
07.00 pm.
Setelah 5 jam perjalanan, akhirnya mereka tiba di kampus.
Kinara segera turun dan menjumpai David, Alfa, Ayah dan maminya yang tengah menunggu kedatangan Kinara didepan mobil.
"Ya ampunnn adik kesayangan abang udah pulangg, abang kangenn bangett sama lo dek." Ucap David langsung memeluk Kinara.
"Apaan sih lo bang lebay tau ga??.. " Cibir Kinara dalam dekapan David.
"Biarin kan gue kangen sama lu ga ada yang gue kerjain di rumah, ehh bentar -bentar lo kok bau sihh dek. " Menghirup aroma tubuh Kinara.
"Wangi kan bang,parfum alami 2 hari ga mandi ahahaha. " Ucap Kinara sontak membuat David melepaskan pelukannya.
"Ishh jorok lu dek." Menutup hidungnya.
"Biarinnn." Berlalu dengan kaki pincangnya menuju mami dan Ayahnya.
"Ayahhhh... Nara kangen sama Ayah. " Ucap Kinara manja memeluk Ayahnya.
"Ehh kaki kamu kenapa kok jalannya pincang." Tanya Gibran melihat kaki putri kesayangannya itu.
" Oh kemaren jatoh yah tapi gapapa kok. " Ucap Kinara tersenyum.
" Kok bisa jatoh tapi kamu gapapa kan. Abis ini kita ke rumah sakit aja biar keseleonya ga tambah parah. " Ucap Gibran panik.
" Ihh ayah lebay deh dibawa ke tukang urut aja pasti sembuh ngapain ke rumah sakit. " Sindir David.
"Tuhh kan lo pasti loncat-loncat gajelas jadi jatoh. " Saut Alfa.
"Lo pikir gua kanguru apa hobi loncat-loncat." Ketus Kinara.
" Mentang-mentang anak kesayangan ayah jadi lupa ama mami. " Sindir Amira.
" Ish mami gitu aja ngambek." Berganti memeluk Amira singkat.
"Besok mamii panggilin tukang urut yaa, biar dipijat." Kinara mengangguk setuju.
" Yahh. " Panggil Kinara lesu.
" Kenapa Nara?. Kaki kamu sakit lagi udah ayo kerumah sakit aja. " Jawab Gibran bertubi tubi. "
"Ih bukan tas Nara berat. " Adunya.
" David kamu bawa tas Nara masukin ke bagasi. " Ucap Gibran pada David.
" Baru pulang aja nyusahin lo dek!.awas aja entar dirumah gue kerjain abis- abisan lu!!." Kesal David sembari mengambil tas Kinara dan memasukannya ke bagasi mobil.
"wleekk!. Makanya jadi abang yang bermanfaat. " Kinara menjulurkan lidahnya pada David.
"Yaudah ayo pulang, biar Nara sama Alfa bisa istirahat." Ajak Gibran.
Mereka pun pulang menuju kediaman Gibran. Sesampainya di rumah Kinara langsung pergi ke kamarnya untuk segera mandi karena sudah tidak tahan dengan tubuhnya yang lengket. Begitupun Alfa ia pergi ke kamar David untuk mandi dan ganti baju.
Setelah menyelesaikan ritual mandinya Kinara langsung berganti baju dan menjatuhkan diri ke kasur empuk dengan sprei abu-abu miliknya itu dengan posisi tengkurap.
" Hmm zona nyaman." Kinara Menghirup dan mengusap-usap kasurnya.
Tok.. Tok. Tokk
" Non Nara ditunggu dibawah buat makan malam. " Ucap Bi Reni pembantu di rumah Kinara.
"Iya bi, bentar lagi Nara turun."
Bi Reni pun pergi disusul Kinara menuju ruang makan yang sudah ada seluruh keluarganya menunggu kedatangan Kinara.
"Buruan makan, sebelum lo ngebo lagi." Ucap David.
Dengan sifat cueknya Kinara mengacuhkan David dan segera duduk disamping Amira untuk makan malam. Setelah makan malam selesai Gibran berdehem untuk menyampaikan sesuatu.
"Ehmmm, Nara Ayah pengen ngomong sesuatu atau lebih tepatnya permintaan." Ucap Gibran.
" Hmm?. Mencurigakan apa emangnya yah?." Tanya Kinara.
"Jadi lusa ada perayaan di perusahaan dan Ayah minta kali ini aja kamu ikut ya, Alfa juga kalau bisa usahakan datang ya. " Menatap penuh harap pada Kinara.
" Emang aku harus banget ikut ya yah?. Nanti disana Kinara cuma jadi obat nyamuk nemenin mami ngegosip. Si bang Dav juga pasti sibuk sama temennya.Kecuali kalo Al ikut Nara juga ikut. "Jawabnya Kinara santai.
"Gimana Al, kamu bisa dateng?."Tanya Gibran.
" Lusa ya?. Kayanya sih Al gabisa ikut om maaf ya. " Ucap Alfa.
" Nah berarti Nara ga ikut. " Saut Kinara tersenyum menang.
"Eittss gabisa Nara untuk acara kali ini kamu harus ikut!!. " Tegas Amira.
"Lohh kok gitu!. Orang biasanya Nara ga ikut juga gapapa. Lagian disana aku ga ada urusan apa-apa. " Seketika wajahnya berubah masam.
"Adaa, kata siapa ga ada." Ucap maminya itu.
" Huhhh kalian mau ngrenacanain apa sih kayanya maksa banget nyuruh Nara ikut. " Kinara curiga dengan kedua orang tuanya itu Gibran dan Amira terlihat sedikit panik.
"Udah gausah bawel nurut aja dek, lagi pula ini perayaan kesuksesan perusahaan Ayah, masa kamu anaknya ga dateng." Timpal David menyelamatkan Gibran dan Amira.
"Iya-iya terserah intinya besok Nara gamau dandan berlebihan. "
"Nah gitu dong, Ayah kan seneng kalo kamu ikut."Tatapannya berubah menjadi senang mendengar jawaban putri kesayangannya itu.
Saat ini Keluarga Kinara beserta Alfa sedang menikmati acara nonton TV bersama. Kinara duduk disofa diantara ayah dan maminya, sedangkan David dan Alfa duduk di karpet.
*********************************
"Mii, udahh Nara gamau ya pake sepatu itu."
"Nggak pokoknya Nara gamau, Nara pake flatshoes aja!." Ucapnya kekeh.
"Naraa ayo dong sekali kalii kamu itu anak cewe."
" Terus kenapa kalo Nara cewe?. Kan kemaren aku udah bilang gamau dandan berlebihan mamiiii!."
Tokk.. Tokk.. Tokk...
"Miii... Nara... Ayoo berangkat Ayah udah nungguin dibawah, lama banget sihh ditungguin juga. " Teriak David dibalik pintu kamar Kinara menghentikan perdebatan antara ibu dan anak itu.
Kinara yang mendengar itu langsung membuka pintu kamarnya.
"Kenapa sih lama banget, kita udah telat tau ga!." Ucap David.
"Ini loh Dav si Nara gamau pake hils, masa malah mau pake flatshoes ga ada anggun-anggunnya. " Cibir Amira di belakang Kinara.
"Ga pokoknya Nara gamau." Melipat kedua tangannya di dada.
"Naraaaaaaaa!!." Ucap Amira geram.
"Udah mii biarin aja gausah dipaksa, Nara mau ikut ajaa udahh syukur bangett." Bela David.
"Yaudah terserah!!." Amira kesal langsung keluar dari kamar Kinara.
" Kamu juga cepetan turun. " Kata David pada Kinara.
"Iya ya ini gua turun." Jawab Kinara memakai flatshoesnya beranjak turun bersama David.
Kinara yang menggunakan baju brukat putih dengan lengan pendek dan juga rok berwarna cream dibalut riasan tipis diwajahnya membuatnya terlihat sangat cantik dan anggun.

Malam ini adalah malam perayaan kesuksesan perusahaan Ayah Kinara. Dan sekarang mereka berada diperjalanan menuju salah satu hotel bintang 5 tempat pesta tersebut digelar.
Sesampainya disana keluarga kinara segera masuk kedalam hotel tersebut dan langsung disambut oleh para kolega dan client ayah Kinara.
"Bang lo udah janji yaa ga bakal ninggalin gua!." Bisik Kinara ditelinga David seraya berjalan mengikuti langkah orang tua mereka.
"Iya-iya bawel lu!." Jawab David.
Setelah masuk ke dalam Kinara dan keluarganya segera duduk ditempat VVIP yang sudah disediakan untuk mereka. Sedangkan Ayah Kinara pergi ke mimbar untuk memberi sambutan.
Selesai melakukan sambutan Gibran segera kembali menuju mejanya disambut pelukan hangat dari keluarganya.
Tak lama kemudian mereka dihampiri salah satu keluarga sahabat sekaligus kolega Ayah Kinara.
"Eh Bran, selamat ya, emang hebatt kamu Bran perusahaan ini pasti melebihi target setiap tahunnya. " Ucapnya menjabat tangan Ayah Kinara kemudian memeluknya.
"Iya Van, makasih ya." Membalas pelukan Ivan.
"Ehh ini anak perempuan kamu itu ya. cantik banget aku kok ga pernah ketemu sihh di acara-acara sebelumnya. "Tanya Ivan, ketika melihat Kinara. Sedang Kinara yang dipuji hanya tersenyum singkat menanggapi itu.
"Iya Van namanya Kinara baru kali ini dia mau Ikut, sebelumnya susahh banget diajak. Denger-denger Anak kamu juga baru pulang dari luar Negri yaa. " Tanya Gibran.
"Ohh iya,kenalin nih Gabriel anak semata wayangku." Memperkenalkan anak laki-lakinya yang sangat tampan, keren dengan tubuh yang sempurna.
"Salam kenal saya, Gabriel om." Menjabat tangan Gabriel.
"Panggil aja El." Saut Ivan.
"Oh iya, El kenalin ini putri Om, kalau David kamu sudah kenal kan." Gabriel memperkenalkan Kinara.
"El." Ucapnya singkat mengulurkan tangannya pada Kinara.
"Kinara." Menjabat tangan Gabriel.
"Oh iya, Ra anak om ini udah punya perusahaan yang dia bangun sendiri loh, hebat kan kamu pasti suka. " Puji Ivan.
"Hahh suka?., maksudnya apaan sih makin mencurigakan!." Batin Kinara dengan tatapan bingung.
"Ehh,yaudah Van ayo kita sapa yang lain." Ajak Gibran mengalihkan pembicaraan saat melihat tatapan bingung Kinara.
"Mba Mira kita pergi juga aja yukk nemuin temen-temen kita, oh iya El jangan lupa Kinaranya diajak ngobrol." Ucap Erika memberi pesan pada anak laki-lakinya itu dengan senyuman yang seperti memberi kode.
Perasaan Kinara semakin tidak enak ketika melihat gerak gerik keluarganya yang menyisakan mereka bertiga disini.
" Duduk El." Ucap David membuka suara.
Mereka pun duduk dengan posisi Kinara berhadapan dengan Gabriel dan David berada diantara mereka.
Hanya David dan Gabriel yang terlibat pembicaraan di meja itu sedangkan Kinara hanya diam menikmati sajian yang ada.
Setelah puas berbincang David mengakhiri pembicaraannya dengan Gabriel dan akan beranjak pergi, Kinara yang melihat David akan meninggalkan dirinya langsung berdiri memegang jas yang dikenakan David.
"Abang mau kemana, lo udah janji ga bakal ninggalin gue." Bisiknya ditelinga David.
" Gue mau ke kamar mandi!. Udah ngobrol aja dulu ama si El. " Jawab David meninggalkan Kinara.
"Tuh kan ada udang dibalik batu emang, gue dipaksa suruh ikut acara ginian!." Gerutu Kinara dalam hati.
" Maaf aku mau ke toilet. " Pamit Kinara untuk pergi dari Gabriel.
Baru saja akan pergi tiba-tiba dicekal oleh Gabriel dan ditariknya pergi dari sana menuju sebuah taman yang sepi dari keramaian.Setelah sampai Gabriel melepaskan tangan Kinara dari genggamannya.
"Kenapa kesini?." Tanya Kinara bingung.
" Aku denger kamu ga suka tempat rame jadi aku ajak kesini. " Jawab Gabriel.
" Tau darimana?."
" Ga penting aku tau darimana. "