My Captain Or My CEO

My Captain Or My CEO
#Chapter 11



Tring.. Tringgg.. Tringg....


Suara handphone Kinara tiba-tiba berbunyi ditengah keheningan mereka berdua. Kinara segera mengeluarkan HP nya didalam tas yang sedari tadi belum ia sentuh. Hpnya menampilkan sebuah nomer yang tidak dikenal oleh Kinara.


Kontak di HP Kinara hanya berisi nomer orang-orang tertentu seperti Keluarganya, Alfa dan Bi Reni.


Kinara mengangkat panggilan itu karena penasaran siapa yang bisa mendapatkan kontaknya.


" Halo."


"Kamu dimana, aku didepan pekan raya. " suara seorang laki-laki disebrang sana.


" Ini siapa sih. Tapi suaranya kek kenal" Batin Kinara.


Seketika Kinara tersadar hanya satu orang yang bisa mendapatkan kontaknya, siapa lagi kalau bukan El. Kinara langsung mematikan sambungan teleponnya. Kemudian melihat jam dilayar HP nya itu.


Kinara kaget ketika mengetahui kalau saat ini sudah jam 10 malam. Ia langsung berdiri mondar-mandir dengan wajah panik. Bagaimana tidak ia pergi seharian tanpa pamit dan sekarang pasti ayahnya sedang khawatir menunggu dirumah.


Melihat Kinara yang begitu gelisah Aldi ikut bangkit dari duduknya.


" Ada apa?." Tanya Aldi.


"Aku pergi seharian ga pamit!. Aku mau buat alesan apa ke ayah!.. " Ucap Kinara menggigit jarinya.


" Aku anter nanti aku yang jelasin ke ayah kamu. "


Belum sempat Kinara menjawab HPnya sudah kembali berbunyi. Kinara langsung mengangkatnya.


"Iyaa Aku kesana sekarang. " Ucap Kinara langsung kemudian kembali ia putuskan sambungan teleponnya.


Kinara segera membereskan barang-barangnya dan beranjak pergi.


" Kamu mau kemana?."


" Pulang!. "


" Aku yang bawa kamu jadi aku yang akan nganter kamu. "Aldi mencekal tangan Kinara.


" Kak stop!. Dengan kamu nganterin aku itu bakal nambah masalah lagi antara aku sama Ayah!. Kamu bilang mau perbaikin semua dengan kamu menjauh dari hidup aku itu udah cukup!." Ucap Kinara tegas meninggalkan Aldi.


"Ra tunggu. " Tahan Aldi.


"Apalagii siihh. " Teriak Kinara kesal.


"Bonekanya??. "


"Kamu simpen aja. " Ucap Kinara kemudian benar-benar pergi meninggalkan Aldi.


Karana merasa khawatir Aldi diam-diam mengikuti Kinara dan melihat Kinara dijemput oleh seorang laki-laki. Aldi merasa penasaran siapa laki-laki yang menjemput Kinara namun dia hanya bisa memperhatikan dari jauh karena tidak ingin ikut campur lagi dalam kehidupan Kinara.


***************************


" Udah lama?. " Tanya Kinara.


"Lumayan." Jawab Gabriel yang sedang menyandarkan tubuhnya didepan pintu mobil.


" Ayo pulang, Ayah pasti udah nunggu. " Ajak Kinara terburu-buru memasuki mobil Gabriel.


Gabriel hanya bisa menghela nafas dan ikut masuk kedalam mobil.


"Kamu kesini sama siapa??." Tanya El di tengah perjalanan.


"Temen." Jawab Kinara singkat.


"Kenapa sampai jam segini, ga pamit lagi kasian ayah kamu khawatir. "


" Aku ga sempet buka HP. "


Wajah Kinara menjadi pucat karena panik bagaimana nanti dia menghadapi Ayahnya. Gabriel merasa kasihan melihat raut wajah Kinara namun ia juga tidak bisa menolongnya.


~


Sesampainya dirumah Kinara segera turun dan masuk meninggalkan Gabriel.


"Darimana kamu?. " Suara khas Gibran yang sedang duduk di ruang tamu bersama Amira dan David mengejutkan Kinara.


"Naa-na-nara abis dari pekan raya yah. " Jawab Kinara jujur.


"Sama siapa?? kenapa jam segini baru pulang??.. " Tanya Gibran dengan nada mengintimidasi.


"Ss.. Sa... Sama temen Nara yahh. "


"Temen siapa?. " Tanya Gibran penuh ancam.


Kinara hanya diam karena ia tidak berani mengatakan bahwa ia pergi dengan Aldi. Tapi meskipun Kinara tidak memberitahu Gibran pasti sudah tau dengan sendirinya, karena Ia begitu sayang dengan Kinara sehingga kemanapun Kinara pergi Gibran pasti tau.


"Kenapa kamu diem aja. Jawabbbb!!... " Bentak Gibran membuat Kinara tersentak.


"Ayahh tenang. " Bujuk Amira, namun sepertinya tidak berpengaruh. Kini suaminya sedang benar-benar naik pitam.


" Lihat sekarang kamu ga jujur sama ayah. Kamu tau apa yang dia lakukan ke kamu tapi kamu masih pergi sama dia. Jangan jadi bodoh cuma karena cinta!!!... " Bentak Gibran yang sangat menyakitkan untuk Kinara.


Kinara menatap Gibran terkejut tidak menyangka ayahnya akan berkata seperti itu.


" Apa kamu ga bisa sedikit aja menghargai Gabriel dan ayah?.. " Ucap Gibran penuh penekanan.


"Maaf yah." Hanya itu yang keluar dari mulut Kinara.


"Ayah kasih kamu 1 kesempatan lagi kalau kamu melanggar Ayah tidak akan segan-segan mengambil keputusan untuk perjodohan ini. " Tegas Ayah Kinara.


Kinara menatap Ayahnya dengan tatapan tidak menyangka kemudian berlari menuju kamarnya dan mennguncinya rapat-rapat. Sedangkan Gabriel hanya bisa menyaksikan kejadian itu. Sebenarnya ia merasa kasihan pada Kinara namun Gabriel juga tidak punya hak untuk ikut campur.


*******


Disisi lain Aldi baru saja sampai dirumahnya. Aldi masuk kedalam rumah dengan membawa banyak boneka yang ia dapatkan tadi.


"Dari mana bang?." Tanya Sammuel menghampiri Aldi.


" Abis main di pasar malem, nih tolong bawain. " Menyodorkan beberapa boneka kepada Sammuel.


"Eh... Ehhh... Kenapa jadi gue yang suruh bawa." Ucap Sammuel kewalahan membawa boneka beruang besarr yang di sodorkan Aldi.


"Tolongin kaliii, bawain ke kamar gue. " Ucap Aldi.


"Hahh!!!, sejak kapan lo suka boneka??. " Tanya Sammuel.


"Udahh gausah banyak tanya. " Aldi berjalan menuju kamarnya.


"Eh Kak Al abis darimana, kok bawa banyak boneka. " Tanya Tara adik perempuan Aldi dan saudara kembar Sammuel.


"Abis dari pekan raya, kamu mau bonekanya??. "


"Iyaa kak, aku mau teddy bear yang dibawa Sammuel. " Jawabnya girang.


Sammuel yang mendengar itu langsung melemparkan boneka teddy bear yang dibawanya ke arah Tara. Untungnya Tara sigap menangkap boneka itu kemudian memeluknya gemas.


"Tuhh bawa. " Ucap Sammuel pergi meninggalkan Saudara kembarnya dan juga Aldi.


"Kakak ke pekan raya kok ga ajak-ajak Tara sihh." Rengeknya.


" Kamu masih harus banyak istirahat dek. Nanti kalo kamu udah sehat pasti kakak ajak. " Ucap Aldi menenangkan adiknya itu.


"Yaudah kamu istirahat giihh biar cepet sembuh." Ucapnya lagi.


"Kakak anterin ya. " Pinta Tara manja kepada Aldi.


"Yaudah ayo. " Jawab Aldi merangkul pundak adik perempuannya itu dan mengantarnya ke kamar.


******


"Om sebaiknya jangan terlalu keras sama Kinara. " Ucap Gabriel kepada Gibran.


"Biarin El, ini salah satu cara om untuk memisahkan Nara dengan Aldi." Tegas Gibran pada Gabriel.


"Saya tau om tapi mungkin ini bukan cara yang tepat, El yang nanti akan berusaha membuat Kinara nyaman dengan El. " Bela Gabriel.


"Kamu jangan terlalu memberi kelonggaran pada Kinara El. Dia bukan anak yang gampang menerima. "


"Iya om saya tau, saya akan berusaha untuk membuat Kinara bisa menerima El. "


"Yaudah terserah kamu aja El, om bener-bener berterima kasih kamu bisa ngertiin Kinara meskipun sifatnya ke kamu masih seenaknya. "


"Gapapa om El ngerti kok kenapa Kinara kaya gitu."


"Yaudah om tinggal dulu. " Ucap Gibran meninggalkan Gabriel menuju kamarnya disusul Amira.


" Gue bakal akuin lo hebat kalo bisa tahan ama adek gue sebulan aja deh gausah lama-lama. " Ucap David menepuk bahu Gabriel.


" Jangan ngeremehin gue. " Jawab Gabriel tersenyum sinis.


" Iya dah engga. Btw gua mau nanya. Lo beneran suka sama adek gue??.. "


"Gue juga gatau, gue cuma yakin yang dipilih orang tua gue pasti yang terbaik. "


"Hmm, kalo emang lo suka sama adek gue, kejar deh gua restuin lo jadi adek ipar gue. Tapi kalo lo sampe nyakitin Nara gue bakal jadi orang pertama yang ngehancurin elo. " Ancam David.


" Jangankan nyakitin gua macarin cewe aja ga pernah ****. Lupa lo gue kek gimana?." Jawab Gabriel.


"Gatau gue, udah lupa gue sama lo. Kelamaan diluar negeri sih. "


"Bangs*t lo emang. Yaudah gua pulang dulu udah malem. "


"Baru jam segini juga. Lo di luar paling juga sering pulang pagii. Yakinn 100% dah gua. " Ledek David.


"Sok tau lu. Lu kalii yang sering pulang pagii. Dahlah gua pulang bilangin Ke Om Gibran sama Tante Mira kalo gue pulang. " Pamit Gabriel meninggalkan David.