My Captain Or My CEO

My Captain Or My CEO
#Chapter 4



Malam pun datang.


Kinara baru terbangun dari tidurnya pukul 08.00, entah karena kelelahan atau memang dasarnya Kinara suka tidur yang membuatnya tertidur sekian lama seperti orang mati.


Ketika terbangun Kinara merasa lapar karena sedari pagi dia belum makan. Petugas kesehatan yang melihat Kinara sudah bangun langsung menghampirinya dan memberikan makanan.


"Ini makanan buat kamu dari tadi pasti belum makan kan." Menyodorkan kotak makanan pada Kinara.


"Oh makasih." Ucap Kinara pada petugas kesehatan tersebut.


"Ni mbak peka banget yaa tau kalo gua laper." Gumamnya dalam hati sambil memakan makanannya.


Setelah menghabiskan makanannya, Kinara berniat untuk pergi ketenda mengganti bajunya penuh keringat dan kotor akibat terjatuh siang tadi. Saat akan memakai sepatu Kinara melihat pergelangan kakinya sudah diperban.


" Eh kaki gue ada perban?. Ah bodo lah paling juga mba tadi yang ngobatin waktu gue ketiduran."


Baru saja selesai memakai sepatu dan hendak pergi Kinara malah ditahan oleh petugas kesehatan yang berjaga disana.


"Kamu mau kemana?." Tanyanya.


" Balik ketenda, ganti baju."


"Tapi tas kamu ada disini ganti baju disini aja, lagipula saya diberi pesan oleh pak Aldi kalau kamu malam ini tidur disini."


Kinara terkejut mendengar perkataan petugas kesehatan tersebut.


" Hahh ngapain sihh gua disuruh tidur disini segala, lebay banget tu orang kaki gua cuma keseleo bukan patah." Gumamnya dalam hati.


"Yaudah mbak mana tas saya??.. "


"Sebentar saya ambilkan."


"Ini mbak tasnya, oh iya kalo mbak mau ganti baju itu ada tempat khusus buat ganti baju." Ucapnya sambil menunjuk sebuah ruangan kecil dipojok tenda.


Kinara mengangguk dan pergi menuju ruangan tersebut dengan kaki pincangnya yang ia rasa sudah tidak terlalu sakit seperti sebelumnya.Kinara mengganti pakaiannya memakai Celana casual abu-abu polos yang tidak terlalu ketat dan kaos oblong berwarna tosca dibalut jaket Abu-abu untuk menghangatkan tubuhnya dari hawa dingin pegunungan.


Selesai berganti baju Kinara bergegas keluar meletakkan ranselnya diatas tempat tidur yang ia tempati tadi, kemudian mengendap-endap keluar dari tenda tanpa sepengetahuan petugas kesehatan.


Di tengah gelapnya hutan Kinara berjalan-jalan untuk pergi kesungai dengan membawa sebuah senter.


Kinara terus berjalan menelusuri gelapnya hutan tanpa rasa takut. Sesekali dia beristirahat karena kondisi kakinya yang belum pulih membuatnya merasa kesakitan ketika berjalan jauh.


Ketika beristirahat Kinara mendengar suara langkah kakiyang menghampirinya. Kinara segera mengarahkan sendernya ke sumber suara. Dan ternyata Aldi yang sedang berjalan menuju tempatnya.


" Ahh tu orang lagi. Kenapa sih udah kek bayangan aja ngikutin mulu. " Kesal Kinara.


" Ngapain kamu disini?. Mau kabur kemana lagi?." Tanya Aldi.


" Bukan urusan kamu!. "


" Kenapa kamu jadi seenaknya!. Kaki kamu belum pulih dan kamu malah jalan-jalan. " Tegur nya.


" Kamu yang bikin aku keselo!. sekarang aku mau ke sungai!. " Jawab Kinara ketus.


" Kalo kamu mau ke sungai bilang ke salah satu dari Tentara disini. Kamu bener- bener ceroboh pergi ke sungai sendiri ini sudah malam disini hutan bukan kota!. Ada banyak hewan buas. " Terang Aldi membuat Kinara terdiam.


" Ayo aku antar kamu ke sungai sebagai permintaan maaf. " Ajak Aldi mengulurkan tangannya untuk membantu Kinara berdiri. Namun Kinara menepisnya dan bangkit sendiri.


~


Setelah melewati beberapa rintangan akhirnya mereka sampai di sungai. Kinara langsung bergegas menuju kebelakang batu besar untuk buang air kecil. Saat sudah selesai Kinara menghampiri Aldi.


" Ayo balik. " Ajak Kinara dibalas anggukan oleh Aldi.


Di perjalanan mereka hanya saling diam dan teriak berjalan hingga Aldi mulai membuka pembicaraan.


" Gimana keadaan kamu sekarang?. " Tanya Aldi.


" Gausah ngomong sama aku. " Jawab Kinara singkat.


" Aku lihat kamu banyak berubah. "


" Setiap orang akan berubah kapanpun dan karena apapun!. " Ucap Kinara penuh penekanan. Membuat Aldi tersenyum pias.


Setelah cukup lama berjalan Kinara mulai lelah dan kakinya juga mulai terasa sangat sakit. Aldi yang melihat kondisi Kinara langsung berjongkok dihadapannya.


" Naik!. " Ucapnya, Kinara menyadari bahwa dia sudah tidak kuat berjalan langsung menuruti perkataan Aldi.


Aldi mengangkat tubuh Kinara dan kembali berjalan menuju camp.


11.00


Aldi dan Kinara baru tiba di camp dan langsung disambut oleh teman-temannya dan juga Pak Ardhi. Sebelum menjawab pertanyaan mereka semua Aldi terlebih dulu membaringkan tubuh Kinara di Tempat tidur, melepas sepatunya dan menyelimuti Kinara. Barulah ia pergi menemui mereka.


"Al dari mana aja kamu?. Tiba-tiba ngilang ditengah acara. "Tanya Pak Ardhi.


" Maaf Pak tadi saya sedang mengantar Kinara ke sungai. Saya khawatir karena saya yang sudah menyebabkan dia keseleo. " Jawab Aldi.


" Yasudah lain kali kalau mau pergi bilang dulu jangan buat semua orang khawatir." Ucap Ardhi lagi.


" Baik Pak maaf sudah merepotkan. "


"Yasudah biarkan dia istirahat, setelah ini kita brifing untuk kegiatan nanti malam, 15 menit lagi saya tunggu di tenda pertemuan ." Kata Pak Ardhi kepada Aldi dan teman-temannya.


" Siap Pak!." Jawab mereka serentak.


Ketika Pak Ardhi pergi, Aldi langsung dihujani banyak pertanyaan oleh teman-temannya.


"Al lo kok bisa sama tu anak sihh, udah dua kali loh lu gendong dia seharian ini." Kata Dirga teman Aldi.


"Apa jangan-jangan lo ada apa-apa ya sama Dia." Saut Vino.


" Kalian pada kenapa sih ngaco aja!." Ketus Aldi.


"Ya siapa tau,kan seorang Reydha Aldi Atlanta Kapten pasukan elite termuda suka sama cewek itu langka. Ehh boro-boro suka diajak ngobrol aja udah ngehindar." Terang Dirga mengejek Aldi.


"Gua juga mau vin ga cuma lo aja kalii" Saut Dirga tak terima.


"Yaudah Kita saingan aja, gampang kan." Jawab Vino.


"Okeehh siapa takut!." Ucap Dirga.


"Oke deall!." Kata Vino menjabat tangan Dirga.


" Gila lo berdua!." Ucap Aldi kesal dengan perilaku kedua temannya itu.


"Biarin, sirikk aja lo." Ucap Vino, membuat Aldi tambah kesal.


"Ehh Al besok tu anak, tetep lo biarin ga ikut kegiatan??." Tanya Dirga.


" Engga besok dia harus ikut kegiatan karena hari ini dia udah ga ikut kegiatan sama sekali." Ucap Aldi tegas.


"Tapi jangan keras-keras kek tadi Al kasian." Bela Vino.


"Udah gausah dipikirin sekarang ngapain kita masih ngobrol disini. Pak Ardhi pasti udah nungguin kita." Ucap Aldi menghentikan pembicaraan mereka.


"Iya-iya, yaudah ayo kesana!." Ajak Dirga.


Mereka pun pergi ke tenda pertemuan untuk brifing kegiatan bersama Pak Ardhi dan anggota lainnya.


*****************************


Pukul. 04.00


Semua Mahasiswa sudah diteriak ii untuk bangun dan bersiap-siap untuk kegiatan dihari terakhir. Begitupun Kinara untuk hari ini dia diharuskan mengikuti kegiatan tidak ada dispensasi lagi.


Seluruh mahasiswa langsung pergi menuju sungai untuk membersihkan diri dan mengikuti kegiatan olahraga.


Setelah seluruh mahasiswa selesai bersiap-siap mereka dikumpulkan untuk berbaris ruang tengah depan tenda-tenda mereka untuk melakukan kegiatan olahraga. Begitupun Kinara yang sekarang sudah berada dikelompoknya. Kinara langsung mendapat banyak pertanyaan dari Ayra dan kedua temannya.


"Ra, kaki lo udah gapapa, kok lo udah boleh ikut kegiatan??.. " Tanya Ayra.


"Udah gapapa." Jawab Ayra.


"Lo tau darimana kaki gue sakit?." Tanya Kinara curiga karena dia tidak ke tenda sama sekali setelah terjatuh kemarin.


"Kemarin Kak Al ketenda, ngambil ransel lo terus gua nanya deh." Kata Ayra.


"Jadi yang ngambil barang-barang gue itu kak Rey." Gumam Kinara dalam hati.


"Ehh ra lo beruntung banget kemarin ga ikut kegiatan, sumpahh deh si kak Al galak banget. Kita salah dikit udah disuruh push up, disuruh lari-lari udah kaya latian militer ,ni badan sakit semua tau nggak" Terang Kikan teman Ayra.


"Keliatannya aja ganteng,keren body goals tapi galaknya minta ampunn takut gua." Saut Fika.


Kinara hanya diam tak peduli menanggapi celotehan Ayra, Kikan dan juga Fika tentang Aldi.


Tak berapa lama Aldi dan jajarannya datang memakai seragam dinas lengkap dengan lengan ditekuk tidak sampai siku memperlihatkan lengan bersih berototnya serta memakai topi hitam yang membuat pesona ketampanannya semakin bertambah, menimbulkan suara-suara kekaguman para mahasiswi.


"Selamatt pagii." Sapa Aldi tegas.


"Pagiiiii." Jawab mereka serentak.


"Baikk,hari ini kegiatan Kita adalah olah raga pagi kita mulai dengan streaching kemudian lari lari keliling hutan, setelah itu kita sarapan pagi. Dan kegiatan selanjutnya akan saya sampaikan setelah kegiatan sarapan. bisaaa dipahami."


"Siappp Bisaaa."


Setelah selesai melakukan stretching para mahasiswa mulai berlari mengelilingi hutan. Sedangkan Kinara terlihat berlari di baris belakang merasakan nyeri di kakinya.


Vino dan Dirga diikuti Aldi datang menghampiri Kinara karena melihatnya kesulitan berlari.


"Kalau kamu ga kuat, ngausah dipaksa buat lari." Ucap Dirga sok perhatian.


"Apa mau, aku gendong aja." Canda Vino.


Kinara hanya diam saja menanggapi godaan teman- teman Aldi.


Aldi yang tidak tega melihat Kinara kesakitan,langsung berlari menyalip Kinara dan berhenti didepannya. Membuat Kinara berhenti berlari.


Tanpa pikir panjang Aldi langsung menggendong Kinara dipunggungnya kemudian melanjutkan kegiatan lari paginya.


Dirga dan Vino yang melihat perilaku Aldi langsung terkejut melongo menyaksikan sikap sok pahlawan temannya itu. Begitupun Kinara yang berusaha memberontak karena malu ada banyak mahasiswa yang terkejut melihat Kinara dan Aldi apalagi mahasiswi yang mengagumi Aldi mereka terlihat sangat kesal.


" Apa yang kamu lakuin!. Turunin aku sekarang!. " Kesal Kinara.


" Udah diem aku cuma mau tanggung jawab. " Ucap Aldi.


" Dulu aja kamu ga tanggung jawab sama hal besar yang udah kamu lakuin. Dan sekarang kamu sok pahlawan mau bertanggung jawab dengan hal kecil. " Batin Kinara benci.


Setelah selesai melakukan lari pagi Aldi langsung menurunkan Kinara didepan tendanya. Ayra, Kikan dan Fika dibuat melongo melihat Aldi menggendong Kinara hingga membuat tubuhnya berkeringat memancarkan aura ketampanannya yang mempesona.


" Udah cukup disini aja tanggung jawab kamu. Jangan berurusan sama aku lagi!." Ucap Kinara meninggalkan Aldi.


Ayra, Kikan dan Fika sangat terkejut melihat Kinara berkata seperti itu kepada Aldi. Pasalnya Aldi adalah laki-laki tampan Kapten pasukan elite pula siapa sihh yang ga pengen digendong seperti Kinara tadi.


Namun bagaimana lagi Kinara kan bukan seperti perempuan-perempuan kebanyakan yang setiap melihat laki-laki tampan langsung jatuh hati. Apalagi Kinara memiliki dendam masa lalu yang mendalam pada Aldi.


.


.


.


.


.


.


.