
MCoMC chapter 25
David dan Gabriel sarapan dengan steak dan juga sandwich yang dibelikan oleh Gibran. Sedangkan Kinara harus menggigit bibirnya melihat steak yang terlihat begitu lezat sedangkan dia hanya makan bubur.
" Yah, Nara juga mau steak. " Rengeknya pada Gibran.
" Kamu kan masih sakit jadi harus makan bubur. " Ucap Gibran menyuapi putrinya.
Terlintas ide jahil ketika David mendengar Kinara ingin makan steak juga.
" Boo!. " Panggilnya sambil mengunyah steak ala-ala foodvloger membuat Kinara cemberut karena tidak bisa memakannya.
" Ayahhh. " Adu Kinara dengan wajah sedihnya.
" David cepet diabisin habis ini kamu pulang. Baru punya usaha kok udah di tinggalin mulu. " Tegur Gibran kemudian menyuapi Kinara.
" Ihh dasar manja!. Tukang ngadu lagi. " Ledek David kepada Kinara.
" David. " Ucap Gibran lagi.
" Iya yah bentar lagi ini abis David langsung pulang. "
" Kalo gitu saya juga sekalian pulang sama David ya om, Nara. Soalnya perusahaan juga ga ada yang urus. " Ucap Gabriel.
" Iya El makasih ya udah jagain Kinara. " Ucap Gibran.
" Sama-sama Om. "
" Makasih ya bang El udah bantu banyak hal. " Ucap Kinara tulus.
" Iya sama-sama Ra cepet sembuh. "
" Ga bilang makasih sama gue Boo?. Gini-gini gue juga berperan loh. " Ucap David.
" I don't hear you. "
( aku tidak mendengarmu) jawab Kinara memalingkan wajahnya.
" Yee dasar kebo. " Kesal David.
" Yaudah yuk pulang Vid. " Ajak Gabriel.
" Iya ayo. " David dan Gabriel pergi meninggalkan kamar Kinara.
" Yah HP Nara mana? Kok di tas ga ada?. " Tanya Kinara pada Gibran setelah kepergian David dan Gabriel.
" Loh ga ada?. Yaudah nanti coba ayah minta sekertaris buat cari HP kamu di kantor polisi. " Ucap Gibran.
" Lian gimana yah?. "
" Ayah bawa ke pskiater. Semoga aja dia bisa sembuh. "
" Terus di kampus gimana?. Ga sampe nyebar ke mana-mana kan kasus ini?. "
" Udah kamu tenang aja ayah udah urus semua. Sekarang yang terpenting adalah kesembuhan kamu. " Ucap Gibran.
" Nara kapan pulang sih sehari disini rasanya lamaa banget. Kangen kasur. " Ucap Kinara.
" Nanti Ayah tanyain ke dokter. Sekarang minum obat ya. " Kinara mengangguk dan meminum obatnya.
Tak lama kemudian Amira datang bersama Alfa. Namun Kinara sudah tertidur lagi karena pengaruh obat.
" Nara udah tidur dari tadi?. " Tanya Amira kepada Gibran.
" Engga barusan soalnya abis minum obat. " Jawab Gibran.
" Al gimana keadaan kamu?. " Tanya Gibran.
" Udah jauh lebih baik om kata dokter juga lusa udah boleh pulang. " Jawab Alfa.
" Oh iya ngomong-ngomong soal itu tadi Nara juga nanya kapan boleh pulang. Kita temuin dokter yuk mi sekalian urus administrasi. " Ajak Gibran.
" Iya yah. Al nitip Nara ya. " Ucap Amira pergi bersama Gibran.
~
Aldi dan timnya mulai menyisir daerah perbatasan untuk mengamati keadaan. Tim khusus yang berjumlah 7 orang itu menjalankan misi dengan pakaian kamuflase agar tidak diketahui musuh.
Daerah perbatasan antar negara ini sudah sejak dulu selalu menjadi konflik yang masih belum terselesaikan sampai sekarang. Awal mula konflik ini adalah ketika negara seberang mulai menyerang kawasan wisata dekat perbatasan dan memakan banyak korban termasuk orang tua Aldi yang sedang mereservasi lokasi untuk membangun proyek wisata.
Sejak saat itu perbatasan mulai diawasi ketat oleh militer untuk mencegah serangan yang sama terjadi kembali. Tim Aldi diturunkan untuk menyelidiki pergerakan musuh yang muncul akhir-akhir ini. Menurut laporan ada beberapa kelompok mencurigakan yang terlihat menerobos perbatasan. Kelompok tersebut memiliki keahlian setingkat pasukan militer khusus yang membuatnya mudah untuk meloloskan diri dari tentara yang akan menangkap mereka.
Aldi dan rekannya mulai berjaga di tempat yang sudah dicurigai. Mereka mengamati melalui scope senapan untuk melacak pergerakan yang terlihat mencurigakan.
" Alpha 1 talk, keep eye on. Jangan sampai lengah. " Ucap Aldi pada alat komunikasinya.
~
Sudah 2 jam Kinara tertidur namun belum juga bangun. Alfa masih setia menunggu disebelah Kinara. Amira dan Gibran pergi karena ada urusan mendadak.
Tak lama kemudian Kinara mulai menggeliat di tempat tidurnya.
" Mi minum. " Ucapnya masih belum membuka mata.
Alfa menyodorkan sebotol air mineral dengan sedotan dan membantu Kinara minum. Perlahan lahan Kinara mulai membuka matanya dan terkejut melihat Alfa berada di hadapannya. Kinara reflek menyemburkan air yang tadi diminumnya ke wajah Alfa.
Alfa menghela nafas sambil mengusap wajahnya yang terkena semburan Kinara.
" Mami sama om keluar katanya ada urusan mendadak. " Jawab Alfa kemudian.
" Terus lo ngapain disini?. "
" Jagain lo lah. "
" Gaperlu mending lo balik ke kamar. "
" Tapi om sama mami nitip lo ke gue. "
" Emangnya lo siapa gue?. Udah mending lo balik aja gue gaperlu dijagain. "
" Ki lo sahabat gue. Masa gue gaboleh jagain lo?. "
" Ga ada sahabat yang tega ngehancurin kebahagian sahabatnya sendiri. Yakin lo sahabat gue?." Ucap Kinara membuat Alfa terdiam.
" Gue minta maaf Ki. "
" Gue gamau denger lo ngomong. Buat sementara mendingan lo jauhin gue. " Ucap Kinara membuat Alfa kaget.
" Ki!. "
" Al!. Jauhin gue!. " Kinara memotong ucapan Alfa.
" Oke gue balik ke kamar. " Ucap Alfa memutar kursi rodanya keluar kamar Kinara dengan perasaan sedih bercampur kecewa.
Sedangkan Kinara tampak memalingkan mukanya dari Alfa.
~
Di kantor Gabriel...
" Lo ngapain disini?. Lo kan punya perusahaan sendiri. " Ucap Gabriel kepada David.
" Gue masih penasaran apa yang sebenernya terjadi. Terus kenapa tiba-tiba Kinara pindah rumah sakit?. "
" Lo tau Aldi?. " Tanya Gabriel.
" Tau dia dulu sempet pacaran sama Kinara. Gila kan adek gue masih kelas 3 SMP udah pacaran aja. " Ucap David bercanda.
" Kemungkinan besar dia bakal balikan sama Aldi lagi. "
" Hahh ga mungkin orang dia aja benci banget sama tu orang. " Jawab David tak percaya.
" Itu semua cuma salah paham. Alfa yang salah dulu dia mainin adeknya Aldi makanya dulu Aldi ngehajar Alfa sampe babak belur. " Ucap Gabriel lagi namun David tiba-tiba diam.
" Kinara udah tau hal ini?. " Tanya David berubah serius.
" Kenapa?. Lo udah tau semua ini?. " Gabriel balik bertanya dan David mengangguk.
" Gue udah tau dari dulu. "
" Terus kenapa lo rahasiain dari Kinara?. " Ucap Gabriel tak percaya.
" Soalnya gue gamau Kinara benci sama Alfa. Gue gamau Kinara kecewa karena udah belain orang yang salah. " Jawab David tertunduk.
" Tapi sekarang Kinara tetep kecewa sama Alfa. "
" Tapi setidaknya sekarang pemikiran dia jauh lebih dewasa daripada dulu. Dan gue rasa mereka akan bisa atasin semua ini. Ayolah setiap persahabatan pasti ada masalah kan dan dari masalah itu ikatan mereka bakal makin erat. " Jawab David.
" Terus gimana tadi?. Lo kenapa bilang Kinara bakal balikan sama Aldi?. Dan kalo mereka beneran balikan terus perjodohan lo gimana dong?. " Tanya David bertubi-tubi.
" Soalnya kemaren gue anterin Kinara ke pelabuhan buat ketemu sama Aldi yang mau berangkat tugas. Mereka baikan Aldi juga cium kening Kinara. "
" Apa!!!!. Berani banget tu orang cium-cium Kinara. " Teriak David menggema diruang kerja Gabriel.
" Bisa diem ga lu di kantor gue. " Kesal David.
" Iya-iya maaf. Terus lo gimana?. "
" Gue gatau. Jujur gue sebenernya mulai suka sama adek lo tapi kalo dia bakal balikan sama Aldi gue akan ngalah. "
.
.
.
.
.
.
...Melihatnya bahagia bukan karena diriku memang menyakitkan...
...Tapi akan jauh lebih menyakitkan ketika hatinya terluka karena harus bersamaku...
...~Gabriel Fandy Arraka~...