
" Gausah kaget gitu Kak Aldi. " Ucapnya tenang membuat Aldi kembali mengingat wajah laki-laki itu.
" Iya gue Lian yang waktu itu lo usir dari tenda Kinara. " Ucapnya sinis.
" Lepasin Kinara atau. "
" Atau apa?. " Saut Lian.
" Bawa masuk. " Ucap Lian pada anak buahnya.
Para penjaga itu sudah menangkap Gabirel dan Alfa. Kinara semakin panik dan berusaha melepaskan dirinya ketika melihat Alfa tertangkap.
" Ssstt Ra tenang Gue gabakal nyakitin mereka. " Ucap Lian menenangkan Kinara yang mulai menangis. Kinara menatap Lian memelas.
" Liat lo nangis kaya gini aja masih cantik loh. " Ucap Lian memuji Kinara.
" Sekarang pilihan ada di lo Al. Biarin gue pergi sama Kinara dan gue bakal lepasin mereka berdua. Atau.... Slametin Kinara dan mereka berdua mati. " Ucap Lian memberi pilihan membuat Aldi terdiam.
" Oke biar gampang gue kasih pertimbangan. " Lian membuka lakban yang menutup mulut Kinara.
" Lepasin Alfa sama kak El. Bawa gue asal mereka tetep hidup. " Ucap Kinara pada Lian.
" Gimana?. " Tanya Lian pada Aldi.
" Kak Rey slametin Alfa aku mohon. " Pinta Kinara menangis semakin membuat Aldi bingung.
" Gue pilih slametin mereka semua. " Jawab Aldi tiba-tiba mengambil pistol dan menembak kaki Lian.
" Bunuh mereka semua. " Teriak Lian kepada anak buahnya.
Dirga dan Vino datang dari belakang dan mulai menyerang anak buah Lian. Hal ini dimanfaatkan Gabriel untuk menyelamatkan diri dan ikut menghajar mereka semua. Alfa yang juga sudah terlepas segera pergi untuk menyelamatkan Kinara.
Saat mencoba melepas tali yang mengikat tubuh Kinara tiba-tiba Lian memukul kepala Alfa dari belakang dengan kayu. Alfa seketika pingsan dan kepalanya mengeluarkan darah.
Kinara langsung melepaskan diri dan mengangkat kepala Alfa. Saat tangannya terkena darah, Kinara tiba-tiba merasa sangat pusing dan pandangannya kabur.
Aldi segera menangkap tubuh Kinara ketika ia akan jatuh pingsan. Gabriel, Dirga dan Vino masih menghajar anak buah Lian yang tersisa dan juga menangkap Lian.
" Ra bangun Ra. " Aldi menggoyangkan tubuh Kinara.
" Kita harus ke rumah sakit sekarang. " Ucap Gabriel ngos-ngosan.
" Kalian pergi aja gue sama Dirga akan atasin ini. " Ucap Vino.
Aldi segera mengangkat tubuh Kinara membawanya ke dalam mobil sedangkan Gabriel mengangkat tubuh Alfa. Gabriel segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.
~
Sesampainya di rumah sakit Kinara dan Alfa langsung ditangani oleh dokter yang bertugas. Aldi dan Gabriel menunggu di depan ruangan ICU dengan baju Gabriel yang penuh darah Alfa.
Gabriel segera memberi tahu keluarga Kinara dan juga Alfa. Sedangkan Aldi pergi untuk membeli minum dan memberikannya pada Gabriel.
" Thanks. " Ucap Gabriel.
" Lo kakaknya Kinara?. " Tanya Aldi kepada Gabriel.
" Bukan gue sama Kinara dijodohin. " Jawab Gabriel membuat Aldi terkejut dan menatap Gabriel.
" Tapi tenang aja Kinara ga ada perasaan sama gue. Dan kayanya peluang lo lebih besar daripada gue. " Ucapnya lagi.
Tiba-tiba dokter yang menangani Kinara dan Alfa keluar dari ruangan ICU.
" Gimana keadaan mereka berdua dok?. " Tanya Gabriel.
" Untuk pasian pria dia mengalami gagar otak ringan dan perlu transfusi darah tapi sudah bisa kami tangani jadi kita tinggal menunggu dia sadar. Sedangkan yang wanita sepertinya dia mengalami trauma yang membuatnya syok dan pingsan. Mungkin dia akan sadar besok. " Ucap dokter.
" Trauma?. " Tanya Aldi bingung.
" Iya mungkin pasien pernah mengalami tragedi yang sangat berpengaruh pada mentalnya sehingga saat dia melihat sesuatu yang berhubungan dengan kejadian itu membuatnya syok dan pingsan. " Ucap dokter menjelaskan.
" Baiklah saya permisi mungkin nanti kalo kondisi mereka sudah membaik. Mereka akan dipindahkan ke kamar pasien. " Ucap dokter meninggalkan Gabriel dan Aldi.
Setelah kepergian dokter HP Aldi berbunyi ia pun pergi untuk mengangkat telfon.
" Halo Vin gimana?. " Tanya Aldi kepada Vino.
" Udah gue beresin polisi juga udah ke sini. "
" Oke kalo gitu lo jemput gue ke rumah sakit. " Jawab Aldi.
" Tunggu gue barusan dapet kabar. " Ucap Vino sebelum Aldi mematikan sambungan telfon.
" Besok sore kita bakal balik ke perbatasan. Gue gatau ini berita baik atau buruk buat lo. Tapi komandan bilang ada pergerakan mencurigakan disana. " Ucap Vino membuat Aldi terdiam.
" Cuma itu yang mau gue sampein. Gue sama Dirga bentar lagi kesana. " Ucap Vino mematikan sambungan.
" Situasi macam apa ini." Batin Aldi gelisah.
Disisi lain dia tidak ingin meninggalkan Kinara karena ingin mengetahui kondisinya. Namun tujuannya menjadi seorang tentara adalah agar tidak terjadi lagi konflik yang merenggut nyawa orang yang ia sayangi. Kehilangan orang tuanya sudah sangat membuat Aldi terpukul.
~
Setengah jam kemudian Vino dan Dirga sampai di rumah sakit. Aldi meminta mereka berdua untuk menunggu di mobil setelah bertemu dengan Gabriel.
" Gue harus pergi. " Ucap Aldi kepada Gabriel.
" Lo ga tunggu Kinara sadar?. " Tanya Gabriel.
" Gue gabisa besok gue harus balik tugas ke perbatasan. Gue harus nyiapin tim. " Jawab Aldi.
" Gue serahin Kinara ke lo. Gue percaya lo bisa jaga dia lebih baik dari gue. " Ucap Aldi seakan menyerahkan Kinara kepada Gabriel. Ia merasa sangat bersalah sudah membuat trauma di hidup Kinara.
Aldi merasa Gabriel akan bisa lebih membahagiakan Kinara dan membuatnya lupa akan kejadian di masa lalu. Sulit baginya namun dia harus pergi.
" Lo berangkat dari mana? Kapan?." Tanya Gabriel.
" Pelabuhan besok jam 5 sore. " Jawab Aldi.
" Gue akan jaga Kinara semampu gue. " Ucap Gabriel.
" Gue percaya sama lo. Gue pergi dulu. " Aldi meninggalkan Gabriel menuju mobil.
~
Didalam mobil Aldi terlihat murung dan banyak pikiran. Hal itu disadari oleh Vino dan Dirga.
" Segitu berartinya ya Kinara di hidup lo?. " Tanya Vino.
" Gue cuma mau nebus kesalahan gue sama dia. " Jawab Aldi berbohong.
" Kalo cuma nebus kesalahan lo ga bakal berbuat sejauh ini. Lo gabisa bohong sama kita Al. Dari mata lo udah keliatan kalo lo sayang banget sama Kinara. " Saut Dirga.
" Apapun yang gue lakuin dia akan tetep benci gue. " Jawab Aldi lesu.
" Gue ga yakin dia akan tetep benci lo setelah kejadian ini. Dia pasti bisa liat perjuangan lo dan keseriusan lo. " Jawab Vino.
" Tapi gue rasa gue akan bisa ngebahagiain dia. Lo tau Gabriel itu orang yang dijodohin sama Kinara. "
" Dan lo pikir Kinara bakal semudah itu suka sama Gabriel?. Gue ga yakin. " Ucap Dirga.
" Lo berdua ngerti ga sih gue udah bikin dia trauma liat darah. Dan itu akan bikin gue menyesal seumur hidup. " Ucap Aldi.
" Yaudahlah kalo emang itu keputusan lo Al. Kita bakal dukung lo dan berusaha jadi sahabat yang baik buat lo. " Ucap Vino.
" Maksih Vin Ga. " Jawab Aldi.