
Sesampainya di rumah Kinara Aldi ikut turun dan berencana menemui keluarga Kinara.
" Ngapain ikut turun?. Pulang sana. " Ucap Kinara.
" Lah aku cuma mau ketemu sama keluarga kamu bilang kalo aku yang udah nganterin kamu. " Jawab Aldi.
"Gaperlu."
Tiba-tiba ayah Kinara keluar dan menjumpai putrinya sedang berbicara dengan seseorang. Karena penasaran Gibran pergi keluar untuk melihat Kinara.
"Nara kamu dianter siap -a?. " Tanya Gibran terhenti ketika melihat laki-laki yang sedang bersama putrinya.
Seketika ekspresi wajah Ayah Kinara berubah menjadi sangat marah.
Plakkkkk.
Satu tamparan keras yang dilayangkan Ayah Kinara mendarat di pipi kiri Aldi yang menyebabkan sudut bibirnya berdarah.
" A-a- ayah. " Ucap Kinara terkejut karena Gibran tiba-tiba menampar Aldi.
" Apa yang kamu lakukan disini!. " Ucap Gibran penuh amarah.
" Saya cuma mengantar Kinara karena dia tadi keserempet motor. " Jawab Aldi memegang sudut bibirnya.
" Kenapa ayah bisa semarah ini?. "Batin Kinara panik dan bingung.
" Setelah semua yang kamu lakukan masih berani kamu datang kesini?. " Ucap Gibran.
" Saya tau kalo saya salah om dan saya kesini mau minta maaf. " Jawab Aldi.
" Maaf?. Kamu pikir dengan kata maaf bisa memperbaiki semua hahh?. " Teriak Gibran membuat Aldi diam.
" Yah mendingan kita masuk aja, ayah tenang. " Kinara berusaha meredam amarah Gibran.
" Ga!. Kamu yang masuk. " Ucap Gibran.
" Ayah jangan gini ayo masuk, jangan ribut di depan rumah. " Bujuk Kinara.
" Ayah bilang Masukkkk!!!.... " Bentak Gibran dengan tatapan marah.
Kinara sangat terkejut saat Gibran membentaknya, selama ini Ayahnya itu tidak pernah sekalipun membentak Kinara. Kinara sangat terpukul dan berlari menuju kedalam rumah dan langsung ke kamar dan menutup pintu rapat-rapat.
" Sekarang kamu pergi dari rumah saya dan jangan pernah menginjakkan kaki kamu disini lagi!. " Usir Gibran.
"Baik om saya permisi. Maaf sudah mengganggu. " Pamit Aldi pulang dengan luka memar di pipinya.
~
Gibran masuk kedalam rumah dengan raut wajah yang masih terlihat emosi. Amira dan David langsung menghampiri Gibran karena mereka melihat Kinara berlari kedalam kamarnya tanpa menoleh saat David memanggilnya.
" Yah kenapa?. Ada masalah apa?. Kenapa Kinara tiba-tiba lari ke kamar?." Tanya Amira bertubi-tubi.
" Ayah ga sengaja bentak Kinara. " Jawab Gibran menghembuskan nafasnya sedikit menurunkan emosinya.
" Hahh?. Kok bisa?. " Tanay David terkejut.
" Aldi!. " Jawab Gibran singkat dan pergi menuju ruang kerjanya.
" Aldi?. Kok bisa?. " Ucap David kepada maminya.
" Mami juga gatau. Udah sekarang mami mau liat Ayah kamu coba liat Kinara. " Amira meninggalkan David.
~
Sesampainya diruang Kerja Gibran Amira melihat Gibran sedang duduk sambil memijat pelipisnya. Amira mendekati Gibran menyentuh kedua pundaknya.
" Aku tau susah buat kamu lupain kejadian itu. Tapi amarah kamu ga akan bisa membuat keadaan jadi lebih baik. Saat ini yang bisa kita lakukan hanya berusaha untuk membahagiakan Kinara dan David. " Ucap Amira lembut.
" Aku cuma gamau dia nyakitin Kinara. " Jawab Gibran.
" Aku tau tapi sekarang kenyataannya malah kamu yang nyakitin Kinara. " Ucap Amira membuat Gibran menyesal sudah membentak Kinara.
" Kamu bener besok aku coba minta maaf. Sekarang biar dia lebih tenang dulu. " Ucap Gibran dibalas senyuman yang menenangkan oleh Amira.
~
Di depan kamar Kinara
" Dek?. Kamu gapapa?. " Panggil David mengetuk pintu kamar Kinara.
Kinara tidak menjawab karena ia tidak mau David mendengarnya menangis. Namun meskipun begitu David tetap tau kalau adiknya itu sedang menangis.
Amira datang bertanya pada David.
" Gimana?. " Tanya Amira khawatir.
" Kayanya lagi nangis deh mi, gimana dong?. "
" Nara ini mami, kamu gapapa sayang?. " Tanya Amira mengetuk pintu kamar Kinara.
" Nara pengen sendiri. " Teriak Kinara.
" David gimana dong?. " Ucap Amira bingung.
" Kayanya kita harus panggil Alfa mi. " Jawabnya.
"Yaudah kamu telfon Alfa suruh kesini. " Ucap Amira.
David pun langsung menghubungi Alfa agar datang dan menenangkan adiknya itu.
**********
Malam hari
Kinara dan Gibran mengurung diri tanpa ikut makan malam. Keadaan rumah mendadak menjadi tegang dan sedih.
Hingga Alfa datang mengalihkan perhatian Amira dan David yang sedang termenung di ruang keluarga.
" Maaf ya mi, bang Dav Alfa baru dateng. " Ucapnya pada Amira dan David yang langsung menghampirinya.
"Iya Al gapapa." Ucap Amira.
"Kia, gimana." Tanya Alfa to the point.
"Masih ngurung diri di kamar, Bi Reni nganterin makanan aja ga dibukain." Jawab David.
Sesampainya di kamar Kinara Alfa langsung mengetok pintu kamar Kinara.
Tokk.. Tokk.. Tokk...
"Ki, ini gue Alfa bukain pintunya dong." Ucap Alfa dari luar.
Cklekkk....
Kinara langsung membuka pintu kamarnya dan menyuruh Alfa masuk kemudian kembali mengunci pintu.
" Berasa ga berguna banget ya mi David jadi kakak. Dianya malah deket sama Alfa. " Ucap David melihat Kinara langsung membukakan pintu ketika Alfa datang.
" Salah sendiri punya adek dikerjain mulu. Udah ayok turun biarin Alfa yang nenangin Kinara. " Amira menarik lengan David menuju ruang keluarga.
~
Didalam kamar Kinara
Alfa sangat terkejut melihat penampilan Kinara matanya sembab dan rambutnya acak-acakan.
Kinara langsung memeluk Alfa dan kembali menangis. Alfa membalas pelukan Kinara dan dengan sabar menunggunya hingga tenang.
" Gue bener-bener ga bisa liat lo nangis kek gini Ki. Hati gue sakit. "Batin Alfa.
"Ada apa sihh Ki, cerita sama gue. " Tanya Alfa setelah Kinara tenang.
"Ayah ngebentak gue Al. Lo tau kan selama ini Ayah ga pernah sekalipun ngebentak gue." Jawab Kinara sesenggukan.
"Emang kenapa om Gibran sampe ngebentak lo?." Tanya Alfa terkejut mendengar jawaban Kinara.
" Tadi kak Rey nganterin gue pulang dan ga sengaja ketemu Ayah. Gue berusaha nyuruh Ayah masuk biar ayah ga tambah marah. Dan justru gue yang dibentak gara-gara hal itu. " Ucap Kinara panjang lebar menceritakan kejadian sore tadi kepada Alfa.
" Aldi?. Kok bisa?.. " Tanya Aldi terkejut.
Kinara pun menjelaskan awal dia bisa bertemu Aldi saat LDK dan saat di kampus tadi.
"Lo ketemu pas LDK dan lo ga crita sama gue Ki??. Parah lu emang. " Alfa tak terima.
" Maaf gue pikir ga bakal ketemu lagi dan gue gatau kalo akhirnya bakal kaya gini. " Jawab Kinara lesu.
" Yaudah liat sikut lo biar gue ganti plesternya. " Ucap Alfa mengambil kotak p3k dan mengobati luka Kinara.
" Sekarang lo makan gih kata mami lo belom makan dari sore. "
"Soal itu, gue minta tolong yaa. Kalo kebawah bilangin bi Reni suruh bawa makanan ke kamar. " Pinta Kinara.
"Yaelah makan dibawah napa sii. "
" Gue belom mandi dan kondisi kaya gini nanti malah bikin bang Dav sama mami khawatir. " Jawab Kinara.
" Iya juga sih yaudah gue turun dulu sekalian pulang. " Ucap Alfa.
" Makasih udah dateng. " Balas Kinara tulus.
"Iya sama-sama." Alfa mengelus kepala Kinara.
"Oh ya, jangan kebanyakan bengong kesambet tau rasa lu. " Ucap Alfa sebelum menutup pintu kamar Kinara.
" Baru aja baik udah ngeselin lagi. " Gerutu Kinara.
Setelah selesai menenangkan Kinara. Alfa langsung turun kebawah dan kebetulan bertemu dengan bi Reni yang hendak pergi ke dapur.
"Biii... " Panggil Alfa.
"Iya, mas Al ada apa?. " Tanya Bi Reni menghampiri Alfa.
"Tolong bawain makan ke kamar Kia ya bi. " Pinta Alfa.
"Oh, iya mas. Kalau gitu bibi langsung siapin sekaranh, permisi. " Pamit Bi Reni.
**************
Di Ruang keluarga.
"Kinara gimana ya Vid." Ucap Amira mondar mandir.
"Udahh mii, percaya aja sama Alfa. " Jawab David santai sambil bermain game di HP nya.
"Al, gimana??... "Tanya Amira saat melihat Alfa datang. Begitupun David ia langsung berdiri dan ikut menghampiri Alfa.
"Udah, gapapa kok mii. Kia cuma kaget aja kan. " Terang Alfa.
"Syukurlah." Amira lega.
"Sebenernya lo punya pelet pa sih Al kok adek gue lebih deket sama lo daripada sama gue. Suka heran gue tuh. "Tanya David iri.
" Dih jaman sekarang masih pake pelet. Makanya punya adek disayang bang jangan dijailin mulu." Jawab Alfa terkekeh.
"Nara itu kaya ayahnya jarang yang bisa deket sama dia, apalagi model-modelan kaya David gitu mustahil bisa deket sama Nara." Cibir Amira.
"Nahkan kenapa jadi Dav yang kena coba." Ucap David tak Terima dengan ucapan maminya.
"Kan emang kamu tu dirumah ini biang masalah." Tambah Amira menyulut kekesalan David.
" Ya kan foto copy nya mami. Ga nyadar banget sih. " Balas David membuat Amira marah.
" Hehh apa kamu bilang!!. " Teriak Amira.
"Udah-udah kenapa malah jadi berantem sii. Alfa mau pamit pulang nih." Lerai Alfa.
"Lohh ga nginep sini aja Al." Tawar Amira.
"Kayanya ngga dulu mii." Tolak Alfa.
"Oh yaudah hati-hati Al, kalo gitu mami juga ke kamar dulu." Meninggalkan Alfa dan David.
"Yaudah bang, gua juga pulang ya. "Pamit Alfa meninggalkan David.
"Nahh terus gue ngapain dong. "
"Tidurrr." Teriak Alfa dan Amira berbarengan dari arah berlawanan.
" Yang bermasalah siapa yang kena imbasnya pasti gue. " Gerutu David menuju kamarnya.