
Selesai diperiksa dokter Kinara disuapi makan oleh Amira dan juga minum obat. Setelah itu Ia langsung meminta Amira untuk mengantarnya ke kamar Alfa. Dan Amira pun menyetujuinya.
Mereka pergi ke kamar Alfa dengan Kinara duduk di kursi roda karena Amira menganggap tubuh Kinara masih lemah.
Sesampainya di depan kamar Alfa Amira, Kinara dan David bertemu dengan orang tua Alfa yang sedang bertengkar.
" Om tante. " Sapa Kinara membuat mereka berdua seketika menoleh.
" Kamu!. Lihat apa yang sudah kamu perbuat ke anak saya. Kenapa kamu selalu membuat nyawa anak saya dalam bahaya!. Haaaa!!. " Teriak mama Alfa namun Kinara tetap diam.
" Kamu itu ga pantes berteman sama anak saya!. Seharusnya kamu udah jauhin Alfa dari dulu!!. Apa kamu mau anak saya itu mati gara-gara kamu!. Dia itu anak tunggal kami satu-satunya penerus perusahaan!. " Timpal Papa Alfa.
" Masih aja bawa perusahaan emang gila materi orang tuanya Alfa. " Batin David.
" Mulai sekarang kamu jauhin Alfa!. Saya gamau nyawa Alfa terancam cuma gara-gara ngelindungin orang kaya kamu!. " Ucap mama Alfa membuat amarah David terpancing.
Namun Amira segera menahan David agar tetap diam ditempatnya.
" Sekarang kamu pergi dari sini jangan temuin Alfa!. " Usir papa Alfa.
Amira segera membawa Kinara pergi kembali ke kamarnya.
" Kenapa mami nahan David sih?. Orang tua Alfa udah kelewatan mi. " Protes David.
" Ga ada gunanya kamu ngelawan mereka. Ujungnya cuma bikin masalah tambah panjang. "
" Mami bener bang , Alfa kaya gini gara-gara selametin gue. " Ucap Kinara membuat David diam.
Selang beberapa menit HP David berbunyi. Gibran menelfon David untuk membantunya mengurus perusahaan. Membuat David mau tidak mau harus pergi dari rumah sakit meninggalkan Amira dan Kinara.
~
" Bang anterin gue ke kamar Kinara yuk. " Ajak Alfa setelah kepergian orang tuanya.
" Kenapa sih dari tadi ngebet banget ke kamar Kinara. " Tanya Gabriel.
" Ada yang harus gue omongin ke dia. " Jawab Alfa dengan tatapan kosong.
" Emangnya apa?. " Tanya Gabriel.
" Ntar lo juga tau. Aldi ga kesini?. "
" Katanya dia harus balik tugas ke perbatasan ntar sore. "
" Apaa!!!. Anterin gue ke kamar Kinara sekarang!. " Pinta Alfa terburu-buru.
" Iya-iya yaudah ayo. " Gabriel menghampiri Alfa duduk dan memegang tiang infusnya.
" Bantu gue ke kursi roda lah bang gimana sih. "
" Lah emang lo ga kuat berdiri?. " Tanya Gabriel.
" Kepala gue sakit bang kalo dibuat jalan. Ah lo gimana sihh cepetan dong. "
" Iya-iya minta tolong tapi bikin emosi. " Gabriel membantu Alfa ke kursi roda dan mengantarnya menuju kamar Kinara.
~
Dikamar Kinara
Tok... Tok... Tok.....
Gabriel mengetuk pintu kemudian masuk ke dalam kamar Kinara.
" Eh Al kamu kesini. Emang udah gapapa?. " Tanya Amira yang sedang mengupas buah untuk Kinara.
" Udah baikan kok mi. " Jawab Alfa.
" Maaf ya Al. " Ucap Kinara tiba-tiba.
" Kenapa?. " Tanya Alfa bingung.
" Karena gue lo harus kaya gini. "
" Seharusnya gue yang minta maaf Ki. Karena gue orang yang selama ini ngehancurin hidup lo. " Ucap Alfa.
" Maksudnya?. " Tanya Kinara bingung.
" Karena gue lo harus putus bahkan benci sama Aldi. "
" Maksud lo apa sih Al?. Apa hubungannya sama kak Rey?. " Tanya Kinara seakan mewakili Amira dan Gabriel yang juga bingung.
" Sebenernya Aldi ga salah waktu itu. Semua salah gue, gue udah mainin perasaan Tara adiknya yang bikin dia syok sampe kena gagal ginjal. "
" Apa lo bilang?. " Tanya Kinara masih tidak percaya.
"Maaf Ki gue ngelakuin itu karena dulu gue pengen lo putus dari Aldi. Gue ga mau kehilangan lo. Gue takut karena Aldi lo jadi ga punya banyak waktu buat gue. Tapi setelah kejadian itu gue sadar kalo lo tetep ngutamain gue daripada Aldi. " Ucap Alfa menyesal.
Plakkkk
" Kenapa lo baru bilang sekarang?. Lo tau apa dampak semua ini?. Lo ga cuma bikin gue benci sama dia tapi juga bikin gue nyalahin kak Rey atas kesalahan lo!. " Teriak Kinara.
" Lo sahabat gue Al. Orang yang menurut gue paling ngertiin gue. Kenapa lo tega ngelakuin ini?. Gue bener-bener kecewa sama lo!. " Ucap Kinara mengusap air matanya.
" Gue tau Ki. Gue udah berusaha nebus kesalahan gue. "
" Dengan ngebuat gue menderita selama ini?. Itu yang lo maksud?. " Tanya Kinara.
Alfa hanya diam. Amira dan Gabriel hanya bisa menyaksikan pertengkaran diantara mereka berdua.
" Gue mau ketemu kak Rey sekarang. " Ucap Kinara membuat Amira terkejut.
" Tapi kamu masih belum fit sayang. " Ucap Amira berusaha menahan Kinara.
" Tapi kalo Kinara ga ketemu sama dia sekarang kita gatau kapan Kinara bisa ketemu sama Aldi. " Ucap Gabriel.
" Kenapa emangnya?. " Tanya Amira.
" Aldi harus pergi tugas ke perbatasan jam 5 sore. " Ucap Gabriel membuat Kinara semakin memberontak ingin pergi menemui Aldi.
" Mi tolong izinin Nara ketemu sama Kak Rey. Atau aku akan nyesel karena ga bisa minta maaf sama dia. " Ucap Kinara membuat Amira mengangguk seakan mengerti apa yang Kinara rasakan.
" Kalo gitu tunggu mami panggil suster buat lepas infus. " Ucap Amira namun Kinara malah langsung melepas infisnya secara paksa membuat darah mengalir ditangannya.
Kepala Kinara kembali merasa pusing dan akan pingsan saat melihat darah namun Gabriel dengan sigap menutup mata Kinara agar dia tidak melihat darah itu. Gabriel meminta perban kepada Amira dan langsung membalut tangan Kinara hingga tidak ada darah yang terlihat.
" Kamu yakin mau tetep pergi?. " Tanya Gabriel Kinara mmengangguk mantap
Gabriel pun mengantar Kinara menuju pelabuhan tempat Aldi berangkat. Perjalanan menuju pelabuhan cukup jauh. Sedangkan saat ini sudah jam 2 siang.
~
Basecamp Pasukan khusus
"Lo yakin ga jenguk Kinara dulu?. " Tanya Vino.
" Gue harus fokus buat tugas ini. " Jawab Aldi membereskan barang-barangnya.
" Lo yakin ga akan nyesel ga nemuin dia sebelum pergi?. " Tanya Dirga.
" Gue akan lebih nyesel lagi kalo gue ga berhasil di misi ini. "
" Terserahlah lo emang gabisa diajak ngomong pake bahasa manusia. " Jawab Vino menyerah dengan sifat keras kepala sahabatnya itu.
" Udah ayo kita harus ke pelabuhan. " Gabriel membawa tas ranselnya untuk pergi ke pelabuhan.
" Liat dia bilang mau fokus sama misi tapi pikirannya aja kemana-mana. " Ucap Dirga kepada Vino.
" Kita udah berusaha suruh dia buat ketemu Kinara dulu tapi gamau. Yaudah mau ngapain lagi yang penting kita udah kasih saran. " Ucap Vino cuek menyusul Aldi.
~
Diperjalanan Kinara sangat panik takut tidak bisa bertemu Aldi sebelum dia pergi. Kinara benar-benar merasa bersalah karena membenci Aldi selama ini. Dia juga kecewa karena sahabatnya sendirilah yang selama ini membohonginya.
" Ra mendingan kamu istirahat, nanti kalo udah sampe aku bangunin kamu. "
"Kakak pikir aku bisa tidur dalam keadaan begini?." Jawab Kinara membuat Gabriel diam dan berusaha mengemudi secepat mungkin agar segera sampai di pelabuhan.
~
" Semuanya udah siap. Senjata juga udah masuk. " Ucap Vino.
" Yaudah lo duluan aja. " Jawab Aldi.
Sedangkan Aldi masih diam di tempatnya entah kenapa rasanya sulit sekali pergi dari sana. Dia memandangi pelabuhan seakan berharap kedatangan seseorang.
" Apa sih yang lo pikirin Al. Dia ga mungkin dateng kesini. " Batin Aldi memutuskan untuk masuk ke dalam kapal.
Namun.......
" Kak Rey tunggu!!!. " Teriak seseorang membuat Aldi mencari sumber suara yang memanggil namanya.
Tiba-tiba Kinara datang dan memeluk erat tubuhnya membuat Aldi sangat terkejut.
" Kenapa kamu kesini?. Seharusnya kamu masih di rumah sakit. " Ucapnya tidak percaya.
" Aku udah tau semuanya. " Ucap Kinara membuat Aldi tersenyum lega dan membalas pelukan Kinara.
Dari jauh dan dari dalam kapal Gabriel dan juga Vino memandangi mereka berdua. Mereka berpelukan cukup lama hingga suara klakson kapal membuat mereka melepaskan pelukan.
" Aku harus pergi. " Ucap Aldi.
" Cepet pulang ada banyak hal yang harus aku bicarain sama kakak. " Jawab Kinara tersenyum mengusap air matanya dibalas anggukan oleh Aldi.
" Jaga diri baik-baik. Aku akan berusaha cepet pulang buat kamu." Ucap Aldi mengelus rambut Kinara dan mengecup keningnya kemudian pergi masuk kedalam kapal.
Ada rasa lega dan juga berat saat Kinara melepas kepergian Aldi. Namun yang bisa ia lakukan saat ini adalah menunggunya untuk segera pulang. Kinara melepas Aldi bertugas dengan senyuman.