
Ke esokan harinya kinara pergi ke kampus bersama Gabriel. Setelah mengobrol dibukit waktu itu Kinara dan Gabriel sekarang menjadi sedikit lebih akrab. Gabriel bisa mengerti perasaan Kinara sehingga Kinara merasa nyaman bersama Gabriel.
Ayah Kinara yang mengetahui itu merasa lega. Ia berpikir bahwa putrinya itu sudah mulai menerima Gabriel di hidupnya. Ayah Kinara tidak tahu bahwa Kinara hanya menganggap Gabriel sekedar sebagai seorang teman sekaligus kakak.
*****
Saat ini Kinara sedang berada di Kantin bersama Alfa. Akhir-akhir ini Kinara hanya bisa bertemu dengan Alfa ketika kuliah saja, setelahnya Alfa sudah sibuk dengan urusannya sendiri membuat Kinara sedikit kesepian.
"Eh Ki, denger-denger lo udah mulai deket ya sama bang El?... " Tanya Alfa disela aktivitas makan nya.
"Denger dari mana lu, emang lu punya telinga??.. " Canda Kinara.
"Gua serius ini!!. "
" Dikit. Kenapa emang??.. "
"Hebat juga abang gue nakhlukin elo. " Ucap Alfa.
"Lo pikir gue apaan ****!. " Kinara menjitak kepala Alfa.
" Aduhh iya-iya maaf ah elah. " Jawab Alfa mengaduh.
~
Kinara berencana untuk pulang bersama Alfa. Namun Alfa meminta Kinara untuk pergi lebih dulu Ke tempat parkir karena ia ada urusan dengan temannya.
Ketika sampai di parkiran Kinara melihat Sammuel adik Aldi. Sammuel yang mengetahui kedatangan Kinara langsung menghampirinya.
"Ra!. " Panggilnya.
Kinara berusaha menghindar dari Sammuel namun sudah terlebih dahulu dihadang olehnya. Membuat Kinara menatap Sammuel dengan tatapan malas.
"Ikut gue. " Ucapnya langsung menarik tangan Kinara.
Belum sampai ke tempat yang dituju Sammuel, Kinara menghentakkan tangannya agar terlepas dari genggaman Sammuel.
"Lo apa-apaan sihh!!!... Narik-narik tangan orang sembarangan!!!... " Kesal Kinara.
"Lo ikut gue bentar aja. " Pinta Sammuel.
"Ga!!!.. " Kinara meninggalkan Sammuel.
"Ra!!.. Tunggu!!. " Panggil sebuah suara membuat Kinara menghentikan langkahnya.
" Tunggu. " Ucapnya lagi membuat Kinara membalikkan badannya menghadap pria tersebut yang tak lain adalah Aldi yang masih mengenakan pakaian dinasnya. Aldi juga memberi isyarat pada Sammuel untuk meninggalkan mereka berdua.
" Gimana kamu mau ikut aku?.. " Tanyanya.
" Tapi ini beneran terakhir kalinya ya. " Tegas Kinara dibalas anggukan oleh Aldi.
Kinara kemudian mengikuti Aldi untuk membawanya menuju suatu tempat.
Tanpa mereka sadari Alfa sedang menatap mereka dari kejauhan. Saat Kinara ditarik paksa oleh Sammuel Alfa sudah akan datang menghampiri Kinara, namun ketika Aldi datang Alfa mengurungkan niatnya dan memilih untuk bersembunyi ditempat yang tak jauh dari mereka.
Alfa akan menyusul Kinara saat mereka akan pergi namun tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya. Alfa langsung berbalik dan mendapati Sammuel yang berada dibelakangnya.
"Pa an??.. " Ucapnya pada Sammuel dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Mau kemana??. " Tanya Sammuel SKSD menyandarkan lengannya di pundak Alfa.
"Kalo lo ngikutin abang gue, ya jadi urusan gue lah. " Jawab Sammuel enteng.
" Siapa juga yang mau ngikutin abang lo gue mau ngikutin Kinara. " Jawab Alfa meninggalkan Sammuel.
"Sama aja woiii!!!. " Teriak Sammuel namun tidak digubris oleh Alfa.
~
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah taman yang sama tempat ia tidak sengaja bertemu dengan Aldi.
" Kenapa kesini?. " Tanya Kinara datar.
" Ikut aja. Ayo turun. " Ucap Aldi.
Kinara dan Aldi berjalan- jalan di sekitar dan berhenti di tengah taman.
" Apa yang mau kamu omongin?. " Tanya Kinara.
" Tunggu disini sebentar. " Aldi pergi meninggalkan Kinara.
Tak lama kemudian Aldi kembali membawa sebuket bunga mawar putih kesukaan Kinara dan menyodorkannya ke arah Kinara. Kinara menatap Aldi dengan tatapan tak suka.
" Kenapa?. " Tanya Kinara.
" Ambil. " Ucap Aldi membuat Kinara mengambil buket bunga ituitu masih menatap Aldi sinis.
" Kamu tau aku ga basa basi. Aku cuma mau bilang aku masih sayang sama kamu. Dan aku punya alasan kenapa dulu aku mukul Alfa. " Ucap Aldi serius.
" Tapi aku benci sama kamu!." Balas Kinara.
" Aku tau itu. Ini kesempatan terakhirku jadi aku akan Terima apa pun hasilnya. "
" Kalau kamu tau seharusnya kamu ga ngelakuin hal ini!. "
" Aku ga akan tau hasilnya kalo aku ga berusaha buat coba. "
" Dan sekarang kamu udah tau. Jadi kamu harus tepatin janji kamu untuk ga pernah datang di hidupku lagi!. Aku udah cape harus ngomong ini berkali-kali." Tegas Kinara.
" Aku akan tepatin janjiku. Tapi sampai kapanpun kamu akan jadi satu- satunya perempuan dalam hidupku. "
" Aku ga peduli. " Kinara mengembalikan buket bunga itu kepada Aldi dan pergi meninggalkannya.
" Dia bener- bener berubah. Padahal gue pengen peluk dia buat terakhir kalinya. " Aldi menghembuskan nafasnya kecewa kemudian berlari pberusaha membuntuti Kinara.
***
Kinara berjalan cepat keluar dari taman dengan perasaan kesal bercampur sedih. Saat ia sudah berada diluar taman tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya.
Kinara yang sedang kesal ingin memukul orang yang menariknya namun tangannya ditahan oleh orang itu.
" Ini aku. " Ucapnya yang ternyata adalah Gabriel.
" Abang kok bisa ada disini?. " Tanya Kinara bingung.
" Kamu gaperlu tau ayo ikut." Gabriel menggandeng tangan Kinara masuk kedalam mobilnya untuk pergi ke suatu tempat.