My Captain Or My CEO

My Captain Or My CEO
#Chapter 15



Gabriel menghentikan mobilnya di sebuah danau. Mereka turun dari mobil dan duduk di sebuah bangku yang tepat menghadap danau, menatap sinar matahari berwarna jingga yang begitu indah.


" Danau?. " Tanya Kinara.


"Aku lihat kamu lagi kesel yaudah aku bawa kesini biar kamu bisa agak tenang. " Jawab Gabriel.


"Hmm makasih. "


" Sama-sama. Kalau kamu mau kamu bisa cerita ke aku. " Tawar Gabriel.


" Emang abang gatau tadi ada apa?. "


" Engga waktu kamu keluar aku baru aja sampe. "


" Aku ketemu kak Rey. "


" Dia bilang apa?. "


" Dia bilang masih sayang sama aku. "


" Terus kamu jawab apa?. "


" Aku ga peduli dan aku minta dia untuk pergi dari hidupku. " Jawab Kinara dengan tatapan kosong.


" Apa kamu yakin itu hal yang kamu inginkan dari Aldi?. " Tanya Gabriel.


" Abang tanya apa sih?. Ya iyalah setelah semua yang dia perbuat ga mungkin aku mau balik lagi. " Jawab Kinara spontan.


" Aku ga yakin sama jawaban kamu. "


" Terserah abang. " Jawab Kinara malas.


" Kamu bisa bohong ke orang lain tapi ga ke diri kamu sendiri. "


Ucapan Gabriel seakan menjadi tamparan batin untuk Kinara. Ia menundukan kepalanya dan kembali berpikir apa memang ini yang dia inginkan. Apa dia benar-benar membenci Aldi atau hanya kecewa?.


Flashback on


"Lo tau Alfa dimana??.. " Tanya Kinara pada salah satu teman Alfa.


"Tadi sih bilangnya ke rooftop. Kenapa sih nyariin Alfa mulu disini ada gue juga. " Godanya namun Kinara tidak peduli dan pergi menuju rooftop.


Ketika sampai di rooftop alangkah terkejutnya Kinara mendapati Alfa sudah babak belur. Wajahnya dipenuhi darah dan sudah tidak sadarkan diri. Disana ia melihat Aldi dengan bringas terus memukuli Alfa yang sudah terkulai lemas.


"Alfa!!!!!!...... " Teriak Kinara.


"Kakak stopppp." Kinara mendorong Aldi dari Alfa.


Kinara panik melihat kondisi Alfa berlumuran darah. Ia sangat marah pada Aldi kenapa dia memukuli satu-satunya sahabat yang ia punya. Hatinya terluka melihat kondisi Alfa yang mengenaskan.


"Apa yang udah kakak lakuin ke Alfa!!!.. " Marah Kinara memukul ii dada Aldi.


Aldi mencekal kedua tangan Kinara yang sedang menangis sambil memukulinya.


"Dengerin!!... Temen ******** kamu ini udah bikin masalah. Dan mulai hari ini aku ga pengen ngeliat muka kamu dan temen kamu ini lagi. Pergi dari hidupku!!... " Ucap Aldi penuh amarah dan melenghempaskan tangan Kinara.


"Kak Rey salah!!!. Aku yang gamau lihat wajah kakak lagiii, aku benci sama kakak!!!!!!.... " Teriak Kinara.


Aldi menatap Kinara geram kemudian pergi meninggalkan mereka. Kinara begitu menyayangi Aldi namun ia juga tidak bisa kehilangan Alfa.


Kinara menghampiri Alfa mengangkat kepalanya kepangkuan Kinara.


"Al... Alfaa lo gapapa kan. " Kinara menepuk pipi Alfa namun tidak ada respon.


"Al bangun Al jangan tinggalin gue. " Ucap Kinara panik dan terus menangis sambil memeluk tubuh Alfa yang penuh darah.


Flashback off


" Aku ga bisa. " Ucap Kinara mengepalkan tangannya menahan amarah.


" Aku gatau apa yang Aldi lakuin sampe bisa buat kamu se benci itu sama dia. Satu hal yang aku tahu kebencian ga akan membuat keadaan lebih baik rasa benci itu justru akan menyakiti kamu lebih dalam. "


" Sebesar apapun rasa benci kamu ga bisa menutupi rasa sayang kamu ke Aldi. " Batin Gabriel.


Kinara masih diam menahan amarah dalam dirinya.


" Sekarang terserah apa keputusan kamu. Yang penting jangan pernah membiarkan masa lalu kamu menghancurkan masa depan. "


"Aku tau. " Jawab Kinara.


~


Aldi masih terdiam di depan taman. Ia melihat Kinara pergi dengan seorang laki-laki yang sama saat di pekan raya.


" Ternyata kamu udah punya pengganti. Kalo memang iya aku harap dia bisa membahagiakan kamu dan menyayangi kamu lebih dari yang aku bisa. " Batin Aldi membuang buket bunganya ke tempat sampah.


Saat akan pergi dari taman tiba-tiba tiba Alfa datang menemui Aldi.


" Ternyata lo masih hidup. " Ucap Aldi tersenyum sinis.


"Gue mau ngomong sama lo. "


" Gue ga ada waktu. " Jawab melenggang pergi. .


" Soal Kinara. " Ucap Alfa membuat Aldi menghentikan langkahnya.


Aldi berbalik dan berdiri dihadapan Alfa sambil memasukan tangannya ke dalam saku celana.


" Maaf. " Ucap Alfa.


" Telat kata maaf lo ga bisa merubah keadaan. " Jawab Aldi.


"Gue tau semua ini udah telat. Tapi cuma ini yang bisa gue lakuin untuk nebus semuanya. "


" Cuma itu?. " Tanya Aldi dan Alfa menggelengkan kepalanya.


" Maksud lo?. " Tanya Aldi menaikkan sebelah alisnya.


" Gue sadar cuma lo orang yang bisa buat dia bahagia. Se keras apapun gue berusaha Kinara tetep nganggep gue sebagai sahabat ga akan lebih. " Ucap Aldi.


" Lo baru tau itu sekarang?. Saat semua udah ga bisa di ubah!. Kinara pengen gue pergi dari hidupnya!. "


" Dia bohong Kinara cuma kecewa dia ga bener- bener benci sama lo. "


" Gimana?. Lo sekarang pasti lebih menderita daripada Kinara kain?. Gimana jadinya kalo Kinara tau semua hal yang terjadi di hidupnya itu karena ke egoisan lo?. "


" Gue tau hal itu pasti akan bikin Kinara kecewa sama gue. Karena itu gue minta lo untuk tetep ada buat Kinara. "


" Lo masih aja egois!. Bukan cuma Kinara yang jadi korban kalo lo inget!. "


" Gue udah tanggung jawab soal itu. " Jawab Alfa menaikkan kaos nya dan terlihat sebuah jahitan di perut bawah bagian kirinya.


" Lo!. " Ucap Aldi terkejut.


" Iya gue yang donorin ginjal buat Tara. " Ucap Alfa, Aldi menghela nafas dan menenangkan dirinya dan pergi meninggalkan Alfa.


" Gue Akan jaga Kinara dan gue ga akan bilang maaf ataupun Terima kasih soal lo sama Tara. " Ucap Aldi berhenti sejenak tanpa menoleh kemudian kembali berjalan pergi meninggalkan Alfa.


~


Tring... Tringg.... Tringg.....


Suara Handphone Alfa berbunyi. Menampilkan nama Kinara disana.


Alfa: "Halo, ada apa Ki?. "


Kinara:" Lo dimana?. "


Alfa:" Gue ada dikantor bokap kenapa?. "


Kinara:" Oh yaudah gue cuma bilang sekarang udah sama bang El. Takutnya lo nyari in gara-gara gue pergi ga bilang- bilang. "


Alfa:" Telat buk!. Tadi gue udah di bilangin sama Kak El. "


Bohong Alfa padahal ia lah yang menelfon Gabriel untuk menjemput Kinara.


Alfa : " Lo sekarang dimana?. "


Kinara : " Di danau sama bang El. "


Alfa : " Yaudah nanti cepetan pulang. "


Kinara:" Oke. "


Tuttt.


Alfa mematikan sambungan teleponnya.


~


Plung


Kinara melempar batu kedalam danau untuk meluapkan amarahnya. Kinara melihat sebuah bunga teratai di pinggir danau. Ia mendekati bunga itu dan memandanginya.


" Apa yang kamu pikirin?. " Tanya Gabriel menghampiri Kinara.


" Teratai ini sama kaya hidupku. " Ucap Kinara tersenyum.


" Maksudnya?. " Tanya Gabriel bingung.


" Sama-sama ngambang. " Jawab Kinara Gabriel pun mengerti.


" Kapan- kapan kita kesini lagi yuk sama Alfa. " Ajak Kinara.


" Boleh. " Jawab Gabriel.


"Yaudah ayo pulang udah mau gelap. " Ajak Kinara.


"Langsung pulang nih?. "


" Iya aku capek mau tidur. "


" Bener kata Alfa sama David kamu itu kebo!. " Ucap Gabriel terkekeh.


" Orang ga waras di dengerin. " Jawab Kinara meninggalkan Gabriel.


Gabriel pun berjalan menyusul Kinara menuju mobilnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa Like nya yaa


Jangan bosen baca ya