My Body My Pride

My Body My Pride
8. Mulai Jatuh Cinta



Happy Reading... 😊


Sejak saat itu ada rasa yang tak biasa yang dirasakan Dirga. Ia sepertinya mulai menyukai Caterine.


"Dilihat-lihat kamu cantik juga," gumam batin Dirga.


"Kenapa pak?" tanya Caterine yang melambaikan tangannya dihadapan wajah Dirga karena sejak tadi terdiam.


"Tidak, saya tidak apa-apa," jawab Dirga yang langsung salah tingkah karena sejak tadi memandangi wajah Caterine.


"Itu ruangan kamu disebelah sana!" tunjuk Dirga yang memberitahukan meja kerja Caterine.


"Oiya pak, terima kasih. Kalau begitu saya pamit ke meja saya," pamit Caterine yang bergegas menuju meja kerjanya.


Caterine tidak pernah mengira jika rencananya akan berjalan semudah ini. Semua benar-benar diluar dugaan Caterine. Mulai dari diterima kerja, bahkan kini Caterine malah menjadi sekretaris pribadi Dirga. Awalnya Caterine tidak pernah mengetahui jika ia akan menjabat sebagai seorang sekretaris Dirga. Namun ia bersyukur karena ternyata usahanya benar-benar dilancarkan. Sehingga Caterine tidak terlalu harus bekerja keras untuk mendapatkan hati Dirga. Beruntung Tuhan memudahkan jalannya.


"Terima kasih Tuhan karena Engkau telah memudahkan jalanku," gumam batin Caterine.


Dari kejauhan Caterine terus memandangi wajah tampan Dirga. Wajah itulah yang pernah bersikap baik dan ramah kepada Caterine hingga akhirnya Caterine pun jatuh cinta kepadanya. Namun, Caterine juga tidak pernah mengira jika wajah itu akan berubah drastis. Wajah itu yang pernah membuat hati Caterine terluka dan sangat sakit hati.


"Caterine.." teriak Dirga.


"Caterine.." teriak Dirga lagi.


"Eh iya pak," sahut Caterine yang langsung bergegas menghampiri Dirga.


"Kamu dari tadi dipanggil juga," ujar Dirga.


"Maaf pak," ucap Caterine.


"Tolong siapkan semuanya, sebentar lagi kita akan meeting diluar," titah Dirga.


"Baik pak," jawab Caterine singkat.


Untuk pertama kalinya Caterine harus ikut bersama Dirga untuk meeting diluar. Untuk itu Caterine harus mempersiapkan semuanya. Karena hari ini merupakan hari pertama Caterine bekerja, beruntung Dirga lah yang memberikan contoh hal-hal apa saya yang harus dipersiapkan saat akan meeting nanti. Hal ini merupakan contoh yang jarang terjadi, karena biasanya Dirga tidak pernah melakukan hal seperti ini.


Untuk pertama kalinya Caterine dan Dirga harus berada satu mobil. Walaupun Caterine merupakan istri dari seorang pengusaha yang sukses, akan tetapi Caterine tidak pernah diajak ke dalam atau bahkan masuk bersama dalam satu mobil. Hal itu membuat Caterine seakan membuka luka lama yang menganga, luka itu terasa perih.


Satu jam kemudian akhirnya mereka tiba di salah satu restoran yang cukup mewah. Caterine merasa jika ia akan makan bersama suaminya, padahal jelas-jelas Caterine kemari untuk sebuah pekerjaan. Bahkan Dirga saja tidak mengenali Kia sama sekali. Operasi plastik itu begitu luar biasa dan sangat ajaib. Operasi itu membiat Kia bisa berubah menjadi tiga ratus enam puluh derajat.


Benar-benar berbeda dan benar-benar jauh lebih cantik. Tidak berapa lama meeting itu akan segera dimulai karena klien Dirga sudah datang terlebih dahulu dan sudah menunggunya sejak tadi.


"Selamat siang Pak Dirga?" sapa Pak Hermawan salah satu klien terbaiknya yang selama ini merupakan investor terbesar bagi perusahaannya.


"Selamat siang Pak Hermawan, maaf sudah menunggu," ujar Dirga.


"Tidak, tidak apa-apa. Lagian saya juga belum lama datang pak," jelas Pak Hermawan.


"Bagaimana kalau kita mulai meetingnya sekarang," ajak Dirga.


"Silahkan pak, silahkan," jawab Pak Hermawan.


"Oiya sebelumnya perkenalkan ini sekretaris baru saya pak," ujar Dirga memperkenalkan Caterine.


"Saya Caterine," sapa Caterine yang menyodorkan tangan kanannya.


"Saya Hermawan. Wah beruntung Pak Dirga memiliki sekretaris yang cantik seperti seorang model," puji Pak Hermawan.


"Ah bapak bisa aja," timpal Caterine yang merasa malu.


Mereka pun langsung membicarakan maksud dari pertemuan itu. Pak Hermawan dan Dirga langsung membicarakan tentang investasi yang diberikan Pak Hermawan. Setelah beberapa jam berbincang tentang penghasilan setiap bulannya, akhirnya meething itu berakhir, serta Pak Hermawan menambah investasinya pada perusahaan yang Dirga pimpin.


"Selamat juga untuk anda pak, terima kasih karena sudah percaya pada perusahaan kami," jelas Dirga.


"Sama-sama pak, kalau begitu saya permisi," pamit Pak Hermawan.


"Silahkan pak," ujar Dirga. Mereka bersalaman sebagai tanda perpisahan.


Sementara Dirga dan Caterine masih berada ditempat itu. Caterine sedang sibuk membereskan berkas-berkas yang baru saja dipakai.


"Perutku sudah keroncongan, aku mau makan dulu. Kamu temenin aku ya," ujar Dirga yang memegangi perutnya.


"Aku tidak lapar pak, silahkan bapak saja yang makan," tolak Caterine.


"Memangnya kamu mau liatin saya makan?" tanya Dirga sambil menautkan kedua halisnya.


Tidak lama Dirga memanggil seorang waitress yang sedang berdiri tidak jauh dari mejanya.


"Mas!" teriak Dirga sambil melambaikan tangannya.


"Iya pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya waitress itu ramah.


"Saya ingin memesan makanan dan minuman yang spesual ditempat ini. Semuanya dibikin double ya," tambah Dirga lagi.


"Siap tuan, mohon ditunggu sebentar," ucap waitress itu dan segera bergegas menyiapkan pesanan Dirga.


Tidak butuh waktu yang cukup lama, akhirnya pesanan Dirga datang juga.


"Silahkan tuan," ujar waitress itu ramah.


"Cepet Caterine kamu juga harus makan ya. Pokonya jangan liatin aku makan!" titah Dirga yang langsung menyantap makanannya.


"Baik pa," jawab Caterine yang terpaksa harus ikut makan bersama dengan Dirga.


Dirga dan Caterine akhirnya makan bersama seperti layaknya sebuah pasangan, karena ditempat itu lebih banyak dihadiri oleh pasangan-pasangan muda yang sedang dimabuk asmara.


Begitupun dengan Dirga dan Caterine, mereka makan dengan begitu lahapnya. Meski awalnya Caterine menolak akan tetapi akhirnya ia ikut makan juga. Semenjak operasi itu membuat Caterine tidak terlalu banyak makan.


"Maaf pak, itu ada sesuatu dipipi bapa," ujar Caterine yang menunjuk pada pipi Dirga.


"Apa?" tanya Dirga.


"Itu pak! Sebelah kanan!" tunjuk Caterine.


"Gimana sudah tidak ada?" tanya Dirga yang mencoba mengusap sesuatu itu dipipinya.


"Masih ada pak," jawab Caterine.


"Kalau begitu kamu yang bersihkan!" titah Dirga.


"Tapi pak," jawab Caterine ragu.


"Sudah jangan tapi, tapi! Keburu dilihat orang kan malu!" pekik Dirga.


Caterine pun mencoba mengusap pipi Dirga itu dengan sangat lembut dan hati-hati. Entah mengapa Dirga merasa jantungnya berdegup begitu kencang saat Caterine mencoba mendekatinya untuk mengusap sesuatu itu dipipinya.


"Kamu memang benar-benar cantik Caterine," ujar Dirga dalam hatinya.


Untuk yang kedua kalinya Dirga memandang wajah Caterine dengan begitu dekat. Wajah itu sepertinya membuat Dirga jatuh cinta kepada Caterine. Meski baru pertama kali bertemu, entah mengapa ada saja hal-hal yang membuat mereka lebih dekat satu sama lain. Hal ini benar-benar diluar rencana Caterine.


"Mungkin sebentar lagi kamu akan mulai jatuh cinta sama aku mas," gumam batin Caterine.