pergi kerumah Gibran dan meninggalkan semua pekerjaan mereka saat mendengar kabar Kinara hilang.


" Gimana ini vid Nara kok ga pulang-pulang. " Ucap Amira khawatir.


" Mami tenang David udah berusaha nyuruh orang buat cari Kinara. " David berusaha menenangkan Amira.


Gibran memarahi semua anak buahnya karena tidak becus menjaga Kinara. Bagaimana bisa mereka lengah dalam mengawasi Kinara.


" Emang Nara punya musuh Al?. " Tanya Gabriel pada Alfa.


" Setau gue sih ga punya bang jangankan musuh temen aja gapunya. " Jawab Alfa.


Semua orang sibuk mencari cara untuk mengetahui keberadaan Kinara. Alfa juga berusaha menghubungi ponselnya namun tidak bisa karena sepertinya HP Kinara mati.


~


Malam hari.


Di vila Kinara terbangun dan merasakan kepalanya berdenyut hebat pandangannya buram.


" Aaaaahhh. " Lenguh Kinara memegangi kepalanya.


" Lo udah bangun? Princess. " Ucap seorang pria penuh penekanan duduk di sebelah ranjang Kinara.


Kinara berusaha menjernihkan penglihatannya yang kemudian sedikit demi sedikit mulai jelas. Ia melihat bahwa Lian lah yang menculiknya.


"Lo!. Gue dimana?. " Tanya Kinara masih merasakan pusing di kepalanya.


" Di tempat yang jauh dari para pengganggu. " Ucapnya tersenyum sinis berdiri membelakangi Kinara.


" Kenapa lo bawa gue kesini?. " Tanya Kinara.


" Karena gue pengen ngebuktiin ke elo kalo gue ga main-main. "


" Gue mau pulang. "


Kinara berdiri dari tempat tidur namun tubuhnya oleng dan langsung ditangkap olehnya.


" Hey hati-hati lo itu masih belum sadar sepenuhnya. " Ucapnya memandang Kinara dengan senyum iblisnya.


" Lepas!. " Kinara mendudukkan dirinya kembali ke tempat tidur.


" Istirahat aja dulu. Gue mau ambil makanan buat lo. "


" Kenapa gue bisa ada disini!. Dimana tas gue pasti orang rumah udah khawatir. " Ucap Kinara bingung namun tidak bisa apa-apa karena tubuhnya terasa lemas.


~


Keesokan harinya berita hilangnya Kinara sudah menyebar di kampus. Begitu juga Sammuel setelah mengetahui kabar ini entah kenapa ia merasa perlu memberitahu hal ini kepada Aldi. Sammuel pun mencoba untuk menelfon Aldi.


Tringgg.... Tringgg..... Tringgg......


Aldi yang sedang berada di basecamp bersama Dirga dan Vino tiba-tiba mendapat telfon dari Sammuel.


" Siapa Al? Pacar lo?. " Tanya Dirga.


" Mana mungkin si Aldi punya pacar sih Ga. " Ledek Vino.


" Kebiasaan lo berdua awas aja ntar bakal gue kasih kerjaan setumpuk. " Ucap Aldi keluar dari ruangan sambil mengangkat telefon.


Sammuel : " Halo bang. "


Aldi : " Ada apa Sam tiba-tiba telfon?. Tara drop?. " Tanya Aldi.


Sammuel : " Bukan gue cuma mau bilang cewe yang lo anter pulang dulu ilang. "


" Kinara. " Batin Aldi.


Aldi : " Lo serius?. "


Sammuel : " Gue serius dia ilang dari kemaren sore waktu pulang kuliah. Beritanya udah nyebar satu kampus dan gatau kenapa kayanya gue harus ngabarin lo. "


Aldi : " Oke Makasih Sam. "


Tuttt


Aldi mematikan telefonnya.


Selesai menelfon Aldi tiba-tiba Sammuel di datangi Alfa dan Gabriel.


" Aldi dimana?. " Tanya Alfa to the point.


" Dia lagi tugas barusan aja gue telfonan sama dia. " Jawab Sammuel.


" Berarti bukan dia. Ayo bang. " Alfa mengajak Gabriel pergi.


" Kenapa dia tanya soal bang Al?. Pasti bang Aldi ada apa-apanya sama tu cewe. " Batin Sammuel penasaran.


Alfa dan Gabriel mencari keberadaan Lian di seluruh penjuru kampus dan baru menemukannya di toilet pria.


" Lo apa- apaan sih Al. Gue gatau lo sendiri yang bilang ke gue untuk jauhin Kinara!. Seharusnya gue yang nanya ke lo dimana Kinara. Liat lo aja ga becus jaga dia. " Ucap Lian meremehkan Alfa.


" Jaga omongan lo ya!. " Alfa hampir saja melayangkan satu tinjuan kepada Lian namun ditahan oleh Gabriel.


" Tahan diri lo Al, ayo kita pergi jangan buang- buang waktu. " Gabriel menarik Alfa keluar dari toilet.


~


Setelah mendapat informasi dari Sammuel Aldi bergegas pulang bersama Dirga dan Vino untuk membantunya.


Didalam mobil.


" Gimana Vin lo bisa kan lacak keberadaan Kinara?. " Tanya Aldi sambil fokus menyetir.


" Gue bisa tapi harus ada nomer hpnya. " Jawab Vino.


" Emangnya lo punya Al?. " Tanya Dirga.


" Engga makanya lo berdua gue ajak ke orang yang punya nomernya. " Jawab Aldi.


Aldi sampai di Kampus Kinara siang hari ia segera menelfon Sammuel untuk menemuinya di depan.


" Ada apa bang ko lo mendadak banget pulang. Apa karena Kinara ilang?. " Tanya Sammuel heran.


" Sekarang bukan waktunya ngejelasin itu. Lo tau dimana Alfa?. "


" Gatau bang kayaknya dia udah pergi. Soalnya tadi pagi abis kita telfonan dia dateng dan nanyain soal elo. Emang ada hubungan apasih lu sama tu cewe?. Kok keliatannya lu panik banget bang. "


" Lo punya nomer Alfa?. "


" Punya kenapa emang?. "


" Cepet kirim ke gue. " Suruh Aldi dan Sammuel pun langsung mengirimkannya.


"Bang jawab pertanyaan gue tadi. "


" Oke makasih sam gue pergi dulu. " Aldi menepuk pundak Sammuel dan masuk kedalam mobilnya.


"Bang pertanyaan gue belum dijawab. " Teriak Sammuel namun tidak dihiraukan oleh Aldi.


" Gimana?. " Tanya Dirga.


" Bentar gue telfon dulu. " Aldi berusaha menelfon Alfa.


Disisi lain Alfa, Gabriel dan Gibran sedang berkumpul untuk mendiskusikan hilangnya Kinara. Kejadian ini membuat Amira drop tidak mau makan karena takut kehilangan putrinya untuk kedua kalinya. David terus menemani Amira dan berusaha menenangkannya.


Tiba-tiba ponsel Alfa berdering menampilkan nomer tidak dikenal.


" Siapa Al?. " Tanya Gibran.


" Gatau om nomer ga dikenal. " Jawab Alfa.


" Angkat aja siapa tau ini ada hubungannya sama Kinara. " Ucap Gibran. Alfa pun mengangkat panggilan itu.


Alfa : " Halo ini siapa?. "


Aldi : " Ini gue Aldi. Temuin gue di cafe **** , ini soal Kinara. "


Alfa : " Oke gue kesana sekarang. "


Tutttt


" Siapa Al?." Tanya Gibran.


" Gue ga mungkin kasih tau om Gibran kalo ini Aldi om pasti bakal mikir kalo Aldi yang udah culik Kia. " Batin Alfa terdiam.


" Siapa Al?. " Tanya Gibran.


" Orang suruhan Alfa om dia bilang mau laporin sesuatu. " Jawab Alfa berbohong.


" Kalo gitu om ikut. "


" Jangan om, om di rumah aja tante Mira butuh om sekarang. Biar El sam Alfa yang atasin ini kita pasti bisa temuin Kinara hari ini. " Jawab Gabriel.


" Hmm yasudah kalo gitu. Om minta tolong sekali sama kalian temukan Kinara om gabisa kehilangan dia. " Pesan Gibran penuh harap pada Alfa dan Gabriel.


" Baik om kita pergi dulu. " Pamit Alfa.


Gabriel dan Alfa segera pergi menuju cafe yang dimaksud Aldi.


~


Sesampainya disana Alfa langsung bisa menemukan keberadaan Aldi dan teman-temannya karena mereka masih memakai seragam dinasnya.


" Gimana ada apa Al?. " Tanya Alfa to the point.


Sedangkan Aldi malah menatap Gabriel penasaran.


" Laki-laki ini yang beberapa kali jemput Nara siapa dia?. Kenapa dia ikut cari Kinara. " Batin Aldi.


" Al. " Tegur Alfa.


" Gue minta nomer Kinara buat lacak keberadaan dia. " Ucap Aldi.


" Gimana caranya semua orang udah telfon Kinara dari kemaren tapi HP nya ga aktif. " Jawab Alfa.


" Kita bisa lacak lewat kartunya. " Jawab Vino.


" Al kasih aja. " Suruh Gabriel.


" Maaf ki gue sebarin nomer lu ke orang lain. Nanti kalo lo ketemu jangan buang gue di sumur ya. " Batin Aldi menyerahkan HP nya yang menampilkan nomer Kinara.


Vino pun langsung mengoperasikan laptopnya untuk melacak keberadaan Kinara. Dengan keahlian Vino dibidang ini akan sangat membantu mereka untuk menemukan Kinara.