My Captain Or My CEO

My Captain Or My CEO
#Chapter 12



Didalam Kamar Kinara menangis sejadi-jadinya hingga matanya sembab. Ini kali kedua Gibran membentaknya belum lagi kata-kata gibran yang sangat menusuk hati Kinara.


Disisi lain Kinara merasa tidak enak pada Aldi karena sudah sedikit berlebihan. Jujur Kinara masih bingung dengan rasanya pada Aldi. Ia pun mengeluarkan sebuah boneka koala yang tadi didapatkannya tadi dan memandang lekat boneka.


" Kenapa sih kamu selalu bawa masalah buat aku!. " Ucap Kinara pada bonekanya.


~


Di kamar Aldi


Aldi sedang berbaring di ranjangnya sambil menggeser layar ponselnya, melihat-lihat foto Kinara yang ia ambil diam-diam.


"Emang gue sejahat itu ya sampe Kinara benci banget sama gue. " Batin Aldi.


Ketika sedang fokus melihat-lihat foto Kinara, Tiba-tiba ada telepon masuk dari Dirga.


Aldi : Halo. Kenapa malem-malem nelfon ga ada akhlak emang lu.


Dirga : wihhh santuy dong my man. Gue cuma mau ngomong besok lu mesti ke basecamp.


Aldi : Ya, besok gue jam 4 pagi otw.


Dirga: Sip deh. Malam temanku mimpi ndah yaa wkwkwk.


Tuttt.


Aldi mematikan sambungan teleponnya. Baru saja ingin menebus kesalahannya di masa lalu sudah ada misi baru yang wajib dia selesaikan. Resiko jadi Tentara yang harus mementingkan urusan negara daripada urusan pribadi.


Aldi memutuskan untuk tidur karena besok pagi-pagi harus kembali ke base campnya yang cukup jauh dari kota tempat ia tinggal saat ini.


*************


Setelah kejadian itu Kinara benar-benar dibatasi oleh Ayahnya. Sampai-sampai Ayahnya itu menyewa orang untuk mengawasi Kinara setiap saat.


Dan akhir-akhir ini Kinara juga jarang bertemu Alfa. Karena Alfa sibuk dengan urusan kantor papanya. Jadilah hari-hari Kinara bersama Gabriel. Gabriel sangat sabar menghadapi Kinara yang selalu berusaha membuatnya tidak nyaman.


~


" Yuk pulang." Ajak Kinara menemui Gabriel yang sudah menunggunya didepan kampus.


" Tunggu aku mau ngajak kamu ke suatu tempat. "


"Kemana??.. " Tanya Kinara.


"Udah ikut aja. " Ucap Gabriel.


Mereka pun pergi menuju tempat yang dimaksud Gabriel. Gabriel menghentikan mobilnya diatas bukit yang sepi. Kinara keluar dari mobil dengan penuh tanda tanya. Ia menghampiri Gabriel yang tengah duduk di tepi jurang memandang keindahan senja dihadapannya.


"Ngapain kita kesini??.. " Tanya Kinara. Gabriel hanya diam dan menepuk tanah disebelahnya meminta Kinara duduk.


Kinara yang masih bingung hanya menuruti Gabriel.


" Aku cuma mau ngobrol. " Ucap Gabriel tanpa menoleh kearah Kinara.


"Apa??.. "


"Kamu bener-bener nolak perjodohan ini??.. "


" Iya. " Jawab Kinara tegas.


" Kamu masih ada rasa sama Aldi?. " Tanya Gabriel.


" Abang ga berhak tanya soal itu. " Jawab Kinara dan Gabriel hanya tersenyum.


" Kamu tau?.dari kecil aku selalu ngedapetin semua hal yang aku inginkan. Mulai mainan kasih sayang dan masa depan. Papa sama mama ga pernah nuntut satu hal pun dari aku. Dan saat mereka bilang mau ngejodohin kita. Aku ga punya alasan untuk nolak. " Ucap Aldi.


" Abang ga punya pacar?. " Tanya Kinara mulai penasaran.


" Engga aku ga pernah pacaran sekalipun. " Jawab Gabriel.


" Ga mungkin!. " Ucap Kinara tidak percaya.


" Aku tau kamu ga akan percaya tapi itu kenyataan. Sampai saat ini belum ada perempuan yang spesial di hidupku selain mama. "


" Lebih baik ga pernah jatuh cinta daripada sekali jatuh cinta tapi menghancurkan abang selamanya. " Balas Kinara dengan tatapan kosong.


" Kok jadi puitis banget sih. " Ucap Gabriel menggoda Kinara.


" Tau ah. " Kesal Kinara membuat Gabriel terkekeh.


" Ngomong-ngomong apa sih yang bikin kamu gamau berteman sama orang lain?. " Tanya Gabriel membuat Kinara terdiam.


" Karena ga semua orang itu tulus. " Jawab Kinara.


" Kayanya ada sesuatu yang bikin kamu trauma? Cerita aja jangan memendam masalah sendirian kadang cerita ke orang lain itu bisa ngurangin beban di hati kamu. " Ucap Gabriel berusaha meyakinkan Kinara.


Kinara mulai merasa sedikit nyaman dengan Gabriel dan merasa mungkin tidak apa- apa jika ia bercerita sedikit.


" Abang tau kak Kiara?. " Tanya Kinara di balas anggukan oleh Gabriel.


" Dulu kak Kia bukan orang yang pandai berteman. Dia jadi orang yang bener- bener pendiem. Dan karena itu semua temen- temen sekolahnya nganggep kak Kia lemah. Kak Kia sering di bully dan karena itu juga aku milih ga punya temen. " Ucap Kinara bercerita.


" Jadi alasan kamu ga pengen temenan sama orang lain karena itu?. " Tanya Gabriel dan Kinara mengangguk.


" Tapi kan Ra, ga semua orang kaya gitu. Kalo kamu mau buka diri buat orang lain kamu pasti bisa nemuin beberapa orang yang bener-bener peduli. "


" Hidupku bukan buat uji coba. Siapa yang aku punya sekarang ya itu yang bakal aku jaga. Aku punya Alfa itu udah cukup. "


" Tapi ga selamanya Alfa bisa selalu ada buat kamu. "


" Aku tau. Itu resiko dan aku udah siap. "


" Kamu punya prinsip hidup yang aneh tapi ada benernya. Baru kali ini aku nemu orangbkaya kamu. "


" Engga suka malah, andai kamu mau nerima perjodohan ini aku pasti lebih suka." Ucap Gabriel bercanda membuat Kinara tersenyum.


" Baru kali ini aku lihat kamu senyum. "


" Kenapa?aneh?. " Tanya Kinara.


" Engga cuma selama ini aku ga pernah liat kamu senyum apalagi ketawa. Cuma ada wajah flat sama jutek. "


" Abang gatau apa yang udah aku alamin selama ini dan karena semua itu bakal lucu kalo aku masih bisa ketawa. "


" Emang apa?. "


" Aku ga bisa cerita sekarang karena aku belom yakin abang bisa jadi temen buat aku. "


" Wahh padahal aku calon suami kamu loh. "


" Kan aku gamau. " Ucap Kinara tersenyum menang sambil menatap senja.


" Iya deh aku kalah. " Jawab Gabriel ikut tersenyum menatap Kinara.


" Kamu adalah perempuan paling sempurna yang pernah aku temui. Dengan prinsip hidup dan ketulusan hati yang tertutup oleh wajah jutek kamu. Tapi sayang pemilik hati kamu masih dia. "Batin Gabriel


Hari ini Gabriel berhasil membuat Kinara nyaman dengannya. Kinara mulai merasa cocok dengan Gabriel bukan sebagai calon suami melainkan seorang teman. Gabriel mampu sedikit mengatasi rasa kesepian Kinara karena Alfa yang akhir- akhir ini sedang ssibuk dengan urusan kantor Ayahnya.


Dan sejak hari itu juga Gabriel bertambah yakin dengan Kinara. Meskipun nantinya bukan dia yang menjadi pilihan Kinara ia tetap ingin memastikan kebahagiaannya di masa depan.


"Salah satu cara untuk tetap bersama orang yang kita sayang adalah menjadi temannya. "


Gabriel Fandi Arraka.


Lately, I've been, I've been thinking


Akhir-akhir ini, aku selalu berpikir


I want you to be happier, I want you to be happier


Aku ingin dirimu lebih bahagia, kuingin kau lebih bahagia


Even though I might not like this


Meski mungkin aku takkan suka


I think that you'll be happier, I want you to be happier


Kurasa kau kau akan lebih bahagia, kuingin kau lebih bahagia


Then only for a minute


Lalu hanya sesaat


I want to change my mind


Ingin kuubah pikiranku


'Cause this just don't feel right to me


Karena bagiku rasanya ada yang salah


I want to raise your spirits


Ingin kuangkat semangatmu


I want to see you smile but


Kuingin melihatmu tersenyum tapi


Know that means I'll have to leave


Aku tahu artinya aku harus pergi


Know that means I'll have to leave


Aku tahu artinya aku harus pergi


Lately, I've been, I've been thinking


Akhir-akhir ini, aku selalu berpikir


I want you to be happier, I want you to be happier


Aku ingin dirimu lebih bahagia, kuingin kau lebih bahagia


.


.


.


.


.


.


.


Ya ampun bucinnya Author tidak berkualitas yaa. Mohon maaf ya untuk para readers.


Jangan lupa comment, vote and like yaa biar author semangat😅