
Sesampainya dirumah Kinara segera masuk kedalam kamar meninggalkan Gabriel bersama keluarganya. Menyandarkan tubuhnya ke tempat tidur. Pikirannya melayang jauh keawal pertemuannya bersama Aldi.
Kinara mengambil sebuah boneka koala yang berada disamping meja tempat tidur. Dipandangnya boneka itu lekat - lekat.
" Apa emang ini yang gue pengen dari kak Rey?. Untuk menjauh dari hidup gue?. Perasaan apa ini benci atau gue cuma takut jatuh cinta lagi sama dia?. " Batin Kinara.
"Aaaaargggghhhh." Teriak Kinara melempar boneka itu ke pojok kamarnya.
Ia berbaring di kasurnya sambil menatap langit-langit kamarnya. Tak lama kemudian ia teringat ada tugas kuliah yang harus segera ia kerjakan.
Kinara langsung bangun dan mengambil laptopnya untuk mengerjakan tugas.
~
Hari hari Kinara mulai berjalan seperti biasa. Aldi sudah tidak pernah menemuinya lagi. Gabriel juga masih setia mengantar dan menjemput Kinara saat senggang.
Namun masih ada satu masalah di kampusnya yaitu Lian sampai sekarang dia belum menyerah untuk mendekati Kinara.
Saat ini Kinara berada di kantin sambil mengerjakan tugasnya di laptop. Tak lama kemudian Alfa datang menghampiri Kinara.
" Ngerjain apa Ki kok keknya pusing banget. " Tanya Alfa membawakan Kinara sebotol minuman dingin.
" Nihliat aja sendiri gimana gue ga pusing. " Kinara membalikkan laptopnya menghadap Alfa dan meminum minuman yang Alfa berikan.
" Wah gue gatau apa-apa soal seni Ki. Gue aja pusing ama tugas gue. "
" Terus gue minta bantuan siapa dong. " Kinara bingung bercampur pusing.
" Oh minta bantuan bang El aja setau gue dia juga pinter gambar siapa tau dia bisa bantu. "
" Seriusan yaudah ntar gue janjian ama bang El aja. Lo sekalian ikut yuk. " Ajak Kinara.
" Boleh deh gue juga lagi senggang. "
" Yaudah telfon bang El. " Suruh Kinara.
" Lah yang butuh siapa kenapa jadi gue. "
" Sejak kapan lu gue mintain tolong jadi kek begini?. " Tanya Kinara dengan tatapan mengancam.
" Tuh kan kalo udah kaya gitu bikin gue takut lu. Iya-iya gue telfonin. " Ucap Alfa.
" Nah gitu dong!. "
" Pinjem HP lo. " Alfa mengambil HP kinara dan menelfon Gabriel.
~
" Gimana?. " Tanya Kinara masih fokus dengan laptopnya saat Alfa selesai menelfon Gabriel.
" Bisa katanya ntar kita ketemu di kafe nya bang El. "
" Oke kalo gitu. "
" Eh Al lo se kelas sama Sammuel ga?. " Tanya Kinara tiba-tiba menatap Alfa.
" Iya kenapa emang?. "
" Ternyata dia adeknya kak Rey. "
"Hahh nah terus Tara?. Masa iya Sammuel kembarannya Tara umur mereka kan sama. " Batin Aldi.
" Hehhh malah diem. " Tegur Kinara membuat Alfa tersadar dari lamunannya.
" Ehh emang kenapa tiba-tiba bahas si Sammuel?. Lo kangen sama Aldi ya?. " Goda Alfa.
" Apa sih gue ga mungkin kangen sama dia!. " Kesal Kinara.
" Kenapa sih lo masih benci sama Aldi gara-gara kejadian itu?. "
" Udah gausah dibahas males gue. " Ucap Kinara.
" Maaf ya Ki karena gue lo harus jadi kaya gini. " Batin Alfa.
~
Sepulang kuliah Alfa dan Kinara pergi menuju kafe milik Gabriel untuk membantu Kinara mengerjakan tugas.
Sesampainya disana Gabriel sudah menunggu Alfa dan Kinara di sebuah meja yang sudah dipenuhi makanan.
" Wihh banyak banget makanannya. " Ucap Kinara berbinar langsung duduk dihadapan Gabriel diikuti Alfa disebelahnya.
" Lu mau ngadain jamuan bang?. Ni semua menu lo keluarin buat kita. "
" Lo itu udah dikasih ga bersyukur banget sih. " Ucap Kinara.
" Buk inget lo kesini buat ngerjain tugas bukan makan!. "
" Iya- iya. " Kinara menyalakan laptopnya dan menyerahkannya kepada Gabriel.
" Nih aku makan dulu. Abang pelajarin aja itu ntar kalo aku udah selesai makan ajarin aku. " Ucap Kinara mulai mencicipi satu persatu hidangan yang tersaji.
Alfa yang juga kelaparan ikut makan bersama Kinara. Tidak jarang Alfa juga menjahili Kinara dengan mengambil makanan di piringnya begitupun sebaliknya. Sedangkan Gabriel sedang fokus mengerjakan tugas Kinara.
~
Pukul 06.30 pm
Akhirnya semua makanan yang tersaji sudah habis dimakan Kinara dan Alfa. Mereka berdua merasa kekenyangan dan mengantuk sambil menopang dagu masing-masing.
" Eh tugas lo itu gimana!. " Ucap Alfa menepuk pundak Kinara lemah karena mengantuk.
" Gue ngantuk ini ga bisa buka mata liat. " Kinara membuka paksa kedua matanya dengan tangan menghadap Alfa.
" Nih udah selesai. " Gabriel menyodorkan laptop Kinara.
" Hahh?. Udah?. Makasih banyakkk Kak. " Ucap Kinara lesu.
Gabriel menatap Alfa dan Kinara heran karena kondisi mereka yang sedang mengantuk berat.
" Wah kalo gini kalian ga bisa pulang sendiri. " Ucap Gabriel.
"Ayo aku anter. "
Alfa membopong Kinara menuju ke mobil. Gabriel pun mengantarkan mereka ke rumah Kinara untuk beristirahat.
~
Sesampainya di kediaman Adhitama. Alfa dan Kinara tertidur di kursi belakang dengan Kepala Kinara menyender di pundak Alfa. Pertama-tama Gabriel menggendong Kinara masuk menuju kamarnya dan baru Alfa menuju kamar tamu di rumah Kinara.
Setelah itu Gabriel menemui Amira yang sedari tadi hanya memperhatikannya bolak balik.
" Gimana?. Capek?. " Tanya Amira menuju ruang tamu sambil membawa minuman untuk Gabriel.
" Mereka kalo kekenyangan parah banget tante. " Ucap Gabriel mengibaskan bajunya kegerahan kemudian meneguk minuman yang diberikan Amira.
" Ya begitu tuh Alfa sama Kinara. Maaf ya jadi ngerepotin kamu. "
" Iya tante gapapa. David dimana tan kok ga keliatan?. " Tanya Gabriel.
" Dia masih di kantor bantuin ayahnya. " Jawab Amira.
" Oh iya gimana perkembangan kamu sama Kinara?. " Tanya Amira penasaran.
" Kita udah mulai deket tante tapi kayanya Kinara cuma nganggep El sebagai kakak. "
" Wahh gapapa El itu udah bagus banget kamu bisa deketin tu anak. David aja ga dianggep sama Kinara. " Canda Amira dibalas senyuman oleh Gabriel.
" Jangan nyerah ya. Asal kamu tau dulu om Gibran itu ga pernah suka sama tante. Tapi tante terus deketin om sampe akhirnya kita bisa nikah sekarang. Ini bisa jadi pelajaran buat kamu ga ada usaha yang sia-sia. " Amira memotivasi Gabriel.
" Iya tante El akan terus berusaha. " Jawab Gabriel.
" Yaudah El pulang dulu ya tante mama pasti nungguin di rumah. Titip pesan buat Alfa motornya El taroh di rumah papa kalo dia mau ambil. " Ucapnya lagi.
" Iya makasih ya, maaf ngerepotin. "
" Iya tante saya permisi. " Pamit El.
" Hati-hati dijalan. " Jawab Amira.
.
.
.
.
.
.
.
.