
Sesampainya dirumah Gabriel dan Kinara turun dari mobil.
"Yaudah Ra aku langsung pulang aja ya!. " Pamitnya.
" Ga mampir dulu?. " Tanya Kinara.
"Ga dulu deh Ra, Aku belum pulang dari pagi nanti mama nungguin. Salam aja buat om Gibran sama tante Mira. " Tolak Gabriel.
"Yaudah abang hati-hati, makasih udah dianterin. "
"Iya, yaudah kamu masuk istirahat, jangan terlalu banyak pikiran. " Ucap Gabriel mengusap kepala Kinara dan masuk kedalam mobilnya.
~
Kinara berada di kamarnya setelah makan malam. Ia berguling-guling diatas kasur sambil sesekali membuka HP untuk sekedar menscrol akun sosmednya. Lama-lama Kinara merasa bosan, Ia ingin sekali jalan-jalan keluar tetapi apa alasannya saat berpamitan keluar. Apalagi saat ini Gibran memperketat keamanan Kinara agar tidak bertemu dengan Aldi dan fokus terhadap Gabriel.
" Pengen keluar tapi pake alasan apa?. " Ucap Kinara berpikir.
Tak lama berpikir akhirnya terlintas suatu ide.
" Coba bilang mau ke supermarket aja lah sekalian beli cemilan. " Ucap Kinara beranjak turun dari tempat tidurnya namun kemudian terhenti.
"Tapi tunggu!. Gue kan ga punya duit cash ataupun kartu kredit. " Kinara menopang dagunya sambil berjalan mondar-mandir.
Kinara adalah anak yang tidak suka keluar dari rumah. Dulu ayahnya pernah memaksa Kinara untuk menerima credit card darinya namun Kinara menolak karena ia merasa tidak membutuhkan itu. Gibran hanya akan memberikan Kinara uang ketika ia akan berangkat kuliah saja itupun secukupnya.
"Minta ke ayah sekalian pamit aja apa gimana ya!. Eh tunggu minta bang Dav aja ya biar berguna jadi kakak. " Ucap Kinara terpikirkan rencana jahil.
" Dah minta bang dah aja. " Putus Kinara keluar dari kamarnya berlari menuju ke kamar David yang berada di lantai bawah.
Tok... Tok... Tok....
"Siapa!. " Suara David menggema dari balik pintu.
" Gue!. "
"Tumben ni anak kesini, ada apaan nih. " Batin David.
"Masuk!. "
Cklek.
"Kakak!. " Ucap Kinara menghampiri David yang sedang duduk bersandar di tempat tidur sambil memangku laptop.
"Ada apa tumben ke kamar gue?. Terus manggil kakak lagi. Pasti ada apa-apanya. " Ucap David mengalihkan pandangannya ke arah Kinara.
"Hehe abang tau aja. " Kinara cengengesan.
"Jadi ada apa?. "
"Bagi duit dong bang!. " Ucap Kinara to the point dengan watadosnya.
"Buat apa an?. " David heran tidak biasanya adik kesayangannya itu meminta uang padanya.
"Buat jajan kan cemilan di kulkas udah abis. Gue juga pengen keluar suntuk dikamar. "
"Dihh tumben!. Kesambet apa lo pengen keluar rumah. Dikamar lo ada setannya?. "
"Pa an sih bang, udah sini bagi duit lo. Kebiasaan deh banyak ngomong. " Ucap Kinara mulai kesal karena kecerewetan kakaknya itu.
"Yeee udah minta maksa lagi, mau malak lo dek?. Lagian kenapa ga minta ke ayah aja sii, kenapa harus minta ke gue coba?. " Kinara memutar bola matanya malas dengan jawaban David.
"Bang selama ini kan lo belum pernah berkontribusi dalam hidup gue jadi kalo gue minta sesuatu itu dikasih dong. Jangan cuma diledekin mulu setiap hari!. Gue ni adek lo bukan sii?. Timbang ngasih duit aja susah bener!. "
"Ya lagian dulu ayah maksa ngasih kartu kredit lo sok-sok an gamau bilangnya ga butuh. Nah sekarang malah malakin gue ga ada akhlak lu ama gue!. "
"Tuh kan!. Gue jadi ragu bang gue ni adek lo apa bukan sih?. Kalo emang ga mau kasih yaudah kali tinggal bilang gausah belibet kaya gitu. Emang ga sayang lo sama gue!. " Kinara kesal dan beranjak pergi dari kamar David.
"Dih gitu aja ngambek, iya-iya nih gua kasih!. " Ucap David membuat langkah Kinara terhenti dan langsung berbalik menghampiri David sambil menengadah kan tangannya kearah David.
"Giliran duit aja cepet lu. " Kesal David mengambil dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang.
"Udah buruan!. "
"Nih!. " David menyodorkan uangnya dan langsung diambil oleh Kinara.
"Nah gitu dong, makasih abang ganteng muahh. " Kinara mencium pipi David dan berlari keluar kamarnya tanpa menutup pintu.
"Woii pintunya tutup lagi dongg, elah punya ade satu rese banget sih!. " Kesal David.
Terkadang Kinara memang suka bertingkah konyol saat bersama David dan juga Alfa.
~
Kinara kembali ke kamarnya untuk mengambil handphone dan jaket. Kemudian berlari turun menemui Ayah dan maminya yang sedang menonton televisi.
"Yah, mi!. " Sapa Kinara.
"Iya ada apa sayang?. " Jawab keduanya.
" Ngapain malam-malam kesana?. " Tanya Ayah Kinara.
" Mau beli snack, soalnya di kulkas udah abis. "
"Kamu dirumah aja biar dibeliin sama Bi Reni. "
" Ayah, Nara mau sekalian jalan-jalan. " Ucap Kinara memelas.
"Yakin jalan-jalan bukan mau nemuin laki-laki itu?. "
" Engga yah kalo ayah ga percaya suruh bodyguard ngikutin deh. "
" Yah udah, orang cuma ke supermarket aja biarin Nara pergi. Lagian juga dia jarang keluar. " Bujuk Amira.
"Oke kamu boleh pergi!. Tapi diantar mang Udin. " Kinara mengangguk senang dan akan pergi namun ditahan.
"Nara tunggu!. "
"Ada apa lagi yah?. "
"Emang kamu udah bawa uang?. "
"Udah kok yah tadi dikasih bang Dav. " Ucap Kinara cengengesan.
"Kurang ga?. "
"Ga kok yah bang Dav orangnya ga pelit, Nara dikasih banyak uangnya hehe. "
"Yaudah sana, Hati-hati."
Kinara segera memanggil mang Udin dan pergi ke supermarket.
***
Sesampainya di salah satu supermarket Kinara segera turun dan masuk kedalam. Ia membeli beberapa camilan dan juga es krim kemudian membayarnya.
Saat akan keluar dari supermarket tiba-tiba ada yang membekap mulut Kinara dari belakang dan menyeretnya ketempat yang sepi.
" Kurang ajar!!. " Ketus Kinara menghempaskan tangan orang yang membekapnya dan berbalik untuk mengetahui siapa yang sudah kurang ajar padanya.
" Huhhh dikatain lagi. " Ucapnya. .
" Kamu kenapa sih selalu ada dimana mana!. " Kesal Kinara.
"Ssstt jangan berisik ntar supir kamu tau, nanti dimarahin Ayah kamu. " Aldi menempelkan jarinya dibibir Kinara membuatnya mematung sejenak.
"Kalo kamu tau Aku bakal dimarahin. Stop temuin aku kalaupun ga sengaja lihat anggap aja ga kenal. " Ucap Kinara tersadar dan menyingkirkan tangan Aldi dari bibirnya.
" Kenapa harus gitu?.. "
" Karena aku gamau kamu buat masalah lagi di hidupku. Sekarang aku mau pulang!. "
" Tunggu. besok aku mau ajak kamu pergi. Dan setelah itu aku ga akan ganggu kamu lagi. "
"Ga aku gamau. " Tolak Kinara.
" Aku tunggu besok di depan kampus. Aku berharap kamu dateng." Ucap Aldi.
Kinara tidak menjawab dan memilih untuk pergi sambil menenteng beberapa kantung belanjaannya.
Aldi yang masih disana memandangi kepergian Kinara.
" Ini akan jadi kesempatan terakhirku. " Ucap Aldi dalam hati.
****
Didalam mobil Kinara tampak berfikir, ia penasaran besok Aldi akan membawanya kemana. Apakah dia harus ikut atau tidak. Hal itu disadari oleh mang Udin yang melirik Kinara dari kaca spion.
"Non Nara kenapa, kok saya perhatiin dari tadi kayanya lagi banyak pikiran?. " Tanyanya.
"Nggak kok mang Nara cuma lagi bosen aja. " Sanggahnya.
"Oh yaudah Non. " Jawabnya dibalas anggukan oleh Kinara.
Kinara kembali tenggelam dalam pikirannya.
"Besok ikut ga ya gue penasaran apa yang mau dia omongon. Tapi kalo ikut terus Ayah tau bisa berantem lagi dong. "
"Aaaaaaaaaa!!!!!..." Teriak Kinara kesal.
"Non Nara kenapa?. " Tanya mang Udin yang terkejut karena Kinara tiba-tiba berteriak.
"Ohh maaf mang Nara cuma lagi, pusing mikir tugas kuliah. " Elak Kinara.
"Jangan terlalu dipikirin ya Non entar malah stres. "
"Iya mang maaf ya. " Ucap Kinara