
Hari ini Kinara kembali masuk kuliah dan karena permintaan ayahnya setiap berangkat kuliah Kinara akan diantar oleh Gabriel dan pulangnya bersama Alfa jika Gabriel tidak bisa menjemput.
Hari-hari Kinara di kampus benar-benar membosankan karena Lian tidak pernah menyerah untuk mendekatinya. Seperti saat ini Lian sedang membuntutinya pergi ke kantin kampus. Kinara sampai risih dibuatnya.
" Stop ngikutin gue!. " Ucap Kinara.
"Ga sampe lo mau jadi temen gue. Gue ga bakal nyerah. " Kekeh Lian.
" Lo pikir dengan lo ngikutin gue. Gue bakal mau jadi temen lo?. Lo malah bikin gue rish!. " Ketus Kinara meninggalkan Lian.
"Susah banget sihh ni anak dideketin. " Gumam Lian tetap mengikuti Kinara sampai ke Kantin.
"Eitsss, mau ngapain lo. " Ucap Alfa menghadang Lian ketika sampai di kantin.
"Gua mau nyamperin Kinara. " Jawabnya enteng.
"Ga liat apa Kinara nya risih sama lo. Udah berapa kali gua ingetin ga mempan banget."
"Lo sebenernya apanya Kinara sih, kenapa lo selalu jadi penghalang gue buat deketin Kinara. " Lian penasaran bercampur kesal.
" Kepo banget sih udah pergi sono!. " Usir Alfa. Lian sebenarnya masih penasaran dengan Alfa namun ia mengurungkan niatnya karena melihat Kinara moodnya sedang tidak baik.
Setelah kepergian Lian Alfa menghampiri Kinara yang sudah duduk di salah satu bangku kantin. Sebelum itu ia sudah memesan makanan untuk mereka berdua.
"Lo pulang sama siapa Ki?. " Tanya Alfa sembari menunggu pesanannya datang.
"Sama lo. Kak El gabisa jemput." Jawabnya datar.
"Yahhh, Ki gua gabisa."
"Emang kemana sih lu akhir-akhir ini sibuk sendiri." Tanya Kinara.
"Gue lagi sibuk bantuin bokap ngurus kantor Ki, Lo tau sendiri gua dipaksa kuliah biar bisa nerusin kantor dia. " Jawab Alfa.
"Yang sabar ya sad boy ha ha ha. " Canda Kinara.
"Jadi ntar lo gimana?. "
" Udah gampang gue bisa pulang sendiri. "
Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang. Alfa dan Kinara menikmati makanannya sambil bercanda seperti biasanya. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang mengawasi mereka dengan tatapan penasaran.
"Siapa sih dia sebenarnya, sekampus ini cuma dia yang deket sama Kinara. Gua ga pernah liat Kinara seakrab itu sama orang lain." Gumamnya dalam hati.
******************************
Akhirnya selesai juga jam kuliah Kinara kini ia sedang berjalan keluar kampus untuk pulang, namun tiba-tiba.
Sreeettttttt.......
Ada orang yang menarik tangan Kinara hingga Kinara jatuh menabrak dada bidang orang yang tersebut.
" Kamu!!!... " Mendorong keras dada orang tersebut dan menjauh dari tubuhnya.
Seketika wajah Kinara berubah datar ketika melihat orang dihadapannya, siapa lagi kalau bukan seorang Reydha Aldi Atlanta yang menyebalkan.
" Kenapa sih kamu harus ganggu aku terus!." Ucapnya kesal.
"Ada sesuatu yang harus aku bicarain. "
"Gaaaa.... "
" Kali ini aja." Pinta Aldi.
"Kamu pengen aku kena marah lagi?. "
" Aku akan tanggung jawab. "
" Mau tanggung jawab apa? Aku tetep kena imbasnya!!. " Jawab Kinara tegas.
"Kamu kenapa sih se benci itu sama aku?. " Tanya Aldi karena sedari tadi Kinara menyaut ii ucapannya dengan nada kesal.
"Kamu masih nanya kenapa aku benci sama kamu?. Kalo kamu sadar seharusnya kamu ga bakal muncul dikehidupanku lagi. " Jawabnya meninggalkan Aldi.
" Ikut aku. " Ucapnya mencekal tangan Kinara dan menariknya paksa.
~
Disisi lain Alfa sedang di hadang oleh Lian yang masih penasaran akan hubungannya dengan Kinara.
"Ckkk. Lo mau ngapain lagi sih yan?." Tanya Alfa kesal.
"Lo ngehalangin gue cuma mau nanyain itu??.. Dihh buang-buang waktu gue aja lu. " Alfa hendak meninggalkan Lian.
"Gue ga akan berhenti nanya itu ke elo sebelum lo jawab. " Ucap Lian menahan Alfa.
" Hadehhh lo ini batu banget ya. Gua kasih tau ya ke elo, sampai kapan pun lo ga bakal bisa deketin Kinara jadi usaha lo selama ini bakal sia-sia, mending cari cewe lain. "
"Gua ga pengen denger jawaban itu, orang gua bukan nanya soal itu. "
"Kalo gue jawab pertanyaan lo, apa lo bakal berhenti gangguin Kinara?. " Tanya Alfa.
"Tergantung jawaban lo apa. "
"Kalo gua bilang gua pacarnya Kinara lo bakal berhenti??." Tanya Alfa lagi, membuat Lian terdiam sejenak.
"Iya gua bakal berhenti. " Jawab Lian.
"Oke, gue pacarnya puas lo. "
"Hhhh lo pikir gue percaya?. "
"Yaudah terserah yang penting gue udah jawab. " Ucap Alfa meninggalkan Lian.
" Alfa emang ga bisa diajak ngomong. Mending gue coba tanya Kinara langsung. " Batin Lian melihat kepergian Alfa.
******
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya Kinara dan Aldi sampai di tujuannya. Mereka pun segera turun dari mobil.
" Kenapa sih maksa banget!!. " Kesal Kinara pada Aldi.
" Karena kalo ga dipaksa kamu ga bakal mau!. "
"Pekan raya??." Tanya Kinara bingung setelah mengamati sekitarnya.
"Ngapain Kita kesini??. Aku gasuka tempat rame!." Ucap Kinara berbalik akan meninggalkan Aldi.
" Aku tau kamu ga pernah kesini karena itu aku pengen kamu tau hal menarik disini. " Menahan Kinara yang akan pergi dan langsung menariknya masuk kedalam pekan raya tersebut.
Aldi mengajak kinara bermain banyak permainan disana.
Pertama masuk ke pekan raya Aldi mengajak Kinara untuk bermain tembak kaleng. Jika dapat merobohkan semua kaleng yang sudah tertata di rak maka mereka akan 0mendapatkan sebuah boneka.
Dalam satu permainan mereka diharuskan merobohkan 6 susunan kaleng dari jarak 5 meter. Kesempatan pertama Aldi yang menembak dan mengenai 1 susun pertama wajar lah seorang Tentara kan memang jago dalam urusan menembak. Kesempatan kedua Aldi meminta Kinara untuk mencoba melempar dan hasilnya meleset.
" Aku gabisa. " Kinara menyerah.
" Gagal itu wajar. Coba lagi aku bantu. "
Aldi pun membantu Kinara agar dapat menembak susunan kaleng. Aldi berdiri dibelakang Kinara,kedua tangannya memegang tangan Kinara untuk membantunya mengarahkan tembak itu agar mengenai sasaran. Alhasil Kinara berhasil menembak seluruh susunan kaleng dengan bantuan Aldi.
Kinara merasa senang tanpa disadari ia tersenyum bahagia. Bahkan dia sendiri lupa kapan terakhir kali ia merasa sebahagia itu. Kinarapun memilih sebuah boneka koala yang berukuran sedang.
Aldi memandangi Kinara yang sedang tersenyum menatap boneka koalanya.
Saking senangnya tanpa sadar Kinara melupakan rasa benci dan kesalnya terhadap Aldi selama ini dan terus menarik Aldi untuk mencoba permainan lain. Maklum lah sejak kecil Kinara tidak suka tempat ramai.
Kinara sudah mencoba seluruh permainan yang ada. Mereka memenangkan seluruh permainan disana dan mendapatkan banyak sekali boneka.
Hingga tanpa Kinara sadari hari mulai malam kini Aldi dan Kinara sedang beristirahat di sebuah bukit kecil yang tak jauh dari tempat pekan raya.
Kinara dan Aldi duduk diatas rumput dan melihat pemandangan pekan raya disana. Sedangkan Kinara sedang fokus memakan permen kapas dengan raut imutnya.
Tanya Aldi menatap kearah kinara yang masih asik dengan permen kapasnya.
" Gimana?. Seru kan?. " Tanya Aldi menatap Kinara.
Kinara mengangguk sambil sedikit tersenyum. Aldi merasa lega karena Kinara menikmati permainan di pekan raya.
" Maaf!." Ucap Aldi tiba-tiba.
" Untuk?. " Tanya Kinara berhenti memakan permen kapasnya.
" Maaf buat semua hal yang terjadi di masa lalu. " Jawab Aldi menunduk.
Kinara hanya diam karena masih sulit baginya untuk melupakan rasa bencinya terhadap Aldi.
" Apa kamu bisa kasih kesempatan buat aku nebus semua kesalahanku?." Tanya Aldi. Namun Kinara tetap diam karena bingung harus menjawab apa.
Melihat diamnya Kinara, Aldi mengambil kesimpulan menurut pemikirannya sendiri. Dan ia memilih untuk tidak bertanya lagi.