My Captain Or My CEO

My Captain Or My CEO
#Chapter 3



" Balik ke camp sebelum malam. " Ucap Aldi meninggalkan Kinara.


Setelah beberapa lama duduk disana Kinara akhirnya memutuskan untuk kembali ke camp. Sesampainya disana ia dihadang oleh Mita dan di introgasi.


"Lo abis dari mana, pergi seenaknya aja kita disini buat LDK bukan liburan!." Ucap Mita mengintimidasi.


Belum sempat Kinara menjawab tiba-tiba....


"Dia tadi sama saya, saya minta tolong sama dia buat nyari kalung saya yang jatuh kebetulan dia tadi mau ke sungai buat BAB." Bela Aldi.


"Ehh bisa-bisanya ni orang ngejatuhin harga diri gue bilang gua mau BAB. Baru ketemu aja udah ngeselin!." Gerutu Kinara dalam hati sambil menatap Aldi kesal.


Aldi tersenyum melihat ekspresi kesal Kinara yang menggemaskan.


"Oh gitu ya kak, maaf aku gatau hehe, nanti kalo kakak butuh apa-apa bilang aja ke aku. Aku siapp bantuin kakak kapan aja" Jawab Mita sambil tersenyum genit.


" Idihh ni orang bisa- bisanya bilang gitu sok imut lagi jijik gua liatnya." Suara hati Kinara bergidik geli.


"Oke Terima kasih. Sekarang tolong kamu kasih tau kelompok dia yang mana." Jawab Aldi


"Iya siap kak." Balas Mita kegirangan


" Nama kamu siapa?." Tanya Mita lembut kepada Kinara dengan wajah terpaksa.


" Kok kaya terpaksa banget ya senyumnya. " Batin Kinara heran.


" Hei malah diem nama kamu siapa?. Punya nama kan?." Tanya Mita membuyarkan lamunan Kinara


" Kinara. "


" Kamu satu kelompok sama Ayra disana itu yang sebelahnya tenda biru." Sambil menunjuk salah satu tenda yang sedang dibangun oleh kelompok Ayra


Kinara pun langsung pergi meninggalkan Aldi dan Mita menuju tendanya.


"Dasar gatau diri bilang terima kasih kek main nyelonong seenaknya aja. " Gerutu Mita saat Kinara berlalu dihadapannya.


Setelah Kinara pergi Mita berniat mengajak Aldi mengobrol, namun belum saja memulai Aldi sudah pamit pergi.


"Yasudah saya tinggal dulu ya, kamu lanjutkan tugas kamu." Ucap Aldi sambil meninggalkan Mita


"Iya Kak" Jawab Mita sambil tersenyum.


"Baru aja mau diajak ngomong udah main pergi aja, untung ganteng hihhh" gerutu Mita sambil meninggalkan tempatnya.


Disisi lain Kinara saat ini sudah berada di kelompoknya dan langsung disambut baik oleh Ayra .


"Ehh kamu Kinara kan, kenalin aku Ayra sambil menyodorkan tangan nya"


" Hmm. " Jawab Kinara singkat mengacuhkan uluran tangan Ayra.


"Tendanya belum jadi?."Tanya Kinara kepada Ayra.


"Iya Ra kita ga ada yang bisa bangun tenda, kamu bisa??... " Tanya Ayra menarik kembali tangannya.


Kinara mengangguk karena dia sering melakukan camping dipegunungan bersama keluarganya dan Alfa.


Tanpa pikir panjang Kinara melepas ranselnya meletakkannya di sembarang tempat. Melepas hodienya dan mengikatkannya di pinggang agar tidak kegerahan. Di balik hodienya itu Kinara memakai kaos oblong berwarna abu-abu memperlihatkan lengan putih bersih dan mulusnya itu. Kemudian Kinara merubah ikatan rambutnya menjadi ikatan bun yang membuat lehernya menjadi lebih terekspos.


Kinara mulai membangun tendanya, sedangkan Ayra dan kedua temannya ikut membantu apa yang diinstruksikan Kinara.


Tidak berapa lama Lian datang menghampiri tenda Kinara untuk membantunya mendirikan tenda. Lian merasa kasian melihat Kinara berkeringat.


" Mau gue bantu?." Tawar Lian


"Gue bisa sendiri." Jawab Kinara Datar fokus dengan tendanya.


Melihat Lian yang diabaikan oleh Kinara Ayra merasa kasihan dan menghampiri Lian.


"Ehh Yan tenda lo udah jadi?." Tanya Ayra yang sudah mengenal Lian karena saat ospek mereka sempat jadi satu kelompok


" Udah makanya gue kesini mau bantuin temen lo. Tapi dianya nolak. " Jawab Lian.


Belum sempat Ayra menanggapi perkataan Lian tiba-tiba Aldi datang.


"Ada apa ini kenapa kamu ada disini??.. Apa ada masalah?. " Tanya Aldi.


" Saya kesini cuma inisiatif mau bantuin mereka." Jawab Lian sambil menoleh kearah Kinara.


" Kamu butuh bantuan?. " Tanya Alfa pada Kinara.


" Mau bantuin apa! Tendanya aja udah jadi!." Jawab Kinara sambil melenggang pergi mengambil ranselnya dan masuk kedalam Tenda.


"Kalo gitu kita juga masuk dulu ya kak Alfa, Lian." Ucap Ayra.


"Iya kalian sebaiknya istirahat karena setelah ini akan ada banyak kegiatan." Jawab Aldi


"Iya kak." Jawab Ayra tersenyum dan masuk kedalam tenda bersama kedua temannya.


"Kamu juga sebaiknya kembali ke tenda." Ucap Aldi pada Lian. Dibalas anggukan oleh Lian.


Setelah Lian pergi, Alfa pun juga ikut pergi meninggalkan tenda Kinara.


************************************


Selesai menata barangnya di dalam tenda Kinara pergi berjalan-jalan mencari sungai untuk membasuh wajah dan tubuhnya yang kegerahan. Dan untuk menghindari mahasiswa lain agar tidak mengajaknya bicara. Karena Kinara tidak suka berinteraksi dengan banyak orang apalagi orang baru.


Setelah selesai Kinara memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar. Kinara menemukan sebuah pohon yang rindang dan tidak terlalu tinggi. Tanpa pikir panjang Kinara langsung memanjatnya dan mendudukkan dirinya di salah satu dahan besar dan kuat.


Kinara menikmati pemandangan matahari terbenam yang begitu indah. Sudah lama ia tidak pergi ke gunung.


Namun tiba.... tiba....


" Ngapain kamu disana!." Tegur Aldi dari bawah pohon tempat kinara duduk.


Bukkkkkkkkkk!!!.....


Kinara terjatuh dari pohon karena terkejut dengan suara Aldi.


"Aduhh!!.." Pekik Kinara.


Aldi terkejut melihat Kinara jatuh dan langsung menghampiri Kinara.


" Kamu gapapa?." Tanyanya panik


"Ngapain kamu kesini?." Ucap Kinara kesal sambil mengaduh kesakitan memegangi pergelangan Kaki kirinya.


" Maaf aku ga sengaja." Ucap Aldi menyentuh pergelang kaki Kinara.


" Gausah pegang-pegang!." Kinara menepis tangan Aldi dan berjalan dengan kaki pincang meninggalkan Aldi.


Aldi segera menyusul Kinara karena merasa bersalah. Tanpa pikir panjang Aldi langsung mengangkat tubuh Kinara dan menggendongnya untuk kembali ke camp. Kinara terkejut dan berusaha memberontak.


" Apa yang kamu lakuin!. Turunin aku!." Berontak Kinara namun Aldi diabaikan oleh Aldi.


Kinara terus memberontak namun tetap diabaikan oleh Aldi. Lama-lama Kinara lelah memberontak dan mencoba untuk berbicara baik-baik.


" Aku ga nyaman kaya gini!. " Ucap Kinara lirih.


Seketika Aldi menurunkan Kinara dan berjongkok dihadapannya. Kinara yang mengerti maksud Aldi hanya menurut dan naik ke punggung Aldi mengalungkan tangannya di leher Aldi.


Setelah itu Aldipun mengangkat tubuh Kinara dan kembali berjalan menuju camp.


" Rasa nyamannya masih sama. " Batin Kinara menatap Aldi yang sedang menggendongnya.


" Maaf. " Ucap Aldi tiba-tiba.


"Hahh?. " Tanya Kinara.


" Maaf Karena aku kamu jadi jatoh dari pohon. "


"Oh." Jawab Kinara singkat.


Sesampainya di camp Aldi membawa Kinara yang tertidur dengan menyandarkan kepalanya di pundak Aldi menuju camp medis.


Aldi membaringkan tubuh Kinara di kasur. Aldi tidak sengaja melihat beberapa luka lecet di Kaki dan tangan Kinara. Ia pun segera mengambil kotak P3K untuk mengobati luka Kinara. Kebetulan di camp medis tersebut sedang tidak ada petugas kesehatan, mau tidak mau Aldi harus mengobati Kinara sendiri.


Aldi mengobati Kinara dengan hati hati agar Kinara tidak merasa sakit kemudian terbangun. Aldi juga memijat kaki Kinara yang keseleo dan mengikatkan perban agar saat bangun rasa nyerinya sudah berkurang.


Ketika Aldi akan menyelimuti Kinara ia menatap wajah Kinara.


" Kamu masih aja jadi pusat perhatian." Batin Aldi tersenyum tipis.


Ketika Aldi sudah selesai merawat Kinara barulah petugas kesehatan datang.


"Ehh permisi kapt maaf saya baru datang, itu anaknya kenapa ya." Tanya salah satu petugas kesehatan


"Tadi jatuh dan kakinya keseleo, tapi sudah saya obati. " Jawab Alfa


Tiba-tiba salah satu bawahan Aldi datang


" Permisi.. Lapor kapt kegiatan sudah akan dimulai." Ucapnya sambil memberi hormat kepada Aldi.


"Baik saya akan segera kesana." Jawab Aldi tegas.


" Siap, saya permisi. "


"Saya titip dia ya. Nanti kalo dia bangun tolong suruh dia makan, saya pergi dulu." Ucap Aldi kepada petugas kesehatan.


"Baik kapt."


.


.


.


.


.


.


.


.


Thanks for reading😊