
07.00 pagi.
Kegiatan sarapan pagi ini pun berakhir. Dan saat ini Kinara akan mengikuti kegiatan terakhir yaitu outbond. Setelah kemarin menta dan fisik mereka diuji sekarang adalah kegiatan untuk bersenang-senang.
Kinara beruntung karena kakinya yang keseleo menyelamatkan dia untuk tidak mengikuti kegiatan tersebut, dan saat ini dia hanya mengikuti kegiatan-kegiatan ringan.
Seluruh mahasiswa sudah berkumpul ditengah tanah lapang yang dikelilingi tenda mereka untuk melakukan kegiatan outbond.
Aldi dan seluruh Anggotanya juga sudah berada diantara para mahasiswa tersebut untuk memberitahu apa saja yang akan dilakukan hari ini.
" Karena hari ini adalah hari terakhir kalian disini, Kita hanya akan melakukan game-game dihari ini dan setelah game berakhir kalian akan makan siang kemudian berasiap-siap membongkar tenda untuk pulang." Terang Dirga.
Entah kenapa bukan Aldi yang menerangkan seperti biasanya, Dia malah hanya diam berdiri dibelakang teman-temannya itu dengan mengenakan kacamata hitam yang menutupi mata tajamnya.
Tapi tenang saja Dirga dengan tampang cool dan Vino dengan senyum manis berlesung pipi serta beberapa rekan Aldi juga banyak yang tampan dan keren tetap menjadi daya tarik bagi para mahasiswi, hanya saja Aldi lah yang paling mencolok diantara mereka.
"Horeeee!." Teriak seluruh mahasiswa.
"Jadii nanti kalian akan dibagi menjadi 5 tim, 1 tim akan beranggotakan 7 orang sesuai dengan jumlah kalian 35 orang.Nanti kalian akan mencari bendera sesuai warna yang ditentukan untuk masing-masing tim kalian secepatnya. Disekitar hutan ini sudah kami sebar dibeberapa titik.Setiap tim memiliki 5 bendera,tim mana yang paling cepat mengumpulkan bendera tersebut adalah pemenangnya. Bagi kelompok yang sudah menemukan seluruh bederanya nanti tugas ketua tim untuk menyerahkan kepada Kak Vino.Bisa dipahami?. " Terang Dirga panjang lebar.
"Siapp Bisaaa."
"Oke silahkan mulai berhitung untuk barisan laki-laki sendiri dan perempuan sendiri, supaya jumlah laki-laki dan perempuan dalam satu kelompok seimbang." Terangnya lagi.
Kinara mendapat kelompok 4 dengan warna bendera putih. Dalam kelompok Kinara terdapat 4 orang laki-laki dan 3 orang perempuan dan sialnya Kinara satu kelompok dengan Lian. Sedangkan ke 5 anggota lainnya Kinara sama sekali tidak mengenal mereka.
Kinara bersikap cuek seolah tidak menganggap keberadaan Lian. Berbeda dengan Lian melihat Kinara berada satu kelompok dengannya Lian merasa sangat senang, karena merasa memiliki banyak waktu bersama Kinara. Lianpun segera menghampiri Kinara.
" Hay ra kita satu kelompok nih. " Sapa Lian dan lagi- lagi Kinara mengabaikannya menghela nafas panjang.
"Ehh gimana kaki loo, kata Ayra kaki lo keseleo." Tanyanya lagi.
Kinara tetap diam tidak berniat menjawab pertanyaan Lian.
"Eh Yan lo jadi ketua Tim ya." Ucap salah satu laki-laki di kelompok Lian mengalihkan perhatian Lian dari Kinara
"Iya Yan lo aja." Timpal kelima anggota lainnya.
"okee,terserah kalian aja."
"Baikk, bagaimana apa sudah selesai pemilihan ketua timnya." Tanya Dirga.
"Siapp sudah!!." Jawab serentak seluruh mahasiswa.
"Okee, sekarang silahkan kalian mulai mencari bendera kalian disekitar hutan ini."
Seluruh kelompok langsung mulai berpencar mencari bendera tim mereka masing-masing.
"Kita kearah mana nih Yan." Tanya salah satu anggota kelompoknya.
"Kita ke kesana aja dulu nanti disana baru kita mencar." Menunjuk arah barat.
"Yaudah ayo buruan nanti kita ketinggalan sama kelompok lain." Ucap anggota kelompok Kinara yang lainnya.
Sesampainya di tengah hutan Kelompok Kinara sepakat untuk berpencar mencari bendera timnya, dan akan kembali berkumpul ditempat semula 15 menit lagi.
"Ra lo sama gue yaa, kan kaki lo lagi sakit nanti kalo kenapa-napa gimana?." Tawar Lian.
"Idihhh sok care banget nii anak." Gumamnya dalam hati sambil melirik Lian sinis.
"Gua bisa jalan sendiri, mendingan lo mencar aja biar benderanya cepet ketemu." Jawab Kinara datar meninggalkan Lian.
Kinara berjalan dengan kaki pincangnya, melihat-lihat disekitar mencari bendera timnya.
Tak lama berjalan akhirnya Kinara menemukan 1 bendera yang terdapat di sebuah pohon. Kinara langsung pergi ke pohon itu dan mengambil benderanya kemudian bergegas kembali ke kelompoknya.
Tanpa Kinara sadari saat ia berusaha mengambil bendera itu kalung yang ia kenakan terjatuh.
Beruntungnya Aldi sedari tadi mengikuti Kinara dan segera mengambil kalung Kinara yang terjatuh lalu menyimpannya di saku dan beranjak pergi dari sana.
Akhirnya tim Kinara berhasil mengumpulkan kelima bendera mereka dan menyerahkannya kepada Vino. Namun sayangnya kelompok Kinara kalah cepat dari kelompok lainnya dan mendapatkan posisi ke-3. Bagi Kinara tidak masalah yang penting game cepat selesai dan dia terbebas dari Lian.
Sekarang adalah acara serah terima hadiah dari game tadi, dan hanya diwakili ketua masing-masing tim. Dilanjutkan acara makan siang dan istirahat sebelum mulai membongkar tenda untuk persiapan pulang.
Waktu istirahat digunakan para mahasiswa putra untuk bersantai menikmati keindahan hutan. HP mereka juga sudah dikembalikan jadi sekarang banyak mahasiswi yang sedang antri untuk berfoto bersama para tentara muda. Lain dengan Kinara yang lebih memilih duduk didepan tendanya memejamkan matanya sambil mendengarkan musik.
Tak berapa lama terdengar suara langkah kaki beberapa orang menghampirinya. Kinara tidak menyadari kedatangan mereka sampai suara deheman salah seorang dari mereka membuat Kinara membuka matanya. Dan ternyata yang menghampirinya adalah Aldi, Dirga dan Vino.
"Kamu ga pengen foto sama kita gitu?." Tanya Dirga membuka suara. Kinara menghela nafasnya malas.
" Ga. " jawab Kinara singkat memicu suara tawa Vino dan membuat Dirga tercekat.
"Bwahahahaha, ****** lo Ga mangkanya ga usah kepedean." Tawa Vino pecah menertawakan sahabatnya yang malang itu.
"Ra boleh fotbar ga?." Tanya Vino kemudian.
Kinara menghembuskan nafasnya dalam-dalam dan menganggukkan kepalanya tanda setuju agar ketiga orang itu cepat pergi. Vino langsung mengeluarkan HP nya dan memberikannya pada Dirga.
"Ehh apa apaan nih!." Protes Dirga
"Fotoin lahh, gimana sih lu ga peka amat!."
"Yeee, gua kan juga pengen foto." Ucap Dirga ketus.
"Udahh entar gantian, cepetan dong keburu Kinara berubah pikiran."
"Iya-iya bawel lu, udah sono jangan deket-deket sama calon gue."
"Bodo amat!. "
" Nahh sekarang kita bertiga foto bareng-bareng." Ucap Dirga sambil meminta tolong pada salah satu teman Tentara mereka yang lainnya untuk mengambil gambar mereka ber empat.
Kinara berada diantara Aldi dan Vino sedangkan Dirga berada disebelah Aldi.
"Nahh sekarang, selfie sama gue bentar ya Ra. " Ajak Vino.
"Nii orang ribet banget sih gaada wibawanya jadi Tentara." Gerutu Kinara dalam hati namun tetap menuruti keinginan Vino.
"Vin lo ngebet banget sihh." Kesal Dirga merasa tersaingi.
"Terserah gue dong. "
"Oh iya Ra boleh minta nomer Whatsapp nya ga nanti buat ngirim foto." Tanya Vino.
" Fotonya buat kakak aja aku ga butuh."
"Hahahaha... Rasainn tuh!." Balas Dirga.
"Nihh kalung kamu." Ucap Aldi disela pertengkaran Vino dan Dirga sambil menyodorkan kalung berliontin huruf K.
Kinara yang terkejut melihat kalungnya berada ditangan Aldi langsung meraba lehernya dan mendapati kalungnya tak ada disana.
" Kenapa kalungku ada di kamu?.. "Tanya Kinara.
" Tadi kebetulan waktu aku ngawasin anak-anak ga sengaja liat kamu jatuhin kalung itu. " Jawab Aldi datar sambil memberikan kalung tersebut kepada Kinara.
"Makasih!." Mengambil kalungnya dari tangan Aldi dan langsung memakainnya.
Vino dan Dirga yang masih berdebat tiba-tiba dihampiri Pak Ardhi agar segera kembali ke pos untuk mengakhiri kegiatan. Dan mereka bertiga pun pergi mengikuti Pak Ardhi.
Setelah semua tenda terbongkar seluruh mahasiswa berkumpul untuk apel pembubaran kegiatan LDK.
" Baik, akhirnya kita sudah menyelesaikan kegiatan LDK ini, semoga apa yang sudah kalian Terima dapat bermanfaat.kami selaku pembina mewakili jajaran kami meminta maaf jika ada kurang lebihnya. Untuk mengakhiri kegiatan hari ini dan semoga kalian selamat sampai rumah marilah kita berdo'a menurut agama dan kepercayaan masing-masing berdo'a mulai......... Selesai, disini kami akan mengantar kalian sampai ketempat Bus kalian. Sebelum itu Kapten Aldi ada yang ingin disampaikan?." Tutur Pak Ardhi.
" Ehm...disini saya mohon maaf jika dalam melaksanakan tugas saya ada salah terhadap kalian, dan Terima kasih karena kalian sudah mengikuti seluruh kegiatan dengan baik,saya rasa itu saja Pak Terima kasih,silahkan dilanjut. "
"Baik, setelah saya bubarkan nanti silahkan kalian menuju jeep yang sudah disediakan. Bisa dimengerti!."
"Siapp bisa!."
"Bubar barisan jalan!."
Seluruh mahasiswa langsung pergi menuju jeep masing-masing yang akan dikemudikan oleh para Tentara. Vino dan Dirga langsung menarik Kinara menuju Jeep mereka bersama Aldi.
Entah nasib sial apa yang dialami Kinara dia harus naik di Jeep yang isinya Dirga, Vino dan Aldi karena Jeep lainnya sudah penuh. Banyak mahasiswi yang iri dengan Kinara karena dapat satu jeep dengan Tentara-tentara tampan dan keren.
Setelah setengah jam menempuh perjalanan melewati jalan yang berkelok kelok serta berlumpur untuk menuruni gunung. Akhirnya rombongan Kinara sampai ditempat Bus mereka terparkir.
Kinara mengambil ranselnya dari atas jeep dan langsung pergi menuju Bus nya dengan kakinya yang masih terasa sakit, tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Aldi, Vino dan Dirga.
Didalam Bus Kinara segera duduk di kursinya dan memejamkan matanya untuk tidur, karena perjalanan mereka cukup jauh dan lama. Hal itu juga adalah cara yang ampuh untuk menghindari Lian yang duduk disampingnya.