
Satu jam setelah kepergian Aldi Keluarga Kinara datang. Amira sangat syok ketika melihat kemeja Gabriel penuh dengan darah.
" El Kinara kenapa?. Dia baik-baik aja kan?. Kenapa baju kamu ada banyak darah itu bukan darah Kinara kan?. " Tanya Amira panik.
" Tante tenang ya Kinara gapapa dia cuma pingsan aja, kata dokter mungkin besok atau lusa dia udah bangun. " Jawab Gabriel menenangkan Amira.
" Terus di baju kamu itu darah siapa?. " Tanya Gibran.
" Ini darah Alfa om tadi waktu mau bebasin Kinara kepalanya dipukul dari belakang. " Jawab Gabriel.
" Terus gimana keadaannya sekarang?. " Tanya Gibran lagi.
" Dokter bilang Alfa kena gagar otak ringan tapi udah ditangani tinggal tunggu dia sadar. " Jawab Gabriel.
" Sekarang mereka ada dimana?. " Tanya Amira.
" Kinara ada diruang nomer 04 Alfa di nomer 05 tante. "
" Kalo gitu tante sama om langsung ke kamar Kinara dulu ya El. " Pamit Amira menggandeng tangan Gibran ingin segera melihat kondisi putrinya.
" Aku ikut El jenguk Alfa Mi, Yah. " Teriak David.
Gabriel dan David pergi menuju ruang 05 untuk melihat keadaan Alfa. Sesampainya disana Alfa masih belum sadar dengan perban melingkar dikepalanya dan juga alat bantu pernafasan atau oksigen.
" Kejadiannya gimana sih?. Siapa yang nyulik Kinara?. " Tanya David duduk di sofa kamar Alfa.
" Yang nyulik Kinara itu temen kuliahnya. Kayanya dia punya gangguan jiwa deh dia aja udah bunuh ayahnya waktu dirumah selingkuhannya. "
" Gila sadis banget terus kenapa adek gue yang diculik?. "
" Karena dia suka sama adek lo. "
" Udah gitu doang alesannya?. "
" Ya gue gatau lah yang gue tau cuma itu. "
" Terus gimana caranya lo bisa selamat dari sana?. "
" Aldi sama temen-temennya yang bantu gue sama Alfa. Dan dia orang yang paling berjasa selama proses penyelamatan Kinara. "
" Jadi sebenernya yang lo temuin tadi itu Aldi bukan orang suruhan Alfa?. "
" Bukan kalau aja ga ada Aldi sama temen-temennya mungkin sekarang lo ga bakal liat gue, Alfa ataupun Kinara. "
" Tapi dia juga udah hancurin hidup Kinara. Dan yang dia lakuin hari ini gue rasa ga sepadan sama itu semua. Gue jadi ngerasa bersalah gabisa lindungin adek gue sendiri. "
" Lo jangan nyalahin diri sendiri semua yang terjadi pasti ada alesannya. Cuma kita belom tau. "
" Lo ga pengen ganti baju gitu?. Bau lo anyir tau ga. " Ucap David.
" Gue nunggu kalian dateng biar ada yang jaga Kinara sama Alfa. "
" Yaudah sekarang lo pulang gih. Ganti baju sekalian istirahat pasti lo capek seharian cari Kinara. " Suruh David.
" Iya gue udah suruh sopir buat jemput. Tolong jagain Alfa ya kayanya om sama tante baru dateng besok soalnya mereka lagi di luar negri. "
" Iya udah nyantai. "
" Oke gue pergi dulu. Besok gue kesini lagi. "
~
Di rumah Aldi
Aldi memutuskan pulang ke rumah dan berpamitan kepada Sammuel dan Tara sebelum kembali ke basecamp. Sesampainya di rumah Sammuel sudah menunggunya di ruang tamu.
" Nunggu siapa?. " Tanya Aldi.
" Nunggu lo lah. "
" Emang lo tau gue bakal pulang?. "
" Ya tau lah. Gimana udah ketemu Kinara?. " Tanya Sammuel dibalas anggukan oleh Aldi.
" Yaudah gue mau mandi. "
" Tara drop. " Ucap Sammuel membuat Aldi menghentikan langkahnya.
Aldi terkejut karena ucapan Sammuel dan langsung pergi menuju kamar Tara dengan Sammuel mengikuti di belakangnya. Tara terbaring di tempat tidur dengan infus yang melekat di tangan kirinya. Tubuh Tara berkeringat dan mengigau memanggil manggil nama Alfa.
" Kenapa dia tiba-tiba drop?. " Tanya Aldi menggenggam tangan Tara.
" Tadi gue cerita tentang kejadian di kampus. Pas dia denger gue nyebut nama Kinara tiba-tiba dia drop. " Jawab Sammuel.
" Kenapa setiap dia drop yang disebut pasti Alfa?. Alfa siapa sih apa Alfa temen satu jurusan gue itu?. " Tanya Sammuel namun Aldi hanya diam memandangi kondisi adiknya.
" Gue besok harus balik ke perbatasan. " Ucap Aldi tiba-tiba.
" Besok?. Kondisi Tara kaya gini lo tetep pergi?. " Ucap Sammuel tak percaya dibalas anggukan oleh Aldi.
" Lo disana sampe kapan?. "
" Gue gatau kalo masalahnya udah beres gue akan langsung pulang. "
" Gue ke kamar dulu. " Aldi bangkit dan pergi meninggalkan kamar Tara.
" Kenapa gue seakan jadi orang yang gatau apa-apa tentang semua hal yang terjadi di keluarga gue sendiri?. " Ucap Sammuel memandangi Tara setelah kepergian Aldi.
Di kamar Aldi mengeluarkan sebuah kunci yang selalu tergantung di kalungnya. Ia membuka sebuah ruangan rahasia di kamarnya. Aldi masuk sambil memandangi semua benda yang ada disana dengan tatapan sendu.
~
Di kamar Kinara....
Amira menggenggam tangan Kinara dan terus mengelusnya. Ada rasa lega dan khawatir di hatinya.
" Sayang bangun ini Mami sama Ayah ada disini. " Ucap Amira mengelus dahi Kinara.
Sedangkan Gibran terlihat sedang memikirkan hal lain yang sepertinya sangat mengusik pikirannya.
" Sebenernya apa yang terjadi?. " Tanya Amira.
" Kamu tenang aja Aku masih selidiki hal ini. kamu fokus aja sama Kinara. " Jawab Gibran.
Keesokan harinya....
Kinara terbangun pukul 11 siang dikamarnya sudah ada Gibran, Amira dan David. Saat membuka matanya Kinara seketika menyebut nama Alfa.
" Nara kamu udah bangun. " Ucap Amira.
" Vid panggil dokter. " Suruh Gibran David pun pergi untuk memanggil dokter.
" Gimana kondisi Alfa?. " Tanya Kinara lirih.
" Alfa udah sadar juga sayang. keadaannya juga udah membaik. " Jawab Amira membuat Kinara tenang.
" Ayah. " Panggil Kinara membuat Gibran langsung mendekatkan dirinya pada Kinara.
" Jangan penjarain Lian. " Pinta Kinara dibalas anggukan dan senyuman oleh Gibran.
" Aku mau liat Alfa. "
" Jangan sekarang kamu masih lemes. Tunggu dokter dulu. " Ucap Gibran.
Tak lama kemudian David datang bersama dokter untuk memeriksa Kinara.
Sedangkan di kamar Alfa. Orang tuanya sudah datang kondisi Alfa juga jauh lebih baik daripada Kinara.
" Liat kamu itu terlalu sibuk kerja sampe ga bisa jaga anak sendiri!. " Teriak papa Alfa kepada mamanya.
" Kenapa kamu jadi salahin aku lagian aku sibuk karna bantu kamu!. Kalo ga ada aku perusahaan ga akan bisa sampai di titik ini!. " Balas Mama Alfa.
Mereka terus saja bertengkar dikamar Alfa. Gabriel dan Alfa menatap mereka heran. Dan memancing emosi Alfa.
" Ma, pa mendingan kalian keluar aja deh daripada berisik disini. " Usir Alfa.
" Alfa kamu ga sopan banget sama mama!. "
" Liat karena kamu ga pernah didik Anak kamu jadi gitu kelakuannya. "
" Kenapa kamu jadi nyalahin aku. Kamu sendiri juga ga pernah ikut ngebesarin Alfa. "
Mereka kembali bertengkar membuat Alfa muak.
" Ma!!. Pa!!. Kalian yang keluar atau Alfa yang keluar?. " Teriak Alfa membuat mereka terdiam.
" Al-... "
" Keluar!!. " Teriak Alfa membuat keduanya diam dan keluar dari kamar Alfa.
" Lo ga sopan banget sih ngusir-ngusir orang tua. " Tegur Gabriel.
" Dah bodo amat gue. Mereka kesini cuma pindah tempat buat berantem doang. Rumah sakit dijadiin tempat debat teori bumi datar. Pake bahas perusahaan juga anaknya gue apa perusahaan coba. " Jawab Alfa kesal.
" Lo kesel apa ngelawak sih?. " Tanya Gabriel tertawa dengan ucapan Alfa.
" Dua-duanya!. "
" Btw Kinara gimana?. " Tanya Alfa.
" Gue juga belom tau dia udah sadar apa belom. "
" Yaudah yuk kesana. " Ajak Alfa.
" Diluar ada om sama tante. Emang yakin bakal di bolehin?. " Tanya Gabriel.
" Iya juga sih. Aarrrgghhhh punya orang tua dah kek benteng takesi aja. " Teriak Alfa frustasi.