My Body My Pride

My Body My Pride
17. Kemarahan Pak Jhon



Keesokan harinya saat Dirga sedang bekerja, tiba-tiba Pak Jhon datang menemuinya. Ditengah kesibukannya, Dirga merasa terkejut karena Pak Jhon tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangannya.


"Dirga!" teriak Pak Jhon yang sudah naik pitam sejak acara kemarin dibatalkan.


"Ada apa pak? Kenapa bapak teriak-teriak dikantor saya?" tanya Dirga yang pura-pura tidak mengerti dengan maksud kedatangan Pak Jhon.


"Jangan pura-pura tidak tahu, apa kamu tidak merasa berdosa hah!" pekik Pak Jhon lagi.


"Oke, oke saya tahu kesalahan saya dimana. Tapi tolong tidak usah marah-marah dikantor ini," ujar Dirga yang berusaha tenang menanggapi kemarahan Pak Jhon.


"Apa sebenarnya yang kamu inginkan? Bukankah kalian saling mencintai? Mengapa kamu tidak datang dalam acara pertunangan kemarin hah!" tanya Pak Jhon dengan kemarahan yang sudah tertahan sejak kemarin.


"Ya saya memang mencintai anak bapak, tapi itu dulu. Sekarang saya sudah mencintai orang lain," jawab Dirga tanpa rasa bersalah sedikit pun.


"Saya mohon maaf karena dengan sangat berat hati saya harus membatalkan pertunangan ini," imbuhnya lagi.


"Kurang ajar kamu ya! Jadi kamu ingin mempermainkan anak saya hah!" pekik Pak Jhon yang semakin marah mendengar pernyataan Dirga.


"Maaf pak, tapi cinta itu tidak bisa dipaksakan. Saat ini saya sudah mencintai orang lain," ujarnya lagi.


"Awas saja kamu Dirga, kamu akan menerima balasan atas apa yang kamu lakukan!" pekik Pak Jhon yang segera meninggalkan ruangan Dirga dan membanting pintudengan sangat keras.


Brak..


Suara keras dari pintu itu pun sontak mengagetkan karyawan yang berada tidak terlalu jauh dari ruangan Dirga. Terdengar bisikan-bisikan dari beberapa karyawan yang merasa terkejut.


"Sebenarnya ada apa Ini?"


"Aku tidak tahu."


"Sepertinya sedang terjadi pertengkaran hebat."


"Sudahlah jangan hiraukan itu, lebih baik kita kembali bekerja."


"Iya bukan urusan kita juga."


Dengan amarah yang masih bergejolak Pak Jhon terpaksa meninggalkan ruangan Dirga. Pak Jhon benar-benar kecewa atas apa yang didengarnya. Padahal jauh-jauh ia datang kemari hanya untuk menanyakan alasan yang sesungguhnya.


Mengapa kemarin Dirga tidak datang menepati janjinya. Padahal dulu, Dirga mohon-mohon agar lamarannya diterima. Akan tetapi saat Pak Jhon memberikan lampu hijau, ia justru menyia-nyiakan kesempatan ini. Pak Jhon benar-benar kecewa dengan sikap Dirga saat ini.


Orang tua mana yang tidak akan kecewa jika pertunangan anaknya tiba-tiba dibatalkan begitu saja. Begitupun dengan Pak Jhon yang sangat menyayangkan sikap Dirga karena ia berbuat seenaknya saja. Dimalam pertunangannya kemarin malam, Dirga ternyata tidak menunjukkan batang hidungnya sama sekali.


Padahal sudah sejak lama Pak Jhon menyiapkan pertunangan yang meriah untuk anaknya. Pak Jhon sudah mengundang keluarga dan orang-orang penting yang ia kenal. Namun hanya karena ketidakhadiran Dirga membuat semua rencananya menjadi kacau balau.


Pak Jhon harus menanggung malu atas perbuatan yang dilakukan Dirga. Ia juga harus menderita kerugian yang sangat besar karena biaya yang sudah ia keluarkan demi pesta anaknya agar terlihat sempurna dan istimewa.


Bagi Pak Jhon kebahagiaan putrinya adalah kebahagiaan yang utama, sebab hanya dia lah putri satu-satunya yang ia miliki.


Sementara di dalam ruangan, Dirga tersenyum senang. Ia merasa lega karena akhirnya ia bisa berbicara dengan Pak Jhon untuk membatalkan pertunangannya bersama anaknya. Kini Dirga merasa sudah tidak ada beban karena sudah berbicara dengan Pak Jhon.


"Maafkan aku Pak Jhon, aku sudah tidak mencintai anakmu lagi," gumam batin Dirga.


"Maafkan aku Angelina, aku tidak bisa menepati janjiku untuk menikahimu," gumamnya lagi.


📲 "Ya halo, ada apa?"


📲 "..................................."


📲"Baiklah kalau begitu aku akan menemuimu satu jam lagi."


Setelah panggilan itu berakhir, Dirga pun segera bergegas pergi menemui orang yang menghubunginya barusan. Dia yang tidak lain adalah Angelina. Sejak kemarin ia pun merasa sangat sakit hati.


Angelina benar-benar kecewa dengan apa yang dilakukan Dirga di hari pertunangannya. Bahkan untuk dihubungi saja ternyata ponsel Dirga tidak aktif. Angelina begitu sakit hati. Ia merasa malu karena tamu undangan yang sudah berdatangan.


Satu jam kemudian tibalah Dirga di salah satu cafe yang sudah ditentukan.


"Ada apa kamu memanggilnya?" tanya Dirga to the point.


"Apa kamu tidak tahu malu hah? Apa kamu tidak merasa berdosa?" geram Angelina yang sejak tadi sudah menunggu kedatangan Dirga.


"Ya aku tahu, semua terjadi karena kesalahannya. Aku mohon maaf karena sudah membuat keluargamu malu, dan aku mohon maaf karena aku terpaksa harus membatalkan pertunangan Ini," ujar Dirga yang membuang nafas.


"Apa? Apa aku tidak salah dengar?" tanya Angeline memastikan.


"Ya kamu memang tidak salah dengar. Aku membatalkan pertunangan ini, dan aku tidak akan menikah ibu," ujar Dirga dengan penuh pengulangan.


"Tapi kenapa Ga? Apa salahku?" tanya Angeline yang merasa begitu kecewa karena ia tidak percaya jika Dirga akan mengatakan hal itu. Sebab yang Angeline tahu, Dirga begitu mencintainya dan ingin segera menikahinya.


"Maaf Angeline karena aku sudah menyakiti perasaanmu. Maafkan aku, dulu aku memang sangat mencintaimu, tapi kini aku mencintai orang lain," jawab Dirga yang mengatakan yang sebenarnya.


"Apa? Jadi selama ini kamu sudah mengkhianatiku?" tanya Angeline dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Plak.. plak..


Tidak lama terdengar suara tamparan yang begitu keras. Kali ini Angeline benar-benar sudah menampar pipi Dirga karena saking kesalnya. Angeline menampar Dirga tanpa ampun, setidaknya rasa sakit hatinya akan berkurang setelah Angeline menamparnya.


"Maafkan aku Angeline, maafkan aku," ujar Dirga.


"Maaf kamu bilang, selama bertahun-tahun kita menjalin sebuah hubungan, semua sudah kuberikan. Tapi apa balasanmu sekarang hah? hanya pengkhianatan!" pekik Angeline yang masih emosi setelah mendengar Dirga mencintai wanita lain.


"Maafkan aku Angeline," ujar Dirga lagi.


"Wanita mana yang sudah sangat berani merebutmu dariku hah?" tanya Angeline yang mulai merasa penasaran dengan wanita pilihan Dirga.


"Maaf Angeline aku tidak bisa mengatakan dia siapa," lirih Dirga.


"Oke kalau begitu, aku akan mencari tahu sendiri siapa wanita itu," pekik Angeline.


"Dan aku tidak akan pernah melupakan apa yang kau lakukan kepadaku!" pekik Angeline yang segera bergegas pergi meninggalkan Dirga.


Rasanya percuma saja bagi Angeline menanyai Dirga dengan beberapa pertanyaan. Dirga tidak akan pernah menjawabnya. Yang terpenting kini Angeline sudah tahu alasan mengapa Dirga tidak datang di acara pernikahannya semalam.


"Oke Dirga, Aku akan mencari tahu sendiri. Wanita mana yang sudah membuatmu berpaling dari diriku!" geram Angeline yang mengepalkan tangannya.


Angeline masih merasa penasaran dengan wanita yang membuat pertunangannya menjadi hancur berantakan.