My Captain Or My CEO

My Captain Or My CEO
# Chapter 24



Amira masuk kedalam kamar Kinara. Sedangkan David malah ikut tertidur menyender dipundak Gabriel.


" Loh ini berdua kok malah tidur sini?. " Ucap Amira kaget. Kinara yang sedang bermain laptop hanya mengendikan pundaknya.


" Ra mami mau pulang dulu ya kasian ayah ga ada yang ngurus di rumah. " Pamit Amira mengusap kepala Kinara.


" Mami pulang sama siapa?. Ini udah malem. "


" Mami minta supir rumah buat jemput jadi tenang aja. Nitip tuh dua orang. " Ucap Amira pergi dari kamar.


" Lah gue yang sakit malah gue yang disuruh jagain. " Batin Kinara menggelengkan kepalanya.


" Si bang Dav ama Bang El lucu juga kalo tidur kek gitu. " Batin Kinara tersenyum gemas melihat keduanya.


" Sayang HP gue ga ada jadi gabisa ambil foto buat aib deh. "


Kinara kembali fokus memainkan laptopnya. Ia melihat foto-foto lama saat ia bersama Aldi. Yaps Kinara tidak pernah bisa menghapus foto maupun kenangannya bersama Aldi meskipun dulu perjalanan cinta mereka sangat singkat.


" Orang bilang cinta waktu masih sekolah itu sekedar cinta monyet. Tapi buatku cinta bukan hal yang se remeh itu. Bahkan waktu juga ga pernah bisa menghilangkan kenanganku ke kakak. Cepet pulang Kak Rey Nara ga sabar pengen ketemu kakak lagi. " Batin Kinara tersenyum manis.


Kemudian Kinara melihat David dan Gabriel khawatir jika mereka kedinginan. Ia pun keluar untuk meminta selimut.


Tak lama Kinara pergi Gabriel terbangun dari tidurnya. Ia melihat Kinara tidak ada diranjangnya. Gabriel langsung membangunkan David yang sedang tidur di pundaknya.


" Vid bangun Nara ga ada di kamar. " Gabriel menggoyangkan bahunya.


" Apa sih paling juga ke kamar mandi. " Ucapnya masih memejamkan mata.


" Makanya bangun dulu biar gue cek. Lo ngapain sih tidur nemplok-nemplok gue udah kek laler aja. "


David pun mengangkat kepalanya dari bahu Gabriel. Gabriel segera bangkit dan mengecek Kinara di kamar mandi.


" Ga ada Vid. " Ucap Gabriel membuat David langsung membuka matanya.


" Kemana lagi tu anak. " Ucapnya panik.


" Ayo kita cari keluar. " Ajak Gabriel. Mereka baru saja akan pergi tapi tiba-tiba Kinara datang sambil membawa dua selimut ditangan kanannnya dan tiang infus di tangan kirinya.


" Lo dari mana sih Boo. Tiba-tiba ngilang lo tu masih sakit jangan keluyuran bikin orang khawatir aja." Marah David.


" Apa sih bang gue nyari selimut buat kalian. " Jawab Kinara.


" Lah mami mana?. " Tanya David.


" Pulang dijemput supir mami bilang kasian Ayah ga ada yang urus. " Jawab Kinara.


" Lah berarti gue harus nginep sini dong jagain lu. "


" Ya terserah kalo mau pulang ya gapapa. Tapi kalo ntar dimarahin mami sama Ayah gue ga tanggung jawab. " Jawab Kinara berjalan melewati mereka berdua duduk di ranjangnya.


" Kalo lo mau pulang, pulang aja Kinara biar gue yang jaga. " Ucap Gabriel.


" Jangan kalo lo yang jaga ntar adik gue lo apa-apain lagi. " Tolak David.


" Yaudah kalo gitu gue yang pulang. " Ucap Gabriel.


" Eh gabisa lo disini temenin gue. Entar kalo gue ribut ama ni kebo ga ada yang misahin. " Ucap David.


" Ya kalo gamau ribut gausah ngajak gue ngomong bang. " Ucap Kinara.


" Dasar lu adek ga ada akhlak. "


" Heh jangan ribut malem-malem ini di rumah sakit bukan arena tinju. " Lerai Gabriel.


" Nih bang El selimutnya abang pake semua juga gapapa. " Ucap Kinara memberikan selimut yang tadi ia bawa kepada Gabriel.


~


Kediaman Adhitama


" Yah. " Panggil Amira kepada Gibran yang sedang berada di ruang kerjanya.


" Loh kamu ga nemenin Kinara di rumah sakit?. " Tanya Gibran.


" Aku khawatir sama kamu makanya pulang. David sama Gabriel yang jagain Kinara di rumah sakit. " Jawab Amira mendekati suaminya.


" Jadi sebenernya siapa dia?. Kenapa kamu semudah itu nerima permintaan Kinara buat ga penjarain dia. " Tanya Amira menyenderkan tubuhnya di meja kerja berhadapan dengan Gibran.


" Dia anak bungsu Kiana. " Jawab Gibran lesu.


" Jadi?. " Tanya Amira dibalas anggukan oleh Gibran seakan mengerti apa yang dipikirkan oleh Amira.


" Jiwanya keganggu karena keluarganya hancur. " Ucap Gibran sedih.


" Apa yang kamu sesalin?." Tanya Amira merasakan sesak di hatinya. Gibran mendekati Amira dan memeluknya.


" Maaf aku cuma sedih liat keluarga Kiana hancur kaya gini. " Ucap Gibran berusaha menenangkan Amira.


" Tolong jangan biarin perasaan kamu ngebuat keluarga kita hancur. Kalo kamu masih belom bisa mencintai aku sepenuhnya aku bisa terima. Tapi tolong jaga perasaan David sama Kinara. " Pinta Amira menguatkan dirinya.


Kiana adalah mantan pacar Gibran dulunya. Mereka harus berpisah karena keluarga Kiana tidak menyukai Gibran yang dulu hanyalah seorang laki-laki miskin. Sehingga dia menikahi Amira yang mencintainya sepenuh hati. Meskipun rasa cinta Gibran kepada Kiana tidak bisa hilang begitu saja.


" Makasih Mira kamu udah selalu ngerti dan sabar ngadepin aku. Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencintai kamu dan membahagiakan anak-anak. " Ucap Gibran mengeratkan pelukannya.


" Yaudah sekarang mending kita istirahat besok kita harus ke rumah sakit. " Ucap Amira kepada Gibran.


~


Sesampainya di camp perbatasan Aldi segera menyiapkan timnya untuk menganalisa keadaan.


" Komandan bilang ada pergerakan di sisi perbatasan utara. Jadi besok kita akan bagi tim buat jaga di semua bagian karena bisa aja sisi utara ini cuma jebakan supaya kita fokus di tempat itu. Untuk lebih lanjutnya besok gue akan kasih strategi yang lebih detail. Sekarang kalian tata barang untuk istirahat. Tapi ingat tetap waspada karena musuh bisa dateng kapan aja. " Ucap Aldi membubarkan timnya. Kecuali Vino dan Dirga.


" Al lo tadi di kapal senyum-senyum mulu ada apa sih?. Vino bilang gue suruh tanya ke elo. " Ucap Dirga.


" Disini kita buat misi jangan bahas urusan pribadi dulu. Kita harus fokus supaya misi ini berhasil dan kita tetep hidup. " Ucap Aldi serius pergi meninggalkan Dirga dan Vino.


" Kenapa jadi gini sih?. Tu orang kalo udah serius ngeri sumpah. " Ucap Dirga.


" Yang diomongin Aldi bener kita dalam misi jangan sampe fokus kita pecah. Tahan kepo lo atau penasaran bakal bikin lo mati beneran disini. " Jawab Vino ikut pergi meninggalkan Dirga.


" Bener juga sih gue kenapa sih ini. " Ucap Dirga merutuki dirinya sendiri dan pergi menyusul Vino.


Aldi berbaring di tempat alas tidurnya sambil memandang langit-langit ruangan.


" Gue harus selesain misi ini secepat mungkin biar gue cepet pulang dan ketemu Kinara. " Batinnya memejamkan mata.


~


David, Gabriel dan Kinara belum juga tidur mereka memilih untuk bermain game. Mereka memainkan permainan tebak-tebakan sampai malam. Sampai-sampai Kinara juga ikut tertidur di sofa bersama Gabriel dan David hingga pagi.